
"Kita sudah sampai Cin," kata Andika ketika menghentikan sepeda motornya di sebuah restauran.
Cinta turun dari sepeda motor Andika, dia melihat ke dalam restauran tersebut dan menemukan banyak pengunjung di sana.
"Lo ngapain ajak gue ke sini Andika?" tanya Cinta.
"Ya buat makan lah, setelah ini kita akan pergi ke mall!" kata Andika.
"Lo punya uang?" tanya Cinta dengan wajah khawatir.
Cinta menebak harga makanan di sini pasti sangatlah mahal, apalagi Andika belum bekerja dan dirinya sendiri juga tidak membawa sepeser uang pun sat pergi.
"Lo tenang aja, gue punya uang kok!" kata Andika sambil tersenyum.
"Anggap aja ini adalah kencan pertama kita di sini!" ucap Andika.
"Tapi gak perlu ke sini juga sih Andika!" ucap Cinta yang merasa tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, anggap aja kita sekarang pacaran seperti orang dewasa,"
"Pacaran orang dewasa seperti apa? dan apa bedanya sama kita?" tanya Cinta dengan wajah yang bingung menatap Andika.
"Kita masuk dulu yuk, nanti kita bahas lagi!" kata Andika sambil menggandeng tangan Cinta.
'duh kenapa degdegan banget ya?' batin Cinta.
Wajahnya Cinta mulai memerah ketika tangannya di genggam oleh Andika, ini pertama kalinya Cinta bersentuhan tangan dengan lawan jenisnya. Karena merasa malu, akhirnya Cinta menarik tangannya dengan kasar setelah memasuki restaurant.
"Kenapa Cin? kok di lepas?" tanya Andika.
"Sorry Dik, gue malu!" ucap Cinta.
"Ini wajar Cin, lagipula kita hanya pegangan tangan kok bukan ci*man," ucap Andika.
"Emang orang pacaran boleh ci*man ya Dik?" tanya Cinta dengan wajah polosnya.
"Lo beneran gak tahu apa pura-pura gak tahu Cin?" tanya Andika yang masih tak menyangka Cinta akan menanyakan hal itu kepadanya.
"Ya gue beneran gak tahu! kalau gue tahu ngapain juga gue bertanya sama lo," ucap Cinta.
"Bentar deh gue pesan dulu," ucap Andika ketika seorang pelayan restauran memberikan menu.
__ADS_1
"Saya mau pesan cumi goreng sama gurame asam manis ini," kata Andika kepada pelayan tersebut.
"Kalau mbaknya mau pesan apa?" tanya pelayan tersebut setelah mencatat pesanan Andika.
"SEbentar ya Mbak, saya lihat-lihat dulu" kata Cinta.
"Pesan aja yang lo mau, gak apa-apa" kata Andika kepada Cinta yang terlihat bingung memesan makanannya.
'Gue pesan apaan coba, semua pada mahal-mahal. Yang paling murah cuma nasi goreng yang harganya 30 ribuan, apa gue pesan ini aja kali ya? tapi kalau beli di pinggir jalan pasti udah dapat 3 bungkus nasi goreng nih,' pikir Cinta.
"Udah belum Cin, di tungguin tuh!" kata Andika.
"Gue nasi goreng aja, iya nasi goreng aja," kata Cinta yang langsung menutup buku menu tersebut.
Cinta tidak berani melihat harga yang ada pada menu-menu tersebut.
"Cuma itu aja? serius lo?" tanya Andika.
"Iya itu aja, lagipula gue gak biasa makan-makanan yang kayak gini,"ucap Cinta.
'Oh ternyata orang misquen toh,' batin Pelayan tersebut dengan cepat merubah ekspresi wajahnya tersebut.
"Baik, mohon di tunggu ya pesanannya," kata Pelayan tersebut.
'Anak zaman sekarang mau saja di poroti sama pacarnya,' batin pelayan tersebut.
"Lo kok cuma pesan itu aja sih?" Andika kembali bertanya.
"Disini semuanya mahal-mahal, cuma nasi goreng yang paling murah itupun harganya 30ribu, kalau gue beli di pinggir jalan pasti udah dapat 3 bungkus tuh," kata Cinta.
"Di sini memang mahal-mahal, beda sama di pinggir jalan. Karena di sini ada pelayanan yang ramah, dan juga kehigienisannya terjamin, lagipula tempatnya mewah dan nyaman," jelas Andika.
"Iya sih, tapi sayang banget gitu," kata Cinta.
