
'Anak baru itu sepertinya ingin mepet terus sama Cinta, gimana caranya ya agar Cinta semakin tidak menyukai anak baru itu?' pikir Bintang.
Bel pulang pun berbunyi, seluruh siswa pun bergerombolan keluar dari kelas.
"Cin, gue antar lo pulang ya!" ucap Bintang.
"Gak usah Tang, gue bisa pulang sendiri kok!" sahut Cinta.
"Gak apa, lagipula gue juga sudah tahu kan masalah lo di rumah?" kata Bintang membujuk Cinta agar memperbolehkan dirinya untuk mengantar pulang.
"Iya udah deh Tang, kalau begitu makasih ya!" ucap Cinta.
Bintang pun mengantar Cinta pulang ke rumahnya. Dia ingin memastikan keadaan Cinta selamat sampai tujuan.
"Cin, mau beli ketoprak gak? Itu ada penjual ketoprak tuh!" ucap Bintang menawarkan ketoprak kepada Cinta.
"Gak usah deh Tang, kita langsung pulang saja!" sahut Cinta.
"Tapi kan lo belum makan, kita makan dulu yuk!" ucap Bintang.
Bintang menghentikan motornya di samping gerobak penjual ketoprak.
"Pak pesan ketopraknya dua ya!" ucap Bintang.
"Iya Dik, silahkan duduk dulu!" kata penjualnya ramah.
Bintang dan Cinta pun duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Cin, lo kenapa kuat banget sih gak makan selama itu? Padahal tenaga sama pikiran lo terkuras, hati-hati loh nanti lo penyakit maag lagi!" ucap Bintang kepada Cinta.
"Gue juga gak tahu. Mungkin sudah terbiasa kali, makanya gak pernah lapar!" sahut Cinta.
"Lo gak lapar apa karena nahan lapar?" tanya Bintang mencurigai.
"Ya gak lapar Tang!" sahut Cinta tegas.
Beberapa menitnya, ketoprak yang Bintang pesan sudah di hidangka ke dalam piring.
"Ini Dik ketopraknya," kata penjualnya sambil menyerahkan ketoprak yang mereka pesan.
"Makasih Pak!" ucap Cinta dan Bintang.
"Cin, lo makan yang banyak ya! Kalau kurang lo boleh nambah kok," kata Bintang.
"Iya Tang, segini aja udah cukup kok," kata Cinta.
__ADS_1
"Beneran? Gak usah sungkan Cin, kita kan sudah jadi sahabat sekarang," ucap Bintang.
"Ya walaupun lo sahabat gue, tapi gue gak mau manfaatin lo Tang," kata Cinta.
"Gue gak merasa di manfaatin lo kok!"
"Tapi gue merasa Tang, pliss hargai keputusan gue ya, gue gak suka di paksa soalnya!" ucap Cinta dengan terus melahap Ketopraknya.
"Iya deh Cin," ucap Bintang pasrah.
Setelah selesai makan, Bintang membayar ketopraknya lalu kembali mengendarai motornya untuk mengantar Cinta pulang.
...****************...
"Makasih ya Tang!" ucap Cinta ketika sudah sampai dirumahnya.
"Iya sama-sama Cin, besok gue jemput lo ya?" ucap Bintang.
"Gak usah, kejauhan kalau lo jemput gue. Gue bisa naik angkot kok,"
"Ya udah deh, kalau gitu gue pulang dulu ya,"
"Iya, hati-hati ya Tang!" ucap Cinta.
Setelah Bintang pergi, Cinta masuk ke pekarangan rumahnya. Dia melihat Ibunya yang sedang memakai make up di teras rumahnya dengan wajah yang ceria.
Dia senang melihat raut wajah ibunya yang tersenyum, terlihat lebih cantik bukan menakutkan seperti dulu.
"Ibu mau pergi kerja, Ibu sudah dapat pekerjaan baru!" ucap Laras.
"Pekerjaan apa Bu?" tanya Cinta penasaran.
"Ada pokoknya di sebuah toko. Pulangnya agak malam, kamu jaga rumah ya. Sekarang biar Ibu yang mencari uang, kamu tidak usah susah payah untuk mencari uang lagi," kata Laras.
