
Di rumah Cinta...
"Wah akhirnya aku dapat banyak uang," ucap Laras dengan gembira sambil mengibaskan uang yang berderet membentuk kipas di tangannya.
"Ibu dapat uang darimana? Kan baru kemarin Ibu bekerja?" tanya Cinta.
"Tentu saja Ibu mencari pekerjaan harian dengan gaji yang lumayan," ucap Laras.
"Emangnya Ibu kerja sebagai apa?" tanya Cinta.
"Udah deh kamu jangan banyak bertanya. kamu gak perlu tahu yang penting kan kita bisa makan," ucap Laras yang seketika mengubah ekspresi wajahnya menjadi marah.
"Iya deh Bu," kata Cinta menyerah.
"Cinta! Cinta!" seseorang memanggil nama Cinta di luar rumahnya.
'Gawat, itu seperti suara Andika. Jangan-jangan benar itu Andika,' batin Cinta ketakutan.
"Siapa itu yang manggil kamu?" tanya Laras.
"Gak...gak tahu Bu, coba aku lihat ya!" kata Cinta kemudian bergegas pergi ke luar rumah untuk memeriksa tamu yang datang.
"Kamu kenapa ke sini sih?" tanya Cinta dengan kesal namun berusaha untuk menahan suaranya.
"Ya aku mau berkunjung emang gak boleh?" jawab Andika santai.
"Gak boleh, lo pergi saja sana," usir Cinta sambil mendorong tubuh Andika.
"Kalau gitu lo aja yang mampir ke rumah gue gimana? Kalau lo gak mau juga ya gue gak bakalan pergi dari sini!" ancam Andika.
"Iya udah iya, tapi sekarang lo pergi dulu!" Cinta kekeh mengusir Andika dari rumahnya karena takut ketahuan Laras.
"Terus lo kapan berkunjung ke rumah gue?" tanya Andika memastikan.
"Ih lo kayak anak kecil aja, nanti gue kesana. Gue minta izin dulu sama Ibu gue, lo tunggu di luar pagar saja!" ucap Cinta.
"Oh ternyata karena ada Ibu lo makanya lo setakut ini ya?" tebak Andika.
"Itu tahu, ya udah jangan banyak basa-basi lo pergi sekarang nanti gue nyusul!" ucap Cinta.
"Cinta Siapa itu? Kok kamu lama banget?" teriak Laras dari dalam rumah.
"Itu Bu, teman aku!" sahut Cinta kepada Ibunya.
"Oh kok gak di suruh masuk?" tanya Laras.
"Dia udah mau pergi kok Bu!" sahut Cinta.
"Ya Udah lo cepetan sana pergi, jangan sampai Ibu gue kesini," kata Cinta.
"Mana temannya? Suruh masuk saja dulu!" kata Laras sambil berjalan menghampiri Cinta.
__ADS_1
"Loh kok kamu sendirian? Mana teman yang kamu bilang?" tanya Laras sambil menoleh kesana kemari.
"Udah pergi Bu, dia gak mau masuk," ucap Cinta berbohong.
"Oh gitu!" sahut Laras.
"Oh ya Bu, nanti aku main ke rumah teman boleh gak? Mau kerja kelompok soalnya," tanya Cinta.
Ini adalah pertama kalinya Cinta minta izin untuk main ke rumah temannya, dia sangat khawatir mendengar jawaban dari Laras.
"Ya Udah pergi aja!" sahut Laras yang seperti tidak peduli.
"Iya deh Bu, makasih!" ucap Cinta.
Tanpa menyahut lagi, Laras pergi ke kamarnya dengan uang yang ada di tangannya.
Beberapa menit kemudian Cinta menemui Andika yang sedang menunggunya diluar pagar rumahnya dengan membawa beberapa buku di tangannya.
"Lo ngapain bawa buku?" tanya Andika bingung.
"Ini semua gara-gara lo, gue jadi bohong kan sama Ibu gue," ucap Cinta menyalahkan Andika.
Mereka berbicara sambil berjalan untuk mempersingkat waktu saja.
"Loh kok jadi gue yang lo salahin?" tanya Andika mengernyitkan keningnya.
"Ya gue pakai alasan buat ke rumah lo karena kerja kelompok makanya gue bawa buku sekarang!" sahut Cinta dengan nada tinggi.
