
"Selamat datang, apakah ada kartu undangan?" tanya seseorang yang berjaga di depan pintu masuk.
Naya mengeluarkan kartu undangan yang di berikan oleh orang tua Cantika beberapa hari yang lalu. Naya mewakili semua teman-teman Andika yang ikut saat ini.
Setelah memberikan kartu undangan, Naya dan rombongannya dipersilahkan untuk masuk. Mereka melihat ada banyak tamu yang hadir di acara pernikahan Cantika. Mereka bukan dari orang yang sederhana, status mereka berada tinggi di atas orang biasa sehingga mereka sangat sombong saat melihat Naya dan David.
"Terimakasih sudah datang David!" ucap Arya kepada David.
Di samping Arya terlihat Raya yang berdiri sambil memegang lengan suaminya. Raya melihat anak-anak sebaya Andika berdiri di belakang Naya dan David. Naya melihat ekspresi Raya yang kebingungan, dengan cepat dia menjelaskan bahwa itu teman Andika sekaligus Cantika agar tidak menyinggung perasaan Raya.
"Maaf sebelumnya tidak izin kepada kalian dulu!" ucap Naya sopan meminta maaf kepada Raya dan Arya.
"Tidak apa-apa, lagipula mereka teman-teman Cantika. Justru kami yang berterima kasih karena mereka berkenan menghadiri pesta pernikahan ini!" ucap Arya.
Raya menarik tangan suaminya setelah berkata seperti itu.
'Ada apa sih Ma?' tanya Arya berbisik kepada istrinya yang tiba-tiba menarik tangannya.
'Pa, bukannya Cantika sudah bilang jangan sampai teman-temannya menghadiri pernikahannya. Kenapa Papa biarkan mereka masuk?' ujar Raya emosi
'Ya mau gimana lagi? Mereka sudah masuk masa kita usir lagi, apa kata tamu undangan kita nanti? Lagipula gak enak sama Naya dan David juga kan!' sahut Arya memberikan pengarahan kepada istrinya sambil sesekali melirik ke arah Naya dan David karena merasa tidak enak hati.
'Udahlah Ma, Mama jangan urus masalah sepele ini lagi, kita kembali menyambut tamu kita saja!' ucap Arya lalu pergi meninggalkan Raya.
Arya memohon maaf kepada Naya dan David karena bersikap tidak sopan tadi. Untungnya Baya dan David memaafkannya sehingga semua selesai sampai di sana.
"Kalian bisa mencari tempat duduk sambil makan atau minum terserah kalian. Saya mau menyambut tamu ya lain dulu ya," kata Arya kepada tamu undangannya.
Setelah berkata seperti itu Arya pergi meninggalkan David dan Naya bersama istrinya.
Naya menyuruh anak-anak untuk memilih 1 meja unyuk mereka duduk. Sedang-kan Naya dan suaminya akab bertemu para tamu yang hadir.
__ADS_1
Andika mengajak teman-temannya untuk duduk di salah satu meja yang kosong sehingga muat untuk duduk teman-temannya. Sambil duduk mereka mengambil beberapa makanan, terlihat Agus dan Riski mengambil makanan yang sangat banyak sehingga di tegur oleh Cinta.
"Agus, Riski! Yang sopan dikit ini bukan di rumah kalian!" kata Cinta.
"Mumpung dapat makanan gratis Cin!" sahut Agus lalu melanjutkan mengambil makanan yang tersedia di atas meja.
Mereka berdua tidak mendengarkan perkataan Cinta, malah sebaliknya mereka mengambil makanan yang banyak.
Beberapa saat kemudian, Acara sudah di mulai. Mempelai pria dan wanita di panggil oleh juri untuk hadir di depan para tamu.
Andika dan teman-temannya tampak diam dan memperhatikan calon mempelai prianya. Mereka sangat penasaran dengan mempelai prianya.
Ketika mempelai pria hadir, teman-teman Cantika tampak terkejut melihatnya kecuali Andika, karema Andika sendiri sudah tahu sejak awal.
