Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
CHAPTER 33


__ADS_3

Hari berikutnya tepatnya hari rabu, dan hari ketiga sekolah Cinta mengadakan lomba.


Hari ini lomba yang akan di adakan adalah lomba kelereng dan lari karung. Seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk menyaksikan perlombaan yang diwakili oleh teman-teman mereka.


Agus yang merupakan perwakilan dari kelas Cinta, mewakili lomba kelereng sudah siap dengan sendok yang ada di tangannya.


Seorang guru berdiri ditengah lapangan, tepatnya di depan tiang bendera. Ingin mengumumkan aturan perlombaan.


"Selamat pagi anak-anak!" sapa guru tersebut.


"Pagi!" sahut serempak oleh siswa-siswa.


"Masih semangat untuk melakukan perlombaan ini?" tanyanya kemudian.


Dengan semangat para siswa menjawab,"masih!".


"Baik kalau begitu, saya akan menjelaskan aturan mainnya. Tolong di dengarkan baik-baik!".


Seketika suasana menjadi hening, guru tersebut melanjutkan pengumumannya.


"Jadi, lomba akan dilakukan dalam beberapa sesi. Sesi pertama akan di lakukan antar kelas 12, lalu kelas 11 dan kelas 10. Mereka yang mendapat juara satu dalam masing-masing sesi antar kelas akan melanjutkan permainan ke sesi atau babak selanjutnya. Dan untuk yang juara dua dan tiga tidak mendapatkan hadiah. Sampai sini apakah sudah jelas?" tanya guru tersebut.


"Tidak!" sahut siswa secara serempak.


"Baik. Setelah itu, bagi kelas yang melanjutkan lomba sesi dua yaitu kelas 10 sampai kelas 12 yang mendapatkan hadiah yang juara 1, 2 dan 3 dengan hadiah yang berbeda-beda. Juara satu sudah tentu lebih banyak mendapatkan hadiahnya daripada juara dua dan tiga. Untuk perwakilan tiap kelas 3 orang ya!" ucap guru tersebut.


"Hah 3 orang? Bukannya kata Riana satu orang?" tanya Agus pada teman-temannya.


"Riana mana Riana?" Agus dengan panik mencari Riana yang menjadi ketua kelas di kelasnya.


"Eh Riana, gimana nih? Kita cuma punya 1 orang perwakilan, siapa yang akan mewakili lagi 2 orang?" tanya Bintang ketika melihat Riana duduk di sebelah Cinta dan Andika.


"Eh iya nih, siapa nih yang mau mewakili. Kok informasi yang tertera bisa beda sih?" ucap Riana yang ikut panik.


"Gue aja yang mewakili Riana, lo tinggal tunjuk saja lagi satu!" ucap Cinta menawarkan diri untuk mewakili kelasnya.


"Gue aja lagi satu!" Andika mengacungkan tangannya.


"Syukur deh udah ada yang mewakili! Sekarang gue cari sendok dulu buat kalian ya!" ujar Riana.

__ADS_1


"Pinjam di kantin saja Riana!" ujar Erna yang duduk bersama Cinta juga.


"Iya gue mau ke sana sekarang!" ucap Riana lalu berlari menuju ke kantin untuk meminjam sendok.


"Susah juga ya ternyata jadi ketua kelas!" ucap Cinta.


"Iya susah, dia yang bertanggung jawab atas urusan kelas!" sahut Erna.


"Eh Tang!" panggil Agus sambil menyenggol bahu Bintang yang sedang berdiri yang agak jauh dari tempat Cinta duduk.


"Apa?" tanya Bintang.


"Lo gak cemburu Cinta dekat banget sama Andika?" tanyanya.


"Biasa aja kali! Toh juga mereka mewakili kelas kita!" sahut Bintang santai padahal dalam hatinya merasa sesak melihat kedekatan Cinta dan Andika.


"Awas loh Cinta suka sama Andika!" kompor Riski yang berdiri di sebelah Agus.


"Udah lo diam aja!" kata Bintang yang mulai panas.


Agus dan Riski saling menyalahkan dan menyenggol bahu.


"Iya Cin, gue di sini aja!" ucap Bintang.


Cinta bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Bintang untuk duduk di sebelahnya.


"Udah lo sini aja, makin rame makin asik tahu!" ucap Cinta.


"Eh kita gak di ajak?" tanya Agus yang melihat sahabatnya dibawa pergi oleh Cinta.


"Gak cukup tempatnya!" ujar Cinta.


