Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 54


__ADS_3

Cinta bertemu kasir dia ingin mencari manager yang bertugas di restaurant tersebut.


"Ada apa ya Mbak? kalau ada yang ingin dikeluhkan bisa lewat saay dulu!" ucap Kasir tersebut dengan raut wajah yang sudah menunjukkan kekhawatiran.


"Panggil saja dia!" ucap Andika dengan tatapan dingin.


Sekali perintah saja dari Andika, staf tersebut langsung menuruti perintahnya.


'Siapa lelaki itu? kenapa auranya sangat menakutkan. Kali ini masalah apalagi yang di buat oleh Viona si adik Manager tersebut,' batin Staf tersebut.


Tak lama kemudian, seorang pria datang menghampiri Andika dan Cinta.


'Di lihat dari penampilannya, pria ini mungkin manager dari restaurant ini,' batin Cinta menatap ke arah pria tersebut.


"Kirain siapa yang mencari saya, ternyata bocah ingusan. Katakan ada apa kalian mencari saya? apa kalian tahu saya tidak punya waktu untuk meladeni kalian berdua!" ucap Pria itu sama angkuhnya dengan pelayan tadi.


Pelayan yang tadi juga menghampiri Andika dan juga Cinta, dia berdiri di samping kakak sepupunya itu.


"Ini loh Kak, mereka menuduhku menumpahkan air di pakaiannya Nona ini," ucap Pelayan itu dengan manja.


"Menuduh bagaimana? kalau kalian tidak percaya lihat saja CCTV," kata Cinta.


"CCTV ya? CCTV kami rusak jadi mungkin itu tidak menangkap rekaman saat pelayan kami menumpahkan minuman ke pakaian Anda Nona," kata pria itu.


"Restaurant seperti ini CCTV-nya rusak? parah sih!" ucap Andika.


"Kamu pacarnya Nona ini ya? sebelumnya tidak memperhatikanmu. Kamu terlihat rapi dan menggunakan pakaian yang lebih baik dari Nona ini pasti. Seharusnya kamu berterimakasih dengan pelayan saya, karena membantumu mencegah Nona ini berbuat jahat kepadamu!" ucap Pria itu lagi.


"Berbuat jahat apa maksudmu?" tanya Andika yang tidak mengerti dengan ucapan pria tersebut,"


"Benar-benar lugu. Anak orang kaya yang b0doh!" ejek pria tersebut sambil memainkan tangannya di dagunya.


"Sudahlah Kak tidak ada gunanya berbicara dengan mereka, lebih baik Kakak lanjutkan pekerjaan Kakak saja," ucap Viona menenangkan amarah Kakak sepupunya itu.


"Benar juga yang kamu katakan," kata pria itu lalu pergi melangkahkan kakinya.

__ADS_1


"Kalau kalian pergi sekarang tanpa meminta maaf dengan pacarku, aku pastikan kalian tidak akan bekerja di sini lagi besok!" ancam Andika.


Lelaki itu membalikkan badannya, berbicara dari kejauhan dan mengeluarkan ekspresi yang angkuh.


"Bocah sekolah dulu sana, restaurant ini bukan milik bapakmu, jadi jangan bertingkah di sini!".


lelaki itu kembali melangkahkan kakinya setelah berkata seperti itu kepada Andika dan Cinta.


"Sudah Mas, Mbak saya mewakilkan mereka minta maaf! Mereka memang seperti itu kok, setiap ada pelanggan yang komplain manager pasti bersikap angkuh terlebih lagi jika itu orang yang berpenampilan biasa saja," ucap staf kasir tersebut dengan wajah Iba melhat Andika dan Cinta.


"Terus apalagi yang kamu ketahui tentang mereka berdua? sepertinya mereka memiliki sebuah hubungan selain bos dan karyawan?" tanya Andika.


"Sudahlah Dik, lebih baik kita lanjut makan saja, lagipula itu urusan mereka nanti!" kata Cinta yang tidak ingin membahas masalah ini lagi karena baginya ini akan menjadi usaha yang sia-sia.


"Lo yakin masih bisa makan dengan kondisi yang seperti ini? " tanya Andika mengalihkan pandangannya ke arah Cinta.


"Iya, asal lo gak malu. Lagipula makanan yang sudah dipesan itu sangat mahal, kasihan uang yang sudah kita keluarkan," ucap Cinta.


