
Keesokan harinya....
"Dik, aku kemarin ketemu Cantika di tempat aku bekerja!" ucap Cinta kepada Andika yang sedang beristirahat di taman sekolah.
"Ngapain dia ke sana?" tanya Andika.
"Beli makanan sama suaminya, tapi ada yang aneh sama hubungan mereka Dik. Masa suaminya panggil Cantika Non, udah kayak atasan sama bawahan aja!" kata Cinta sambil meminum es yang di belinya di kantin.
"Wajarlah!" ucap Andika yang membuat Cinta bingung dengan perkataannya.
"Ya wajar, suaminya itu kan sopirnya Cantika sendiri!" ucap Andika yang spontan membuat Cinta terkejut.
"Kamu tahu darimana kalau itu sopirnya Cantika sendiri?" tanya Cinta yang merasa Andika sedang bercanda.
"Hubungan orang tua aku sama Cantika sangat dekat, dulu waktu kecil aku sering di ajak ke rumah Cantika. Dan beberapa hari yang lalu pas Erna menemukan Cantika membawa testpack, saat itu Cantika sudah hamil. Dan beberapa hari kemudian sopirnya menjemput ku dan bilang bahwa orang tua Cantika ingin bertemu denganku!" kata Andika memutus percakapannya karena sambil memakan snack yang dia beli.
"Lalu? Apa yang terjadi?" tanya Cinta penasaran.
Andika mengunyah makanannya terlebih dahulu dan menelan, membuat Cinta begitu kesal menunggunya.
"Lalu aku tahu itu jebakan. Dan aku bertanya sama sopirnya dan benar saja Cantika ingin menjebak aku agar tidur seranjang dengan dia. Dengan begitu dia akan memfitnah bahwa anak di dalam kandungannya itu merupakan anakku, padahal itu hasil dari dia bercocok tanam dengan sopirnya!" kata Andika.
"Yang bikin gue penasaran kenapa dia mau di hamili oleh sopirnya? Sedangkan Cantika gak cinta sama suaminya sendiri?" tanya Cinta.
"Aku pernah ke bar sama dia setelah putus dari kamu. Dia....,"
"Oh jadi sempat ke bar bareng toh! Ngapain aja kamu kesana? Pasti happy-happy ya?" tanya Cinta yang mulai mencurigai pacarnya.
"Dengerin dulu makanya, malah ngomong ngawur!" kata Andika kesal karena Cinta langsung memotong pembicaraannya.
"Ya udah, silahkan!" kata Cinta.
"Jadi aku setuju ke bar sama dia tuh karena dia janji gak bakalan deketin aku lagi. Ya karena aku udah risih banget sama dia jadi aku setuju, tapi ternyata di sana dia membuat jebakan tapi untungnya jebakan itu dia sendiri yang kena!" kata Andika menghela nafas lega.
"Oh gitu, tapi jebakan apa yang dia rencanakan untuk kamu?" tanya Cinta.
"Kata sopirnya dia memberikan obat per*ngsang ke minuman aku pas aku ke toilet. Tapi pas aku balik dari toilet tak di sangka dia sudah mabuk dan akhirnya minum minumanku sendiri! syukurnya saat itu dia datang bareng sopirnya yang merupakan suaminya sekarang. Kata sopirnya sampai di rumah dia mabuk dan mengira bahwa sopirnya adalah aku. Dan terjadilah bencana itu!" jelas Andika panjang lebar.
"Kasihan banget ya Cantika!" ujar Cinta.
"Untuk apa kamu kasihan sama orang jahat? Orang yang seperti itu memang pantas menerima perbuatannya. Kalau seandainya rencana dia berhasil, mungkin aku akan menikah sama dia sekarang. Kamu rela pacar kamu menikah sama orang lain?" tanya Andika.
"Ya enggak lah!" jawab Cinta.
"Makanya jadi orang jangan terlalu baik ya sayangku!" kata Andika.
Saat mereka sedang berbincang, Dewi menghampiri mereka dengan membawa beberapa berkas di tangannya.
"Andika! Kita di suruh kumpul di ruang guru!" ucap Dewi.
"Ngapain?" tanya Andika dengan nada datar.
"Belum tahu juga sih, mungkin ada sesuatu yang perlu di lakukan. Kamu kan ketua OSIS sekarang!" kata Dewi.
__ADS_1
"Malas ah! Lagipula gue gak minat jadi ketua OSIS, mereka sendiri yang milih gue!" sahut Andika tak peduli.
"Kamu gak boleh kayak gitu. Lagipula kita sudah terpilih menjadi ketua dan wakil OSIS, jadi harus melaksanakan tugas!" kata Dewi.
