Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 91


__ADS_3

"Pa gawat! Seseorang menyelidiki kasus Tante Laras. Kemungkinan orang itu telah menemukan bukti!" ucap Bintang kepada Marchel dengan panik setelah pulang dari acara pernikahan Cantika.


"Siapa orang itu Tang?" tanya Marchel.


"Andika Pa! Teman Bintang!" katanya.


"Oh itu hanya temanmu, dia tidak akan bisa menemukan bukti apa-apa!" sahut Marchel dengan percaya diri.


Beberapa menit setelah berbicara seperti itu, Nadia tampak panik sambil memanggil nama Marchel. Dia baru saja pulang dari tempatnya bekerja namun sudah mengeluarkan ekspresi takut.


"Ada apa sayang? Kenapa panik gitu?" tanya Marchel melihat istrinya yang sudah bercucuran air mata.


"Mas polisi cari kamu! Mereka bilang Papa terlibat dalam kasus pembunuhan. Ada apa sebenarnya ini Mas? Ini salah kan Mas?" tanya Nadia.


Beberapa saat polisi telah masuk ke dalam rumah Nadia yang membuat Marchel terkejut dan sangat gugup.


"Maaf Pak! Kami mendapat tugas penangkapan bahwa Bapak telah terlibat dalam kasus pembunuhan. Silahkan ikut kami ke kantor polisi!" ucap polisi tersebut sambil memborgol tangan Marchel.


"Pak, suami saya salah apa? Dia tidak mungkin melakukan pembunuhan!" kata Nadia sambil menangis histeris.


"Tapi kami sudah mendapatkan bukti Bu! Kalau ada yang perlu di jelaskan, bisa di kantor polisi!" kata polisi yang menangkap Marchel.


"Pa bilang dong kalau Papa gak bersalah! Kenapa Papa diam saja!" ucap Nadia kepada Marchel.


"Maaf Bu! Saya bawa suami Ibu pergi!" kata polisi tersebut lalu membawa Marchel pergi dari hadapan Nadia.


Bintang terdiam ketika Papanya di seret oleh polisi, dia belum siap menerima kenyataan ini namun dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Nadia berkali-kali memarahinya karena Bintang tidak melakukan apa-apa untuk mencegah polisi namun Bintang tetap diam saja dan memeluk Mamanya.

__ADS_1


"Ma, ada satu rahasia yang perlu Bintang kasih tahu kepada Mama!" ucap Bintang pelan.


"Rahasia apa? Itu tidak penting sekarang. Mama mau nyusul Papa Bintang," kata Nadia sambil menangis.


"ini berkaitan sama Papa, tolong Mama tenang dulu!" ucap Bintang.


"Maksudmu apa? Rahasia apa yang kamu punya?" tanya Nadia yang tidak bisa berhenti menangis.


"Papa sudah membvnuh Tante Laras Ma!" ucap Bintang.


"Ngawur kamu Tang! Papa gak mungkin membvnuh Tang, kamu kenapa bicara seperti itu?" ucap Nadia yang tidak mempercayai perkataan anaknya


"Tapi ini kenyataan Ma! Papa telah merenggut nyawa Tante Laras dengan tangannya sendiri. Tapi kami merahasiakannya dari Mama, kami takut Mama bakalan sedih!" kata Bintang penuh penyesalan.


"Gak mungkin Tang, Mama gak percaya. Natar Mama ke kantor polisi temui Papa kamu. Mama mau dengar dari mulut papa kamu sendiri!" kata Nadia.


Bintang pun mengantarkan Nadia ke kantor polisi sesuai keinginannya. Setelah sampai di kantor polisi, Nadia menemui suaminya.


"Ma, maafin Papa! Papa telah membvnuhnya Ma!" ucap Marchel.


Marchel menjelaskan alur ceritanya, dia mengatakannya dengan jujur dari pertama kali Laras mengancamnya dengan hubungan gelap yang dia miliki hingga kasus pembvnuhan tersebut terjadi.


Nadia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh suaminya. Dia merasa bahwa suaminya selama ini sangat baik dan tidak mungkin akan mengkhianatinya dengan wanita lain. Apalagi sampai membunuh demi merahasiakannya semuanya kepada dirinya sendiri.


