Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 62


__ADS_3

"Sudah Pak!" kata Cinta setelah selesai mengerjakan soal pertama yang di berikan oleh Pak Yoga.


"Silahkan dijelaskan Cjnta!"


"Baik teman-teman, saya akan menjelaskan cara mencari jawaban yang saya dapatkan untuk soal pertama. Soal pertama tertulis terdapat suatu barisan yaitu 7,10,13,... jadi berapa suku nilai ke-12?" Cinta menjelaskan soal pertama yang di berikan kepada teman-temannya terlebih dahulu.


"Nah bagaimana cara mencari jawabannya? yang pertama kita lakukan adalah melihat rumus. Rumus deret aritmatika adalah Un\= a+(n-1) b. Yang dimana UN(Suku ke-n), N(banyak suku), a adalah suku pertama dan b adalah beda. Sampai di sini ada yang mau di tanyakan?" tanya Cinta setelah menjelaskan rumusnya.


Teman-temannya tidak menyahut melainkan menggeleng, itu artinya Cinta bisa melanjutkan penjelasannya.


"Jadi di sini kita ketahui bahwa a adalah 7, n adalah 12 dan b adalah 3. Perlu di ketahui untuk mencari beda(b) memerlukan rumus U²-U¹ sama dengan 10 dikurang 7 adalah 3. Jadi Beda adalah 3. Untuk mencari U¹² kita menggunakan rumus Uń\=a+(n-1)b. Jadi U12\= 7+ (12-1) 3 kita tulis di bawahnya lagi U12\= 7+ (11) 3 sama dengan U12\= 7+33\= 40. Jadi U12 adalah 40!" jelas Cinta.


"Baik terimakasih Cinta. Beri tepuk tangan untuk Cinta!" kata Pak Yoga setelah mendengar penjelasan dari Cinta.


"Jadi apa yang di jelaskan oleh Cinta itu adalah cara yang benar untjk mencari suku nilai ke 12 tadi ya anak-anak. Untuk mencarinya kita harus menggunakan rumus Un\=a+(n-1)b" jelas Pak Yoga.


Pak Yoga melanjutkan untuk menunjuk Riana menjawab soal nomor 2 dan Bintang menjawab soal nomor 3. Mereka pun sama menjelaskan panjang lebar seperti Cinta. Hingga ketiga soal selesai di jelaskan, Pak Yoga menyuruh keenam siswanya untuk kembali duduk.


"Tadi sudah di bantu menjelaskan oleh teman-teman kalian, sampai di sini ada yang mau di tanyakan?" tanya Pak Yoga kembali memastikan siswanya mengerti atau tidaknya mereka dengan materi yang dibahas.


"Tidak!" sahut siswa serempak.


"Agus, Riski dan Erna sudah mengerti?" Pak Yoga kembali mengingat ketiga siswa tadi yang nilainya anjlok di pelajaran matematika.


"Sudah Pak!" sahut ketiga siswa itu.


Meskipun Pak Yoga tidak begitu yakin tetapi Pak Yoga melanjutkan pembelajaran karena harus mengejar target. Ulangan semester satu akan segera diadakan, Pak Yoga harus mengajarkan materi yang lainnya sebelum ulangan tiba.


Situasi kelas seperti biasa sunyi, ada yamg mengantuk ada juga yang mencoret bukunya tidak jelas.


Hingga jam pelajaran Pak Yoga sudah berakhir para siswa mulai menggeliatkan tubuhnya setelah Pak Yoga meninggalkan kelas. Rasanya sangat pegal diam seperti patung bagi mereka yang biasanya bergerak lincah.

__ADS_1


"Cin boleh pinjam catatan gak? gue gak jelas lihat di papan soalnya dan ada beberapa yang ketinggalan!" ucap Bintang ketika Cinta hendak memasukkan bukunya ke dalam tas.


"Oh boleh. Nih!" Cinta memberikan buku catatannya kepada Bintang.


"Makasih ya, nanti gue kembalikan kalau sudah selesai catat!" ucap Bintang.


"Iya santai aja!" kata Cinta.


Andika tidak sengaja melihat Cinta yang sedang berbincang dengan Bintang. Andika melihat kedekatan Cinta dengan Bintang setelah putus darinya. Bahkan Andika tidak melihat kesedihan yang ada dalam diri Cinta setelah putus darinya.