"Ya udah lo balik dulu saja kemeja, nanti gue nyusul. Gue mau ngobrol sebentar sama Mbaknya ini," kata Andika sambil menunjuk staf kasir tersebut.


"Ya udah deh!" Cinta menuruti kata-kata Andika dan balik ke meja sendirian.


"Yang saya tahu mereka itu sepupuan Mas, maka dari itu pelayan yang tadi bertindak semena-mena sama Masnya tadi. Karena meskipun dia menimbulkan masalah Manager akan membantunya untuk menutupinya dari Bos besar,' kata Staf tersebut.


"Oh jadi seperti itu, baru tahu ternyata restaurant Papaku memiliki karyawan yang seperti ini!" ucap Andika.


Andika menelepon Papanya untuk memecat karyawan tersebut dan menggantinya dengan staf kasir tersebut.


"Papa akan pecat karyawan tersebut, tapi kedepannya kamu harus meneruskan restaurant Papa dan menjadi penerus untuk bisnis-bisnis Papa yang Papa kelola saat ini," kata David memberikan persyaratan yang paling di benci oleh Andika.


"Oke deal!" kata Andika menyetujuinya, meskipun dia akan merasa sangat pusing seperti Papanya tetapi dari kejadian ini dia paham bahwa orang-orang hanya menghormati dirinya jika dia memiliki status sosial yang tinggi.


"Mbak! Besok kamu bisa bekerja di ruangan manager! Nanti akan ada telepon masuk untuk memberitahumu untuk menjabat di bagian manager. Jangan kecewakan aku ya!" ucap Andika yang langsung meninggalkan staf tersebut dengan raut wajah yang masih bingung.


Namun sesuai perkataan Andika, staf tersebut menerima telepon setelah beberapa saat Andika pergi meninggalkannya.

__ADS_1


'Siapa anak itu? kenapa sekali telepon sudah bisa mengubah nasibku? dan bahkan mampu memecat dua pekerja sekaligus,' batin staf kasir tersebut.


Andika melihat Cinta yang sedang menyantap makanannya dengan begitu lahap.


"Pelan-pelan, awas tersedak!" kata Andika mengingatkan Cinta.


"Nih minum dulu!" ucap Andika sambil menyodorkan minumannya kepada Cinta karena restaurant tidak mengganti minuman yang tumpah tadi.


"Makasih Andika!" kata Cinta setelah selesai meminum jus jeruk tersebut.


"Sorry ya Cin, lo malah di perlakukan seperti ini sama mereka," ucap Andika yang merasa bersalah.


"Gak apa-apa kok, santai aja!" kata Cinta sambil makan suapan terakhir dari nasi gorengnya.


"ERGHH! Ah kenyangnya, hehe sorry ya Dik lo jad lihat gue yang kayak gini," kata Cinta malu.


"Gak apa-apa. Kalau sudah selesai kita ke mall yuk!" ucap Andika.


"Lo gak makan?" tanya Cinta.


"Gak. sudah gak mood makan," ucap Andika.


"Maafin gue ya, gara-gara gue masalah ini terjadi," kini giliran Cinta yang merasa bersalah terhadap Andika.


"Iya gak apa-apa, kita bisa makan lagi nanti! lagipula itu bukan salah lo kok!" ucap Andika.


"By the way, itu makanannya boleh di bungkus gak? kan kasihan makanannya di buang-buang," ucap Cinta yang merasa mubasir jika makanannya dibuang begitu saja.


"Tentu, nanti kita bisa makan di pinggir jalan!" kata Andika.


"Emang lo gak malu?" tanya Cinta.


"Gak lah, udah biasa makan di pinggir jalan dulu!" ucap Andika.


Akhirnya setelah membungkus makanan yang mereka pesan dan membayarnya, Cinta dan Andika meninggalkan restaurant tersebut. Tujuan mereka saat ini adalah ke mall, lihat apa yang akan dilakukan Andika ke mall bersama Cinta? Akankah ada kejutan dari Andika untuk Cinta? Yuk ikuti terus cerita mereka. Jangan lupa tinggalkan jejak ya seperti like, komen dan subscribe untuk mendukung author agar lebih semangat updatenya.

__ADS_1


ingat mampir ke karya temanku ya...



__ADS_2