"Kok sepertinya mempelai prianya lebih tua dari mempelai wanitanya ya? Bahkan seperti kakak dan adik?"ucap Erna.
"Jangan kencang-kencang ngomongnya!" kata Riana menempelkan telunjuknya di bibirnya.
"Tapi gue kaget banget tahu, perasaan Cantika suka sama Andika tapi kenapa dia memilih pria itu ya?" kata Erna.
'Ternyata hasil testpack yang gue lihat itu beneran ya! Gue kira gue salah lihat. Dan yang lebih mengejutkan kenapa prianya sangat tua daripada Cantika?' tanya Riana pada dirinya sendiri.
"Tapi lo lihat deh raut wajah Cantika, sepertinya dia tidak bahagia dengan pernikahannya!" ucap Bintang yang ikut bergosip.
"Iya benar! Kenapa gue baru sadar ya. Apa Cantika terpaksa menikah dengan pria itu? Tapi kenapa dia sampai hamil kalau memang dia tidak menyukai pria itu?" tanya Erna lagi.
"Mungkin saja keluarganya menutupinya, sebenarnya dia tidak hamil!" tebak Agus.
"Gak mungkin! Gue lihat hasil testpack-nya memang menyatakan bahwa dia hamil. Gue lihat saat mengantar dia pulang dan dia bilang sakit perut. Dan juga sebelum masuk kelas Erna bilang dia melihat testpack-nya masih garis satu yang artinya belum di gunakan saat itu!" jelas Riana membongkar semua yang dia ketahui.
"Wah hebat banget lo Ri! Lo pantas jadi detectif!" puji Riski bertepuk tangan dengan pelan.
__ADS_1
"Sudah, sudah. Jangan ribut lagi, acaranya sudah mulai!" kata Cinta.
"Memang pacarku yang paling kalem di antara kalian semua!" ujar Andika memeluk Cinta yang duduk di sampingnya.
"Ih apaan sih Dik! Geli tahu!" kata Cinta berusaha melepas rangkulan Andika.
"Cie, cie! Kalian udah balikan ya?" tanya Erna.
"Gak, kita gak balikan!" kata Cinta yang tidak ingin temannya salah paham.
"Tunggu gue pecahin kasus ibu lo, kita pasti balikan!" kata Andika.
'Hah? Andika menyelidiki kasus Ibu-nya Cinta? Apakah dia sudah menemukan buktinya? Pulang dari sini gue harus kasih tahu Papa nih!' batin Bintang khawatir.
Dalam proses acara, Cantika tak sengaja menatap para tamu undangan dan dia menemukan teman-temannya yang duduk di meja yang bundar.
'Kenapa mereka ada di sini? Bukankah aku gak undang mereka?' batin Cantika yang nampak terkejut melihat kedatangan teman-temannya.
Hatinya semakin kesal ketika melihat Andika dan Cinta tertawa ria seperti sedang bahagia. Tidak sepertinya yang harus menjalani hidup menderita setelah menikah.
"Sekarang saatnya mempelai pria mencium mempelai wanita!" ucap MC yang bertugas.
"Lo jangan coba-coba cium gue ya!" ucap Cantika berbisik kepada Rusmadi.
"Tapi Non, di sini ada banyak tamu! Kalau saya tidak cium takutnya akan ada gosip yang tidak di inginkan!" ucap Rusmadi.
"Ya udah lo cium gue cuma satu detik saja! Cepetan!" ujar Cantika.
Rusmadi pun mencium kening Cantika sesuai waktu yang di berikan.
Setelah acara selesai, Andika dan teman-temannya menghampiri Cantika untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya.
__ADS_1
"Makasih ya guys! Makasih ya Andika!" ujar Cantika yang berpura-pura tersenyum di depan teman-temannya.
Padahal dalam hati ingin sekali lari dari kenyataan ini, Cantika benar-benar tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Cantika hanya msuk je dalan perangkapnya sendiri.