
Hari berikutnya masih di sekolah Cinta. Hari ini adalah hari terakhir lomba di adakan yaitu lomba pecahkan balon berpasangan. Hati Cinta berdebar-debar, bagaimana mungkin dia mengikuti lomba yang seperti ini apalagi pasangannya adalah pria.
"Lo kenapa? Kok kelihatannya gelisah?" tanya Riana yang melihat perilaku Cinta.
"Riana, gue kalau gak ikut lomba kali ini boleh gak?" tanya Cinta.
"Emang kenapa? Lo sakit ya?" tanya Riana sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Cinta.
Namun dia merasakan suhunya normal.
"Gak Riana, cuma gue gak mau lomba sama Andika," kata Cinta.
"Tapi kenapa lo baru bilang sekarang Cinta?"
"Maaf Riana!" kata Cinta menunduk merasa bersalah.
"Ya udah coba gue tanyain ke yang lain dulu deh yang bersedia lomba bareng Andika. Lagipula Andika populer dan disukai banyak wanita, pasti gampang nyarinya. Lo tenang dulu ya!" ucap Riana.
"Iya Ri, sorry ya gue ngerepotin," kata Cinta merasa tidak enak hati kepada Riana.
Riana pun mengumpulkan teman sekelasnya sebelum lomba di mulai. Singkat cerita, seluruh teman sekelasnya sudah berada di kelas dan duduk di masing-masing meja.
"Ada apa Riana lo ngumpulin kita?" tanya Bintang.
"Jadi gini, gue mau nyari orang yang bersedia gantiin Cinta untuk ikut lomba bersama Andika. Kira-kira siapa yang mau?" tanya Riana yang berdiri di depan kelas.
"Loh emangnya Cinta kenapa gak mau ikut lomba?" tanya Andika.
"Dia ada alasan tertentu jadi gak bisa ikut lomba sama lo," sahut Riana.
"Ya alasannya apa?" tanya Andika dengan suara tinggi menunjukkan kalau dia marah.
Tanpa menunggu jawaban dari ketua kelas, Andika pergi ke meja Cinta untuk bertanya langsung.
"Kenapa lo gak mau ikut lomba sama gue Cin?" tanya Andika.
"Gue gak mau jadi sorotan cewek-cewek lain. Gue gak mau nanti di ganggu sama fans-fans lo," sahut Cinta.
"Cuma karena itu? Itu gak akan terjadi Cin, gue pasti akan melindungi lo!" kata Andika meyakinkan Cinta.
"Melindungi kata lo? Mana buktinya? Kemarin Cinta di samperin banyak cewek lo dimana?" tanya Bintang yang mendengar pembicaraan Cinta dan Andika.
"Di samperin? Di samperin gimana maksud lo?" tanya Andika kepada Bintang.
"Huh! Katanya mau melindungi, tapi lo sama sekali gak tahu permasalahan Cinta," ejek Bintang.
Flashback kemarin sepulang sekolah....
"Eh lo yang namanya Cinta dari kelas 11 kan?" ucap seorang wanita yang menghampiri Cinta.
Di belakang wanita itu berdiri 5 orang wanita lainnya, mereka adalah satu geng di sekolah yang Cinta tidak kenal.
__ADS_1
"Iya, ada apa ya mencari saya?" tanya Cinta.
"Jauhi Andika!" ucap Wanita itu tanpa basa basi.
"Hah?" Cinta kaget dengan ucapan wanita itu, dia masih belum Conect dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
"Nama gue Tasya, gue dari kelas 10 dan gue mau lo jauhi Andika karena gue suka sama dia," ucap Tasya yang merupakan adik kelas Cinta.
"Hah?" kembali Cinta bingung.
"Hah Heh Hah Heh! Lo gak ngerti apa yang gue maksud?" bentak Tasya.
"Gue bukannya gak ngerti sama yang lo maksud, tapi ini pertama kalinya gue dilabrak sama adik kelas seperti lo! Gue yang sebagai kakak kelas lo, cuma mau ngingetin belajar yang rajin, jangan belajar ngejar cowok!" ucap Cinta lalu pergi melangkahkan kakinya melewati Tasya dan teman-temannya.
BUG!
Salah satu teman Tasya menjulurkan kaki ke depan sehingga membuat Cinta terjatuh.
"Gue peringatin lo sekali lagi ya! Jauhi Andika, atau gue bakal keroyok lo sama teman-teman gue!" ancam Tasya.