"Yasudah deh Bu, kalau begitu semangat ya di hari pertama Ibu kerja," ucap Cinta senang.
"Tapi Bu, boleh gak aku melanjutkan bisnis aku? Soalnya udah banyak pelanggan kasihan juga kalau aku berhenti jualan," kata Cinta meminta izin.
"Itu sih terserah kamu, yang penting Ibu sudah bisa menghasilkan uang kamu bisa lebih santai sedikit," kata Laras.
"Iya deh Bu, makasih ya Bu!" ucap Cinta.
"Kalau begitu Ibu pergi dulu ya, taxi Ibu sudah datang!" kata Laras ketika melihat taxi yang dia pesan sudah datang.
"Iya deh Bu, hati-hati ya!"
__ADS_1
"Iya," sahut Laras mengakhiri pembicaraannya dengan Cinta.
'Syukurlah Ibu sudah mendapatkan pekerjaan dan mau membantu aku untuk mencari uang. Semoga saja sedikit demi sedikit Ibu bisa berubah menjadi seperti yang aku harapkan. Terimakasih tuhan sudah merubah Ibuku secara tiba-tiba,' batin Cinta sambil menatap Ibunya yang berjalan menuju taxi hingga taxi nya tidak nampak lagi.
Cinta kemudian masuk ke dalam rumah, namun sebuah teriakan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah pekarangan rumah.
"Andika? Kenapa dia bisa ada di sini?" gumam Cinta.
Cinta pun menghampiri Andika yang berdiri di pekarangan rumahnya.
"Lo kenapa bisa tahu rumah gue? Dan lo ngapain kesini?" tanya Cinta heran.
"Gue juga gak tahu ternyata kita tetanggaan tahu," kata Andika.
"APA? Tetangga?" teriak Cinta karena terkejut.
"Iya, itu rumah gue," kata Andika sambil menunjuk rumahnya yang tidak jauh dari rumahnya Cinta.
'Kemarin malam memang benar sih ada orang yang pindah ke rumah itu, tapi gue gak tahu kalau anak baru sialan ini yang pindah ke sana. Ternyata rumah yang sudah lama kosong itu milik keluarga Andika?' batin Cinta.
"Woy kenapa lo bengong?" Andika mengagetkan Cinta.
"Gak apa-apa, ya udah lo pulang aja ke rumah lo. Ngapain juga ke sini," sahut Cinta judes.
"Gue kan cuma mau memastikan aja kalau lo itu tinggal di sini," kata Andika.
"Sekarang sudah jelas kan? Ngapain lo masih di sini?" tanya Cinta yang seolah-olah mengusir Andika untuk pergi dari rumahnya.
"Jutek banget sih jadi cewek, untuk lo cantik!" kata Andika sedikit kesal.
"Biarin, apa urusannya sama lo. Udah lo pergi sana!" kata Cinta sambil mendorong tubuh Andika untuk keluar dari pekarangan rumahnya.
"Ijinin gue duduk dulu napa, panas nih!" protes Andika.
"Gak ah, lagipula rumah lo udah dekat kalau udah tahu panas ya udah pulang sana. Kebetulan gue sendiri di rumah, gue gak mau para tetangga bicara yang tidak-tidak," ucap Cinta.
"Pelit banget!" gumam Andika kemudian pergi dari rumah Cinta.
"Syuh! syuh!, gue gak antar ya!" kata Cinta kepada Andika.
Terlihat Andika pergi dengan wajah yang cemberut.
'Tampaknya anak itu sangat kesal sama gue, tapi biarin deh ngapain juga gue peduli sama dia,' gumam Cinta.
"Tapi kok bisa pas kayak gini ya, semoga saja dia gak macem-macem deh. Apalagi tetanggaan nanti dia tahu lagi soal keadaan di rumah, tapi seharusnya gue gak perlu khawatir soal itu lagi, secara Ibu kan sudah berubah. Arghhh! bodoamatlah, pusing gue cuma mikirin itu aja," geram Cinta pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Cinta kembali masuk ke dalam rumahnya dan pergi menuju kamarnya. Hari ini kebetulan tidak ada job, jadi Cinta bisa bersantai sedikit apalagi Laras sudah bekerja.