
"Aku mau jodohkan Andika sama anak sahabatku Pa, aku harap Papa setuju untuk kali ini saja sebagai dukungan untuk Andika!" ucap Naya.
"Sahabatmu Laras yang dulunya jadi wanita malam itu?" tanya David.
"Iya Pa!" sahut Naya.
Baru saja David menyesali perbuatannya tetapi kembali di buat untuk berfikir negatif lagi oleh istrinya. Bagaimana tidak, istrinya ingin menjodohkan anaknya dengan anak sahabatnya yang menjadi wanita malam.
'Bagaimana dengan anaknya? Apakah tidak akan diturunkan sifat Ibunya itu?' batin David.
"Pa!" Naya menepuk bahu suaminya yang melamun.
David terbangun dari lamunannya.
"Kenapa kamu bengong, jadi kamu setuju gak? Aku harap kamu setuju ya!" ucap Naya.
"Tapi Ma, Laras kan..,"
"Iya Laras kan wanita malam, bagaimana dengan anaknya? Pasti anaknya seperti itu juga kan? itu kan yang ada dalam pikiran Papa?" ujar Naya yang mampu menebak pikiran negatif David.
"Kok Mama bisa tahu sih?" tanya David.
"Tahu lah. Setiap hari Papa selalu berfikiran buruk, coba sekali-sekali Papa selidiki dulu sebelum berprasangka buruk sama seseorang. Cinta tuh anaknya baik-baik, walaupun mempunyai Ibu yang seperti Laras tetapi dia pintar memilah perilaku mana yang pantas dia ikuti!" ucap Naya.
"Jadi gak ada alasan lagi ya Papa gak setuju, setuju gak setuju harus setuju. Aku gak mau lagi Papa menentang keinginan Andika!" ujar Naya lalu pergi meninggalkan David ke kamarnya.
"Arghh! Kok jadi gini sih, aku kan mau yang terbaik buat Andika!" kata David.
David menyeruput kopi yang ada di atas meja, dan ternyata kopinya dingin karena kebanyakan berdebat sama istrinya.
...****************...
Keesokan harinya seperti biasa Andika menghentikan sepeda motornya di depan pagar rumah Cinta.
"Udah siap nih, yuk berangkat!" ucap Cinta.
Cinta pun naik ke atas motor Andika, dia melingkarkan tangannya di pinggang Andika karena Cinta tahu Andika membawa motor ngebut.
Sesampainya di sekolah, perut Cinta tiba-tiba sakit dia pun bergegas ke toilet dan menyuruh Andika masuk terlebih dahulu.
"Andika sampein ke Erna ya kalau gue lagi di toilet soalnya gue piket bersihin kelas sekarang!" pesan Cinta kepada Andika.
"Oke!" sahut Andika dengan mengacungkan jempolnya ke Cinta.
Cinta tidak tahan dengan sakit perutnya, dia langsung berlari menuju ke toilet.
Sesampainya di kelas, Andika tidak lagi melihat keramaian yang seperti kemarin.
__ADS_1
'Heh! Fans cuma sehari ternyata!' batin Andika.
Namun Andika tidak menyangka beberapa menitnya setelah Bintang dari toilet ada banyak wanita yang kembali menyerbu kelasnya. Wanita itu bukan hanya datang kepada Bintang melainkan kepada Andika juga.
Andika yang tidak sempat melarikan diri terjebak oleh wanita-wanita tersebut.
"Apa-apaan nih! Bubar!" teriak Andika.
Namun teriakannya kurang keras membuat para wanita yang berisik itu tidak mendengarnya.
Mereka sibuk mencari tanda tangannya dan ada juga yang ingin selfie bersama Andika.
Andika tidak menuruti permintaan mereka semua, tetapi tidak di sangka semakin dia menolak permintaan mereka semakin membuat mereka tidak mau pergi.
Akhirnya Andika hanya menyetujui untuk tanda tangan saja, dia tetap menolak untuk di ajak foto bersama.
"Kalau gitu foto kamu aja deh satu!" pinta fansnya.
Andika menyetujuinya, daripada mereka gak pergi. Namun beberapa menit di kerumuni, ternyata masih banyak orang yang minta tanda tangan dan fotonya.
'Mereka buat apa sih minta tanda tangan gue? Emang bisa di jual?' tanyanya pada dirinya sendiri.
Sedangkan situasi di luar kelas, terlihat Cinta yang sudah datang dari toilet. Dia kembali menemukan kelas yang begitu ramai, dia juga melihat teman sekelasnya masih menggendong tasnya di bahu mereka karena enggan untuk masuk.
"Andika mana?" tanya Cinta.
"Hah? Andika juga di kerumuni cewek-cewek?" tanya Cinta terkejut.
