Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
CHAPTER 12


__ADS_3

Jam 16.30 Cinta dan Bintang sudah sampai di pantai.


"Suka gak Lo pemandangannya?" tanya Bintang.


"Gue suka banget. Bagus banget pemandangannya di sini," ucap Cinta dengan mata yang berkaca-kaca saking senangnya.


Cinta berlari kecil ke arah pantai, dia ingin merasakan sejuknya air pantai karena selama ini dia hanya bisa melihat di gambar buku atau di komputer itupun pada saat pembelajaran yang memang harus menggunakan komputer.


"Makasih ya Bintang, udah ngajak gue ke sini!" ucap Cinta dari sisi pantai membalikkan badannya ke arah Bintang.


Bintang yang duduk di sebuah batu besar tersenyum melihat Cinta yang begitu bahagia.


"Lo keliling aja dulu, Gue mau beli minum dulu!" ucap Bintang.


"Emang ada yang jualan ya?" tanya Cinta.


"Ada kok!" ucap Bintang.


"Ya udah,"


Bintang pergi ke sebuah warung kecil yang ada di dekat parkiran. Sedangkan Cinta masih asik memandangi pemandangan di pantai.


Beberapa menit kemudian, Bintang datang menghampiri Cinta dan memberinya sebotol minuman yang tadi dia beli.


"Duduk dulu yuk, capek berdiri terus!" ajak Bintang.


Cinta pun mengikuti langkah kaki Bintang, dan duduk disebuah batu besar tempat Bintang duduk tadi.


"Lo kenapa tiba-tiba bersikap kayak gini ke Gue?" tanya Cinta menoleh ke arah Cinta.


"Salah ya? Lo kan teman Gue," sahut Bintang dengan tatapan ke arah pantai.


"Gak salah. Tapi, gue takut baper kalau Lo kayak gini terus ke Gue. Lo tahu gak, sikap lo yang sekarang berubah 100%," ucap Cinta sejujur-jujurnya.


"Apa yang mesti Lo baperin? Gue cuma pingin kenal dekat Lo doang!" ucap Bintang tanpa memalingkan pandangannya dari air pantai yang berjarak beberapa meter dari tempat duduknya.


Bintang masih belum berani mengakui perasaannya kepada Cinta, dia masih malu dan juga berfikir ini masih terlalu awal untuk menyatakan perasaannya kepada Cinta.


"Oh, Lo pingin kenal Gue dari segi mana?" tanya Cinta.


"Gak perlu Lo jelasin. Gue cuma pingin tahu dari gerak-gerik Lo, jadi nanti kita akan seperti ini terus. Lo merasa terganggu gak?" Bintang meminta pendapatnya kepada Cinta, dia takut membuat Cinta gak nyaman.


"Gue akan mencoba terbiasa dengan kelakuan Lo yang kayak gini. Gak ada salahnya juga Gue punya teman dekat cowok!" sahut Cinta.

__ADS_1


"Ya udah!" sahut Bintang singkat.


Suasana menjadi hening dalam sekejap, hingga Bintang melontarkan pertanyaan yang membuat Cinta terkejut.


"Hah?"


Cinta kaget mendengar pertanyaan Bintang, selama ini Cinta memang tidak pernah akrab sama cowok. Bahkan dengan teman ceweknya pun juga gitu, selain Erna dia tidak pernah berteman akrab dengan yang lainnya.


"Gue mau ngejar lo Cin," ucap Bintang lagi.


Cinta terdiam, dia seperti tahu apa yang dimaksudkan oleh Bintang. Namun dia juga ragu-ragu dengan pengartiannya sendiri.


"Maksud lo ngejar Gue gimana?" tanya Cinta.


"Gue suka sama Lo Cin, Gue tahu lo pasti bakalan terkejut tapi entah kenapa Gue tiba-tiba suka sama Lo," ucap Bintang dengan keberanian yang dia paksakan.


Bintang pasrah saja mau di tolak atau tidak, yang pasti dia sudah mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.


"Tang, lo serius?" tanya Cinta dengan penuh keraguan.


Cinta hanya tidak menyangka Bintang yang merupakan teman sekelasnya akan naksir dia.


"Gue serius Cin, gue gak bercanda!" sahut Bintang memalingkan pandangannya kearah Cinta.


Bahkan Ibunya sendiri tidak mengharapkan kehadirannya, bagaimana orang lain menyukainya?.


"Cinta gak perlu alasan Cin. Gue suka sama Lo sejak Gue ngobrol dekat sama Lo, entah kenapa saat itu Gue merasa degdegan dan hati yang berdebar-debar!"


