
"Buruan Mas, saya buru-buru. Ke kota E ya!" ucap Ibu-ibu itu lagi menepuk Andika.
Andika tanpa berfikir lagi langsung menancap gas karena Ibu tersebut sudah mendesaknya sehingga membuatnya kerepotan.
"Mas tumben sendirian mangkal di sana? Teman-teman yang lainnya mana? Dan juga saya pertama kali lihat Mas. Mas tukang ojek baru ya?" tanya Ibu-ibu tersebut kepada Andika.
"Iya Bu saya tukang ojek baru!" sahut Andika.
'Oh ternyata tempat tadi pangkalan ojek. Gak salah Ibu-ibu ini mengira aku sebagai tukang ojek. Sialan, dasar Bintang kenapa gak bilang!' Andika menggerutu di dalam hati dan mengutuk Bintang.
"Hatchu!" Bintang tiba-tiba bersin di saat makan bersama.
"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?" tanya Nadia.
"Gak Ma, mungkin cuma karena debu. Lanjut makan aja!" ucap Bintang.
'Andika gimana ya tadi? Gue kerjain dia pasti dia kesal sama gue,' batin Bintang diam-diam tertawa.
Setelah selesai makan, Cinta pamit pulang tapi sebelum itu Cinta merogoh tasnya.
"Tante selamat ulang tahun ya, ini ada hadiah kecil dari aku, semoga Tante suka ya!" ucap Cinta memberikan hadiah yang di lipat dengan kertas kado.
"Wah! Makasih ya Cinta, kamu tidak perlu repot-repot seperti ini. Kamu datang aja Tante sudah senang," ucap Nadia senang.
"Gak repot kok Tante, itu hanya hadiah kecil!" ucap Cinta.
"Iya deh, makasih ya Cinta!" kata Nadia.
"Yaudah aku pulang dulu ya Tante," ucap Cinta.
"Sebentar dulu, Tante ambilkan makanan yang sudah Tante siapkan," kata Nadia kembali ke dapur.
Beberapa saatnya, terlihat Nadia sudah menengteng beberapa plastik di tangannya.
"Ini ada kue, ada makanan yang Tante masak, kamu bawa pulang ya," ucap Nadia.
"Ini kebanyakan Tante," kata Cinta tidak enak hati menerima makanan yang diberikan oleh Nadia.
"Gak apa-apa kok, lagipula kamu kan tinggal berdua sama Ibu kamu!" ucap Nadia.
"Yaudah kalau gitu makasih banyak ya Tante, Om!" kata Cinta.
"Yaudah Ma, aku antar Cinta dulu ya!" ucap Bintang.
"Iya hati-hati ya kalian!" ucap Nadia.
Marchel tersenyum menatap Cinta yang merupakan darah dagingnya sendiri.
"Kenapa Mas? Kok senyum-senyum lihat Cinta?" tanya Nadia melihat ke arah suaminya.
"Gak apa-apa. Masuk yuk!" ajak Marchel.
...****************...
"Awas aja ya lo Tang!" ucap Andika kesal setelah mengantar ibu-ibu tadi.
__ADS_1
Belum lama Andika berkata seperti itu, Bintang sudah datang dengan membonceng Cinta.
Bintang yang melihat raut wajah Andika, tiba-tiba ketawa karena menyadari pasti ada sesuatu.
"Kok lo ketawa Tang?" tanya Cinta yang tidak mengerti apa-apa.
"Ketawa lo? Eh lo sialan banget sih Tang. Lo kenapa gak kasih tahu gue kalau ini pangkalan ojek?" ucap Andika.
"Lah itu kan sudah ada plangnya. Siapa suruh gak baca, Hahaha!" ucap Bintang sambil tertawa.
"Dasar lo!" kata Andika menunjuk Bintang menggunakan telunjuk.
"Emang apa yang terjadi sih? Kok Bintang ketawa?" tanya Cinta kepada Andika.
"Masa tadi gue anterin Ibu-ibu ke kota C sih Cin, dia ngira gue tukang ojek. Dan lo tahu ini ulah siapa? Tuh teman di samping lo!" kata Andika yang masih kesal.
"Jadi??... Hahaha!" Cinta ikut menertawakan Andika.
Akhirnya Bintang dan Cinta dibuat tertawa tanpa henti. Mereka mengatur nafasnya masing-masing supaya bisa berhenti tertawa.
