Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 52


__ADS_3

Cinta duduk di bawah meja bersama dengan Andika agar memudahkan untuk mengerjakan tugas di atas meja.


"Ini tugas yang lo bilang banyak?" tanya Andika dengan raut wajah meremehkan.


"Menurut lo ini gak banyak? lihat aja nih ada 5 tugas yang perlu kita kerjakan, diantaranya tugas kakak kelas dan adik kelas," ucap Cinta.


"Ya sudah lo kerjain aja yang punya adik kelas lo, gue kerjain yang punya kakak kelas," kata Andika.


"Lo beneran bisa? susah loh itu. lagipula itu ada 3 tugas punya kakak kelas," jelas Cinta.


Cinta belum tahu kemampuan Andika, jangankan pelajaran SMK kelas 12 bahkan soal universitas saja dia kerjakan dengan mudah.


Lo nantangin? kalau gue bisa kerjain soal ini dalam waktu 1 jam lo bisa kasih gue apa?" tanya Andika.


"Ya lo maunya apa?" tanya Cinta.


"Gue untuk saat ini belum ada permintaan, jadi boleh dong di ganti nanti-nanti. Berani gak lo?" Andika kembali menantangnya.


"Oke siapa takut?" sahut Cinta yang tidak mau kalah.


"Ini lo yang bilang ya, gak boleh ingkar!" kata Andika.


"Iya-iya, lagipula belum tentu bisa lo kerjain tiga tugas itu dengan waktu satu jam," kata Cinta meremehkan Andika.


Karena belum percaya 100% dengan Cinta, Andika mengeluarkan HP nya dan menyuruh Cinta mengulangi janjinya.


"Sombong banget deh, kayak udah pasti menang aja," ucap Cinta.


"Gue pasti menang. Ya sudah daripada kelamaan kita mulai dari sekarang, gue putar timer di hp gue biar adil. Nanti lo juga bisa lihat sambil mengerjakan tugas lo," ucap Andika.


Tidak ingin menunda-nunda waktu lagi, Andika dan Cinta pun mulai mengerjakan tugas mereka. Di saat menit pertama Andika tampak sangat lancar mengerjakan tugasnya sekali baca soal langsung mendapatkan jawaban dan menulisnya di bukunya. Sedangkan Cinta perlu membaca dua kali soal tersebut karena dia orang yang teliti selain itu juga untuk memikirkan jawabannya membuat dia lebih lambat dari Andika.


Terlihat raut wajah mereka sama-sama serius, tetapi Andika masih bisa santai berbeda dengan Cinta yang terlihat pusing memikirkan jawaban soal yang ada di depannya. Tanpa sengaja Cinta menoleh ke arah Andika yang sedang menulis jawaban di bukunya, dalam hatinya berkata, "ternyata Andika ganteng juga ya kalau lagi serius seperti ini".


"Udah jangan di lihatin lagi, jangan bikin gue gugup dong!" ucap Andika tanpa menoleh ke arah Cinta.


"Lo bisa gugup juga ya ternyata," kata Cinta sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Udah nih! satu tugas sudah selesai," ucap Andika memberikan tugas yang sudah di selesaikan kepada Cinta.


"Lo jawabnya ngasal ya? kok lo cepat banget," kata Cinta mencurigai Andika.


"Cepat kan gue? 15 menit sudah selesai satu tugas itu artinya gue masih punya waktu 45 menit," kata Andika mengingatkan.


"Lo pasti curang kan? mana mungkin tugas kakak kelas lo kerjakan dengan cepat?" kata Cinta yang masih mencurigai Andika.


Matanya Cinta menyipit sambil menatap Andika yang masih tampak tenang itu.


"Dasar cewek! kalau gak percaya lo cek sendiri sana. Gue mau kerjain tugas selanjutnya," kata Andika tanpa mempedulikan Cinta lagi.


'Gak mungkin kan Andika sepintar itu?' batin Cinta setelah memeriksa jawaban milik Andika.


"Udah puas kan sama jawaban gue?" tanya Andika tanpa menolehkan kepalanya.


