Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 49


__ADS_3

"Hai sayang!" sapa Andika saat jam istirahat dimulai.


"Kantin yuk sayang," ajak Andika.


"Apaan sih lo, jangan manggil gue sayang, gue malu!" ucap Cinta melirik ke meja lain berharap tidak ada yang memperhatikannya.


"Kenapa emangnya? kita kan sudah pacaran," kata Andika.


"Tapi kan ini sekolahan Andika, tempat untuk belajar bukan tempat pacaran," ujar Cinta.


"Terus ngapain lo pacaran sama gue kalau ini tempat belajar?" tanya Andika.


"Ya itu beda lah, ihh udah ah lo nyebelin banget sih jadi cowok!" ucap Cinta kesal.


"Nyebelin kayak gini lo juga suka kan?" kata Andika mulai menggoda Cinta lagi.


Terlihat wajah Cinta yang memerah, Andika tertawa melihat ekspresi malu Cinta.


"Udah-udah jangan marah, ke kantin yuk aku yang traktir!" kata Andika.


"Oke! Yuk!" ucap Cinta menyetujui penawaran Andika.


"Eh bentar, gue pinjam Cinta ya sebentar aja!" ucap Bintang.


"Gak, gak, gak boleh pinjam-pinjam pacar gue. Emang pacar gue barang apa," tolak Andika yang posesif kepada Cinta.


"Sebentar aja Dik!" ujar Bintang memohon.


"Udah Andika kata Bintang juga sebentar," ucap Cinta yang ikut membujuk.


"Iya, ya udah deh! Awas aja lo godain pacar gue," ucap Andika.


"Gak bakalan!" kata Bintang.


Andika pun pergi memberikan ruang bicara untuk Bintang dan juga Cinta. Andika menunggu diluar kelas, namun pandangannya tidak lepas dari Cinta. Andika mengintip mereka di jendela kelas.


Tapi Andika tidak menyangka kalau ternyata Bintang akan mengetahuinya, Bintang memberikan kode kepada Andika untuk tidak mengganggunya lagi. Dengan rasa kesal Andika menuruti perintah Bintang.


"Cin, gue mau bertanya sesuatu sama lo!" ucap Bintang memulai pembicaraannya.


"Nanya apa?" tanya Cinta.


"Hmm, akhir-akhir ini setelah orang tua hue berkunjung ke rumah lo, lo sempat bilang kan kalau Tante Laras sudah bekerja? Kalau boleh tahu Ibu lo kerja apa?"


"Kenapa lo tiba-tiba nanya pekerjaan Ibu gue? Lo menemukan sesuatu? Soalnya gue sendiri gak tahu Ibu gue kerja apa!" kata Cinta.


"Eh enggak sih, gue gak nemu apa-apa. Cuma lo gak curiga Ibu lo kerja yang gak benar?" tanya Bintang.


'Benar juga kata Bintang, gimana kalau Ibu ambil pekerjaan haram lagi? Bukankah gue juga makan uang haram?' batin Cinta.

__ADS_1


"Gak mungkin lah Ibu gue kerja kayak gitu. Walaupun Ibu gue merubah sikapnya dengan cepat, Ibu gak mungkin melakukan pekerjaan yang tidak benar," bela Cinta pada Ibunya.


"Tapi apa lo yakin Cin? lo gak mau gitu menyelidiki? Kalau emang benar kan gue bisa bantu cari pekerjaan yang lain," tawar Bintang.


Bintang tahu kalau Cinta masih ragu dengan pekerjaan yang di lakukan oleh ibunya.


"Ya udah deh gue coba selidiki aja nanti," kata Cinta.


"Eh Cin, gue boleh minta nomor HP ibu lo gak?"


"Boleh. 087xxx," Cinta menyebutkan nomor telepon Ibunya.


"Kok lo bisa hafal sih?" tanya Bintang.


"Ya gue hafalin lah, biar kalau terjadi sesuatu di jalan gue bisa hubungi Ibu gue," ucap Cinta.


"Kalau gitu makasih ya Cin, sorry gue ganggu waktu istirahat lo. Dan selamat atas jadian lo sama Andika!" ucap Bintang dengan wajah sedih.


"Iya makasih Tang!" ucap Cinta lalu meninggalkan Bintang di kelas.


Cinta menemui Andika yang menunggunya di luar kelas sambil duduk di teras.


...****************...