Memang benar tempatnya sudah sempit dan muat hanya sisa satu orang dan tempat itu untuk Riana yang masih belum kembali dari kantin.


Cinta, Andika, Cantika dan Bintang duduk berderet dan bersila di lapangan tanpa alas apapun. Cinta berada di tengah-tengah antara kedua pria tersebut. Sedangkan Erna duduk di depan mereka. Cantika sudah tentu duduk di sebelah kanan Andika, dia tidak mau jauh dari Andika.


"Eh ini sendok buat kalian ya!" ujar Riana yang baru datang dari kantin dan menyodorkan dua buah sendok kepada Cinta dan Andika.


"Makasih ya Riana!" ucap Cinta sambil mengambil sendok tersebut.

__ADS_1


"Yang ada gue bilang makasi sama kalian sudah mau mewakili kelas kita! Kalau gak ada kalian pasti gue pusing mencari orang buat wakili kelas!" kata Riana sambil terengah-engah karena habis lari.


"Ya Udah lo duduk dulu!" kata Cinta yang melihat Riana kelelahan.


Riana pun duduk di depan Cinta tepatnya di samping Erna. Dia melewati Andika dan Cinta karena posisi dia saat itu berada di belakang Cinta.


"Perhatian! Sebentar lagi lomba akan di mulai. Peserta perwakilan dari kelas 12 harap bersiap di tengah lapangan!" ucap guru yang tadi.


Perwakilan siswa yang dari kelas 12 maju ke depan dan membentuk barisan. Mereka mulai mengambil posisi lomba.


Dan singkat cerita lomba pun di mulai. Mereka mengambil sebuah kelereng diatas meja yang berwadah piring berisi tepung itu satu persatu. Lalu mengopernya ke teman yang berada di belakangnya.


Setelah mengoper teman yang mengambil kelereng tersebut kembali mengambil dengan sendok yang ada di mulutnya. Walaupun susah tetapi mereka punya banyak cara untuk mengambil kelereng tersebut walaupun dagu mereka di penuhi tepung.


Peserta yang berhasil mengumpulkan kelereng paling banyak, dialah pemenangnya.


Keseruan pun berlanjut, hingga ada beberapa siswa yang mulutnya nampak berisi banyak tepung. Tetapi keseruan itulah yang mereka cari.


Selanjutnya adalah kelas 11, mereka berbaris seperti peserta kelas 12 tadi. Di kelas Cinta, Agus yang akan mengambil kelereng, lalu mengoper kepada Cinta dengan sendok di mulutnya. Dan Cinta mengoper kepada Andika yang ada di belakangnya dan Andika menaruh kelereng tersebut ke wadah yang sudah di sediakan.


Lomba pun di mulai, Agus sudah mulai mengambil satu kelereng dengan mudah kemudian mengopernya kepada Cinta. Namun Cinta tidak berhasil menerimanya alhasil kelereng pun terjatuh.


Agus kembali mengambil kelereng tersebut, kali ini sedikit sulit. Setelah berhasil dia mengoper kembali kepada Cinta dan syukurnya berhasil. Cinta mengoper kepada Andika dan Andika menaruh ke dalam wadah.


Hingga waktu yang telah ditentukan sudah habis, permainan pun berakhir. Andika menghitung jumlah kelereng yang berhasil mereka kumpulkan ternyata ada 5 kelereng. Sedangkan peserta lainnya mendapat 6 dan 7 kelereng. Alhasil kelas Cinta tidak masuk ke babak selanjutnya.


Selanjutnya perwakilan dari kelas 10, mereka melakukan lebih cepat daripada senior mereka. Hingga lomba pun berakhir.


Kali ini tinggal mengikuti satu babak lagi, Cinta masih menonton meskipun kelasnya tidak menang.


'Dekat banget wajah gue tadi sama Cinta, untuk gak kebablasan nyium dia!' batin Andika sambil tersenyum ke arah Cinta.


Cinta yang tidak sengaja melihat Andika senyum terhadapnya merasa sangat aneh.


"Kenapa lo senyum-senyum gitu?" tanya Cinta.


"Gak apa-apa!" sahut Andika dengan masih menatap Cinta sambil tersenyum.


"Dasar aneh!" gumam Cinta.

__ADS_1


Bintang dan Cantika merasa cemburu melihat mereka bercanda gurau. Karena mereka tidak pernah berada di posisi tersebut. Masing-masing dari mereka memiliki cinta bertepuk sebelah tangan.


__ADS_2