
"Loh kok cepat banget nganter Cinta?" tanya Nadia ketika melihat Bintang telah kembali.
"Iya Ma, Cinta di jemput sama temannya!" ucap Bintang.
"Oh gitu ya, ya udah kamu istirahat gih, udah mau malam!" ucap Nadia.
"Iya Ma, aku ke kamar dulu ya!" ucap Bintang.
Bintang berjalan ke arah kamarnya untuk beristirahat, dia kembali mengingat kemesraan Andika dan Cinta.
"Huh!" Bintang menghembuskan nafasnya dan merebahkan dirinya ke atas kasur tempat tidurnya.
"Cin seandainya lo tahu, gue sayang banget sama lo. Tapi ternyata lo suka sama Andika, gue harus bagaimana senang apa sedih? Di satu sisi gue sangat senang melihat lo bahagia tetapi di sisi lain gue sedih karena orang yang bahagiain malah pria lain dan bukan gue!" ucap Bintang menatap langit-langit atap.
Hatinya masih belum menerima jika Andika dan Cinta ternyata saling mencintai.
Bintang memainkan ponselnya, dia menonton sebuah video lucu untuk menghibur dirinya sendiri. Sampai tanpa sadar Bintang pun terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan di ruang tamu, Nadia dan suaminya masih bermesraan di sofa tamu. Namun tiba-tiba Marchel menci*m b*birnya.
"Mas jangan, nanti Bintang keluar kamar!" ucap Nadia menghentikan suaminya sebelum bertindak yang lebih jauh.
"Yaudah kita ke kamar aja!" ajak Marchel yang sudah tidak bisa menahan diri.
"Gak ah Mas, aku capek!" tolak Nadia.
Namun Marchel tidak mempedulikannya, dia mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke kamar mereka.
"Mas, ngapain?" ujar Nadia.
Marchel merebahkan tubuh istrinya ke atas ranjang, dia lalu membuka semua pakaiannya sampai tidak tersisa sehelai kain pun di badan Marchel.
Nadia melihat senjata suaminya yang sudah berdiri tegak, dan sedang menghampirinya.
"Mas jangan Mas, aku capek!" ujar Nadia.
"Ayolah istriku, aku lagi pingin! Sekali aja deh," ucap Marchel.
"Tapi jangan lama ya keluarnya!" ucap Nadia.
"Iya, gak lama kok!" ucap Marchel.
Setelah mendapat izin dari istrinya Marchel mematikan lampunya dan melakukan hal yang tidak pantas untuk di sebutkan.
__ADS_1
****************
Tengah malam Bintang terbangun karena haus, dia hendak pergi ke dapur namun tak sengaja dia memergoki Papanya yang sedang teleponan di ruang tamu.
"Laras, saya sudah bilang berkali-kali uangnya belum ada. Nanti kalau sudah ada saya pasti akan transfer!" ucap Marchel dengan suara pelan agar anak istrinya tidak mendengar percakapan dia dengan Laras.
"Jangan Laras saya mohon. Jangan bilang sama istri saya, saya pasti akan secepatnya mengirim uang. Tapi tolong kasih saya waktu, kamu tahu saya belum mendapat gajih!" ucap Marchel.
'Tapi kamu bisa saja kan minta ke istrimu!' ucap Laras di telepon.
"Gak. Aku gak akan minta bantuan istriku lagi, aku sangat menyayanginya. Kamu jangan pernah usik anak istriku, ingat kamu hanya punya urusan sama aku saja!" ucap Marchel.
'Kenapa Papa harus mengirim uang kepada orang itu? Dan tadi Papa menyebut nama Laras, apa mungkin itu Ibunya Cinta?' batin Bintang pada dirinya sendiri setelah mengintip Papanya yang sedang teleponan.
Bintang pun kembali ke kamarnya dan membatalkan untuk ke dapur mengambil air supaya Marchel tidak mencurigainya.
"Aku harus menyelidikinya, Laras siapa yang Papa maksud dan kenapa Papa harus mentransfer uang kepada orang itu?" kata Bintang bergumam sendirian di kamarnya.
****************
Keesokan paginya, Bintang sengaja bangun lebih pagi berencana untuk meminjam Ponsel Marchel.
"Ma, Papa udah bangun belum?" tanya Bintang menghampiri Nadia yang sedang memasak.