"Tapi Bintang, Gue belum pernah pacaran. Dan Gue juga gak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta," ucap Cinta.


"Kita bisa jalanin dulu Cin, Gue juga gak maksa Lo buat nerima Gue kok!" sahut Bintang.


"Iya deh Tang, kita jalani aja dulu ya. Dan kalau Gue belum menerima Lo dan Lo sudah bosan duluan sama Gue, Lo boleh tinggalin Gue kok. Masa depan kita masih panjang, jangan rusak hanya karena percintaan ya," ucap Cinta sambil tersenyum.


Bintang hanya menganggukkan kepalanya, dia akhirnya merasa lega setelah mengungkapkan perasaannya kepada Cinta.


...****************...


Di sisi lain, terlihat Laras yang sedang menahan kesal karena putrinya belum juga pulang dari sekolah. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 17.30, tetapi Cinta belum pulang juga.


"Kemana si Cinta ini, mana lauk gak ada. Mau makan apa aku hari ini," keluh Laras.


"Tau gini aku sisain sedikit uang kemarin buat beli lauk hari ini. Sekarang aku kelaparan jadinya, awas ya anak itu kalau pulang akan aku pukuli sampai babak belur!" gerutu Laras.

__ADS_1


Laras mondar-mandir di ruang tamunya, sesekali duduk di kursi yang ada di teras rumah menunggu kedatangan Cinta. Setengah jam berlalu, Cinta juga tak kunjung datang. Laras semakin emosi, cacing diperutnya sudah pada demo semua.


"Kemana sebenarnya ini anak, pulang sekolah bukannya langsung pulang malah keluyuran. Dia lupa apa sama aku dirumah? Udah mulai ngelunjak rupanya dia," ucap Laras menahan rasa kesalnya untuk dilampiaskan kepada Cinta.


Setengah jam kemudian, Cinta pun pulang bersama dengan Bintang. Sebelum masuk ke pekarangan rumah, Cinta mengucapkan terimakasih kepada Bintang.


"Cinta, pakaian Gue udah siap belum?" tanya Bintang.


"Udah kok. Mumpung Lo kesini sekalian aja bawa ya," ucap Cinta.


"Boleh deh Cin, lagipula besok udah hari minggu!"


"Yaudah Lo tunggu disini ya," ucap Cinta.


Cinta lalu bergegas masuk ke pekarangan rumahnya, dan dia terkejut ketika melihat Ibunya berdiri diteras dengan membawa sapu di tangannya.


Cinta sudah melupakan Ibunya saking senangnya tadi dipantai dia lupa menyiapkan lauk untuk Ibunya.


'Matilah aku, mana ada Bintang lagi,' batin Cinta.


"Bu aku bisa jelasin...,"


"KEMANA SAJA KAMU? KENAPA BARU PULANG JAM SEGINI? GAK SEKALIAN SAJA KAMU TIDAK USAH PULANG!. DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI, KERJANYA KELUYURAN AJA!" belum sempat Cinta menjelaskan Laras sudah menyemprotnya dengan teriakan yang sangat keras sehingga Bintang mampu mendengarnya.


Merasa ada yang tidak beres, Bintang pun masuk ke pekarangan rumahnya Cinta. Bintang sangat terkejut melihat Cinta yang dipukuli oleh Ibunya menggunakan sapu.


Bintang pun segera menghampiri Cinta dan menghentikan pukulan Ibunya.


"Ibu sama anak sendiri kok seperti ini sih? Mana hati nurani Ibu sampai tega memukuli anak sendiri seperti ini?" ucap Bintang dengan nada tinggi kepada Laras


"Kamu gak usah ikut campur urusan saya. Kamu masih anak sekolahan bisa apa? Hah?" ucap Laras dengan nada tinggi juga.


Bintang melihat ada banyak luka di tangan Cinta akibat pukulan dari Laras.


"Saya tidak bisa apa-apa, setidaknya saya tidak seperti Ibu yang jahat. Pantas saja Cinta tidak pernah mengijinkan temannya ke sekolah, ternyata dia memiliki Ibu yang g*la," ucap Bintang dengan nada yang tak kalah tinggi dari Laras.


"Cinta, dimana kamar kamu?" tanya Bintang kepada Cinta yang sedang menahan sakit.


"Kamu mau apa?" tanya Cinta dengan nada yang gemetar.


"Kamu tunjukin aja," ucap Bintang.


"Kamu mau ngapain ke kamar anak saya? Kamu mau berbuat m*sum ya?" ucap Laras yang masih menggunakan nada tinggi.

__ADS_1


__ADS_2