
Setelah beberapa menit terdiam, Bapak tersebut pun memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Orang tuamu kemana?" tanya Bapak tersebut ragu.
"Ibu saya meninggal dan saya tidak memiliki ayah," kata Cinta tanpa mengeluarkan ekspresi sedih.
Meskipun begitu Bapak tersebut tahu bagaimana rasanya hidup sendirian tanpa ada yang menemani.
"Kamu mau bekerja sebagai pelayan? pekerjaannya hanya lap meja setelah pelanggan pergi dan juga membawakan makanan yang di pesan oleh pelanggan," jelas Bapak tersebut.
"Mau Pak saya mau!" ucap Cinta bersemangat.
"Dari jam berapa kamu bisa bekerja?" tanya pemilik tempat tersebut.
"Saya bisa bekerja dari jam 3 sampai tutup Pak!" kata Cinta tanpa ragu-ragu.
"Baik kalau begitu selamat bekerja ya! Kamu ada nomor telepon? Biar kalau ada apa-apa nanti saya bisa hubungi apalagi soal gaji saya akan hubungi lewat telepon," kata Bapak tersebut.
"Baik Pak!" Cinta menyebutkan nomor teleponnya dan mereka saling bertukar nomor telepon.
Setelah selesai dengan semua itu, Cinta kembali ke rumahnya dengan rasa senang di hatinya. Setelah mendapat pekerjaan tetap, Cinta menjadi lebih tenang.
"Aku akan bersemangat mulai sekarang dan melawan rasa lelah setelah pulang sekolah!" ucap Cinta penuh tekad.
...***...
Ketika Andika sampai di rumahnya, dia melihat mobil keluarga Cantika di rumahnya. Namun dia tidak heran dengan keberadaan mobil tersebut karena keluarga Andika dan Cantika adalah rekan bisnis yang saling menguntungkan.
Andika masuk ke rumahnya, namun dia terkejut karena ternyata selain Rusmadi tidak ada lagi yang datang. Bahkan Andika tak melihat kedua orang tuanya Cantika ataupun Cantika sendiri. Andika mulai penasaran dengan tujuan yang diinginkan oleh Rusmadi.
"Nah kebetulan kamu sudah datang Andika, sini ada yang mencari mu!" ucap David ketika melihat Andika sudah pilang sekolah.
Andika pergi menghampiri kedua orang tuanya dan juga tamu yang duduk di sofa. Dia melihat ke arah Rusmadi dengan raut wajah bingung.
"Pak Rusmadi kenapa kemari Pa?" tanya Andika to the point kepada David.
__ADS_1
"Orang tuanya Cantika ingin bertemu sama kamu. Katanya kamu sudah lama tidak pergi mengunjungi mereka sejak kamu pindah ke sekolah baru," sahut David.
"Iya juga sih. Habisnya aku malas ketemu Cantika," ujar Andika tanpa ragu-ragu.
"Kamu gak boleh gitu, orang tua Cantika rekan bisnis Papa. Bisnis kami sama-sama menguntungkan dan juga kesetaraan status sosial kami setara, Papa gak mau karena kamu menyinggung Cantika membuat keluarga kita dan Cantika menjadi bermusuhan. Kamu tahu kan akibatnya jika keluarga kita bersaing denhan keluarga Cantika?" kata David menasehati Andika.
"Iya Pa tahu, tahu. Susah banget jadi anak orang kaya, semuanya di atur!" keluh Andika.
"Kamu gak boleh ngomong gitu Dik!" ucap Naya.
"Iya Ma, aku mau ganti baju dulu. Pak Rusmadi tunggu sebentar ya," kata Andika lali pergi ke kamarnya meninggalkan mereka yang masih duduk di sofa.
"Baik Den," kata Rusmadi.
Beberapa menit kemudian Andika telah siap mengganti pakaiannya dan dia berangkat bersama Rusmadi setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya.
'Ada yang aneh dengan orang tuanya Cantika, kenapa tiba-tiba mengundangku ke sana? sendirian pula,' batin Andika.
'Mau tak mau aku harus bertanya kepada Pak Rusmadi, pasti ada yang tidak beres, kalau gak salah tebak ini pasti perbuatan Cantika. Apalagi waktu di sekolah dia mengingkari janjinya sehingga aku menolak dengan tegas' kata Andika dalam hati.
