
Setelah selesai memilih pakaian, Cinta dan Andika membayarnya dan kemudian pergi dari toko tersebut. Andika mengantarkan Cinta ke rumahnya untuk berganti pakaian.
"Makasih ya Dik!" kata Cinta malu-malu.
"Iya sama-sama. Gue tunggu sini ya, biar nanti lo di make up in sama Mama gue!" kata Andika.
"Emang Tante Naya gak kerja?" tanya Cinta
"Enggak lah! Kan mau menghadiri pernikahan Cantika bareng kita!"
"Oh gitu ya!" sahut Cinta.
"Ya udah cepat pergi ganti sana!" kata Andika.
Cinta pun bergegas pergi ke kamarnya dan mengganti pakaian.
Beberapa saatnya Cinta keluar dari rumahnya menghampiri Andika dengan menggunakan gaun merah yang di berikan oleh Andika.
"Gimana? Cocok gak" tanya Cinta kepada Andika dengan ragu-ragu.
"Cocok! Cocok banget. Pasti nanti kalau di poles dikit bakalan lebih cantik lagi" puji Andika yang terpesona melihat Cinta memakai gaun tersebut.
"Masa sih? Ini gak terlihat lebih mahal gaunnya daripada orangnya kan? Gue kurang percaya diri pakai barang mahal!" ucap Cinta.
"Enggak! Lo cocok pakai ini, yuk kita ke rumah gue cari Mama!" ajak Andika.
Cinta pun naik ke motor Andika dengan hati-hati karena dia takut merusak gaunnya. Cinta berencana untuk mengembalikan gaun tersebut setelah memakainya. Dia tidak bisa menerima barang yang sangat mahal dari orang lain lagi.
"Ma, aku pulang!" teriak Andika setelah sampai di ruang tamu, Cinta mengikutinya dari belakang.
Naya yang baru selesai bersiap-siap akan menghadiri pernikahan anak dari rekan bisnisnya pun keluar dari kamarnya.
"Eh ada Cinta juga ya, ini pakai gaun mau kemana?" tanya Naya dengan lembut.
Naya menyuruh Cinta duduk terlebih dahulu kemudian mengajaknya berbincang lagi.
"Mau menghadiri pernikahan Cantika Tante," kata Cinta.
"Ma make up in Cinta ya! Andika mau ganti pakaian dulu!" kata Andika.
"Katanya kamu gak mau ikut kesana Dik? Pasti gara-gara Cinta ikut makanya kamu juga ikut ke sana ya?" ujar Naya menggoda anaknya.
"Mama tahu aja!" ujar Andika lalu pergi ke kamarnya.
Sedangkan Cinta tampak memerah wajahnya, dia di ajak ke kamar Naya untuk memakai make up. David yang sedang bersiap di usir nya keluar oleh Naya.
'Gini amat jadi cowok, selalu di kalahkan sama istri!' batin David.
__ADS_1
"Cinta kamu duduk di sini ya!" ujar Naya kepada Cinta.
Cinta duduk di atas ranjang Naya sambil menunggu Naya mengambilkannya alat make up. Setelah beberapa saat Naya sudah memilih make up yabg cocok untuk di gunakan di wajah Cinta.
"Tante mulai ya!" ucap Naya.
Cinta menganggukkan kepalanya, dia sangat degdegan karena ini adalah pertama kalinya dia menggunakan make up.Cinta takut make up-nya gak cocok sama dirinya, namun dia berusaha mempercayakan semuanya kepada Naya.
Setelah 30 menit memoles make up di wajah Cinta, akhirnya selesai dengan hasil yang memuaskan bagi Naya.
Cinta bercermin di kamar Naya, dia melihat dirinya seperti bukan dirinya lagi. Dia melihat wajah yang berbeda dalam dirinya.
"Ini beneran aku Tante?" tanya Cinta yang tampak tak percaya dengan perubahannya yang sangat cantik setelah memakai make up.
"Iyalah! Gimana? Cantik kan?" tanya Naya.
"Iya Tante, wajahku seperti bukan diriku lagi!" kata Cinta senang.
"Tapi belum selesai sampai sini, mari kita eksekusi rambut kamu agar lebih indah dan cantik!" kata Naya.
"Gak usah Tante, lagipula ini sudah lama kita berdandan. Andika sama Om David pasti lama menunggu!" kata Cinta yang tidak enak hati.