"Ma, maafin Papa ya! Papa memang salah tapi Bintang harap Mama memberikan Papa kesempatan untuk berubah. Lagipula Papa sudah mendapatkan apa yang pantas di dapatkan!" kata Bintang mewakili Marchel berbicara.


"Aku maafin kamu Mas, tapi tetap saja aku tidak bisa menerima laki-laki yang kejam sepertimu. Aku akan urus perceraian kita!" ujar Nadia dengan suara datar.

__ADS_1


"Ma jangan cerai Ma! Papa gak mau pisah sama Mama!" ujar Marchel memohon kepada Nadia.


"Ma apa gak bisa beri Papa kesempatan lagi sekali saja?" tanya Bintang yang ikut membujuk Nadia.


"Gak Tang! Mau bagaimanapun dia pria yang kejam. Mama gak mau hidup sama orang yang kejam! Bintang kita pergi!" kata Nadia mengajak Bintang untuk meninggalkan Marchel.


"Tang, tolong bujuk Mama kamu ya! Jangan sampai dia menceraikan Papa!" ujar Marchel ketika Nadia sudah pergi.


"Uya Pa! Papa tenang aja, aku pasti bujuk Mama kok," kata Bintang.


Setelah mengatakan hal tersebut, Bintang pergi meninggalkan Marchel. Saat ini harapan satu-satunya untuk membujuk Nadia adalah Bintang. Sedangkan Marchel hanya bisa mendekam di penjara dan tidak bisa berbuat apa-apa.


...****...


Setelah sampai di rumah, Nadia berjalan cepat menuju ke kamarnya. Nadia masuh sakit hati dengan oenuturan suaminya. Dia sangat terpukul menerima berita buruk yang bertubi-tubi.


"Ma, tolong jangan seperti ini Ma. Paoa melakukan ini juga karena Papa sayang sama Mama dwn gak mau jehilangan Mama!" ucap Buntang menbujuk Nadia.


"Tapi kenapa dia harus berbohong sama Mama? Kenapa gak jujur saja? kalau saja dia jujur dari awal Mma mungkin bisa memaafkan dan juga wanita itu tidaj akan menipunya sehungga Papa kamu gak akan menderita di penjara!" ujar Nadia yang masuh tak teruma dengan kejadian yang menimpanya.


"Papa sangat sayang sama Mama, Papa gak mau Mama tahu semuanya dan skit hati. Selain itu juga Papa sangat takut keuilangn Mama dan gak mau Mama memiluh berpisah seperti ini. Bisa di katakan kalau Papa sangat mencintai Mama!. Mama bisa berpikir baik-baik sebelum memutudkan untuk berpisah sama Papa!" kata Bintng.


"Papa memang salah sudab menghianati Mama, tapi Manusia gak luput dari kesalahan Ma. Papa justru merasa bersalah dalam bertahun-tahun kepada Mama, Papa menebusnya dengan kembali setia kpada Mama dan menyyangi Mama sepenuh hati. Tapi Bintang yakin Papa masih mempunyai rasa bersalah itu dalam diriny!" kata Bintang.


Melihat Mamanya hanya diam tanpa bicara lagi, Bjntang tifak meneruskan bicaranya. Dia memberikan ruang untuk Mamanya agar bisa berfikir dengan tenang. Bintang meninggalkan Nadia di kamarnya, dia tahu kalau kabar buruk ini datang secara tjba-tiba dengan jumlah yang banyak. Itu sebabnya Nadia sangat emosi dan belum bisa menerimanya.


Nmaun Bintang berusaha untuk membujuknya agar Nadia tidak bercerai. Bintang tidak mau dirinya menjadi anak yang broken home. Bintang ingin keluarganya seperti biasanya meskipun Marchel mendejam di penjara itu tidam masalab bagi Bintang. Jarena yang terpenting bagi Bintang adalah kedua orang tuanya masih bis saling menyayangi dan oeduli stu sma lain.

__ADS_1


Itu adalah kunci dalam sebuah keluarga, dan Binyang tidak ingin kedua orang tuanya kehilangan kunci tersebut.


'Aku harus berusaha sendiri untuk mempertahankan hubungan mereka. Jika mereka sampai pisah aku akan memiluh salah stu dari mereka, sedangkan aku sngat menyayangi mereka'.


__ADS_2