
Alex pergi ke ruang keluarganya, Dia hendak mencari Hendra. Benar! Hendra sedang asyik menonton Cocomelon Channel pada TV-nya. Alex menghampiri Anak bungsunya itu, lalu menggapai Hendra dan menggendongnya.
“Duh.. sudah besar Anak Ayah.” Ujar Alex sembari menoel hidung Hendra. Anak bungsunya itu tersenyum riang lalu Alex kembali ke ruang tamu untuk menemui calon Babysitter-nya Hendra. “Baik sekarang bisa mulai Pak.” Kata Alex, matanya menatap mata Pak Didit hingga Pak Didit paham maksud dari Bosnya itu.
“Ibu Tukiyem kalau boleh tau sebelumnya Ibu sudah pernah momong Anak belum?” Tanya Pak Didit. Dia mewakili Alex untuk mewawancarai calon Babysitter itu sesuai arahan mata Alex.
“Iya Saya sudah sering momong Anak Pakde.” Sahut Bu Tukiyem.
“Pakde? Opo Aku setua itu?” Pak Didit bertanya dalam hati. Bagaimana tidak, yang manggil Pakde seroang perempuan paruh baya. Jika yang memanggil Pakde adalah gadis muda mungkin kupingnya tidak merasa risih dipanggil Pakde. “Tapi ya sudahlah.” Gumam Pak Didit lagi yang mencoba mengabaikan perasaannya itu.
“Majikan Saya yang dulu adalah seorang Polisi dan Dokter, suaminya Polisi dan Istrinya Dokter. Sepasang Suami Istri yang sangat baik Pakde, Saya bekerja dengannya selama lima tahun. Tapi Saya berhenti setelah Adiknya lahir Pakde. Anaknya kembar jadi harus momong tiga anak sekaligus. Di umur yang sekarang Saya yo ora sanggup momong Anak tiga orang sekaligus. Akhirnya Saya memutuskan untuk berhenti, mereka sempat menahan Saya untuk berhenti tapi Saya ndak mau dan tetep berhenti Pakde.” Jelas Bu Tukiyem, sepertinya Dia orang yang jujur.
“Bagaimana Pak Alex, masuk?” Tanya Pak Didit yang dibalas Alex dengan mengangguk.
“Hmm.. Ibu sebenarnya ini tes sederhana. Selain biodata yang harus lengkap dan pengalaman kerja, tujuan Saya untuk memanggil calon Babysitternya Anak Saya ke sini agar Hendra bisa memilih langsung. Saya hanya akan memprioritaskan kenyamanan Anak Saya, jika cocok bisa langsung Saya terima.” Terang Alex. Pak Didit dan Bu Tukiyem mendengarkan.
“Eh pinter juga sih Alex.” Sahut Pak Didit dalam hati.
“Nah sekarang bisakah Ibu mengajak Hendra bermain?” Tanya Alex kepada Bu Tukiyem.
“Yo iso lah Pak Alex, lah wong Aku biasa momong Anak ee..” Jawab Bu Tukiyem dengan logat yang khas. “Sini sayang sama Mbok.” Panggil Bu Tukiyem kepada Hendra. Tak lupa Bu Tukiyem menjulurkan kedua tangannya dan memasang wajah senyum sumringah namun Hendra masih duduk terdiam dalam pangkuan Alex.
Hendra memandangi Ibu itu dengan wajah yang datar untuk beberapa detik. Lalu Hendra memalingkan wajahnya dan tertawa memperlihatkan beberapa giginya yang sudah tumbuh. Bibir merahnya dan lesung pipi di wajahnya menunjukkan ekspresi yang sungguh manis. Seketika semua tertawa melihatnya begitupun dengan Alex yang langsung mengecup bibir Hendra sekejap.
__ADS_1
“Ya ampun lucunya Kamu nduk.” Ucap Bu Tukiyem yang merasa gemas melihat Hendra barusan.
“Pak Didit, bisa tolong ambilkan beberapa mainan di kamar Andra Pak. Lalu berikan kepada Bu Tukiyem, siapa tau jika memgang mainan Hendra mau dengannya.” Ujar Alex yang jempolnya tengah digenggam erat oleh Hendra.
Lekas Pak Didit ke kamar Andra dan mengambil sebuah boneka berbahan plastic berbentuk Dinosaurus berjenis T-Rex. “Ini Pak, Saya ambil satu, jika butuh lagi bisa Saya ambilkan.” Ucap Pak Didit sembari memberikan Dino T-Rex itu pada Alex.
