
Belum sampai di sana kemarahan Pak Yoga, kini dia mendengar bahwa Andika juga tidak mengumpulkan tugas.
"Cinta dan Andika, maju ke depan!" perintah Pak Yoga dengan wajah marahnya.
'Loh Andika kenapa di panggil?' batin Cantika.
"Andika kenapa kamu gak ngumpulin tugas? Sibuk pacaran?" tanya Pak Yoga dengan asumsinya.
"Tugas saya ketinggalan Pak!" ucap Andika berbohong.
"Alasan aja tuh Pak! paling juga mereka sibuk pacaran!" celetuk Agus yang menambah suasana semakin panas.
Agus melakukan hal itu karena tidak terima temannya di tolak oleh Cinta. Terlebih lagi Cinta malah pacaran sama Andika.
"Anak muda zaman sekarang!" Pak Yoga menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Cinta meskipun kamu adalah siswa pintar di kelas ini, tetapi saya juga tidak akan mempercayai tugas kamu yang tiba-tiba hilang. Tidak mungkin tugas kamu hilang sedangkan buku kamu masih utuh!" ucap Pak Yoga.
"Pak Maaf menyela. Mungkin saja tugasnya di robek!" ucap Erna mengangkat tangannya.
"Coba bawa buku kamu ke sini, ada bekas robekan gak? Biasanya bekas robekan akan terlihat di bagian belakang buku!" ujar Pak Yoga.
Cinta pun kembali ke mejanya untuk mengambil bukunya yang tadi. Sedangkan Cantika sudah memasang wajah yang panik, dia takut kelakuannya akan di bongkar.
"Heh! Konyol sekali saya mendengar perkataan anak itu!" kata Pak Yoga setelah melihat buku Cinta.
Ternyata di sana tidak ada bekas robekan, bahkan bagian belakangnya. Jadi Pak Yoga memutuskan untuk menghukum Cinta dan Andika untuk membersihkan lapangan sekolah.
'Untung saya aku juga merobek kertas bagian belakangnya. Jadi gak ketahuan deh,' ucap Cantika.
"Pak tunggu sebentar!" ucap Cantika mengangkat tangannya.
Seketika langkah kaki Andika dan Cinta terhenti, Pak Yoga mengizinkan Cantika untuk berbicara.
"Maaf Pak, saya tidak yakin kalau Andika tidak membuat tugas. Soalnya waktu di sekolah lama Andika siswa yang rajin, saya satu sekolah dengan dia dulu. Coba saja Bapak cek di tasnya," ucap Cantika.
'Cantika sialan!' batin Andika kesal.
__ADS_1
Pak Yoga pun melangkahkan kakinya ke arah meja Andika dan hendak mengambil tasnya, namun di rampas kembali oleh Andika.
"Bapak gak boleh seenaknya mau bongkar tas siswa. Ini privasi saya Pak!" ucap Yoga.
"Kenapa gak boleh? demi pembuktian dan pembenaran seperti yang di katakan teman kamu?" ucap Pak Yoga.
"Tapi ini termasuk privasi saya Pak, kalau saya tidak mengizinkan Bapak mau apa?"
"Andika, Andika. Bapak heran sama kamu, sudah buat tugas tapi malah gak ngumpul. Apa kamu mau gak naik kelas cuma gara-gara nilai kamu anjlok di mata pelajaran saya? Dan kamu lakukan ini untuk pacar kamu?" ucap Pak Yoga sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Maaf Pak, kalau bukan karena orang tua saya yang nyuruh saya sekolah, saya gak akan sekolah! Untuk apa saya sekolah kalau saya sudah pintar?" ujar Andika.
'Anak ini! Memang benar yang dia katakan, untuk apalagi dia sekolah. Bahkan di sekolahnya dulu dia memenangkan beberapa juara perlombaan bahkan saat bersaing dengan sekolah-sekolah yang terkenal dengan kejeniusan siswanya!' batin Pak Yoga.
"Sudahlah, kalau itu mau kamu lakukan tugas yang saya katakan tadi!" Pak Yoga menyerah untuk mengurusi Andika.
"Baik Pak!" kata Andika lalu menaruh tasnya.
"Andika kenapa lo lakuin hal konyol seperti itu sih?" tanya Cinta.
"Biar lo yakin kalau gue bukan sekedar cinta monyet sama lo, tapi juga ingin serius sama lo!" kata Andika.
"Ya mau gimana lagi kan?" ucap Andika.
Dalam benaknya Cinta, dia merasa bersalah. Karena dia, Andika makah ikut terkena hukuman.
