
Pada hari Senin, Cinta berangkat ke sekolah bareng Andika. Meskipun dia sebenarnya tidak ingin tetapi dia tidak berani menolak Laras.
"Gue turun di sini aja deh Andika!" ucap Cinta.
"Masih jauh ini, lagian ngapain lo mau turun di sini?" tanya Andika.
"Gue takut sama fans lo!"
"Gak usah takut. Kan gue bilang gue akan melindungi lo dari mereka, makanya kalau gak mau terjadi apa-apa lo jangan pernah lepas dari gue!" kata Andika padahal itu hanyalah modus untuk mendekati Cinta.
"Mereka akan tambah membenci gue kalau gue dekat sama lo!" kata Cinta.
"Udah lo nurut aja sama gue!" kata Andika.
Cinta pun terdiam dan menyesal telah ikut bersama Andika.
Gerbang sekolah sudah dekat, banyak tatapan yang menakutkan sedang mengarah ke arah Cinta. Cinta bahkan sampai merasa bulu-bulu yang ada di tangannya berdiri.
"Udah gue duluan ya!" kata Cinta berlari meninggalkan Andika begitu motor dihentikan.
"Dasar nih anak!" gumam Andika.
Andika menaruh helmnya dan menyusul Cinta ke kelas.
Sesampainya di pintu kelas, Cinta dan Andika di kejutkan dengan keramaian kelas mereka yang secara tiba-tiba.
"Permisi! Tolong biarkan aku masuk!" ucap Cinta menerobos masuk diantara keramaian di pintu kelasnya itu.
"Misi, misi!" Andika juga ikut menerobos masuk, dia penasaran apa yang membuat kelasnya begitu ramai.
Cinta menghampiri Riana yang sudah ada di dalam kelas, dia duduk di belakang karena merasa sangat sumpek berada di depan.
"Riana, apa yang terjadi?" tanya Cinta.
"Coba lo lihat ke arah Bintang!" ucap Riana.
Cinta menoleh ke arah Bintang, namun dia tidak menemukan orang yang dia cari karena sudah dikerumuni oleh para wanita.
"Bintang kenapa?" tanya Cinta yang masih belum mengerti dengan situasinya.
"Hah! Akhirnya bisa masuk!" terdengar suara Andika yang berhasil masuk.
Andika menghampiri Cinta dan Riana, dia juga ingin tahu apa yang terjadi.
"Ada apa nih? Kok rame banget sampai gak bisa lewat!" kata Andika.
"Fans lo kayaknya udah berkurang deh, dan di saingi oleh Bintang!" ucap Cinta mengejek Andika.
"Bagus dong kalau gitu, jadi lo gak takut lagi kalau gue ajak makan di kantin!" kata Andika enteng.
__ADS_1
"Hah!?" Cinta terkejut mendengar pernyataan Andika, respon yang Andika berikan tidak sesuai ekspektasinya.
"Hubungan kalian berdua apa sih? Kok kayaknya dekat banget?" tanya ketua kelas.
"Gue tuh su...," Andika tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Cinta menutup mulutnya.
"Gak ada apa-apa kok, kita cuma teman dekat aja!" ucap Cinta yang masih memegangi mulut Bintang.
"Wih, bisa lolos juga. Gue sampai sesak nafas gara-gara mereka!" ucap Erna yang baru saja masuk ke kelas.
"Riana kenapa lo gak bubarin mereka sih? Bisa mengganggu tahu gak," ucap Erna.
"Suara gue udah hampir hilang tapi mereka gak mau dengar!" ucap Riana yang sudah menyerah dengan kerumunan itu.
"Emangnya ada apa sih? Kok bisa di meja Bintang ramai banget?" tanya Erna.
"Bintang mengubah penampilannya dalam 2 hari dan dalam sekejap dia sudah mendapat sejibun fans," ucap Riana.
"Perasaan waktu gue pindah gak sampai tuh seperti ini, padahal gue lebih tampan," ujar Andika merasa sedikit iri.
"Ah masih untung lo gak di kerumuni kayak gitu! Bikin gue pusing aja!" ucap Riana.
"Lo kok ada di sini?" tanya Erna kepada Riana.
"Maksudnya?"