"Gak apa! Kita sebagai wanita memang harus berdandan lama, kalau pria marah jawab aja kalau kita berdandan untuk mereka juga. Oke?" jelas Naya.
Naya memulai merapikan rambut Cinta, mencatoknya dan membuat model rambut curly pada rambut Cinta.
"Bagus banget Tante. Tante jago banget make up ya," kata Cinta memuji keahlian Naya.
"Ya harus itu Cinta. Kita sebagai wanita harus pintar make up, kalau enggak nanti Andika selingkuh dari kamu dan cari cewek lain!" kata Naya menasehati Cinta.
"Tante bisa aja bercandanya. Aku sama Andika sudah putus, bagaimana mungkin Tante bisa berkata seperti itu!" kata Cinta malu.
"Putus hubungan saja. Hatinya Andika masih di berikan kepada kamu kok!" kata Naya.
"Ya udah yuk daripada membuat kamu malu, lebih baik kita tunjukkan pada Andika penampilanmu. Pasti Andika sangat terpesona melihat kamu!" kata Naya bersemangat.
'Tante Naya baik banget!' batin Cinta.
"Mama sudah bawa bidadari mu nih! Gimana menurut kamu?" tanya Naya pada Andika setelah sampai di ruang tamu.
Benar saja, Andika sampai melongo melihat Cinta berdandan seperti itu. Dia sampai tidak bisa mendengar panggilan Naya yang berkali-kali memanggilnya.
"PUK!" David menepuk bahunya Andika dan membuat Andika tersadar dari lamunannya.
"Andika sampai gitu lihat kamu Cin!" goda Naya.
"Tante apaan sih," ujar Cinta malu.
__ADS_1
"Kamu belum kasih pendapatmu, gimana Cinta cantik kan?" Naya mengulangi pertanyaan yang belum di jawab oleh Andika.
"Iya Ma, cantik banget. Mama memang ahli di bidang ini!" kata Andika.
"Gak sia-sia kan kalian menunggu? Kalian gak marah dan memarahi kami di belakang kami kan?" tanya Naya curiga.
"Tentu saja tidak!" sahut Andika.
Padahal 30 menit sebelum Cinta dan Naya keluar dari kamarnya....
"Duh perempuan kalau udah dandan lama banget ya Pa!" keluh Andika.
"Iya nih! Kamu lebih bagus baru sekali merasakan, lah Papa sudah bertahun-tahun merasakannya. Menunggu Mama kamu make up, Papa bisa ubanan!" kata David ikut mengeluh.
"Haisss! Aku sampai kembali berkeringat gara-gara nunggu mereka make up," kata Andika yang tak mulai tahan dengan kebosanannya saat menunggu.
Kembali ke 30 menit kemudian...
"Syukurlah! Kalau sampai Mama kalian mengeluh habislah kalian!" kata Naya mengancam suami dan putranya.
'Syukurlah Mama gak tahu aku mengeluh!' batin Andika.
Mereka pun akhirnya berangkat bersama-sama. Andika dan teman yang lainnya berjanji untuk bertemu di depan rumah Cantika. Mereka gak bisa masuk tanpa Andika.
"Cin, lo cantik banget!" bisik Andika berusaha agar tidak terdengar oleh kedua orang tuanya.
"Ih apaan sih Dik!" kata Cinta malu.
Beberapa saat kemudian, Andika dan Cinta menghampiri teman-temannya yang menunggu di dekat rumah Cantika.
"Wah lebih ramai ya, kirain Agus sama Riski gak ikutan!" kata Cinta setelah sampai di depan teman-temannya.
"Yuk masuk!" ajak Andika kepada teman-temannya.
"Tunggu!" seru Erna yang membuat semua temannya menoleh ke arahnya.
"Cinta mana?" tanya Erna kemudian.
"Lah ini Cinta!" ujar Riana menunjuk ke arah Cinta.
"Ini beneran Cinta? Gue sampau gak bisa ngenalin dia!" kata Erna yang ikut terpesona melihat Cinta.
"Kenapa? Gue sepalsu itu kah memakai make up?" tanya Cinta ragu.
"Gak! Lo cantik banget Cin!" kata Erna.
"Berlebihan lo Erna, kita masuk aja yuk!" ajak Cinta yang tidak ingin melanjutkan ini.
__ADS_1
'Cinta cantik banget kalau sudah dandan!' batin Bintang yang melihat Cinta berjalan di samping Andika.