Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 75


__ADS_3

"Haha lo ngelawak Dik?" ucap Cinta menertawakan Andika yang masih bersikap kekanak-kanakan.


Melihat Cinta menertawakannya, Andika tidak terima. Dia maju selangkah demi selangkah ke arah Cinta yang membuat Cinta merasa ketakutan.


"Lo mau apa Dik?" tanya Cinta sambil melangkah mundur.


"Bukannya lo bilang gue ngelucu? Lo pikir gue bercanda Cin? Gue serius masih cinta sama Lo!" ucap Andika berteriak.


'Sial, gue udah terjepit lagi gak bisa mundur. Gimana ini? Andika terlalu dekat, gue harus cari cara untuk mendorong Andika,' batin Cinta yang merasa takut dan juga jantung berdebar-debar ketika mencium aroma tubuh Andika.


"Lo bilang lo masih Cinta sama gue, tapi kenapa waktu itu lo menghina gue?" tanya Cinta dengan nada tinggi.


"Gue akui gue salah. Gue hanya terkejut saat itu sehingga gue gak mampu mengontrol perkataan gue. Gue minta maaf Cin," ucap Andika menekan Cinta ke tembok.


'Kesempatan!' batin Cinta.


"Gue maafin lo tapi kita gak bisa balikan lagi!" ucap Cinta mendorong Andika dengan sekuat tenaga.


Namun tenaga Andika begitu kuat, Cinta tak mampu mendorong Andika sepenuhnya. Dan Cinta masih terjebak di dalam tekanan Andika.


'Sial kenapa tenaganya Andika begitu kuat?' batin Cinta.


"Lo jangan berusaha untuk kabur sebelum kita menyelesaikan masalah ini Cin," ucap Andika.


"Tapi gak ada yang perlu...,"


Belum selesai Cinta berbicara, Andika mencium b*bir Cinta hingga Cinta tak mampu melanjutkan perkataannya.


"Ummm!" Cinta berusaha untuk lepas dari ci*man Andika namun sangat susah baginya.


'Gue hampir sesak nafas, gimana ini!' batin Cinta sambil terus meronta-ronta.


"Lo masih mau nolak gue Cin?" tanya Andika setelag melepas ci*mannya.


"Brengsek lo Dik! Gue gak mau lihat lo lagi kedepannya!" ucap Cinta.


"Sayangnya harapan lo gak akan terwujud Cin," kata Andika.


Andika kembali menci*m Cinta, dia tidak mempedulikan penolakan yang Cinta buat. Andika hanya ingin melampiaskan rasa sedih dan amarahnya, meskipun ini pertama kalinya Andika merasa ketenangan setelah melakukannya.


PLAK!


Cinta menampar wajah Andika ketika ciuman yang kedua di lepas oleh Andika. Tentu saja tamparan itu tamparan amarah yang dikeluarkan oleh Cinta dan rasa sakitnya tak terbayangkan.

__ADS_1


"Gue benci sama lo!" ucap Cinta lalu pergi saat Andika merasakan kesakitan.


Cinta merapikan pakaiannya kembali agar tidak terlihat mencurigakan.


"Dasar Andika mes*m, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu di sekolah dan memaksaku buat balikan. Bikin kesal saja, awas aja kalau dia melakukan itu lagi gak akan gue kasih ampun. Gue pasti tampar habis-habisan," ucap Cinta dengan kesal.


"Andika bilang apa Cin?" tanya Bintang setelah melihat Cinta kembali ke mejanya.


"Gak penting Tang!" ucap Cinta uang masih kesal.


Cinta kembali mengambil bukunya dan membacanya. Namun rasa kesalnya membuat dia tidak bisa berkonsentrasi, malah membuatnya mengingat kembali kejadian tadi.


'Ini semua salah Andika! menghancurkan waktu menyenangkan ku!' batin Cinta.


Tanpa sengaja Cinta melihat Andika masuk ke kelas, dan mereka saling bertatapan. Andika terlihat akan menghampiri Cinta, Cinta terburu-buru untuk menutupi wajahnya dengan buku yang sedang dia baca.


'Apa yang akan Andika lakukan sih? Kenapa dia ke sini lagi?' batin Cinta.


Srett!


Andika mengambil buku yang di pegang oleh Cinta untuk menutupi wajahnya.