"Bintang mau pinjam HP Papa, Ma!" ujar Bintang.
"Oh ambil aja di kamar," kata Nadia.
"Mama tahu gak sandinya?" tanya Bintang.
"Sandinya 224031" sahut Nadia.
"Oke deh Ma, makasih ya!" kata Bintang kemudian bergegas ke kamar orang tuanya dengan Hp yang dia genggam di tangannya.
"Dimana ya HP nya?" ujar Bintang mencari HP papanya pelan-pelan agar tidak membangunkannya.
"Ah ketemu!" ucap Bintang pelan.
Bintang mengambil HP nya Marchel, dia bergegas pergi ke kamarnya agar tidak menimbulkan curiga.
"Mama pasti tidak pernah ngecek HP Papa. Lebih baik aku cari tahu dulu deh siapa Laras itu .Pasti Papa kemarin teleponan pakai Whatsapp," ujar Bintang.
BIntang membuka aplikasi yang berwarna hijau di HP Papanya, lalu mengetik nama 'Laras' di mesin pencarian. Namun sayangnya Bintang tidak menemukan nama tersebut. BIntang tidak kehilangan akal, dia mencoba mencari riwayat telepon tadi malam.
__ADS_1
"Untung belum di hapus!" ucap syukur Bintang.
"Tapi kenapa Papa pakai nama Tukang Ac ya? padahal kemarin dia panggil Laras dan juga belakangan ini AC di rumah tidak ada yang rusak," tanya Bintang pada dirinya sendiri.
Dia mencoba melihat foto profil dari nama tersebut, Bintang terkejut melihat foto wanita tersebut krenaa ternyata itu memang Laras yang merupakan ibunya Cinta.
"Ada hubungan apa Papa sama Tante Laras? sepertinya ada yang tidak beres dengan Papa, lebih baik aku sadap Whatsappnya,"
Bintang mengeluarkan handphonenya sendiri dan mulai menyadap whatsapp Marchel. Setela selesai melakukan penyadapan, Bintang menghapus semua latar belakang aplikasi yang sempat dia buka agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Udah selesai Bintang?" tanya Nadia ketika melihat Bintang telah mengembalikan Hp Marchel pada tempatnya.
"Udah Ma, jangan bilang-bilang kalau Bintang pinjam HP Papa ya Ma," pesan Bintang kepada Nadia yang sedang duduk di sebelah suaminya sambil melipat pakaian.
"Emang kenapa?" tanya Nadia.
'Kalau gue bilang Papa ada yang di sembunyikan, Mama pasti akan kepikiran. Lebih baik aku menyembunyikannya dulu sebelum mendapatkan bukti,' batin Bintang,
"Bintang!" seru Nadia membuyarkan lamunan Bintang.
"Gak apa-apa Ma, soalnya Papa punya banyak chat yang masuk tapi malah Bintang buka whatsapp, takut Papa marah sama Bintang," ucap Bintang berbohong kepada Nadia.
"Emang ngapain kamu buka-buka Whatsapp Papa? kamu kan tahu di whatsapp banyak rekan bisnis Papa," kata Nadia.
"Buat tes chat ke hp aku sih Ma, soalnya tiba-tiba HP ku gak bisa kirim pesan. Tapi ternyata karena kouta ku yang habis," kata Bintang mencari alasan.
"Oalah, kamu ini ada-ada saja sih," kata Nadia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Yaudah Bintang mau siap-siap ke sekolah ya Ma, ingat loh jangan sampai keceplosan," kata Bintang mengingatkan.
'Iya, iya. Udah sana kamu mandi," kata Nadia.
Bintang pun pergi ke kamarnya, dia langsung menuju kamar mandi yang ada di kamarnya.
'Mau gimanapun juga, gue harus selidiki semua ini, apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh Papa? kenapa Papa harus mentransfer uang ke Tante Laras? kalau Papa punya hutang itu tidak mungkin. kehidupannya Tante Laras aja lebih susah dari Papa. Aku akan bertanya kepada Cinta, dia pasti tahu perubahan Ibunya selama ini,' batin BIntang.
Air hangat terus membasahi dari ujung rambut sampai ujung kaki, Bintang terus memikirkan hubungan Marchel dengan Laras.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Jangan lupa mampir ke karya temanku ya:)
__ADS_1