'Cinta pasti cemburu karena gue bisa menjari wakil OSIS dan tentunya setara dengan Andika di sekolah!' batin Dewi dengan rasa percaya dirinya.
"Lo aja yang pergi. Kan lo yang paling semangat!" kata Andika.
"Andika jangan kayak gitu. Lebih baik kamu pergi sekarang, kamu harus bisa menyelesaikan apa yang seharusnya menjadi tanggungjawab kamu!" kata Cinta menasehati Andika.
"Baiklah Tuan Putri. Akan saya laksanakan!" kata Andika yang langsung menuruti perkataan Cinta dengan syarat Cinta tidak boleh cemburu atau berfikir yang bukan-bukan.
Andika pun pergi ke ruang guru mendahului Dewi. Dewi tampak mengejar Andika dan ingin berjalan di sampingnya. Sedangkan Cinta tetap tinggal di taman sekolah, dia berencana untuk kembali ke kelas saat bel masuk berbunyi. Lagipula Cinta merasa cukup nyaman duduk di taman sekolah.
'Beberapa hari lalu Andika terpilih menjadi ketua OSIS dan Dewi sebagai wakilnya. Mereka di pilih oleh masing-masing dari fans mereka. Itulah sebabnya dia berulang kali di panggil ke ruang guru bersama Dewi,' batin Cinta.
"Eh tahu gak tadi, ketua OSIS sama wakil OSIS berjalan bersama. Terlihat serasi gak sih? Mereka sama-sama cantik dan ganteng, dan juga sama-sama populer di sekolah!" ucap seseorang yang sedang bergosip di dekat tempat duduk Cinta.
Cinta mendengarkan dengan seksama pendapat dari mereka, meskipun itu membuatnya kurang percaya diri namun dia selalu penasaran.
"Iya, di bandingkan dengan pacarnya Andika, Dewi lebih cantik dan cocok untuk dia!" sahut teman yang di ajaknya bergosip.
"Kok Andika bisa suka ya sama orang yang namanya Cinta? Padahal dari sekian banyak fans-nya banyak yang lebih cantik dari dia!" kata wanita itu yang mulai membandingkan Cinta dengan Dewi.
"Gak tahu tuh! Sekarang pacarnya malah seperti gak bisa apa-apa. Bahkan wanita lain lebih unggul di bandingkan dengannya!"
"Mungkin orang yang bernama Cinta itu spesial di hati Andika!" sahut Cinta kepada beberapa wanita yang sedang asik bergosip di depannya.
Mereka membelakangi Cinta sehingga dia tidak tahu bajwa Cinta sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Segera setelah Cinta berbicara seperti itu, mereka langsung menoleh ke belakang, mencari sumber dari suara tersebut.
"Aduh gimana nih?" kata salah satu dari mereka lagi.
Mereka tampak ketakutan melihat Cinta yang duduk di belakangnya.
"Apa yang kalian takutkan? toh dia juga gak bisa berbuat apa sama kita!" sahut dari salah satu temannya tersebut yang paling berani dan tentunya memiliki dendam yang paling banyak di antara teman yang lainnya.
"Benar juga ya!" kata teman-temannya.
"Kalian benar, gue gak bisa melakukan apa-apa sama kalian. Tapi sebagai pacarnya Andika gue cuma mau bilang bahwa kalian bukan fans Andika yang sesungguhnya. Orang-orang yang bisa di sebut sebagai fans adalah mereka yang selalu mendukung tindakan idolanya selama itu di jalan yang benar. Bukan seperti kalian membicarakan idola kalian di belakangnya," kata Cinta.
"Kamu...,"
"Apa kamu, kamu? Gue bisa bilang kepada Andika sekarang bahwa kalian telah membicarakan keburukan Andika di belakangnya. Menurut kalian siapa yang akan dia percaya? Gue atau kalian?" ucap Cinta.
Setelah berkata seperti itu Cinta pergi meninggalkan mereka yang tampak mematung dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Sial! sebarkan berita bahwa hari ini yang masuk grup fans Andika akan kumpul di tempat biasa sepulang sekolah!" perintah salah satu dari perkumpulan wanita tadi.
"Baik Deni!" ucap temannya kepada wanita yang memberi perintah.
"Kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan untuk memisahkan mereka berdua!" ucap Deni dengan tatapan jahatnya.
...***...
__ADS_1
Sepulang sekolah Cinta duduk di taman, dia masih harus menunggu Andika yang sedari tadi sibuk dengan seorang guru yang terus memanggilnya. Andika tidak mengijinkan Cinta pulang sendirian, jadi dia harus memberikan informasi kepada Pak Santoso untuk menyatakan dirinya telat 1 jam.
