
Lomba pun di mulai, Cinta memutuskan untuk tetap mengikuti lomba tersebut bersama Andika.
Andika dan Cinta sangat kompak mengikuti lomba, walaupun sedikit susah untuk memecahkan balon menggunakan perut mereka namun mereka mencoba yang terbaik.
'Duh gerakannya emang mesti gini ya?' batin Cinta yang merasa sedikit aneh dengan posisi dan gerakannya.
"Cin, semangat pecahin balonnya!" bisik Andika kepada Cinta yang berdiri di depannya.
"Berisik lo. Lo gak lihat sorotan mata penonton udah tajam banget kayak pisau yang baru di asah. Itu pasti fans-fans lo!" ujar Cinta sambil berusaha memecahkan balonnya lagi.
"Biasa aja kali, lagipula ngapain juga lo mikirin hal yang kayak gitu," kata Andika.
"Ya lo tenang, gue nih yang gak tenang. Nanti di hajar lagi sama fans lo!" bisik Cinta.
"Udah nanti kita bahas itu, tenang gue pasti tanggungjawab kok!" ucap Andika kepada Cinta.
Beberapa menit kemudian lomba pun telah usai. Cinta dan Andika memenangkan pertandingan dan mendapat hadiah.
"Yey kita menang!" ujar Cinta senang.
"Hadiahnya buat lo aja. Anggap saja kompensasi buat yang kemarin," ujar Andika.
"Oke deh makasih Andika!" kata Cinta bersemangat.
"Good job Cin!" ucap Erna menghampiri Andika dan Cinta.
"Hehe!" Cinta hanya tertawa kecil.
"Eh lo gak lihat ya ekspresi Bintang tadi pas lo lomba sama Andika?" tanya Erna.
"Emang gimana ekspresi dia?" Cinta balik bertanya karena merasa penasaran.
"Dia kayak bete gitu, kesel kayaknya," ucap Erna.
"Oh gitu ya!" ucap Cinta.
'Apa mungkin Bintang cemburu ya? Duh gue jadi bingung. Apa gue bikin dia gak suka lagi ya sama gue? Tapi gimana caranya?' pikir Cinta.
"Yaudah gue pergi dulu ya," ujar Erna.
"Eh lo mau kemana?" tanya Cinta.
"Gue mau ke kantin. Gak mau ganggu lo berdua!" ujar Erna sambil berlari kecil meninggalkan Cinta dan Andika berdua.
"Dasar anak ini!" gumam Cinta.
"Bintang suka ya sama lo?" tanya Andika tiba-tiba.
__ADS_1
"Kenapa emang? Kok nanya gitu?"
"Ya soalnya dia kayak ngebelain lo banget waktu gue ganggu dia!" ujar Andika.
"Ya kan dia sahabat gue," kata Cinta mencari alasan.
"Cin, lo masih percaya persahabatan antara pria dan wanita?" tanya Andika.
"Emang kenapa?"
"Sudahlah, nanti lo juga tahu ketika lo ada orang yang lo suka!" ujar Andika.
'Sebenarnya memang sudah ada dan itu lo orangnya. Tapi gue masih belum berani nerima lo jadi pacar gue, gue masih menjaga perasaan Bintang!' batin Cinta.
Memang sulit jika berada di posisi Cinta. Di satu sisi dia sudah menolak seorang pria yang mencintainya, namun Cinta masih berhutang budi kepadanya. Tapi di sisi lain dia menyukai seorang pria yang mencintainya balik, namun dia masih tidak hati menjalin hubungan dengan pria lain.
Akhirnya dia memutuskan untuk memendam perasaannya terlebih dahulu.
"Dasar wanita sialan! Masih berani dia menentang gue!" ujar Tasya kesal yang menatap Cinta dan Andika dari kejauhan.
"Udah, nanti kita kasih dia pelajaran lagi!" ucap teman-temannya.
"Kalian kesal juga sama Cinta?" tanya seorang wanita yang menghampiri geng Tasya.
"Lo siapa? Kok sepertinya gue baru lihat lo?" tanya Tasya tanpa menjawab terlebih dahulu pertanyaan wanita itu.
Wanita itu mengulurkan tangannya dan berkata ,"kenalin gue Cantika, gue siswa yang baru pindah ke sekolah ini".
"Iya. Gue dulunya sahabatnya Andika, tetapi setelah Andika bertemu dengan Cinta, Andika malah mengabaikan gue. Cinta harus diberi pelajaran, gue jadi kehilangan sahabat baik gue karena dia!" ujar Cantika mengarang cerita.
"Jadi lo suka sama Andika juga? Kalau gitu kita saingan dong, ngapain kita menjalin hubungan kerjasama?" ucap Tasya waspada.
