
Keesokan harinya...
"Pagi Ma!" sapa Bintang kepada Nadia yang sedang menyiapkan makanan di atas meja.
"Pagi sayang," sahut Nadia.
"Papa mana Ma?" tanya Bintang yang tidak melihat Marchel.
"Papa pagi-pagi sudah berangkat ke kantor, katanya karena ada pekerjaan yang harus diurus katanya!" ucap Nadia.
"Kamu makan dulu sayang," sambung Nadia.
"Iya Ma makasih. BTW besok kan ulang tahun Mama nih, Bintang udah undang Cinta datang ke sini loh!" ucap Bintang memberikan kabar bahagia yang belum sempat dia sampaikan kepada Mamanya.
Tentu saja ini menjadi kabar bahagia untuk Nadia, karena dia suka sekali dengan Cinta.
"Ya udah besok Mama masak yang banyak deh, mumpung Cinta bisa datang ke rumah," ucap Nadia penuh semangat.
Melihat mamanya yang kembali tersenyum, Bintang merasa sangat senang.
"Ya udah Bintang udah selesai makan, mau berangkat sekolah dulu ya!" kata Bintang sambil mencium punggung tangan Nadia.
"Eh besok jam berapa Cinta bakalan ke sini?" tanya Nadia.
"Besok pulang sekolah Bintang aja ke sini," sahut Bintang.
"Oke deh! Kamu hati-hati ya," ucap Nadia sambil mengecup kening anaknya yang lebih tinggi darinya.
Sedangkan di rumah Cinta....
"Cinta kamu masih berangkat sama Andika kan?" tanya Laras saat melihat Cinta masih mengikat sepatu di teras rumahnya.
"Masih Bu, kenapa?" tanya Cinta.
"Gak apa-apa, Ibu cuma nanya aja. Kamu... Gak ada niatan pacaran sama dia?" tanya Laras kemudian.
"Belum tahu Bu," kata Cinta yang langsung berdiri karena telah selesai mengikat tali sepatunya.
"Oh ya Bu, besok Cinta boleh ke rumah Bintang gak, teman Cinta dulu yang pernah kesini?" tanya Cinta meminta izin kepada Laras.
"Teman kamu yang cowok itu?"
"Iya Bu," sahut Cinta.
"Gak boleh! Kamu kan sudah Ibu jodohkan dengan Andika. Kamu gak boleh dekat sama cowok lain selain Andika, bisa-bisa Andika cemburu nanti!" kata Laras tidak memberikan izin kepada Cinta.
"Tapi Bu, Cinta udah janji sama Bintang bakalan datang ke rumahnya karena Mamanya Bintang ulang tahun," ucap Cinta sedih.
__ADS_1
"Kamu bisa batalin kan? Pokoknya Ibu gak izinin kamu pergi dengan teman kamu itu. Atau kalau mau pergi ajak Andika kesana," kata Laras.
"Tapi kan yang di undang cuma Cinta Bu, masa Cinta ngajak Andika kan gak enak sama mereka,"
"Ya pokoknya gak boleh! Kalau sampai besok kamu pulang telat dan gak bareng Andika Ibu hukum kamu," ancam Laras.
"Udah kamu berangkat saja sana, suara motor Andika sudah kedengaran tuh. Jangan pasang muka sedih di wajah kamu," kata Laras.
"Iya Bu, Cinta berangkat dulu ya!" ucap Cinta.
Cinta dengan wajah lesunya berjalan ke arah pintu keluar, dia melihat Andika dari kejauhan sedang mengendarai sepeda motor dan menghampirinya.
"Yuk naik!" ucap Andika.
"Tante pamit ya!" teriak Andika kepada Laras ketika Cinta sudah duduk di atas motornya.
"Iya hati-hati!" kata Laras melambai-lambaikan tangannya.
'Jangan sampai Cinta pergi sama cowok lain, kalau sampai Andika kehilangan rasa cintanya kepada anakku, bisa-bisa perjodohan ini di batalkan oleh Naya. Setelah itu aku tidak bisa menjamin kehidupan Cinta di kedepannya. Aku harus memikirkan cara agar Cinta jatuh cinta kepada Andika!' batin Laras.
...****************...
Di sekolah, Bintang tanpa sengaja melihat Cinta berboncengan dengan Andika. Namun untuk sementara dia memendam pertanyaan yang ingin dia tanyakan.