"Dasar anak pel*cur! Pantas saja tidak ada rada sedih-sedihnya!" gumam Andika kesal.


Di pojokan sana, tanpa sengaja Bintang melirik ke arah Andika yang sedang memperhatikan Cinta.


"Cin, Andika dari tadi kayaknya lihatin lo deh! Lo beneran gak apa-apa bicara sama gue?" tanya Bintang yang pura-pura khawatir dengan hubungan keduanya.


"Ya gak lah! bagaimanapun juga dia duluan yang minya putus sama gue. Lagipula gue gak mau membiarkan orang lain mengekang kehidupan gue sendiri!" ucap Cinta.


"Oh jadi gitu? berarti selama ini selama ini lo merasa terkekang sama gue?" tanya Andika yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Cinta.


"An...Andika! sejak kapan lo di sini?" tanya Cinta.


"Sejak lo ngomong gak akan membiarkan orang lain ngekang diri lo!" sahut Andika dengan wajah kesalnya.


"Meskipun lo udah putus sama gue, gue gak akan ngebiarin lo dekat sama cowok lain, apalagi Bintang!" ucap Andika.


"Eh lo tuh dah putus sama Cinta, apa hak lo mengekang dia? lagipula lo gak sadar apa dia sakit hati gara-gara lo!" ucap Bintang yang langsung berdiri menghadapi Andika.


"Gak salah dengar gue? anak pel*cur ini bisa sakit hati karena gue? hahaha lawak sekali. Paling juga sebentar lagi dia bakalan nyeret cowok lain ke hatinya!" ucap Andika berbicara dengan keras sehingga teman yang lainnya mendengar perkataannya.


"OMG! Cinta anak dari pel*cur?" tanya Cantika dengan suara yang sengaja dikeraskan agar yang lain dapat mendengar dengan pasti.

__ADS_1


"Ah masa sih? gue gak nyangka deh!" gumam teman Cinta yang lainnya.


Erna langsung menghampiri Andika ke meja Cinta.


"Eh Andika lo jangan asal ngomong ya, Ibunya Cinta wanita baik-baik. Ngapain lo ngomong kayak gitu? lo udah bikin Cinta masuk ke rumah sakit satu bulan yang lalu sekarang malah menjelek-jelekkan Ibunya, kok lo tega sih setelah menjadi mantannya? apa karena lo nyesel baru lo ngelakuin hal yang kayak gini?" kata Erna yang tidak terima melihat sahabatnya diperlakukan seperti itu oleh Andika.


"Lah emang benar kok yang gue katakan kalau dia anak pel*cur. Kalau gak percaya tanya aja sama orangnya noh!" kata Andika sambil menunjuk menggunakan matanya ke arah Cinta.


Erna diam sejenak setelah menatap Cinta yang tampak sedih setelah di permalukan oleh mantan pacarnya.


"Gak mungkin. Lo pasti...,"


"Udah Na, gak usah berdebat lagi. Ibu gue emang dulu pekerjaannya seperti itu kok, tapi Ibu gue baik sama gue dan Ibu gue juga sudah berubah mencari pekerjaan yang baik-baik!" kata Cinta yang tak mampu menahan air matanya lagi.


"Jadi...,"


"Iya Na, lo kalau mau jauhin gue gak apa-apa Na," kata Cinta memotong pembicaraan Erna lalu pergi meninggalkan kelas.


"Ini semua gara-gara lo! Puas lo nyakitin Cinta?" kata Erna kemudian berlalu menyusul Cinta.


"Dasar cowok baj*ngan!" Bintang juga memaki Andika yang berdiri diam di sana.


'Kenapa hati gue sakit melihat Cinta menangis ya? apa gue keterlaluan ya sama dia?' tanya Andika kepada dirinya sendiri.


Andika merasa bersalah setelah melihat Cinta menangis sesenggukan. Namun dengan hatinya yang sangat membenci pel*cur itu Andika mengubur rasa bersalahnya dalam-dalam.


'Lagipula yang gue katain benar, siapa suruh dia punya ibu mantan pel*cur' batin Andika.


Andika kembali ke kursinya, awalnya ingin kembali mengekang Cinta dan tidak membiarkan Cinta dekat dengan cowok lain. Namun hal yang tidak terduga terjadi sehingga membuat dia membatalkan rencananya.


__ADS_1


__ADS_2