Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 34


__ADS_3

Lomba kelereng berjalan dengan lancar. Pemenang juara pertama adalah kelas 11 mereka mendapatkan hadiah sejumlah uang sebesar Rp 150.000 untuk 3 orang yang diisi didalam amplop besar. Juara kedua didapatkan oleh kelas 12 dan mereka mendapat hadiah satu lusin buku untuk 3 orang. Dan juara terakhir yakni juara ketiga adalah kelas 10 mereka mendapatkan satu lusin pulpen untuk tiga orang.


Walaupun terlihat kecil, namun mereka sangat senang mendapatkannya karena itu hasil dari usaha mereka sendiri.


Perlombaan selanjutnya pun di mulai yaitu lomba lari karung yang diwakilkan oleh 2 orang setiap kelas yakni siswa perempuan dan laki-laki. Sebuah salon kecil sudah di tempatkan pada tempat yang sudah disediakan untuk menyetel musik nantinya.


Aturan mainnya adalah: Mereka akan melompat jika peluit sudah berbunyi dan berhenti lalu bergoyang ketika musik di putar. Jika musik sudah dimatikan mereka kembali dengan karung yang mereka kenakan dari ujung kaki hingga perut mereka. Begitulah seterusnya hingga salah satu dari mereka sampai di garis finish lebih dulu maka dialah pemenangnya.


Lomba dibagi menjadi 6 sesi yaitu sesi pertama dan kedua akan dilombakan oleh kelas 12 putra dan putri. Sesi ketiga dan keempat akan dilombakan oleh kelas 11 putra dan putri. Dan sesi kelima dan keenam akan dilombakan oleh kelas 10 putra dan putri.


Sesi pertama dan kedua telah di mulai dan berjalan dengan baik. Kini sesi ketiga pun dimulai.


Terlihat Riski sudah berbaris ke samping dengan peserta lomba lainnya dengan karung yang sudah tersedia di depan kakinya.


"Woy Riski, lo harus menang ya!" teriak Agus dari kerumunan penonton.


Riski yang mendengar teriakan Agus itu hanya menoleh sembari mengeluarkan ekspresi wajah yang meledek.


PRITTTT....


Peluit sudah berbunyi, peserta lomba dengan terburu-buru mengambil karung yang ada di depan kakinya lalu memakainya. Setelah itu mereka melompat ke depan.


Begitupula dengan Riski yang sudah lebih dulu daripada teman-temannya. Namun baru beberapa lompatan, musik sudah berbunyi yang mengharuskan para peserta untuk berdiri dan bergoyang. Sekitar 30 detik, musik pun dimatikan. Terlihat Riski yang bersiap melompat, namun dia tersandung oleh karung yang dia kenakan yang membuat kakinya tidak seimbang dan membuatnya terjatuh. Beberapa penonton menertawakannya begitupula dengan Agus.


"Woy Riski lompat, ngapain lo tidur tengkurap disana?" teriak Agus kembali menjahili Riski.


"Sialan lo Gus!" gerutu Riski.


Riski belum menyerah, dia segera bangkit dan melompat dengan lompatan yang cukup jauh. Dia hampir berhasil mendahului teman yang ada di depannya namun musik kembali diputar.


Setelah sekian detiknya, musik kembali dimatikan dan para peserta pun kembali melompat. Riski berhasil mendahului peserta lainnya untuk sampai di garis finish yang sudah di tentukan.


Dia berteriak kepada Agus dengan nada sombong, "woy Gus lihat gue menang nih!".


Agus memberinya jempol dari kejauhan.

__ADS_1


Perlu diketahui, dalam perlomhaan ini hanya juara pertama di setiap yang berhak mendapatkan hadiah. Sesi ketiga telah usai dan dilanjutkan ke sesi berikutnya hingga sampai sesi keenam. Semua peserta mengikuti lomba dengan gembira dan menikmati keseruannya.


...*****...


Lomba kelereng dan lomba lari karung telah usai, seluruh siswa bubar dari lapangan. Mereka terpisah dari yang lainnya, ada yang pergi ke kantin dan ke kelas, ada juga yang pergi ke taman untuk duduk santai di sana.