"Andika, gue boleh minta tolong gak sama lo?" ucap Cinta.
"Gue... Gue besok di undang sama Mamanya Bintang untuk datang ke pesta ulang tahunnya. Tapi Ibu gue gak setuju, tolong ya besok lo tungguin gue di suatu tempat setelah gue pulang dari pesta ulang tahun mamanya Bintang kita pulang bareng agar Ibu gue gak curiga," pinta Cinta memberanikan dirinya meminta bantuan kepada Bintang.
"Terus lo mau pakai alasan apa ke Ibu lo?" tanya Andika.
"Gue mau pakai alasan kerja kelompok," ucap Cinta.
"Oke, oke! Gue mau aja sih bantuin lo tapi ada satu syarat yang harus lo penuhi!" ujar Andika.
"Apa syaratnya? Gue pasti lakuin kok, apapun itu!" ucap Cinta bersungguh-sungguh.
'Segitunya lo Cin, itu demi Bintang apa demi Mamanya? Kenapa lo seperti takut kehilangan kesan baik mamanya Bintang? Padahal lo bisa tolak kan undangannya?' batin Andika ketika melihat kesungguhan Cinta.
"Woy!" Cinta melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Andika yang sedang melamun itu.
"Sorry gue masih mikir," ucap Andika mencari sebuah alasan.
"Jadi syaratnya apa?" tanya Cinta.
"Gak perlu syarat, gak jadi!" kata Andika bergegas pergi karena merasa kesal dengan Andika.
"Tapi lo mau bantuin gue kan?" tanya Cinta mengejar langkah kaki Andika yang panjang.
__ADS_1
"Iya gue bantuin," sahut Andika dengan wajah kesal.
"Beneran?" tanya Cinta.
Andika menghentikan langkahnya sehingga Cinta menabrak punggungnya, lalu Andika membalikkan badannya dan menatap mata cinta lekat-lekat. Tangannya menyentuh kedua bahu Cinta yang membuat Cinta terdiam seperti patung.
"Lo suka sama Bintang?" beberapa patah kata keluar dari mulut Andika dengan posisi yang masih sama.
Cinta menggelengkan kepalanya karena tidak sanggup untuk menyahut, dia melihat kemarahan terlukis di wajah Andika.
"Syukurlah!" kata Andika melepas kedua tangannya dari bahu Cinta.
Cinta yang masih belum mengerti dengan situasinya melamun tanpa bergerak sedikitpun.
"Yuk masuk kelas!" ujar Andika sambil menarik Cinta yang masih berusaha memahami situasi tadi.
"Dasar aneh!" ucap Cinta setelah sadar dari lamunannya.
Namun Andika tidak meresponnya.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita yang sedang menurunkan kamera handphonenya sambil tersenyum sinis.
...***...
"Hai Tang!" sapa Cinta kepada Bintang yang duduk di sebelahnya sambil menaruh tas di atas meja.
"Hai!" sahut Bintang.
"Lo kok boncengan terus sama Andika? Kalian pacaran ya?" tanya Bintang.
"Oh gak, kebetulan rumah kita dekat dan ternyata Ibu gue sama Mamanya Andika sahabatan, jadi Ibu gue minta tolong Andika untuk boncengin gue!" ucap Cinta meluruskan kesalahpahaman.
"Oh gitu, syukurlah!" ucap Bintang lega setelah mengetahui jawabannya.
'Kenapa cowok suka banget bilang kata syukurlah tanpa gue tahu apa yang mereka syukuri dari topik pembicaraan gue?' batin Cinta yang mendapat perkataan yang sama di pagi hari dari dua orang yang berbeda.
"Lo kenapa pasang muka kayak gitu?" tanya Bintang yang melihat ekspresi wajah Cinta yang tidak wajar.
"Gak papa!" ucap Cinta.
"Oh ya, besok gue ke rumah lo pulang sekolah aja ya gak apa-apa kan? Tapi gue cuma bisa sebentar soalnya Ibu gue gak izinin lama-lama!" ucap Cinta.
"Yah kok gitu sih, padahal gue sama Mama gue berharap lo sampai malam di rumah," ucap Bintang bersedih.
"Ya sorry ya Tang, soalnya Ibu gue gak izinin lama-lama," kata Cinta.
"Iya udah deh gak apa-apa, nanti gue bilangin sama Mama gue deh semoga dia bisa mengerti lo!" kata Bintang.
__ADS_1