“Berikan saja langsung kepada Bu Tukiyem Pak.” Perintah Alex kepada Pak RT-nya itu.
“Ini bu, semoga berhasil.” Ujar Pak Didit memberi semangat kepada Ibu yang berada di depan Alex dan Hendra.
“Terima kasih Pakde.” Sahut Bu Tukiyem sembari menerima Dino T-Rex itu dan menunduk mengangguk. “Halo dedek, namanya siapa?” Tanya Bu Tukiyem ramah kepada Hendra.
“Endlaaaa…” Jawab Hendra.
“Hendra Bu.” Alex menambahkan.
“Mau mainannya Hendra?” Tanya Bu Tukiyem.
“Mauuu..” Jawab Hendra singkat.
“Kalau mau ayok sini sama Mbok.” Pinta Bu Tukiyem yang meletakkan mainan itu di meja dan menjulurkan kedua tangannya lagi agar dapat menggendong Hendra.
Lekas Hendra turun dari pangkuan Alex, melihat hal itu Alex merasa ada lampu hijau pada Ibu ini. Hendra berjalan selangkah demi langkah, perlahan namun pasti. Tetapi Dia melewati Bu Tukiyem dan mengambil mainan itu di atas meja. Setelah memegang mainan itu segera Hendra berlari dan tertawa riang lalu berusaha menaiki sofa yang diduduki Alex.
__ADS_1
Alex segera menggapai Hendra dan membantunya untuk duduk di kursi. Hendra naik di sofa dan duduk lagi dipangkuan Alex.
“Lah pinter Kamu yahhhh nduk.” Puji Bu Tukiyem kepada Hendra.
“Sepertinya cukup dulu ya Bu, karena masih ada banyak lagi yang belum masuk di luar sana. Kita sudahi saja sampai di sini. Untuk informasi Ibu diterima atau tidaknya nanti Kita memberikan kabar, ditunggu saja. Terima kasih ya Bu sudah datang.” Terang Pak Didit.
“Engge Pakde, Saya juga terima kasih loh sudah bisa bertemu langsung sama Pak Alex. Saya sering lihat Pak Alex di Youtube soalnya. Saya juga sering komen, nama akun Ibu Tukiyemcantik. Jadi kalau ada komen dari akun itu, itu Saya loh Pak Alex.” Jelas Bu Tukiyem.
“Oh ya Pak Alex, sebelum Ibu keluar, boleh Saya minta foto Pak?” Tanya Bu Tukiyem. Rasanya kurang afdol jika Dia belum berfoto bersama Alex pada kesempatan seperti ini.
“Iya Bu boleh” Sahut Alex.
“Pakde tolong fotokan Kami ya hehe..” Ucap Bu Tukiyem kepada Pak Didit. Tak lupa Bu Tukiyem memberikan ponselnya yang sudah Dia pegang sejak tadi.
“Iya Bu boleh” Jawab Pak Didit dengan nada persis seperti Alex. Kemudian Bu Tukiyem duduk di samping Alex yang sedang memangku Hendra pada pahanya sedangkan Pak Didit duduk di sofa tempat Bu Tukiyem tadi.
Ceklek!
“Ini Bu, sudah bagus walaupun sekali klik.” Ujar Pak Didit sembari memberikan ponsel Bu Tukiyem. Ibu itu lantas mengambil ponselnya dan memandangi layar ponsel. Dia mendapati dirinya yang sedang duduk di sofa bersama Alex dan Hendra. Foto itu di ambil dengan posisi ponsel yang berdiri sehingga foto keluarga Alex yang berada di atas sofa pun ikut terfoto.
“Makasih ya Pakde. Terima kasih juga ya Pak Alex” Ucap Bu Tukiyem.
“Iya Bu sama-sama.” Kata Alex dan Pak Didit bersamaan.
__ADS_1
“Saya permisi dulu ya.” Lalu Ibu itu keluar dari rumah Alex. “Bu Tanjung Aku wes wawancara hehe” Ujar Bu Tukiyem setelah keluar dari rumah Alex dan bertemu dengan mandor (Bu Tanjung) dari sesi seleksi itu.
“Selanjutnya panggilan dengan nama Puji Astuti.” Teriak Bu Tanjung.