"Anggap saja ini balas dendam dari gue karena lo nyuruh gue nyerah tadi!" kata Bintang setelah berhasil mengatur nafasnya, sedangkan Cinta masih tertawa terpingkal-pingkal.
"Udah kali Cin," ucap Andika menatap Cinta kesal.
"Habisnya...habisnya lucu sih!" ucap Cinta yang berusaha mengatur nafasnya.
"Yaudah gue mau balik!" ucap Bintang.
"Eh tunggu Tang!" kata Cinta menghentikan Bintang.
"Lo, lo jangan marah ya sama gue," ucap Cinta sambil memejamkan matanya karena sangat malu.
Ting!.
Bintang menyentuh hidung Cinta pelan dengan punggung jari telunjuknya yang membuat Cinta membuka matanya.
"Eh?"
"Lo kira gue bisa marah sama lo?" ucap Bintang sambil tersenyum.
"Makasih ya Tang!" ucap Cinta membalas senyuman itu.
"Udah-udah jangan dekat-dekat sama pacar gue. Awas ya lo sentuh pacar gue lagi!" Andika mengingatkan Bintang.
"Kita belum pacaran ya main ngaku-ngaku aja lo!" ucap Cinta.
"Yaudah lo mau nyatain perasaan ke gue?" ucap Andika menggoda Cinta.
Melihat keduanya sangat cocok, Bintang memutuskan untuk pamit pulang kepada Cinta. Dia gak ingin melukai hatinya dengan melihat mereka bermesraan.
'Asal lo bahagia Cin, gue gak mungkin mampu benci sama lo!' batin Bintang.
...****************...
"Kok kamu pulang telat 2 jam? Kemana kamu? Gak pergi ke rumah teman kamu itu kan?" tanya Laras ketika melihat Cinta dan Andika memasuki pekarangan rumahnya.
__ADS_1
"Aku kerja kelompok Ma, terus juga habis temani Andika jalan-jalan! Nih ada makanan buat Mama," ucap Cinta memberikan makanan yang diberika oleh Nadia.
"Benar Andika?" tanya Laras kepada Andika.
"Benar Tante, maaf ya Cintanya di pinjem dulu tadi!" ucap Andika.
"Gak apa-apa, asal sama kamu Tante tenang!" ucap Laras tersenyum.
"Kalau begitu saya pulang dulu," pamit Andika.
"Gak mau masuk dulu?"
"Gak deh Tante!" ucap Andika.
"Oh yaudah deh kalau seperti itu,"
Andika pun pergi dari rumah Cinta, dan Laras masuk ke rumah bersama Cinta.
'Untung saja tidak ketahuan sama Ibu!' batin Cinta.
Dalam hatinya dia merasa bersalah karena telah membohongi Ibunya.
"Cinta ke kamar dulu ya Bu!" ucap Cinta.
"Kamu gak makan?" tanya Laras.
"Udah tadi sama Andika Bu!" sahut Cinta.
"Oh yaudah deh, istirahat saja dulu!" kata Laras.
Cinta pun melangkahkan kakinya ke kamar, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Ternyata seorang Cinta juga bisa malu-malu ya sama cowok. Ingat loh kamu milikku sekarang!"
"Jadi? Mulai sekarang kita pacaran?"
"Lalu kamu harus manggil sayang dong sama aku?"
"Ingat gak boleh dekat sama cowok lain, apalagi Bintang sekalipun itu sahabat kamu!"
"Ahhh! Aku ternyata sudah pacaran sama Andika!" ucap Cinta setelah mengingat kembali kata-kata Andika tadi.
Cinta masih malu untuk mengingat hal itu, namun dia juga senang karena Bintang tidak membencinya. Dan sekarang Cinta bisa memilih Andika sebagai pacarnya.
"Ternyata seperti ini memiliki pacar ya!" ucap Cinta.
Dia masih terngiang-ngiang dengan kata-kata Andika tadi, dia tidak bisa melupakan hal itu.
Cinta memejamkan matanya sambil mengingat kejadian tadi yang begitu indah dan romantis baginya. Ini adalah pertama kalinya Cinta merasakan jatuh cinta dan diperlakukan beda dengan orang lain. Hatinya sangat senang, hingga moment tadi menjadi mimpi indah bagi Cinta.
'Terimakasih Bintang, sudah mau melepasku. Dan maafkan aku!' batin Cinta.
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
Jangan lupa mampir ke karya temanku ya:)
__ADS_1