Suasana kelas sangat sepi pada saat jam istitahat, biasanya yang tersisa hanya satu orang yaitu Cinta. Namun sekarang Cinta sudah mampu untuk membeli jajan, dia juga tidak perlu pusing memikirkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Setelah memastikan kelas aman, Cantika pun membuka tas Cinta dan mencari sesuatu di sana.


Cantika merapikan kembali tas milik Cinta setelah menemukan sesuatu yang dia cari, agar tidak ada kecurigaan.


Dengan wajah yang berseri-seri Cantika keluar dari kelas.


"Rasain lo, siapa suruh lo rebut pangeran gue!" ucap Cantika.


Beberapa menit kemudian, bel masuk berbunyi. Seluruh siswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing.


"Selamat siang anak-anak!" ucap Pak Yoga yang mendapat jadwal mengajar di kelas Cinta.


"Selamat Siang!" sahut seluruh siswa dengan serempak.


"Hari ini kumpulkan tugas kalian, kalau ada yang tidak mengerjakan silahkan maju ke depan. Ketua kelas kumpulkan semua tugas!" kata Pak Yoga berdiri di depan kelas.


"Baik Pak!" sahut Riana.


"Baru masuk kelas sudah di suruh kumpulkan tugas," keluh Agus dengan suara pelan.


"Apa ada yang keberatan dengan pengumpulan tugas? Kalau ada maju ke depan. Jangan menggerutu di mejanya," ucap Pak Yoga sambil membuka bukunya.


Semua siswa pun diam, Riana meminta tugas Agus dan juga Riski.

__ADS_1


"Aduh tugas gue mana ya?" tanya Cinta pada dirinya sendiri.


"Siap-siap yang gak buat tugas maju ke depan!" ujar Pak Yoga mengingatkan ketika mendengar suara siswa yang sedang kebingungan mencari tugasnya.


Akhirnya Cinta pun mengangkat tangannya.


"Pak tugas saya hilang Pak!" kata Cinta.


Pak Yoga yang tadinya menunduk, mendongakkan sedikit kepalanya.


"Kamu Cinta kan yang biasanya mendapat ranking satu itu? Kenapa bisa tugasnya hilang?" tanya Pak Yoga sambil menatap ke arah Cinta yang sedikit jauh.


Pak Yoga menghampiri Cinta yang sedang ketakutan itu, karena ini pertama kalinya Cinta tidak mengerjakan tugasnya.


"Saya juga gak tahu Pak, tiba-tiba tugasnya hilang!" sahut Cinta.


'Tugas gue kemana? Kenapa gak ada? Jelas-jelas gue buat tugasnya!' batin Cinta sambil terus menerus membolak-balikkan buku tulisnya.


"Lah ini buku tulismu kamu bawa, mana mungkin hilang?" tanya Pak Yoga.


"Iya Pak, tapi saya sudah buat Pak, tapi, tapi kenapa bisa gak ada?" ucap Cinta panik.


Tangannya gemetar sejak Pak Yoga menghampirinya karena Cinta paling takut dengan seorang guru.


"Alasan dia aja tuh Pak. Makanya jangan pacaran mulu yang di pikirin, tugas belum buat malah bilang udah!" sindir Cantika berharap Cinta akan dihukum berat oleh Pak Yoga.


"Kamu pacaran?" tanya Pak Yoga setelah mendengar ucapan cantika.


Cinta pun dengan pasrah menganggut.


"Saya memang pacaran Pak, tapi saya tidak mungkin tidak mengerjakan tugas!" ucap Cinta yang masih mencari pembelaan.


Andika bangkit dari kursinya dan menghampiri Pak Yoga dan juga Cinta.


"Yang dikatakan Cinta benar Pak, gak mungkin dia gak mengerjakan tugasnya!" ucap Andika membela Cinta.


"Kamu pacarnya Cinta?" tanya Pak Yoga.


Andika pun menganggukkan kepalanya.


Pak Yoga berbalik dan kembali ke mejanya, sambil berucap, "Untuk anak-anak semuanya, walaupun kalian berpacaran tapi perlu di ingat bahwa tugas kalian saat ini adalah mengejar ilmu bukan mengejar wanita ataupun laki-laki. Jangan sampai kalian tidak mengerjakan tugas seperti teman kalian. Bilangnya sudah buat tugas tapi ternyata gak ada kan?"


"Ini Pak, sudah semuanya terkumpul! Kecuali Andika!" ucap Riana sambil membawa setumpuk buku tulis milik teman-temannya.


...🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋...


Jangan lupa mampir ke karya temanku ya!


__ADS_1


__ADS_2