Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 69


__ADS_3

"Kenapa sampai malam Ibu belum pulang ya? kemana ya Ibu?" .


Cinta dari tadi memikirkan Laras yang belum pulang sampai jam 8 malam. Karena sangat mengkhawatirkan Laras, Cinta memutuskan untuk mencari Naya ke rumahnya untuk bertanya kepadanya.


Sesampainya di rumah Andika, Cinta mengetuk pintu tersebut. Hingga seseorang datang membukakan pintu untuknya dan itu adalah Naya.


"Eh Cinta. Ada apa kemari Nak?" tanya Naya dengan senyum yang terukir di wajahnya.


"Tante tahu gak Ibu pergi kemana? soalnya dari sepulang sekolah Ibu tidak ada sampai sekarangpun Ibu belum pulang. Apa mungkin Ibu masih bekerja ya Tante?" tanya Cinta tanpa basa-basi lagi karena sudah sangat khawatir.


"Ibu kamu belum pulang? Tante kurang tahu Ibu kamu kemana. Tapi coba Tante telepon dulu ya! Kita masuk dulu yuk, kamu duduk dulu di dalam!" ajak Naya.


"Baik Tante!" kata Cinta.


Cinta mengikuti Naya dari belakang dan masuk ke dalam rumah. Cinta melihat Naya mencoba menelepon Ibunya dengan wajah yang sama khawatir seperti Cinta.


"Ibu kamu gak bisa di hubungi Cin, gimana ya?" ucap Naya yang ikut khawatir.


"Ibu pergi kemana ya Tante? Cinta takut Ibu kenapa-kenapa!" ucap Cinta yang sudah mulai mengeluarkan air matanya.


"Kamu tenang dulu Cinta, kita tunggu Andika dulu ya setelah itu kita cari bersama-sama!" ucap Naya mencoba menenangkan Cinta.


'Laras pergi kemana ya? tadi pagi dia sempat bilang ingin bertemu dengan pria itu, tapi siapa pria itu ya?' pikir Naya.


"Emmm Cinta, Tante boleh nanya gak sama kamu?"


"Nanya apa Tante?"


"Mmm kira-kira kamu tahu gak pria yang sedang dekat dengan Ibu kamu, atau mungkin kamu sempat melihat Ibu kamu berhubungan dengan pria lain?" tanya Naya.


"Cinta gak tahu Tante, setahu Cinta juga Ibu gak pernah dekat dengan pria manapun!" sahut Cinta.


"Oh gitu ya!"


Naya kembali berfikir tentang pria yang di sebut oleh Laras tadi pagi. Naya lupa menanyakan nama pria tersebut kepada Laras, alhasil sekarang dia tidak bisa mendapat petunjuk apa-apa.


"Emang ada apa Tante? kok bertanya seperti itu?" tanya Cinta.


"Tadi pagi Tante sempat pergi ke rumah kamu bertemu Ibu kamu. Dan Ibu kamu sempat bercerita bertemu rekan kerjanya, tapi Tante gak tahu itu siapa," ucap Naya sedikit berbohong kepada Cinta.

__ADS_1


"Kalau gitu kita cari di tempat Ibu bekerja saja, Tante tahu kan tempat Ibu bekerja?" tanya Cinta dengan semangat.


Naya menggelengkan kepalanya dengan sedih, dia mematahkan semangat Cinta kembali.


"Gimana ya cari Mama. Kita gak punya petunjuk apa-apa," ucap Cinta sedih.


Beberapa saat kemudian, Andika datang dari Bar dengan kepala yang masih sedikit pusing.


Naya segera menghampiri anaknya yang baru datang dari Bar tersebut.


"Andika, cepat bantu Mama sama Cinta mencari Ibunya Cinta!" ucap Naya kepada Andika.


"Ada apa sama Ibunya Cinta sih Ma? sampai buru-buru seperti ini?" tanya Andika sambil memijat keningnya.


"Ibunya Cinta menghilang, belum pulang sampai sekarang!" ucap Naya.


"Hilang? terus Cinta dimana sekarang?" tanya Andika panik.


Seketika rasa sakit di kepalanya hilang karena terkejut mendengar berita tersebut.