"Beraninya cuma pas ada teman!" ejek Cinta.
"Berani ya lo ngatain gue! Guys,,," Tasya memberikan sebuah kode kepada teman-temannya untuk melakukan sesuatu kepada Cinta.
"Arghhh sakit tahu!" erang Cinta kesakitan ketika rambutnya di jambak.
"Nih buat lo!" ucap temannya Tasya lagi sambil menaburkan sebungkus tepung ke rambut Cinta.
Dia menuangkan air tersebut dengan ekspresi j*jiknya.
Setelah merasa puas, Mereka meninggalkan Cinta yang masih terduduk di atas tanah.
"Sialan banget sih tuh cewek. Ini semua salah gue terlalu dekat sama Andika," geram Cinta.
Beberapa menit kemudian, Cinta mencoba untuk berdiri dengan menahan sakit karena luka di lututnya akibat tersandung tadi.
"Cinta, lo kenapa?" sebuah motor berhenti di sampingnya, itu adalah Bintang.
"Ulah fans-nya Andika!" ucap Cinta yang masih kesal.
"Makanya jangan terlalu berhubungan dekat sama tuh anak. Dia kan banyak fansnya," kata Bintang.
"Ya mau gimana lagi, tapi gue su..," Cinta menggantung kalimatnya.
"Su? Su apa?" tanya Bintang penasaran.
"Gak apa-apa. By the way boleh anterin gue pulang gak?" tanya Cinta mengalihkan pembicaraan.
"Yaudah yuk naik!" kata Bintang.
"Makasih ya, sory bau! Mereka nyiram air got ke badan gue!" ujar Cinta.
__ADS_1
"Dapat darimana mereka air kayak gitu?" tanya Bintang.
"Gak tahu sudah persiapan kali!" sahut Cinta
Kembali ke hari ini....
"Yang dikatakan Bintang itu benar Cin? Kenapa lo gak cerita sama gue?" tanya Andika dengan wajah khawatirnya.
"Emang kalau Cinta bilang, lo bisa apa?" tanya Bintang.
"Diem! Gue gak ngomong sama lo!" ujar Andika.
"Cin, kenapa lo gak cerita? Lo kan bisa cari gue ke rumah?" tanya Andika.
"Emang rumah lo dekat sama Cinta?" tanya Bintang lagi, namun diabaikan oleh Andika.
"Seperti yang Bintang katakan, emang kalau gue cerita lo bisa apa?" ucap Cinta.
"Ya gue bisa menjadi jelek, biar cewek-cewek itu gak suka lagi sama gue," ucap Andika.
"Memang dasarnya lo jelek kok, cewek itu aja yang buta matanya!" sahut Cinta.
"Udah ya kalian berdua jangan ngebucin dulu, lomba segera dimulai. Cinta jadi gak ikut lomba?" teriak Riana yang masih berdiri di depan.
"Bentar, gue masih bujuk dia dulu! Kasih gue waktu 10 menit!" ujar Andika.
"Cin, lain kali lo harus pulang sama gue! Dan sekarang tolong ikut lomba sama gue ya, kalau lo gak ikut gue juga gak mau ikut!" ancam Andika.
"Tapi kan lo yang ngajuin diri dari awal, masa lo gak ikut?"
"Makanya lo ikut biar gue ikutan. Lo tahu kan konsekuensinya kalau tidak ada yang mewakili kelas kita?"
"Dasar licik!" ujar Cinta.
"Jadi gimana lo mau gak?" tanya Andika memastikan.
"Yaudah iya! Tapi kalau fans lo berulah lagi lo harus bayar gue 5 juta!" ucap Cinta.
"Iya, iya. Nanti gue bayar pakai Cinta gue aja!" sahutnya main-main.
"Lo masih main-main, gue gak akan mau. Pokoknya lo harus setujui dulu baru gue mau!" kata Cinta serius.
"Iya, iya" kata Andika.
"Ketua kelas! Cinta setuju untuk ikut lomba!" ucap Andika.
"Aahhh! ngerepotin orang banget harus kumpul di kelas!" keluh teman-temannya Cinta.
"Kalau pada akhirnya kayak gini ngapain harus ngumpulin kita-kita!" ucap Agus yang ikut kesal.
Agus kesal bukan karena dikumpulin dengan hal yang seperti ini, tetapi dia kesal karena Cinta lebih dekat dengan Andika daripada Bintang.
__ADS_1
"Sorry ya guys!" ucap Cinta merasa bersalah kepada teman-temannya.