
Sepulang sekolah wajah Andika nampak sangat kesal. Cinta yang berjalan di sampingnya msrasa bingung dengan suasana hati Andika. Cinta memilih untuk diam, dia takut membuat suasana hati Andika semakin buruk.
'Nih cewek kok cuek banget sama gue? Dia peduli gak sih gue marah sama dia mana dia ngajak Bintang jalan bareng lagi!' gerutu Andika dalam hati.
Dia semakin kesal dan mempercepat langkahnya, Cinta sampai berjalan terengah-engah mengejar langkah kaki Andika.
"Cin tunggu!" teriak Bintang dari arah belakang.
"Sorry Tang, gue duluan mau nyusul Andika!" sahut Cinta lalu kembali melangkahkan kakinya mengejar Andika yang sudah berjarak 3 meter darinya.
"Dik lo kenapa sih?" tanya Cinta setelah berhasil berjalan kembali du samping Andika.
"Gue gak apa-apa!" sahut Andika sambil mempercepat langkah kakinya.
Kaki Cinta yang pendek terus mengejar hingga dia berada di depan Andika dan menyetop dengan membentangkan tangannya.
"Apa sih Cin, gue mau pulang Ah!" ucap Andika dengan nada kesal.
"Lo kenapa kayak gini? Gue ada salah lagi ya?" tanya Cinta meminta penjelasan dari Andika.
"Gak tahu!" ucap Andika.
"Lo pasti bohong! Pasti lo kesal karena gue kan? tolong kasih tahu gue Dik!" ucap Cinta sambil memegang lengan Andika.
"Gue kesal sama lo karena....,"
"Huh akhirnya gue bisa ngejar lo Cinta!" Bintang datang di waktu yang tidak tepat dengan nafas yang terengah-engah.
Andika semakin kesal ketika musuhnya datang, dia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan Cinta dan Bintang.
"Andika kenapa Cin?" tanya Bintang yang sudah mengatur nafasnya.
"Gak tahu tuh! Gak jelas!" ucap Cinta yang ikut kesal.
"Ya udah kita pulang yuk! Biar gue antar," ajak Bintang.
"Ya udah deh boleh!" sahut Cinta.
Cinta dan Bintang pergi ke parkiran, mereka pulang bersama-sama.
__ADS_1
Sedangkan Andika masih duduk di atas motor menunggu Cinta. Tanpa sengaja Andika menolehkan kepalanya ke jalan sehingga dia melihat Bintang membonceng Cinta.
"Sial! Kok mau-maunya sih Cinta pulang sama anak pemb*nuh?" ucap Andika kesal.
Karena orang yang di tunggu oleh Andika sudah bersama pria lain, Andika memutuskan untuk pulang sendirian. Dalam hati merasa sangat kesal ketika di abaikan oleh wanita yang di cintai nya.
...***...
Sepertu biasa sepulang sekolah Cinta singgah ke rumahnya untuk berganti pakaian saja, setelah itu dia pergi untuk bekerja hingga malam.
Dapat di rasakan betapa lelahnya Cinta menjalani hari-harinya, tetapi Cinta masih tetap bersyukur dengan keadaannya.
"Siang Pak, maaf saya telat!" ucap Cinta sopan.
"Telat 2 menit tidak apa! Lagipula pelanggan tidak terlalu ramai," kata Pak Santoso.
"Oh ya Cinta, gimana dengan tawaran saya waktu itu? Kamu sudah belajar cara mengendarai motor?" tanya Pak santoso yang tampak memperhatikan Cinta.
"Belum Pak, saya masih menunggu waktu dan juga masih cari orang untuk ajari saya. Tapi kalau Bapak keberatan mengantar saya pulang tidak apa-apa Pak, biar saya cari ojek saya sekitaran sini!" ucap Cinta merasa tidak enak hati terhadap Pak Santoso.
"Bukan seperti itu maksud Bapak, cuma sebenarnya Bapak ingin membantu kamu saja. Agar kamu bisa ke sekolah naik motor juga dan pulang juga semakin cepat," kata Pak Santoso.