"Gak perlu! Lagian lo ngapain sih kekeh banget buat ketemu gue, lo suka ya sama gue?" tanya Cinta dengan percaya diri.
"Kalau iya emang kenapa?" Andika balik bertanya yang membuat wajah Cinta menjadi merah karena malu.
"Ya Gak apa-apa. Cuma mau bilang gue gak suka dan gak bakalan suka sama lo!" ucap Cinta.
"Bukan gak suka tapi belum suka. Gue yakin suatu saat nanti lo pasti suka sama gue," kata Andika.
"Dih! Percaya diri banget sih lo!" ucap Cinta.
"Iya dong, kan di depan cewek yang disukai harus penuh percaya diri!" kata Andika yang terus-menerus membuat gombalan untuk Cinta.
"Pingin muntah gue dengarnya!" kata Cinta mengejek Andika.
"Boleh deh gue pinjemin WC, lagipula kita sudah sampai dirumah gue," kata Andika meladeni ejekan Cinta.
"Terus gue mau ngapain ke rumah lo? Hah?" tanya Cinta.
"Ya kita ngobrol-ngobrol aja sih," ucap Andika.
"Orang tua lo dirumah gak?" tanya Cinta.
"Mereka kerja, makanya gue ajak lo ke rumah karena gue kesepian sendirian," ucap Andika.
__ADS_1
"Gak mau ah! Gue mau pulang aja!" ucap Cinta.
"Loh baru sampai kok sudah mau pulang sih Lo? gak asik ah!" kata Andika merajuk.
"Lagian Lo nih, rumah sepi malah ngajak gue ke rumah lo," kata Cinta.
"Lagian gue berkunjung ke rumah lo gak di izinin, mau gimana lagi? Lagipula gue gak ngapa-ngapain lo kok, tenang aja!" kata Andika meyakinkan Cinta.
"Ah gue gak percaya sama omongan Lo," kata Cinta yang masih tidak percaya dengan perkataan Andika.
"Yaudah kalau gitu kita ngobrol diteras aja, gimana? Plisss temenin gue ya," pinta Andika.
"Yaudah deh boleh kalau gitu!" sahut Cinta.
"Oh ya, lo mau minum apa nih?" tanya Andika.
"Ada apa aja emang?"
"Adanya air putih aja sih, hehe" kata Andika nyengir.
"Kalau adanya cuma air putih aja, ngapain lo nawarin segala Hah?" kesal Cinta.
"Ya kan cuma basa basi aja!" kata Andika.
"Gak usah lah," ambek Cinta.
"Yah jangan ngambek lah, masa gitu aja lo marah sih?" ucap Andika membujuk kembali Cinta.
"Habisnya lo ngeselin jadi orang," ucap Cinta dengan raut wajah yang masih terlihat kesal.
"Ya kan awalnya ngeselin dulu, lama kelamaan jadi suka kan?" ucap Andika.
"Makin ngelantur aja lo ngomongnya,"
"Lo sebenarnya niat nemenin gue gak sih? Dari tadi perasaan di ajak berantem terus!" kata Andika.
"Ya niat, cuma Lo ngeselin mau gimana lagi kalau gak berantem," kata Cinta.
"Yaudah deh, lebih baik kita kenalan aja dulu. Lagipula kita belum pernah kenalan secara resmi,"
"Gak usah lah. Gue udah tahu nama lo dan begitupun sebaliknya, ngapain kenalan lagi coba!" tolak Cinta yang membuat Andika ikut geram.
'Nih cewek gak tahu apa, gue mencoba untuk mengalihkan pembicaraan agar tidak bertengkar. Sekarang malah dia yang ngeselin,Huh!' batin Andika.
"Yaudah gak usah kalau gitu!" sahut Andika kesal.
"Nah loh gak enak kan ngobrol sama orang ngeselin," ucap Cinta sambil menertawakan raut wajah Andika.
"Ya emang gak enak. Berarti lo nyadar dong kalau diri lo gak kalah nyebelin dari gue?"
"Ya gak lah. Gue mah beda sama lo," ucap Cinta sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Setelah 1 jam Cinta di rumah Andika, Cinta memutuskan untuk pulang.