"Permisi, ini pesanannya!" ucap seorang pelayan yang berbeda dengan yang tadi membawakan pesanan mereka.
Pelayan tersebut melirik ke arah Cinta, hinga membuat Cinta bingung dengan lirikan tersebut. Dengan niat jahatnya, tIba-tiba saja pelayan tersebut dengan sengaja menumpahkan minuman ke pakaian Cinta.
"Maaf, Maaf! saya tidak sengaja," ucap Pelayan tersebut dengan berpura-pura.
"Iya gak apa-apa kok," kata Cinta mengelap bajunya dengan tangannya.
__ADS_1
'Dasar kampungan! jelas-jelas di depannya ada tisu!' batin Pelayan tersebut merasa sedikit puas telah membuat masalah untuk Cinta.
"Mbak gimana sih? hati-hati dong kerjanya!" bentak Andika.
Dengan cepat Andika mengambil tisu dan berpindah ke samping Cinta, membantunya mengelap baju menggunakan tisu tersebut.
"Maaf Mas saya tidak sengaja," kata Pelayan tersebut memasang wajah iba.
"Maaf, Maaf! Lihat baju pacar saya jadi basah dan kotor seperti ini gara-gara kamu. Dan kamu masih bengong di sana tanpa membantu sedikitpun," kata Andika yang sangat kesal dengan pelayan restaurant tersebut.
"Nih saya kasih uang 30 ribu untuk ganti baju mbaknya. Baju lusuh seperti itu paling juga 10 ribu dapat 3," ucap pelayan tersebut sambil mengambilkan uang di sakunya dan memberikannya kepada Cinta.
"Saya tidak perlu uang mbaknya! Meskipun pakaian saya lusuh dan kotor seperti ini tapi hati saya bersih, daripada Mbak pakaian rapi, bersih dan juga cantik lagi tetapi hati Mbak kotor mulut Mbak bau yang di sebabkan oleh perkataan Mbak yang kasar itu," kata Cinta berdiri menatap pelayan tersebut.
Awalnya Cinta memutuskan untuk memaafkan pelayan tersebut, tetapi setelah melihat sikap pelayan tersebut yang suka merendahkan orang lain, Cinta berubah pikiran.
"Kamu...,"
"sssttt!" Cinta memotong pembicaraan pelayan tersebut dan meletakkan jari telunjuknya ke bibirnya sendiri.
"Lagipula saya tahu Mbak melakukan dengan sengaja, bukan tidak sengaja!" kata Cinta.
"Sekarang Mbak tinggal pilih, Mbak minta maaf sekarang sama saay atau saya akan laporkan kejadian ini sama bos Mbak?"
Cinta memberikan dua pilihan kepada pelayan tersebut berharap pelayan tersebut jera dan tidak membuat masalah kepada pelanggan yang seperti dirinya. Namun meskipun ancaman sudah di berikan oleh Cinta, pelayan tersebut masih bisa bersikap angkuh.
"Silahkan saja, buktinya juga gak ada. Gak ada yang melihat juga, lagi pula tuduhan tanpa bukti itu fitnah loh. Anak muda seperti kalian yang masih bau kencur mau komplain? mana bisa?" ucap Pelayan tersebut makin menjadi-jadi yang membuat Andika semakin geram.
Cinta menggenggam tangan Andika untuk mencegah Andika bertindak. Karena kalau Andika yang bertindak maka pelayan ini belum tahu kelebihan anak misquen yang dia anggap tadi, bahwa mereka tidak mudah untuk di tindas.
"OK! itu artinya kamu tidak ingin minta maaf sama saya kan?"
"Buat apa? memangnya kamu anak orang kaya? lihat pakaianmu yang lusuh itu sudah pasti tidak!" kata Pelayan tersebut yang masih bersikap angkuh.
Cinta menatap pelayan tersebut sambil tersenyum miring, dia tidak heran melihat orang kaya menindas orang misquen karena ini sudah banyak dia temukan.
"Siap-siap anda mungkin akan kena SP1 atau di pecat!" ucap Cinta lalu meninggalkan pelayan tersebut diikuti oleh Andika.
"Apa sih yang di lakukan sama bocah misquen itu, sok banget!" gumam Pelayan tersebut namun dia tidak peduli dia tidak takut akan ancaman karena manager di sini adalah sepupunya sendiri.
Ini membuat pelayan tersebut semakin semena-semena dengan pelanggan yang tidak dia sukai
__ADS_1