Duren Kampus

Duren Kampus
Trending


__ADS_3

Semuanya terlihat segar dengan perut yang penuh dan kenyang. Terutama Hendra, dia bahkan menguap sekarang. Aba-aba itu sontak membuat Alex mengambilnya dari bangku babychair yang diduduki oleh Hendra. Segera Alex memangku dan mengosok-gosok punggung anak bungsunya itu. Sekejap saja Hendra tertidur, matanya sayup-sayup mengatup. Tiada kenyamanan senyaman kelonan ayahnya di dunia ini. Karena dia tidak sempat merasakan dekapan dan kasih sayang seorang ibu.


Melihat Hendra tertidur, kini semuanya paham, mereka akan lebih lama duduk di restaurant itu. Tentu mereka harus menunggu Hendra terbangun baru pulang. Untuk hal ini Abipraya dan Pak Didit sangat peka. Bukan lagi, Alex memang seorang pria yang suka nongkrong dan tidak membuang waktu. Tetapi Alex juga harus menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya. Alex pun harus mengikuti perkembangan dan kegiatan anak-anaknya.


Sehabis makan mulut Abipraya dan Pak Didit mulai terasa masam.


“Alex, aku merokok dulu ya.” Abipraya permisi. Pak Didit ikut berdiri tanpa pamit kepada Alex serta tanpa aba-aba ingin ikut kepada Abipraya. Dia hanya ikut melangkah berjalan di belakang Abipraya ke tempat mereka berdua merokok sebelumnya. Alex hanya mengangguk sebagai balasan berkata iya. Ketika anaknya tidur di pangkuannya dia lebih banyak diam daripada berkata. Sedangkan Andra dan Indra diberikan Ipad mereka masing-masing agar tenang bermain dan tak mengganggu Hendra.


Abipraya mengisap sebatang rokok yang tinggal setengah itu. Pak Didit mengisap sebatang rokok yang telah habis. Dia ingin merokok lagi, namun kali ini dia segan untuk meminta lagi. akhirmya dia mengambil benda pipih yang berada di kantong celananya. Membuka beberapa aplikasi media social seperti Whatsapp (WA). Dia mengecek pesan masuk yang ada di WA-nya itu, tidak ada pesan masuk. Kemudian dia mulai membuka Facebook (FB) miliknya. Membuka beranda melihat beberapa status para temannya di FB.


Pak Didit sontak terkejut. Dia melihat seseorang yang dikenalnya. Pak Didit melihat seorang ibu-ibu yang dikenalnya, dia adalah teman sekolahnya dulu. Abipraya yang sebatang rokoknya telah habis tak sengaja menoleh dan melihat reaksi terkejutnya Pak Didit.


“ada apa Pak Didit? Begitu amat itu muka pak.” Alex tersenyum manis. Kedua lesung pipitnya terlihat. Sungguh manis. Pak Didit yang sedari tadi tidak menyadari bahwa dia menganga tak menjawab pertanyaan Abipraya.


“Pak Didit?” Ujar Abipraya sambil menyentuh lengan Pak Didit.


“ini Pak, ada Alex sedang berfoto dengan teman sekolahku dulu. Apa mereka kenal ya?” Jawab Pak Didit sembari memberikan ponselnya ke Abipraya. Sekarang Pak Didit tersadar bahwa mulutnya menganga sedari tadi, dia merasakan kekeringan dan menutup mulutnya itu.


“ya ampun Pak Didit, ini kan fotonya hari ini. Coba Pak Didit lihat, itu baju Alex sama seperti yang dia kenakan tadikan. Itu temen Pak Didit pasti salah satu dari kerumunan para fans Alex tadi.” Jelas Abipraya sambil menunjuk-nunjuk foto yang ada beranda FB Pak Didit. Pak Didit hanya mengangguk-ngangguk paham.


Sekarang Abipraya yang mulai bosan dan membuka ponselnya. Dia membuka Instagram (IG), melihat postingan beberapa Wanita cantik yang telah difollow-nya. Tak lupa dia melihat story IG mereka satu persatu.

__ADS_1


“wah-wah benar Alex sudah jadi selebritas papan atas nih Pak Didit. Coba lihat teman-teman Ig-ku yang di Jakarta juga banyak foto sama dia barusan.” Ujar Abipraya sembari melihatkan ponselnya ke Pak Didit.


“bahkan dipencaharian IG saya muncul banyak foto Alex. Dia jadi trending di IG hari ini.” Tambah Abipraya. Pak Didit mengangguk Kembali.


“kalau begitu kita samperin Alex saja Pak, siapa tahu Hendra sudah bangun.” Sahut Pak Didit yang sekarang telah berdiri. Mereka berdua menyudahi kegiatan merokok santai itu. Dan melangkah masuk restaurant kembali duduk di tempatnya semula.