"Ini me...memang Tuan dan Nyonya yang mengundang Den Andika ke rumah tidak ada hubungannya dengan Non Cantika," ucap Rusmadi dengan gugup.
"Jangan berbohong Pak. Bapak tidak pandai menyembunyikan raut wajah Bapak yang terlihat panik, sebaiknya jelaskan kepada saya tentang rencana Cantika!" ucap Andika.
"Benar Den. Ini tidak ada hubungannya dengan Non Cantika," ujar Rusmadi.
"Bapak percaya tidak saya mampu membuat Bapak di pecat?" tanya Andika yang mulai mengancam Rusmadi agar mau jujur.
"Ba-baik Den, saya akan jawab jujur. Sebenarnya Non Cantika ingin menjebak Aden," kata Rusmadi.
Rusmadi melanjutkan ceritanya di mulai dari setelah pulang dari Bar hingga Cantika hamil dan berharap Andika yang bertanggungjawab.
"Jadi Cantika hamil setelah pulang dari Bar dia mengira Bapak sebagai saya?" tanya Andika terkejut.
"Iya Den, waktu ke Bar Nona berencana membuat Den Andika mabuk dan melakukan hal seperti itu. Namun tidak tahu kenapa malah Non Cantika yang mabuk hingga melakukan hal yang seperti itu denhan saya," sahut Rusmadi.
__ADS_1
"Bapak harus bantu saya! Bapak tidak mau kan anak di dalam perut Cantika di akui oleh orang lain atau di gugurkan? Saya memiliki sebuah rencana," kata Andika.
Andika menyampaikan rencana yang dia pikirkan kepada Rusmadi. Dia ingin memberikan Cantika pelajaran atas apa yang dia perbuat.
"Sudah sampai Den!" ujar Rusmadi ketika sampai di rumah majikannya.
"Ingat yang saya perintahkan tadi ya!" ucap Andika
"Tapi Den, saya sedikit takut Non Cantika tidak menerima saya," ucap Rusmadi.
"Tidak apa, dia pasti menerimanya karena ini balasan yang harus dia terima. Mari ikut saya masuk, kita jalankan sesuai rencana," ucap Andika.
Mereka berdua pun masuk dan menemui Cantika. Setelah melihat kedatangan Andika, Cantika merasa sangat senang. Dan persiapannya juga sudah sangat matang.
"Eh Andika kamu ngapain ke sini?" tanya Cantika seolah-olah tidak tahu Andika akan datang.
"Iya orang tua kamu suruh aku ke sini," ucap Andika.
"Oh gitu, duduk dulu. Mungkin ayah sama Ibu akan lama sampainya," kata Cantika yang terlihat sangat senang.
'Dasar bodoh, kau pikir aku tidak tahu niat busuk mu?' batin Andika.
"Oh iya, iya mungkin lama ya. Oh ya kamu ada minuman gak? Aku ingin minum-minum sama sopir kamu sambil menunggunya," ucap Andika.
"Oh minuman, pas sekali tentu saja ada, aku ambilkan dulu ya!" ucap Cantika sangat senang.
'Hehe! Tanpa susah payah Andika mau minum dengan sendirian, baguslah. Aku tak perlu membuatnya mabuk dengan susah payah lagi,' batin Cantika.
'Cantika, saat ini pasti kamu mengira rencana mu akan berjalan lancar. Tapi ini bari tahap awal, akhirnya akan membuatmu sangat terkejut,' batin Andika.
"Den, Non Cantika tidak tahu orang tuanya akan datang. Dan kita menelepon Tuan dan Nyonya, jika mereka melihat adegan nanti apa mereka tidak akan marah?" tanya Rusmadi.
"Tentu saja akan marah, tapi Bapak tidak perlu khawatir saya yakin rencana kita akan berjalan sangat lancar," ucap Andika yakin.
Beberapa menit kemudian Cantika membawa sebotol minuman yang tinggi alkohol.
__ADS_1
'Sepertinya dia tidak sabar untuk menjalankan rencananya. Mari kita lihat pertunjukan yang bagus,' batin Andika.