Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 55


__ADS_3

"Kita ngapain ke sini Dik?" Tanya Cinta ketika sudah sampai di sebuah mall besar.


Andika melepaskan helm dari kepalanya, pandangan matanya tertuju pada suasana mall yang ada di dalam mall tersebut.


"Lo gak takut ramai kan?" Tanya Andika.


"Ya gak lah. Kenapa emangnya?" tanya Cinta balik.


"Gak, suasana di dalam sedikit rame mungkin akan sedikit berisik. Syukur kalau lo gak takut ramai," ucap Andika.


"Ikut gue!" Ucap Andika yang baru saja turun dari sepeda motornya dan menarik tangan Cinta.


'Tangan gue di pegang lagi sama Andika' batin Cinta sebelum sadar ke dalam dunia nyata.


"Mau ngapain? Lo mau beli apa ke sini?" Tanya Cinta ketika sudah sadar sambil mengikuti langkah kaki Andika.


"Gue mau ganti baju lo yang basah itu," ucap Andika tanpa melepaskan genggamannya ke tangan Cinta.


"Gak usah Andika, lagipula ini masih bisa gue cuci kok!" Ucap Cinta yang langsung menarik tangannya sehingga membuat Andika berhenti.


"Gak apa-apa. Lagipula kita sedang berkencan hari ini tidak ada salahnya gue membelikan lo pakaian!" Ucap Andika kembali menggenggam tangan Cinta sambil melangkah masuk ke dalam mall.


'Wahh! Luas banget, banyak barang-barang branded di sini. Pasti di sini banyak orang-orang kaya yang berbelanja, dan harganya juga pasti sangat mahal. Andika...apakah mampu membayarnya, aku takut membuat dia terbebani' batin Cinta.


"Dik," panggil Cinta dengan suara pelan, tangannya memberikan kode agar Andika menghentikan langkahnya.


"Ada apa Cinta?" tanya Andika lembut.


"Kita pulang aja yuk!" ajak Cinta.


"Kenapa Cin? Lo gak nyaman di sini?" tanya Andika khawatir.


'Benar saja, seharusnya gue gak ajak Cinta ke sini. Di sini terlalu ramai, dengan pakaian yang masih basah yang dia kenakan, Cinta pasti merasa malu,' batin Andika merasa bersalah.


"Gue...,"


"Ya udah kita pergi dari sini!" Ucap Andika tegas kepada Cinta bahkan ketika Cinta belum menyelesaikan kata-katanya.


'Untunglah Andika mengerti, bagaimanapun juga dia masih seorang siswa mana mungkin dia minta uang dari orang tuanya untuk membelikan aku pakaian,' batin Cinta yang telah salah paham dengan pemikiran Andika.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian....


Terlihat raut wajah Cinta yang syok karena ternyata Andika tidak berniat untuk mengantar Cinta pulang sesuai keinginannya. Melainkan Andika membawa Cinta ke sebuah mall yang lebih besar, hanya saja suasana mall tersebut tidak terlalu ramai karena hanya kalangan atas yang mampu berbelanja ke sana seperti Andika sebagai salah satu contohnya.


"Yuk masuk!" Andika memberikan telapak tangannya kepada Cinta untuk bergandengan tangan.


"Dik, kenapa lo malah ngajak gue ke sini?" Tanya Cinta.


"Kenapa Cin? Lo gak suka ya?"


"Bukan gak suka, gue cuma mikir harga pakaian di sini pasti mahal-mahal!" Kata Cinta.


Cinta yang sudah berpengalaman dalam mencari uang, dia sudah tahu bagaimana susahnya mencari uang. Sekarang dia harus menerima pemberian dari orang lain dengan harga yang sangat mahal tentu saja dia tidak enak hati menerimanya.


Cinta merasa ini hanya akan menghambur-hamburkan uang saja. Apalagi untuk pakaian dia masih bisa beli di pasar yang harganya 15ribu satu.


"Gak apa-apa Cin, gue punya uang kok!" Ucap Andika.


"Lo belum kerja, darimana lo dapat uang? Uang yang lo pakai itu adalah uang milik orang tua lo bukan milik lo. Lo gak boleh menghambur-hamburkan uang mereka, terlebih lagi untuk gue," ucap Cinta.