"Selamat ya Riana lo memenangkan perlombaan!" ujar Cinta menyalami Riana.


"Selamat ya Buk Ketu!" ucap teman lainnya.


"Iya, makasih ya teman-teman," sahut Riana.


Mereka mengobrol-ngobrol dengan teman-teman perempuan, hingga kedatangan Riski dan sorakan teman-temannya berhasil mencuri perhatian mereka.


"Wih jagoan kita nih!" ucap Agus sambil menwoum bahu Riski yang penuh keringat hingga membuat baju yang dikenakannya basah.


"Kenapa? Masih berani meremehkan gue?" ucap Riski dengan nada sombong.


"Gimana Tang? Masih berani gak?" Agus bertanya balik kepada Bintang.


"Gue sih gak ya!" sahut Bintang.


"Kasian Riski nanti dia nangis kalau gue jawab gak takut!" kata Bintang sambil tertawa kecil memandang ke arah Riski.


"Ah kalian berdua bisanya cuma ngebully gue aja!" ambek Riski.


"Becanda doang kali, baperan huu!" sorak Agus yang membuat Riski tambah kesal.


"BTW hadiah apa yang lo dapat? Kasih lihat dong!" ucap Agus penasaran dengan hadiah yang Riski bawa.


"Belum gue buka sih, kita buka sama-sama aja ya!" sahutnya.


Riski duduk di sebuah Kursi dengan membawa hadiah yang masih di selimuti oleh kertas kado. Dia lalu merobekn setengah dari kertas kado tersebut hingga terlihat sebuah payung dan tumbler (botol minuman) didalamnya.


"Apaan tuh?" tanya Agus yang masih belum melihat jelas isi hadiah Riski.

__ADS_1


Riski menyobek seluruh kertas yang menyelimuti hadiahnya itu.


"Hanya dapat payung sama tumbler gue!" ujar Riski seperti kecewa dengan hadiah yang dia dapatkan.


"Yang benar saja, masa musim panas diberi payung? Kalau tumbler sih masuk akal!" ujar Agus.


"Iya nih! Di kira gue takut panas apa ya!" omel Riski


"Kalian mau?" tanyanya kemudian.


"Gak usah! Yang kayak gini gue masih bisa beli sendiri," tolak Agus.


"Udah syukuri aja, itu masih mending lo dapat kan? Daripada gak sama sekali," kata Bintang.


"Iya deh Mak!" sahut Riski dengan jahil, Bintang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya di panggil Mak.


"Eh Tang, lo kok gak nyamperin Cinta siu? Mumpung gak ada Andika lo ajak dia makan atau apa gitu," saran Agus melirik ke arah Cinta yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya.


"Tapi disana banyak teman-temannya, lo gak lihat?" kata Bintang.


"Terus lo takut?" tanya Riski denyan nada meremehkan.


"Bukan gitu, cuma kasihan Cinta nanti gak nyaman karena di 'cie-cie in' sama teman-temannya," ujar Bintang.


"Justru itu bagus menurut gue. Dengan lo menunjukkan kalau lo suka sama Cinta maka akan sedikit pesaing yang muncul, lagipula wanita ingin diperjuangkan. Siapa tahu saja dengan lo begitu Cinta menjadi suka sama lo!" ucap Agus memberikan ilmu tentang percintaan kepada Bintang yang masih polos.


"Benar tuh kata Agus!" dukung Riski.


"Biasanya cewek yang awalnya gak suka sama kita akan jadi suka sama kita setelah mendapat dukungan dari teman-temannya. Nanti setelah temannya tahu bahwa lo suka sama Cinta pasti ada saja temannya yang menjadi mak comblang," kata Agus lagi.


"Nah benar tuh kata Agus!" dukung Riski lagi.


"Tumben lo setuju sama gue,"


"Ya karena emang kita sepemikiran!" sahut Riski.

__ADS_1


"Jadi gimana Tang? Masih mau diam aja sampai Cinta direbut sama orang lain termasuk Andika mungkin?" tanya Agus.


Bintang menggelengkan kepalanya, dia bingung apa yang harus dilakukannya. Bintang tidak ingin membuat Cinta merasa tidak nyaman.


__ADS_2