Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 80


__ADS_3

Pukul 9.00 malam di rumah Makan Pak Santoso...


"Arhh akhirnya tutup juga. Lumayan juga ya Pak rumah makannya ramai," ucap Cinta kepada Pak Santoso.


"Iya ini juga tumben seramai ini, biasanya lebih sepi dari yang sekarang," kata Pak Santoso.


"Mungkin udah rezekinya Bapak datang hari ini," kata Cinta.


"Iya Cinta, berkat kamu juga membantu Bapak hari ini," kata Pak Santoso.


"Iya Pak, lagipula saya karyawan di sini justru Bapak yang sangat membantu saay sudah mengijinkan saya bekerja di sini," kata Cinta.


"Iya kita sama-sama perlu, kedepannya kita harus lebih kompak. Oh ya kalau kamu mau kamu bisa rekomendasikan resep atau menu bru untuk rumah makan ini. Dan satu lagi kamu jangan terlalu sungkan sama saya, anggap saja saya keluarga kamu," kata Pak Santoso ramah.


"Baik Pak terimakasih. Kalau saya ada ide nanti saya akan coba bicarakan dengan Bapak," ucap Cinta.


"Iya Cinta. Kamu pulang sendirian?" tanya Pak Santoso.


"Iya Pak, nanti saya naik ojek saja," ucap Cinta.


"Jangan Cinta, kamu perempuan gak baik jalan sendirian. Biar saya antar ya?" tawar Pak Santoso.


"Gak usah Pak, saya bisa pulang sendiri. Lagipula sudah malam, Bapak juga perlu istirahat untuk besok bekerja," tolak Cinta dengan ramah.


"Gak apa-apa. Kamu karyawan saya, jadi sudah seharusnya saya mengantar kamu pulang," ucap Pak Santoso.


Akhirnya Cinta menerima penawaran Pak Santoso, dia sendiri juga takut pulang sendiri malam-malam dan juga belum tentu dia menemukan ojek di malam hari seperti ini.


Di tengah perjalanan suasana nampak hening, mereka berbicara pada saat Cinta menunjukkan arah jalan saja. Setelah itu mereka kembali diam tanpa bicara apapun. Hingga sampai di rumah Cinta, Cinta menawarkan untuk Pak Santoso masuk namun Pak Santoso menolaknya karena sudah malam.


"Oh ya Cinta, kamu bisa bawa motor gak?" tanya Pak Santoso sebelum pergi dari rumah Cinta.


"Gak bisa Pak. Ada apa Pak? apa Bapak juga menerima pesanan delivery?" tanya Cinta khawatir.


"Oh enggak, cuma saya kasihan melihat kamu pulang malam dan juga tidak leluasa untuk datang ke rumah makan saya. Jadi saya rencananya ingin memberikan kamu satu motor matic saya yang sedang nganggur di rumah," ucap Pak Santoso.


"Oh kalau soal itu tidak perlu Bapak pikirin. Saya baik-baik saja kok, sudah bisa bekerja saja saya sudah senang Pak," ucap Cinta yang sangat berterimakasih kepada Pak Santoso sekaligus merasa tidak enak hati.

__ADS_1


"Tapi tidak ada salahnya kamu mempelajarinya kan? lagipula bawa motornya tidak jauh kan?" kata Pak Santoso membujuknya.


"Iya Pak, nanti saya pikir-pikir dulu ya.Soalnya terlalu merepotkan Bapak jadinya," kata Cinta.


"Ini juga kan demi saya, kalau kamu pulang sekolah bisa langsung ke tepat bekerja tepat waktu juga menguntungkan saya. Lagipula saya tidak perlu khawatir ketika kamu pulang malam lagi," kata Pak Santoso.


"Baik Pak, nanti saya akan belajar jika seperti itu keinginan Bapak," ucap Cinta.


"Baik, kalau begitu saya pergi dulu ya!" ucap Pak Santoso.


"Iya Pak hati-hati di jalan," ucap Cinta.


Cinta masuk ke rumahnya setelah Pak Santoso pergi dari rumahnya, dia sangat bersyukur bertemu dengan orang baik seperti Pa Santoso. Selain memberinya pekerjaan juga ingin melindunginya dan mempedulikannya.


'Bu sudah lihat kan aku bisa hidup tenang, jadi Ibu juga tenang di sana ya,' batin Cinta mengenang Ibunya kembali.