"Tapi, gue mau ganti rugi pakaian lo Cin!" kata Andika bersikeras ingin mengganti pakaian Cinta yang telah kotor itu.


Andika mengangguk dan tersenyum ke arah Cinta, tangannya mengelus rambut Cinta yang panjang itu.


'Jarang banget ada cewek yang kayak gini, biasanya mereka dekati gue karena orang tua gue kaya. Cinta gak boleh gue sia-siain, gue gak mau menyesal di kemudian hari,' batin Andika penuh tekad.


"Lo mau ke pantai gak?" tanya Andika mengubah topik pembicaraan.


"Boleh!" sahut Cinta.


Andika dengan senang hati menancap gas sepeda motornya. Andika dengan sengaja melingkarkan kedua tangan Cinta di pinggangnya yang membuat Cinta tersipu malu.


"Udah siap?" tanya Andika sebelum berangkat.


"Sudah!" ucap Cinta dengan malu-malu, wajahnya sudah sangat memerah menahan malu.


'Kenapa gue baper sih, padahal juga cuma pelukan aja kan' batin Cinta.


'Tapi bau parfum Andika wangi banget yang membuat gue ingin memeluknya lebih erat, suhu tubuhnya juga hangat sehingga membuat gue nyaman' batin Cinta lagi yang tidak tahan dengan kenyamanan yang diberikan oleh Andika.

__ADS_1


"Lo tidur Cin?" tanya Andika ketika kepala Cinta menempel di bahunya.


"Eh eng...enggak kok Dik. Gue cuma takut aja," kata Cinta langsung mengangkat kepalanya yang tadi menempel di bahu Andika.


'Bikin malu! Bikin malu!. Kenapa tiba-tiba bisa nempel gitu sih sama Andika,' kata Cinta menyalahkan dirinya sendiri atas malu yang dia rasakan saat ini.


"Gak apa-apa kalau lo nyaman bersandar di bahu gue lanjutin aja gak usah di angkat kepalanya," kata Andika yang juga merasa sangat senang.


"Enggak deh Dik. Oh ya, masih jauh gak ya pantainya?" tanya Cinta mengalihkan pembicaraan.


"Enggak kok Cin, ini udah dekat!" sahut Andika.


Karena keasikan ngobrol dengan Cinta, Andika tidak fokus membawa sepeda motornya dan tiba-tiba....


"Andika awas!" Teriak Cinta


BRUKK!!


Sepeda motor Andika menabrak sebuah truk yang sedang menyebrang, Andika tidak mampu mengatur remnya sehingga kecelakaan pun terjadi. Sepeda motor Andika terpental ke pinggir jalan sedangkan Andika dan Cinta terguling ke jalanan sehingga membuat mereka luka parah di bagian kaki dan tangan.


Beberapa orang mengerumuni mereka, sopir truk yang di tabrak juga menghentikan truknya dan menghampiri tempat kejadian dengan wajah yang sangat cemas.


Sopir truk tersebut melihat warga sedang membawa Cinta dan Andika ke rumah sakit dengan menggunakan mobil. Sedangkan sepeda motor Andika di amankan oleh masyarakat di sana.


"Pak saya izin ikut ya!" ucap Sopir truk tersebut dengan perasaan gelisah.


Meskipun bukan salahnya dia, tetapi Sopir truk tersebut masih merasa bersalah. Dia menunda pekerjaannya demi bisa melihat keadaan keduanya yang setengah sadar itu.


"Cin lo gak apa-apa?" tanya Andika dengan suara lemah ketika sudah masuk di mobil.


"Kaki gue sakit Dik, sepertinya ada luka yang harus di jahit!" kata Cinta meringis kesakitan.


Cinta tidak berani melihat lukanya karena itu akan membuatnya semakin sakit. Dia memutuskan untuk memejamkan matanya sampai di rumah sakit.


"Bertahan ya Cin, luka lo pasti sembuh kok!" ucap Andika dengan luka yang lebih ringan dari Cinta.


jangan lupa mampir ke karya temanku ya


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋

__ADS_1



__ADS_2