Hendra masih tertidur pulas namun Abipraya tak tahan untuk memulai percakapan.


“Alex lu trending!” kata Abipraya singkat.


“trending? Dimana? Youtube?” Tanya Alex dengan mengerutkan alis.


“sekarang nama lu itu sudah merambah kesetiap media social yang sering digunakan seperti Facebook dan Instagram.” Jawab Abipraya.


“nih liat nih ya, tuh tuh! Ada banyak fotomu yang tadi itu. Lihat saja baju lu pakai dan background-nya adalah PI lex.” Tambah Abipraya.


Alex melongo sekarang, benar! Itu benar dia yang tadi ketika dikerumuni dikeramaian.


“Pak Abi, Pak Alex ini tidak punya media social seperti FB dan IG. Tapi memang Pak Alex, sudah perlu bapak membuat akun media social.” Kata Pak Didit.


“oh begitu kah Pak? Tapi saya belum tahu bagaimana caranya mencari uang di sana. Saya banyak membuka Youtube karena memang banyak informasi yang saya dapatkan di sana. Terlebih lagi, jalan rejeki saya banyak melalui Youtube.” Jelas Alex.

__ADS_1


“iya betul Alex, namun sekarang kondisinya sudah beda. Kamu harus siap! Sekarang itu kamu sudah selebritas. Lihat saja reaksi orang-orang ketika kamu berada dikeramaian tadi. Luar biasa bukan? Mungkin kamu tidak tahu karena jarang keluar rumah. Jadi kamu terbiasa dengan interaksi dengan para fansmu sebatas komentar, like, dan share.” Abipraya menjelaskan dengan serius. Alex mengangguk mengerti, semua yang dikatakan Abipraya benar adanya.


“dengan kamu membuat akun media social, baik itu FB, IG, Twitter atau yang lain-lain. Setidaknya itu bisa menjadikan hubungan emosionalmu bersama para fansmu. Bagi selebritas, fans itu adalah dukungan terbesar mereka. Mereka lah yang banyak membantu membesarkan nama artis-artis mereka. Bahkan para fans itu menjadi tameng terdepan saat arti-artis mereka terkena dampak haters, atau bahkan musibah. Mereka akan siap men-support artisnya agar tetap semangat dan berkarya.” Abipraya berbicara layaknya manager. Dia terlihat seperti seseorang yang berbeda kali ini. Abipraya yang ternyata sudah dewasa walaupun belum menikah. Abipraya telah dewasa sekarang walaupun penampilannya masih terlihat seperti anak muda.


Alex hanya mengangguk, dia tidak banyak bicara. Dia paham betul apa yang dibicarakan Abipraya. Saat Alex tidak melakukan live streaming saat dia terjatuh kepentok tedmon kala itu fansnya banyak yang kecewa. Itu akibat absennya Alex tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Karena kebanyakan orang di zaman sekarang selalu meng-update kegiatan mereka di media social, kegiatan apa pun itu.


“tapi Abipraya, gimana caranya membuat semua akun media social itu?” Tanya Alex jujur. Seketika Pak Didit tepok jidat.


“haduh Pak Alex, saya aja yang tua begini paham. Mosok Pak Alex yang muda, ganteng, dan kaya tidak tahu.” Pak Didit yang geli sekarang.


“sini coba berikan HP-mu kepadaku Alex.” Pinta Abipraya. Segera Alex mengambil benda pipih itu dari dalam kantong celananya dan memberikannya kepada Abipraya.


“aku izin nih ya Alex, aku buatkan saja akun IG-mu sekarang.” Abipraya mencoba bersikap sopan kepada sahabatnya sendiri. Seketika malah Alex yang tertawa geli.


“hahaha… Abipraya, jangan sungkan. Buatkan saja sekalian apapun media social yang menurutmu perlu.” Alex tertawa sambil menahan suaranya, berharap Hendra tidak terbangun.


“Okay kalau begitu.” Jawab Abipraya singkat. Lekas Abipraya membuatkan Alex beberapa akun media social seperti FB dan IG. Dia memutuskan untuk membuatkan akun hanya pada dua media social itu. Karena itu cukup untuk sementara ini.


Brakkk!!!


Sebuah botol kosong air mineral jatuh. Pak Didit berdiri dan ingin mengambilnya. Bukan diambil, malah Pak Didit menginjaknya. Sontak Hendra membuka matanya dan terbangun.

__ADS_1


“opss! Maaf Pak Alex saya tidak sengaja.” Kata Pak Didit sembari mengambil botol yang sudah benyek itu. Dia sengaja melakukan itu, agar Hendra terbangun. Dia bosan menunggu agaknya. Dasar Pak Didit.


Karena Hendra telah terbangun, semuanya bersiap untuk pulang.


__ADS_2