'Pak Santoso sangat baik saka aku, kedepannya aku gak boleh menyusahkan-nya lagi!' batin Cinta.
"Cinta, kamu anak baik. To the point saja, Bapak ingin kamu menjadi anak Bapak karena Bapak tidak memiliki keluarga lagi sama seperti kamu. Kamu bisa anggap saya sebagai ayah kamu, jangan anggap saya sebagai bos kamu lagi ya!" pinta Pak Santoso berterus terang.
Cinta terkejut mendengar penuturan Pak Santoso, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi.
"Bapak serius mau jadikan saya anak angkat Bapak?" tanya Cinta yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi.
"Iya Cinta," sahut Pak Santoso tersenyum, namun dia juga takut Cinta akan menolaknya.
"Tentu saja Bapak bisa menganggap saya sebagai anak Bapak, saya sangat bersyukur dan berterimakasih. Karena saya juga belum pernah merasakan kasih sayang dari seorang ayah!" kata Cinta tersenyum bahagia.
"Syukurlah kalau kamu! Berarti kamu bukan pegawai Bapak lagi melainkan anak Bapak. Jadi kamu jangan capek-capek ya!" kata pak Santoso bahagia.
"Iya Pak terimakasih!" sahut Cinta yang ikut bahagia.
"Ya udah lanjut saja, ada pelanggan datang kamu layani ya!" ucap Pak Santoso.
__ADS_1
"Baik Pak!" sahut Cinta.
Cinta keluar dari dapur dan menghampiri pelanggan yang baru saja datang. Di meja sudah tertulis menu makanan dan juga tersedia kertas kecil untuk pelanggan mencatat pesanannya.
Setelah mencatat pesanannya dan memberi nomor meja, pelanggan memberikan catatan tersebut kepada Cinta.
Seperti itulah pekerjaan Cinta sehari-hari dan tetap akan di lakukan untuk kedepannya. Meskipun dia sudah di anggap anak oleh Pak Santoso namun tetap saja Cinta tidak mau menyusahkan Pak Santoso.
Dia tidak mau santai-santai saja, bagaimanapun dia di gaji oleh Pak santoso jadi dia bekerja dengan giat.
Pada malam hari sekitar jam 8, Pak Santoso izin keluar kepada Cinta karena ada sesuatu yang ingin dia beli. Cinta menjaga toko sendirian dan menyiapkan makanan yang di pesan oleh pelanggan.
Di tengah kesibukannya, seseorang meneleponnya dia mengabaikan bunyi teleponnya karena harus melayani pelanggannya.
Setelah selesai menghidangkan makanannya, Cinta mengambil handphonenya dan melihat satu panggilan tak terjawab dari Andika.
'Kenapa Andika telepon? Apa ada hal penting?' batin Cinta.
Cinta tidak menelepon balik Andika, melainkan hanya mengirim sebuah chat bahwa dirinya sedang sibuk. Cinta masih belum memberitahu Andika bahwa dirinya bekerja setelah pulang dari sekolah.
Saat pesan terkirim, Andika kembali meneleponnya.
"Ada apa Dik? Gue masih sibuk nih!" ucap Cinta kepada Andika.
"Lo jadi anggota ya? Kenapa sibuk banget tiap hari! Kapan lo penuhi janji lo? Katanya mau bikin gue gak marah!" kata Andika dengan nada kesal.
"Aduh nanti pasti gue tepati kok! Hari ini gue sibuk nih!" ucap Cinta dengan suara pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
"Mbak bayar!" ucap seorang pelanggan dari mejanya.
Cinta pun menoleh ke arah pelanggan tersebut.
"Udah dulu ya Dik, gue masih sibuk. Bye!" ucap Cinta lalu menutup teleponnya dan menghampiri pelanggannya.
"Iya Mas! Totalnya 300 ribu ya!" ucap Cinta kepada pelanggannya.
"Mmm 300 ribu ya? Kalau mbaknya satu jam berapa?" tanya pelanggan tersebut yang merupakan seorang pria dan teman-teman lainnya.
"Maksudnya?" tanya Cinta yang tak paham dengan maksud dari perkataan pelanggannya.
__ADS_1