
Di sebuah Restauran...
"Laras, kamu sampai kapan akan memeras aku?" kata Marchel mengeluh kepada Laras yang terus-menerus memeras uangnya.
"Sampai aku puas, dan sampai aku mendapatkan apa yang aku inginkan!" ucap Laras.
"Sadar Laras! Kamu gak akan bisa menjadi seperti Nadia. Kamu hanya wanita malam, jadi sudah sewajarnya kamu hamil tidak ada yang bertanggungjawab denganmu. Siapa tahu saja Cinta bukan anak kandungku kan?" protes Marchel.
"Berani tes DNA?" tantang Laras.
Marchel terdiam, dia memang ragu dengan yang dikatakan oleh Laras. Mana mungkin dia sampai membuat Laras hamil, padahal sebelum bermain dia selalu memberikan obat kepada Laras untuk mencegah kehamilan.
'Apa setiap kali obatnya di buang ya?' pikir Marchel.
"Gimana Mas?" tanya Laras memastikan.
"Gak perlu lah!" ujar Marchel.
'Laras tidak mungkin mengajak aku tes DNA kalau Cinta bukan anak kandung aku!' batin Marchel.
"Ya Udah aku pulang dulu, di kartu ini ada uang 5 juta. Kamu bawa saja, berikutnya aku transfer uangnya ke kartu ini biar kita tidak usah bertemu!" kata Marchel meletakkan sebuah kartu di atas meja lalu pergi meninggalkan Laras yang sedang duduk di sebuah Kursi.
"Mas, Mas. Kamu gak tahu aja kalau aku sendiri pun tidak tahu siapa ayah Cinta yang sebenarnya. Aku hanya memanfaatkan kamu saja untuk menjadi ATM berjalan ku," kata Laras sambil mengambil Kartu yang di berikan oleh Marchel.
Dengan tatapan sinis, dia memandangi kartu tersebut.
Di perjalanan pulang, Marchel masing pusing memikirkan uang yang akan dia keluarkan sebesar 30juta setiap bulan untuk menafkahi Laras. Terlebih lagi Laras tidak mau menunggu jika dia sudah meminta uang maka di hari itu juga uang sudah harus tersedia.
Dia tidak berani pulang ke rumah untuk menjelaskan kepada istrinya.
"Arghh! Kenapa dulu aku begitu bodoh ya mencari wanita lain, padahal aku sudah mempunyai istri yang lebih dari cukup!" sesal Marchel.
Dia baru menyadari kesalahannya kepada sang istri. Akibat dari perbuatannya dia harus menanggung beban yang berat demi menyembunyikan kesalahannya.
"Apa aku mengaku saja ya sama Nadia?" tanyanya pada dirinya sendiri.
"Tapi aku gak mau menyakiti dia, terlebih lagi aku takut dia marah dan akhirnya berujung perpisahan," keluhnya pada dirinya sendiri.
Ketakutan selalu menghantui Marchel, dia bingung harus berbuat apa. Terlebih lagi Nadia sedikit demi sedikit sudah menaruh curiga terhadapnya.
......*****......
"Mama kenapa?" tanya Bintang sepulang sekolah.
__ADS_1
"Gak apa-apa," sahut Nadia berbohong.
Padahal sedari tadi dia memikirkan tingkah aneh suaminya. Terlebih lagi setelah dia melihat sebuah foto yang di kirim oleh temannya, disana terlihat foto Marchel bersama Laras di restaurant tadi.
"Kok Mama melamun? Ada yang Mama pikirin?" tanya Bintang.
"Gak ada Bintang, cuma masalah kerjaan. Kamu ganti baju dulu gih, habis itu makan ya!" ujar Nadia.
"Yaudah deh Ma, Bintang ke kamar dulu ya," ucap Bintang lalu mengecup kening Nadia sebelum pergi ke kamarnya.
"Mau bagaimanapun aku harus menyelidiki hubungan Mas Marchel sama Ibunya Cinta," ucap Nadia.
Beberapa saat, Marchel masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah apapun.
"Mas habis darimana? Kok jam segini baru pulang?" tanya Nadia yang mencoba mencari jawaban dari suaminya.
"Mas pulang kerja singgah ke rumah teman lama dulu untuk sekedar berkunjung saja," kata Marchep berbohong.
'Kenapa Mas Marchel tidak jujur ya? Apa ada yang disembunyikan oleh Mas Marchel?' tanya Nadia pada dirinya sendiri.