"Udah jangan nyalahin diri sendiri, lagipula gue yakin kok lo udah buat tugasnya. Tapi mungkin ada orang yang jahil yang berniat ngerjain lo," ucap Andika mencoba menghibur Cinta.
"Makasih ya Andika, lo percaya sama gue!" ucap Cinta.
"Tapi, lo kenapa gak mau sekolah?" tanya Cinta.
"Ngapain sekolah kalau udah pintar? Gue sekolah cuma nyari ijazah aja! Dan mengikuti perkataan Mama gue!" ucap Andika.
"Kenapa gue gak pernah tahu kalau lo pintar?" tanya Cinta kemudian.
"Gue udah muak menunjukkan kepintaran gue, di sekolah gue yang dulu gue selalu di kerumuni sama cewek-cewek karena selain pintar gue juga ganteng kata mereka. Makanya sekarang gue gak mau nunjukin, gue gak mau lo cemburu lagi karena gue di kerumuni cewek-cewek,"
__ADS_1
"Dih, siapa juga yang cemburu!"
"Gak ngaku lo!"
"Kan emang gue gak cemburu!" Cinta menjulurkan lidahnya.
"Berani lo ledekin gue ya, awas aja lo!" ucap Andika sambil mengejar Cinta di lapangan.
...****************...
Sepulang sekolah, Bintang mengambil HP nya. Dia meninggalkan HP nya di rumah karena malas membawa HP ke sekolah.
"Kira-kira nomornya sama gak ya dengan kontak yang ada di HP papa?" gumam Bintang.
Bintang pun melihat Whatsapp papanya yang sudah dia sadap tadi pagi. Bintang mencocokkannya ternyata nomor yang sama. Bintang pun terkejut, dia tidak menyangka Ibunya Cinta seperti itu.
Tapi Bintang tidak ingin berburuk sangka terlebih dahulu, dia akan menyelidiki ada hubungan apa antara Papanya dan Laras, ibunya Cinta.
Bintang membaca pesan-pesan yang di kirim oleh Tukang AC (Ibunya Cinta). Dia tertegun melihat isi chatnya yang mengatakan [Transfer uang secepatnya, kalau tidak aku tidak akan segan-segan mengatakan hubungan gelap kita di masa lalu dan juga tentang anak kita!].
Bintang juga membaca balasan chat Papanya kepada Ibunya Cinta, dan dapat dipastikan Papanya sangat memohon untuk tidak membongkar hal itu kepada keluarganya.
'Papa berani tidak menghapus chatnya pasti karena Ibu yang tidak pernah mengecek isi Hp nya Papa. Aku harus cari kesempatan yang tepat untuk menyuruh Ibu mengecek HP Papa, apakah chatnya masih ada atau sudah di hapus. Untuk saat ini aku harus Secreenshoot dulu sebagai bukti!' batin Bintang.
Bintang kembali mencocokkan nomor dari Ibunya Cinta berharap ada nomor yang tidak sama. Namun berkali-kali dia mencocokkan nomor keduanya sama persis tidak ada yang berbeda.
"Itu artinya gue saudara tiri dengan Cinta? Tapi kenapa bisa seperti ini? Dan bahkan Papa punya selingkuhan dan mempunyai anak seusiaku. Itu artinya Papa mulai selingkuh sebelum aku lahir?"
Bintang bingung sendiri dengan apa yang dia ketahui. Tiba-tiba Bintang teringat dengan perkataan Laras sewaktu di restaurant yang mengatakan sempat bertemu papanya dengan wanita malam.
'Itu artinya yang dikatakan Tante Laras memang benar, namun yang menjadi wanita malam bukan sahabatnya, melainkan dirinya sendiri,' batin Bintang.
Dia masih mengira ini sebuah mimpi, Papanya yang terlihat begitu sayang dengan Mamanya ternyata di masa lalu selingkuh dengan wanita lain.
~Perhatikan gerak-gerik pasangan kalian, jika dia merubah sifatnya tanpa tahu penyebabnya dan tanpa ada masalah apapun, hati-hati kemungkinan dia selingkuh. Ini adalah cara untuk membuat kita tidak mencurigainya dan menutupi kesalahannya.
Dan jika pasangan yang sudah selingkuh namun tiba-tiba sadar akan kelakuannya dia akan menunjukkan kasih sayang yang tidak seperti biasanya, karena dia merasa bersalah kepada pasangannya.
__ADS_1
Namun jangan terlalu mencurigai pasangan kalian, terlalu posesif dan overthinking juga membuat hubungan kalian hancur~