"Mungkin fans Andika takut kalah saing sama fans Bintang," ujar Erna.
"Astaga, nih sekolah udah kayak di masuki sama artis aja. Fans artis kalah banyak sama fans mereka," kata Cinta.
"Gimana dong caranya kita bersihin kelas kalau kayak gini?" tanya Erna.
"Kita lapor guru aja!" usul Cinta.
"Kalau lapor guru nanti mereka kena hukuman!" ucap Erna.
"Yaudah tunggu aja sampai bubar, lagipula kita sendiri gak bisa bubarin," kata Cinta.
Beberapa menit menunggu, seorang guru tidak sengaja lewat di depan kelasnya Cinta.
"Ada Pak Yoga Cin," ujar Erna yang melihat guru matematika itu lewat di depan kelasnya.
Pak Yoga menghampiri kelas Cinta dan terkejut dengan apa yang terjadi di sana.
"Ada apa ini?" tanya Pak Yoga kepada Cinta.
__ADS_1
Mereka pun menjelaskan keadaan kelas mereka yang dari kemarin dikerumuni oleh para fans salah satu temannya, Bintang hingga hari ini bertambah lagi dengan fans Andika.
"Mereka sedang berlomba memenangkan hati para fans ya?" ujar Pak Yoga marah.
"Bujan salah mereka juga Pak, salahin saja Fans nya itu yang mengganggu pembelajaran," ucap Cinta yang khawatir Andika di hukum.
"Pak Yoga tolong bubarin dong, dan berikan mereka peringatan," pinta siswa lainnya yang berasal dari kelas Cinta.
Pak Yoga pun masuk dan berteriak kepada siswa-siswa itu.
"Kalau kalian tidak keluar, saya akan hukum kalian lari keliling lapangan selama jam pertama dan akan saya awasi," ujar Pak Yoga.
Dengan ancaman yang seperti itu, para wanita itu keluar dari kelas Cinta. Tak sengaja Cinta melihat Tasya di antara kerumunan itu, namun dia mengabaikannya karena Cinta harus membersihkan kelasnya.
Setelah kelas sepi, teman sekelas Cinta masuk satu persatu. Riana yang berdiri di depan kelas seperti akan memberikan pengumuman.
"Yang piket serahkan saja tugas kalian kepada Bintang dan Andika. Karena mereka yang bikin keributan di sini!" ujar ketua kelas.
"Kok gitu? Gue kan gak tahu apa-apa!" tukas Andika.
"Ya pokoknya kalian berdua yang piket!" ujar Riana.
Bintang dan Andika pun menuruti perintah Riana karena dalam hatinya juga ada rasa bersalah.
Bel masuk pun berbunyi, Bintang dan Andika juga sudah selesai membersihkan kelas mereka.
"PENGUMUMAN! UNTUK SELURUH SISWA HARAP KUMPUL DI LAPANGAN!"
Sebuah pengumunan yang berasal dari ruang guru terdengar sangat aneh di telinga siswa.
Pasalnya jika ada pengumuman sebelum jam pelajaran di mulai itu artinya ada hal penting yang akan di sampaikan oleh guru mereka.
Seluruh siswa berkumpul di lapangan dan berbaris dengan rapi. Disana mereka sudah melihat raut wajah kepala sekolah yang tampak marah.
Para siswa bertanya-tanya dalam hatinya, mereka tidak berani bersuara jika kepala sekolah sudah marah.
"Saya mendapat laporan dari Pak Yoga bahwa ada satu kelas yang di penuhi dengan siswa-siswa wanita. Informasi yang saya dapat adalah karena mereka suka atau fans sama dua orang cowok di kelas itu! Betul yang saya katakan?" tanya kepala sekolah.
"Betul!" sahut teman sekelas Cinta.
"Saya harap ini tidak akan terjadi lagi, siapapun kalian akan saya berikan hukuman jika ini sampai terjadi lagi. Ingat di sekolah untuk belajar bukan untuk ajang perlombaan mencari idola. Kalian tidak mikir kalau hal itu dapat mengganggu teman-teman yang sekelas dengan mereka?" ujar kepala sekolah lagi.
Semua siswa hening, tidak ada yang berani berbicara.
"Saya peringatkan lagi ya! jangan sampai hal ini terjadi lagi, kalau ada kejadian yang seperti ini lagi harap melapor bagi yang melihat. Kalau di ancam tenang pihak sekolah akan melindungi kalian dan kami akan mengeluarkan siswa yang berani mengancam kalian!" ujar kepala sekolah.
"Hanya itu yang ingin saya sampaikan, silahkan bubar!" perintah kepala sekolah.
__ADS_1
Seluruh siswa bubar dan masuk ke kelas mereka masing-masing.