"Kamu kenapa bengong?" tanya Marchel sambil melambai-lambaikan tangannya di hadapan wajah istrinya.
"Tidak Mas, aku kira kamu kemana dulu," kata Nadia.
"Mas gak ada yang di sembunyikan dari aku?" tanya Nadia mencoba memancing suaminta siapa tahu saja kelupaan.
"Gak ada, emang apa yang mas sembunyikan?" tanya Marchel yang sudah mulai gugup.
"Siapa tahu saja ada, aku cuma nanya aja kok Mas," kata Nadia.
"Owhh kirain kamu mencurigai sesuatu. Kalau kamu curiga sama Mas bilang saja," kata Marchel mencoba untuk tetap tenang.
"Gak ada Mas," jawab Nadia sambil tersenyum.
"Bintang udah pulang sekolah Ma?" tanya Marchel sambil melepaskan pelukannya.
"Sudah Mas, dia masih ganti baju di kamarnya. Nanti kita makan di restaurant yuk," ajak Nadia
"Tu-tumben Mama mau makan di restaurant?" tanya Marchel gugup.
"Cuma pingin aja, lagipula kita sudah lama tidak makan di luar kan?" ucap Nadia.
"I-iya deh boleh, benar juga yang Mama katakan," kata Marchel.
__ADS_1
"Papa kenapa gugup gitu?" tanya Nadia yang kian lama menaruh curiga kepada Marchel.
"Enggak, biasa aja kok Ma. Cuma kaget aja kok tumben Mama minta makan di restaurant gitu," kata Marchel mencari alasan.
"Owhh gitu!" sahut Nadia.
"Nah itu Bintang sudah keluar dari kamarnya" kata Nadia ketika melihat Bintang muncul di hadapannya.
"Ada apa Ma?" tanya Bintang yang masih belum tahu apa-apa.
"Ini loh, Mama mau ajak kamu sama Papa makan di restaurant, mau gak?" tanya Nadia.
"Boleh tuh Ma, udah lama juga kita gak makan di restaurant. Kita ajak Cinta juga yuk Ma!"
"Jangan!" refleks Marchel menolak permintaan Bintang yang membuat Nadia dan Bintang mengernyitkan keningnya.
"Kenapa Pa? Kok gak boleh ajak Cinta?" tanya Nadia.
"Iya ada apa Pa?" Bintang ikut bertanya.
"Iya gak apa-apa, cuma takutnya Cinta sibuk dirumahnya. Kan gak enak juga kita tiba-tiba datang kesana," kata Marchel dengan cepat mencari alasan.
'Seperti dugaan ku, berkali-kali Mas Marchel gugup dan berkali-kali juga Mas Marchel bersikap aneh. Pasti ada yang disembunyikan Mas Marchel dariku, aku harus menyelidiki foto itu dulu!' batin Nadia dengan penuh tekad.
"Iya juga sih, kalau gitu kita ajak Cinta lain kali aja deh!" ucap Bintang.
"Ya Udah kalau gitu kita berangkat yuk, kita makan di restauran XXX saja!" ajak Nadia.
"Tunggu! Kenapa harus di sana Ma?" tanya Marchel yang kembali gugup.
'Itu kan tempat aku sama Laras ketemu tadi, kenapa Nadia tiba-tiba ngajak makan di sana ya?' batin Marchel.
"Kenapa sih Mas? Emangnya Mas gak tahu restauran itu?" tanya Nadia.
"Enggak! Mas gak tahu jalannya Ma," sahut Marchel.
"Masa sih Mas? kalau gitu nanti Mama yang tunjukkin arahnya ya," ucap Nadia.
"Iya deh kalau gitu!" ucap Marchel.
Setelah sepakat dengan restauran yang akan di tuju, Nadia bersiap untuk mengunci pintu rumah setelah Marchel dan Bintang keluar dari rumah. Mereka lebih dulu masuk mobil daripada Nadia.
'Aneh, jelas-jelas Mas Marchel pernah ke restauran itu sama Ibunya Cinta. Benar-benar mencurigakan' batin Nadia.
__ADS_1
^^^Jika sudah memiliki pasangan yang setia, alangkah baiknya kita membalas kesetiaan itu juga. Jangan pernah melirik lawan jenis lain lagi, dan jangan sampai kita dibutakan oleh harta yang kita punya. Ingat penyesalan datang diakhir perbuatan, selingkuh tidak akan membuat kamu berakhir dengan bahagia!.^^^