"Belum, gue lupa untuk satu soal di setiap tugas lo salahi. Jangan di benarkan semuanya," kata Cinta sambil menepuk dahinya.


"Kenapa? bukannya bagus ya kalau dapat nilai sempurna?" tanya Andika.


"Iya bagus sih bagus, tapi itu juga bisa bikin guru curiga karena siswa-siswa ini tidak pernah belajar. Nanti kalau di tanya sama gurunya gimana?" jelas Cinta dengan raut wajah yang penuh penyesalan.


"Yah kalau semuanya belajar, gue mau dapat pelanggan darimana?" ucap Cinta yang terlihat sudah mulai kesal dengan Andika.


"Ya udah maaf, biarin aja deh itu juga belum tentu semuanya benar," ucap Andika.


"Katanya lo pintar? gimana sih gak jelas banget.Awas aja banyak salahnya ya!" ucap Cinta memberi peringatan kepada Andika.


"Banyak yang benar salah, banyak yang salah juga salah. Banyak banget mau pelanggan lo itu," gerutu Andika yang mulai kesal.


"Ya kan gue juga di bayar untuk ini Andika yang terhormat," kata Cinta.


"Ya sudah tugas yang ini gue salahi satu deh," kata Andika lalu melanjutkan mengerjakan tugasnya.


"Sorry ya gue ngerepotin," kata Cinta.


"Bukan lo yang ngerepotin, tapi pelanggan lo itu!" kata Andika.

__ADS_1


"Iya gue wakilkan minta maaf untuk mereka," kata Cinta.


"OK!"


Setelah 50 menit kemudian, Cinta sudah menyelesaikan tugasnya. Cinta melirik ke arah Andika yang masih menulis di sampingnya.


",Masih 10 menit waktu lo, belum selesai ya? kasian banget utututu," kata Cinta mengejek Andika.


"Siapa bilang? udah nih!" kata Andika memberikan tugas ketiganya kepada Cinta.


Cinta terkejut melihat kecepatan Andika, karena waktunya setara dengan dua tugas yang dia kerjakan.


"Lo serius bisa kerjain ini semuanya dengan waktu 50 menit aja?," kata Andika yang masih belum percaya.


"Lo bisa lihat sendiri!" kata Andika.


Di saat mereka sedang berbincang mempermasalahkan waktu, Laras datang menghampiri mereka membawa dua gelas teh dan camilan untuk Andika dan Cinta.


"Kalian ini belajar dengan perut kosong. Nih Ibu bawakan teh sama camilan," ucap Laras.


Cinta dengan cepat membereskan bukunya yang berserakan di atas meja.


"Makasih Bu" ucap Cinta saat Laras meletakkan nampan berisi teh dan camilan itu di atas meja.


"Makasih Tante, tapi udah selesai kok buat tugasnya. Sekarang mau pergi jalan-jalan, boleh gak tante?" Andika meminta izin terlebih dahulu sebelum mengajak Cinta pergi.


"Tentu saja boleh, asalkan jangan pulang malam," kata Laras berpesan.


"Gak akan lama kok Tante, gak akan malam juga kita pulangnya," ucap Andika.


"Iya udah.Kalian minum tehnya dulu keburu dingin nanti," kata laras lagi.


'Ibu sepertinya sudah berubah 100%, tapi sampai saat ini aku belum tahu apa penyebabnya tiba-tiba ibu berubah seperti ini' batin Cinta.


Ada rasa senang di hati Cinta saat ibunya berubah dengannya, tapi dia juga khawatir ini hanya sementara. Dia tidak mau ibunya seperti dulu lagi, yang pemarah dan juga sering memukulinya.


Beberapa saat setelah Cinta menyimpan bukunya di kamar, mereka pun berangkat untuk pergi mencari angin di luaran sana.

__ADS_1


Dalam perjalanan Cinta terus tersenyum melihat jalan yang pemandangannya sangat indah. selma ini karena sibuk mencari uang dia belum pernah merasakan hidup yang seperti ini. Dia sangat bahagia hari ini dalam hati berterimakasih kepada Andika sambil memeluk Andika erat tanpa dia sadari.


__ADS_2