"Tuh dia duduk di sofa. Kamu kenapa? eh kok ada bau alkohol, kamu habis minum ya?" tanya Naya mencurigai Andika setelah mencium bau Alkohol yang sangat menyengat.


"Iya Ma, aku habis minum! tapi kalau Mama mau marah lebih baik di tunda dulu, kita cari Tante Laras dulu yuk!" ucap Andika serius.


"Ada apa sih ini kok ribut sekali?" tanya David yang tiba-tiba masuk dan menemukan anak istrinya berdiri di depan pintu.


"Nah kebetulan Papa datang! antar Mama cari sahabat Mama yuk Pa! Dia menghilang gak tahu kemana," ucap Naya.


"Loh kok bisa? emang dia pergi kemana?" tanya David.


"Kalau kita tahu kemana dia pergi itu namanya bukan hilang Pa! udah ah jangan bercanda lagi, Papa cepat setir mobilnya. Cinta kesini Nak!"


Naya begitu panik menjelaskan semua yang terjadi kepada suaminya. Mereka berempat segera bersiap-siap mencari Laras. Namun mereka tidak memiliki satupun petunjuk yang membuat mereka kebingungan kemana mereka harus mencari Laras.


"Cinta kira-kira Ibu kamu sempat bilang sama kamu gak rencana dia mau pergi kemana hari ini?" tanya David yang menyetir di depan.


"Gak tahu Om! Ibu gak pernah bilang apa-apa tadi pagi!" sahut Cinta yang duduk di bagian belakang bersama dengan Andika.


"Duh lumayan susah ya nyarinya!" ucap David.

__ADS_1


"Ini sih percuma kita keliling seperti ini, toh juga kita gak tahu petunjuk satupun!" ucap David.


"Terus gimana Pa? kasihan Cinta," kata Naya tak tega melihat Cinta sedih.


"Cinta kamu tenang saja ya, mungkin sekarang Ibu kamu sudah pulang. Gimana kalau kita ke rumah kamu saja?" tanya David.


"Boleh deh Om, semoga saja Ibu sudah di rumah," kata Cinta penuh harap.


"Lo jangan khawatir ya, kita pasti berusaha mencari Ibu lo kok!" ucap Andika menenangkan Cinta.


"Iya Dik," sahut Cinta.


'Bu, Ibu kemana sih? semoga Ibu baik-baik saja ya!' batin Cinta.


Berulang kali Cinta berdoa untuk keselamatan Ibunya, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Ibunya.


"Cinta, coba kamu masuk cek Ibu kamu di dalam!" ucap David kepada Cinta.


"Aku ikut Cin," kata Andika yang ikut turun mengikuti Cinta.


Cinta berjalan ke arah rumahnya, berharap Ibunya sudah ada di rumah. Namun ketika Cinta membuka pintu, pintu masih terkunci yang artinya Laras tidak ada di rumah.


Namun Cinta tetap mengeceknya untuk memastikan di ikuti oleh Andika. Dan benar saja, Laras memang belum pulang.


"Gimana Cin?" tanya Naya ketika Cinta kembali memasuki mobil.


"Ibu gak ada di rumah Tante," sahut Cinta sedih.


"Laras pergi kemana ya?" ucap Naya dengan wajah yang penuh kekhawatiran.


"Kalau seperti ini, kita hanya bisa menunggu sampai besok. Jika besok belum pulang juga kita lapor polisi saja," ucap David.


"Cinta kamu tunggu di rumah kami saja ya. Siapa tahu Ibu kamu menelepon Tante," kata Naya.


"Iya Tante!" sahut Cinta dengan suara lemas.


Matanya terus mengalirkan air hingga membasahi pipinya. Andika yang duduk di sampingnya tidak tega melihatnya.


"Udah Cin, lo jangan berfikir yang enggak-enggak. Ibu lo pasti baik-baik saja kok!" kata Andika menenangkan Cinta.

__ADS_1


waktu berlalu dengan cepat, ketika keempat orang tersebut sampai di rumah Andika jam sudah menunjukkan 9 malam. Naya menyuruh Cinta tidur terlebih dahulu karena besok sekolah, namun Cinta menolaknya. Cinta memilih untuk menunggu Ibunya sambil duduk di sofa ruang tamu rumah Andika.


Cinta juga tidak tahu apakah besok bisa sekolah atau enggak. Yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Ibunya


__ADS_2