"Gue gak suka sama Andika. Gue cuma gak suka aja Cinta dekat sama Andika, lihat aja cara dia berpakaian sangat lusuh!" ujar Cantika berusaha membohongi geng Tasya.
"Yaudah kalau gitu kita harus bekerjasama untuk mengusir wanita itu!" ujar Tasya menyetujui Cantika tanpa menyelidiki apapun itu.
"Kita juga harus kumpulin orang-orang yang membenci Cinta, dengan begitu kita lebih mudah untuk mengusirnya dari sisi Andika!" kata Cantika mengompori Tasya.
"Oke! Jadi lo sudah masuk geng gue ya, kita bertujuh nanti akan bekerjasama untuk melawan Cinta!" kata Tasya membuat kesepakatan.
"Oke sepakat!" kata Cantika.
'Bagus jika kalian mengumpulkan fans Andika, dengan begitu gue akan bersandiwara menjadi orang yang baik menolong Cinta. Dan pada saat itu kalianlah yang akan di benci sama Andika, sedangkan gue? Gue akan mencari simpatik dari Andika karena kalian membenci gue,' batin Cantika.
Niat liciknya terselubung tanpa sepengetahuan Tasya. Cantika tersenyum licik, dan memikirkan jika semua akan berjalan dengan lancar sesuai rencananya.
...****************...
__ADS_1
Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa berpanas-panasan berbaris di lapangan karena ada beberapa hal yang disampaikan oleh kepala sekolah.
"Selamat siang anak-anak!" ucap kepala sekolah kepada seluruh siswa di sekolah tersebut.
"Siang Pak!" sahut para siswa serempak.
"Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih kepada kalian karena sudah mengikuti lomba dengan baik. Ini adalah hari terakhir lomba diadakan. Selama 5 hari berturut-turut kita mengadakan dan mengikuti lomba untuk merayakan ulang tahun sekolah. Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih untuk semua siswa yang sudah berpartisipasi dalam perlombaan ini!" ucap Kepala sekolah.
"Jadi untuk besok, kalian libur ya dikarenakan besok tanggal merah. Kalian masuk seperti biasa di hari senin ya, kita kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di hari senin. Sampai di sini ada pertanyaan?" lanjut kepala sekolah.
"Tidak!" sahut para siswa dengan cepat karena sudah merasakan panas matahari yang sangat terik.
Hingga rambut mereka terasa sangat panas ketika di sentuh, keringat mereka juga bercucuran yang mengundang bau tak sedap di badan mereka.
"Kalau tidak ada hal lain, kalian sudah boleh pulang!" ujar kepala sekolah.
Seluruh siswa yang tadinya berbaris dengan rapi kini menjadi tidak beraturan karena mulai membubarkan diri dari barisan.
"Tang mau nongkrong dulu gak?" tanya Agus yang berjalan di antara Riski dan Bintang.
"Boleh deh!" sahut Bintang.
Mereka pun bersepakat untuk nongkrong disebuah tempat yang sudah mereka tentukan lokasinya.
Sedangkan di sisi lain, Cinta masih merasa sedikit khawatir dengan fans maniac Andika. Dia melihat di sekelilingnya sambil melangkahkan kakinya dengan terburu-buru berharap ada angkot atau ojek yang lewat.
"Cinta!" teriak seorang pria yang suaranya tidak asing bagi Cinta.
Cinta menolehkan kepalanya ke arah belakang, mencari sumber suara tersebut.
"Ada apa?" tanya Cinta.
"Kenapa lo gak tungguin gue? Kan tadi gue sudah bilang kita akan berangkat dan pulang bareng. Lo mau nanti dihajar sama fans gue?" ucap Andika yang masih duduk diatas motornya dengan mesin motor yang sudah di matikan.
"Nanti akan lebih parah kalau kita selalu bareng. Lebih baik gue menghindar aja deh daripada gue kena masalah yang lebih besar lagi," ucap Cinta.
"Lo segitu gak percayanya sama gue?"
"Ya mau gimana lagi," ucap Cinta.
"Lebih baik lo dengerin gue deh. Lo gak ingat tatapan mereka tadi pas kita lomba? Bisa-bisa lo bakalan di cegat lagi sama mereka," kata Andika menakut-nakuti Cinta.
Cinta berfikir dua kali sebelum mengambil keputusan.
'Benar juga yang di katakan oleh Andika,' batin Cinta.
Akhirnya dia memutuskan untuk ikut dengan Andika.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan, Bintang melewati Cinta dan Andika. Dia menoleh ke arah Cinta dan Andika, begitupula dengan Cinta menyadari Bintang melewatinya.
Hatinya semakin gelisah, dia merasa tidak enak hati kepada Bintang.