Beberapa menit menunggu di taman sendirian, Cinta di hampiri oleh seorang wanita yang tidak dia kenal.
"Kamu Cinta ya?" tanya wanita tersebut.
"Iya, kenapa ya?" tanya Cinta kepada wanita tersebut.
"Andika suruh kamu pergi ke kelas 12C, katanya dia tunggu kamu di sana, kebetulan aku salah satu dari anggota OSIS juga!" kata wanita tersebut.
"Oke, makasih ya!" ucap Cinta lalu bergegas ke kelas tersebut.
'Andika kenapa suruh aku ke sana? Dan bukannya dia yang datang kenapa harus suruh orang lain? Lagipula itu kelas dekat gudang, apa dia rapat di sana ya?" batin Cinta sambil berjalan ke ruang kelas tersebut.
Sesampainya di sana Cinta tidak menemukan seorang pun, dan tiba-tiba saja seseorang datang dari belakang dan mendekap mulutnya menggunakan obat bius. Setelah Cinta tak sadarkan diri beberapa orang datang lagi termasuk Deni.
"Bawa dia ke gudang!" perintah Deni.
"Baik ketua!" sahut temannya sambil menyeret Cinta dengan beberapa orang.
Setelah memasukkannya ke dalam gudang, Deni tersenyum puas begitupula dengan orang yang ikut menyeretnya. Mereka adalah fans Andika yang tidak menyetujui hubungan Andika dan Cinta. Mereka ingin menghukum Cinta dengan caranya sendiri yang begitu kejam.
"Ketua, ini handphone Cinta! dengar-dengar Cinta di sini menunggu Andika. Mungkin saja Andika akan meneleponnya ketika dia tidak menemukan Cinta!" kata teman Deni.
Deni menerima handphone Cinta. Dia membuka handphone tersebut yang tidak berisi sandi. Lalu Deni berencana untuk mengirim pesan bahwa Cinta akan pulang terlebih dahulu. Setelah itu dia mematikan handphone tersebut agar tidak seorangpun yang dapat menghubunginya.
"Gue bawa pulang aja deh ya! Lumayan buat di jual!" ujar Deni sambil memasukkan Handphone Cinta ke dalam tasnya.
"Yuk kita pulang!" ajak Deni kepada teman-temannya.
Mereka pun akhirnya bubar dan meninggalkan Cinta sendirian di ruangan yang gelap dan telah di kunci oleh mereka.
Gudang tersebut hanya berisi tumpukan buku-buku yang di bersihkan setiap bulan oleh petugas. Sehingga kemungkinan gudang tersebut tidak akan di buka dalam waktu yabg lama.
15 menit berlalu, Cinta akhirnya tersadar setelah dia di bius oleh teman-temannya Deni. Cinta bingung dimana dia berada karena ruangannya sangat gelap dan juga lantainya dingin.
"Dimana ini? Kenapa gelap sekali?" tanya Cinta pada dirinya sendiri.
Meskipun gelap Cinta masih dapat melihat sedikit karena masih ada cahaya yang masuk ke ruangan tersebut. Hanya saja Cinta tidak terbiasa dengan suasana gelap seperti itu. Cinta menjadi sulit bernapas dengan suasana gelap.
"Kok terkunci? Siapa yang kunci aku di sini?" ucap Cinta setelah berusaha membuka pintu gudang tersebut.
Dia mengingat-ingat kejadian sebelum dia berada di ruangan gelap tersebut.
"Benar! Ada irang yang mendekap ku dari belakang. Tapi siapa orang itu? Kenapa dia melakukan ini sama aku?. Oh ya Handphone, aku bisa hubungi Andika!" kata Cinta bersemangat mencari handphone yang dia taruh di dalam tas.
Cinta membuka tasnya dan meraba-raba ke dalam tas untuk mencari handphonenya. Namun dia tidak menemukan handphone yang dimilikinya.
"Kenapa gak ada? Apa di ambil sama seseorang?" ucap Cinta.
Pupus sudah harapan Cinta untuk menyelamatkan diri. Satu-satunya cara yang masih bisa di miliki Cinta adalah menggedor-gedor pintu tersebut. Namun usaha tersebut tampak tidak berguna karena gudang berada paling belakang dan sangat jarang ad orang yang melintas apalagi para siswa sudah pulang.
Cinta hanya bisa duduk lemas di lantai yang dingin tersebut, tubuhnya merasa gerah karena sedikit udara yang masuk. Cinta juga mulai merasakan rasa sesak di dadanya karena dia tidak bisa berada di ruangan yabg gelap.
__ADS_1
"Andika, aku takut! Kamu dimana?" ucap Cinta berharap Andika datang menyelamatkannya.