Cinta merebahkan badannya ke atas kasur, dia sangat lelah hari ini. Dan ini bru saja permulaan jadi Cinta tidak mau menyerah. Meski lelah yang dia rasakan tetapi dia sangat senang hari ini, selain memiliki pengalaman baru dia juga bertemu orang baik setelah kehilangan orang baik satu.


'Orang lain belum tentu bisa merasakan hal seperti ini, berjuang untuk memenuhi kebutuhan dan memperbanyak pengalaman. Orang lain tidak seberuntung aku, jadi aku tidak boleh mengeluh," kata Cinta.


Setelah beberapa saat merebahkan dirinya, Cinta bangkit kembali untuk mandi karena dia sudah merasakan badannya sangat lengket setelah bekerja seharian.


"Halo pacar!" sapa Andika ketika Cinta baru saja keluar dari pagar rumahnya.


"Ngapain lo di sini?" tanya Cinta bingung.


"Ya nunggu lo lah, ngapain lagi! Mana lama banget lagi, dandan juga enggak lo!" gerutu Andika.


"Lo sendiri yang mau nunggu gue, malah nyalahin gue!" ucap Cinta jengkel dengan perilaku Andika.


"Ya udah naik!" ucap Andika.


"Ikhlas gak nih?" tanya Cinta.


"Ikhlas kalau lo mau jadi pacar gue," ucap Andika.


"Lo belum nemu siapa pelaku atas pembunuhan Ibu gue," kata Cinta.

__ADS_1


"Oh iya gue punya sesuatu yang mau gue tanyain sama lo, tapi nanti aja deh di sekolah. Sekarang lo naik dulu, ini mengenai maslah kasus itu," kata Andika.


Cinta pun mengikuti perintah Andika, dia juga penasaran dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Andika.


"Lo udah nemu bukti ya Dik?" tanya Cinta yang tak sabar ingin bertanya.


"Udah, tapi nanti aja gue bicarakan. Takut lo gak dengar soalnya susah ngobrol sambil berkendara!" kata Andika.


"Ya udah deh!" sahut Cinta.


Dia menjadi sedikit lega setelah Andika mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan bukti dari kasus Ibunya. Cinta hanya ingin tahu siapa orang yang tega membunuh Ibunya dan aapa permasalahannya.


Selain itu Cinta juga ingin membalaskan dendam ibunya agat Ibunya bisa pergi dengan tenang.


Setelah sampai di parkiran sekolah, Cinta kembali bertanya soal itu tetapi Andika masih belum menjelaskan. Dia ingin mencari tempat dimana cuma mereka berdua yang ada karena menyangkut nama seseorang.


"Terus dimana dan kapan dong?" tanya Cinta tak sabaran.


"Gimana kalau di gedung yang waktu ini?" tanya Andika.


"Hah?" Cinta terkejut.


Saat itu dia hanya mengingat waktu Andika menc*umnya secara paksa dan itu merupakan pertama kalinya. Cinta buru-buru menolak setelah mengingat kejadian itu, dia tidak akan membiarkan Andika mengambil keuntungan darinya untuk yang kedua kalinya.


"Terus lo mau dimana?" tanya Andika.


"Di rumah gue aja sepulang sekolah, kan aman tuh!" ucap Cinta.


"Maksud lo du kamar?" tanya Andika yang mulai berniat menjahili Cinta.


"Ya gak dong!" ucap Cinta kesal.


'Eh iya, gue kan harus kerja nanti. Gak boleh, gue gak boleh biarin Andika ke rumah bisa-bisa nanti dia curiga sama gue dan tahu kalau gue kerja' batin Cinta.


"Eh jangan di rumah gue deh. Gimana kalau nanti jam istirahat kuta ke taman aja?" usul Cinta.


"Oke deh terserah lo aja!" kata Andika.

__ADS_1


Mereka berdua pun kembali ke kelas bersama-sama. Saat itu Bintang melihat Cinta dan Andika datang bersama, dia curiga jika mereka sudah balikan.


'Cantika gak masuk hari ini? Apakah dia berhenti sekolah? Juga pernikahannya akan di adakan 2 hari lagi, apakah dia akan mengundang kami teman sekelasnya?' batin Andika penuh tanda tanya.


__ADS_2