"Urusan kita belum selesai Nona, aku ingin melakukannya lagi!" ucap Andika yang membuat wajah Cinta memerah karena merasa malu.


"Cin lo gak apa-apa? Kenapa wajah lo merah?" tanya Bintang.


"Gak gue gak apa-apa kok!" ujar Cinta.


"Tapi apa yang lo lakuin sama Andika? Kok andika ingin mengulanginya?" tanya Bintang penasaran.


"Ah lo gak usah kepo deh!" ucap Cinta kesal.


'Dasar Andika! Membuat orang hidup tidak tenang saja' batin Cinta geram dengan tingkah Andika.


Bintang menatap Cinta dengan perasaan curiga, dia melihat wajah Cinta memerah dan juga ekspresi kesal menatap Andika.


'Apa yang di lakukan mereka ya? Sepertinya ada masalah?' batin Bintang.


Sepulang sekolah, Cinta di antar oleh Bintang sampai rumahnya. Meskipun berulangkali Cinta menolaknya, namun Bintang tetap kekeh ingin mengantarnya.


"Makasih banyak ya Tang!" ucap Cinta ketika sudah sampai di rumahnya.


"Sama-sama. Gue langsung balik ya Cin," ucap Bintang.

__ADS_1


"Iya, hati-hati ya!" ucap Cinta sambil melambaikan tangannya.


Setelah Bintang pergi, Cinta masuk ke rumahnya. Sesampainya di kamar, Cinta terkejut dengan keberadaan Andika yang sedang duduk di ranjangnya.


"Kapan lo masuk? Dan bagaimana lo bisa masuk?" tanya Cinta ketakutan.


"Lo gak perlu tahu!" ucap Andika.


Andika maju ke arah pintu dan mengunci pintunya.


"Apa yang mau lo lakuin Dik?" tanya Cinta ketakutan.


"Tentu saja ingin meneruskan yang tadi!" sahut Andika dengan senyuman yang menakutkan.


"Lo jangan macam-macam Dik, kita anak yang berpendidikan dan sama-sama masih sekolah!" kata Cinta memperingati Andika.


Namun Andika tampak tidak menghiraukan apa yang Cinta katakan. Dia menarik Cinta ke atas ranjang dan menindihnya.


"Dik tolong jangan. Gue bakalan nurutin apa yang lo mau!" ucap Cinta meronta-ronta.


"Udah terlambat Cin, keinginan gue cuma mau miliki lo!" ucap Andika.


"Dik sadar, kita sama-sama masih anak sekolahan Dik!" ujar Cinta yang terus-terusan mengingatkan Andika.


"Gue gak peduli Cin," kata Andika sambil meraba leher dan wajah Cinta.


"Dik gue mohon jangan. Gue mau jadi pacar lo asal lo lepasin gue Dik," ucap Cinta memberikan Andika janjinya.


"Huh dari tadi dong. Kan gak capek gue berbuat kayak gini," ucap Andika yang langsung bangun dari ranjang.


"Lo ngerjain gue ya Dik?" tanya Cinta yang sudah ketakutan setengah mati.


"Ya kalau gue gak kayak gini lo gak bakalan mau balikan," ucap Andika.


"Lo kok tega sih sama gue, huhu!" Cinta menangis setelah di kerjain oleh Andika.


"Eh Cin jangan nangis dong, gue cuma bercanda. Sorry ya kalau gue bikin lo takut, tapi jangan nangis ding," ucap Andika ketakutan melihat Cinta menangis.


Andika belum mengerti cara nenangin wanita, makanya dia panik. Dia terus memohon kepada Cinta agar tidak menangis sambil memeluknya. Namun Cinta tak kunjung berhenti, dia terus menangis sambil memaki Andika.


"Cin gue minta maaf, gue gak bermaksud bikin lo ketakutan kayak gini. Plis jangan nangis ya Cin," pinta Andika.


"Lo jahat Dik!" ucap Cinta sambil memukul dada Andika.

__ADS_1


Meskipun sakit mamun Andika membiarkan Cinta meluapkan emosinya dengan cara seperti itu. Andika memeluk Cinta dengan erat dan mengecup keningnya berharap Cinta akan berhenti menangis.


__ADS_2