"Ngapain, mukanya biasa aja cuma keren doang dikit!" ucap Riana.
"Emang kalau melihat teman sekelas gak ada yang ganteng-ganteng ya, coba nengok ke kelas sebelah pasti ada aja cowok gantengnya," ujar Erna.
"Eh lo gak anggap gue ganteng?" tanya Andika yang merasa dirinya tidak dipandang oleh Erna.
"Lo gak cukup satu ya? Nanti gue puji lo ganteng cewek disamping lo bisa maju bibirnya sampai 5 centi," sindir Erna.
"Gue diem masih lo bawa-bawa," kata Cinta kesal.
"Lo gak takut Bintang diambil orang Cin?" tanya Erna.
"Apaan sih, gue sama dia gak ada hubungan apa-apa kali!" kata Cinta.
"Yang ada apa-apanya sama Andika ya?" goda Erna.
"Emang hubungan mereka apa sih?" tanya Riana yang masih penasaran
"PDKT mungkin, gue juga gak tahu nih. Cinta udah gak mau cerita-cerita lagi sama gue," kata Erna.
"Udah deh kalian tuh jangan kepo sama urusan gue. Mending bantuin gue usir nih para fans keburu jam pelajaran di mulai!" kata Cinta mengalihkan pembicaraan.
"Alasan, bilang aha lo cemburu kan Bintang lo mau diambil sama mereka," goda Erna lagi.
__ADS_1
"Sekali lagi lo ngejekin gue, gue tampol muka lo ya!" ujar Cinta kesal.
Erna dan Riana hanya tertawa kecil melihat Cinta kesal.
"Cinta tuh gak suka sama Bintang, dia suka sama gue," ucap Andika.
"Cieee!" seru Erna dan Riana.
"Andika, apaan sih lo!" bisik Cinta dengan wajah yang memerah.
"Benar kan?" sahut Andika.
"Tau ah, gue mau usir dulu tuh fans maniac gue mau duduk di bangku sendiri aja gak bisa!" ucap Cinta kesal.
"Kakak-kakak, adik-adik tolong dong pergi dulu dari sini. Kita mau belajar loh, sebentar lagi bel masuk berbunyi loh!" ucap Cinta dengan suara lembut.
Namun tak satupun mereka yang mendengar perkataan Cinta. Mereka sibuk berbicara dan memberikan Bintang hadiah secara bergilir.
'Huh sabar Cinta, mungkin mereka gak dengar,' batin Cinta.
"Tolong ya pergi dulu dari kelas kami, kita mau belajar loh!" ucap Cinta lagi, kali ini dia sedikit berteriak berharap mereka dengar.
Namun mereka masih saja tidak menghiraukan Cinta.
Rasa kesal dan emosinya Cinta pun memuncak.
"TOLONG YA CEWEK-CEWEK BUDEK, GUE MAU DUDUK MINGGIR KALIAN SEMUA!" teriak Cinta sambil menyingkirkan wanita-wanita itu yang mengerumuni mejanya.
"Aduh! Sakit tahu!" ujar salah satu wanita itu.
"MAKANYA MINGGIR!" bentak Cinta diiringi dengan tatapan marah sampai membuat cewek itu ketakutan dan pergi dari sana.
Bel masuk sudah berbunyi, mereka saling mendorong untuk buru-buru keluar dari kelas karena takut ketahuan oleh guru.
"Makanya dengerin omongan gue tadi, takut kan sekarang!" ucap Cinta menggerutu.
"Sorry ya Cin, gara-gara gue lo emosi!" ucap Bintang kepada Cinta.
'Keren juga Bintang, tapi lebih keren Andika, dia juga ganteng' batin Cinta.
Dalam sekejap dia mengingat kata-katanya, dia merasa geli pada dirinya sendiri.
"Cin!" seru Bintang.
"Eh i...iya gak apa-apa. Lagipula bukan salah lo kok!" ucap Cinta.
'Cinta gugup, apa gue ganteng ya?' pikir Bintang.
Mereka pun melanjutkan pembelajaran seperti biasa, ini adalah pertama kalinya mereka belajar setelah libur 2 hari jadi rasa malasnya masih kebawa oleh mereka.
__ADS_1