Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 87


__ADS_3

Pria tersebut dan teman-temannya tertawa keras yang membuat Cinta semakin bingung.


"Udahlah Mbak jangan pura-pura gak ngerti. Kami mau sewa Mbak 1 jam berapa kira-kira?" tanya pria itu lagi.


"Maaf ya Mas, saya bukan barang yang harus di sewakan!" sahut Cinta.


"Jadi silahkan Mas bayar, totalnya 300 ribu!" lanjutnya.


"Kamu memang bukan barang, tapi kamu punya barang yang sangat di inginkan oleh kami!" kata pria tersebut.


"Sudahlah Ki! Kalau cara halus gak bisa pakai cara kasar aja toh juga gak ada orang!" sahut teman pria itu.


"Mbak Cantik, duduk dulu sama kita sini!" ucap pria tersebut, tangannya mulai nakal dan memegang tangan Cinta.


"Kalian mau apa? Kalian jangan macam-macam ya, di sini ada banyak orang yang lewat!" ucap Cinta yang mulai merasa ketakutan.


"Jadi kamu mau tempat yang sepi? Boleh aja yuk ikut kita!" kata pria tersebut.


Pria yang bernama Riki itu mengelilingi Cinta bersama teman-temannya. Cinta semakin ketakutan, dia tidak bisa lari kemana-mana dan berharap Pak Santoso cepat datang.


"Jadi gimana? mau ikut gak? Kita happy-happy di sana, di jamin kamu akan puas!" ucap Riki sambil memegang dagu Cinta.


"Jangan sentuh dia!" ucap seseorang yang suaranya terdengar sangat familiar oleh Cinta.


Saat itu juga satu tendangan meluncur ke punggung Riki yang membuat Riki itu tersungkur ke lantai.


"Andika!" gumam Cinta ketika dia menoleh ke arah pria yang menyelamatkannya.


Cinta pun berlari ke arah Andika dan bersembunyi di balik punggung Andika.


"Wah ada jagoan nih! Kita serang aja bareng-bareng!" ucap teman-temannya Riki.


"Maju kalau berani!" kata Andika.


Andika dan teman-temannya Riki saling adu pukulan, namun pukulan dari mereka tak satupun melayang ke tubuh Andika. Justru sebaliknya mereka tersungkur bersama-sama bareng Riki.


"Lo gak apa-apa Cin?" tanya Andika beralih ke Cinta setelah menghajar Riki dan teman-temannya.


"Gue takut Dik! Untung lo datang tepat waktu!" ucap Cinta memeluk Andika.


"Jangan takut lagi, ada gue di sini!" ucap Andika menenangkan Cinta.


Andika menoleh ke arah Riki dan teman-temannya yang baru bangkit dari lantai, tatapannya sangat tajam karena rasa marah yang di milikinya.

__ADS_1


"Untuk apa kalian masih di sini? PERGI!" bentak Andika yang membuat mereka lari terbirit-birit.


Andika mengelus rambut Cinta dan mengajak Cinta duduk.


"Mereka udah pergi, lo jangan takut lagi ya!" ucap Andika.


"Iya Dik, makasih ya!" kata Cinta.


"Tapi Dik," kata Cinta ragu.


"Tapu kenapa?" tanya Andika yang masih khawatir.


"Mereka belum bayar pesanan mereka 300 ribu!" kata Cinta malu.


"Astaga kirain ada apa! Gak usah lo pikirin, gue yang ganti rugi!" kata Andika.


"lo kerja di sini?" tanya Andika ketika tersadar.


Cinta mengangguk lemah.


"Kok gak bilang sama gue? lo kerja untuk apa?" tanya Andika.


"gue kerja biar bisa hidup Dik, lo tahu sendiri aku sudah gak punya siapa-siapa jadi gue kerja di sini," kata Cinta.


"lo masih punya gue Cin, lo gak sendirian. Kalau lo perlu uang lo bisa bilang sama gue!" kata Andika.


"Lo gak ngerepotin Cin. Lagipula lo bilang nayaman? Nyaman apanya? Gimana kalau hal serupa terjadi lagi dan gue gak tahu, gue cari lo dimana lagi Cin? Lo tadi hampir saja di bawa pergi sama mereka," kata Andika marah.


"Lagipula kata lo Bos lo baik, kenapa dia ninggalin lo sendirian di sini? Tahu kan ini udah malam dan lo cewek, jadi rawan banget!" lanjutnya.


"Lo jangan salahi Bos gue Dik. Dia peduli sama gue, dia izin keluar makanya gue sendiri di sini. Pria tua yang lo temui di rumah gue kemarin tuh Bos gue. Dia antar gue karena gak mau gue kenapa-kenapa!" jelas Cinta panjang lebar kepada Andika.


"Oh jadi gitu ya!" ucap Andika merasa bersalah karema telah menuduh yang bukan-bukan.


"Iya Dik. Alasan gue pingin belajar mengendarai motor juga karena ini, kebetulan Bos gue mau kasih gue motor katanya,"


"Ya udah hari minggu gue ajarin ya! Terus mulai besok setiap lo mau kerja dan pulang biar gue yabg antar jemput!" kata Andika.


"Gak udah Dik, gue bisa naik ojek kok!" tolak Cinta.


Andika sudah banyak membantunya, Cinta jadi sangat sungkan menerima bantuan Andika dalam bentuk apapun itu


"Lo gak boleh nolak karena gue gak mau lo boncengan sama cowok lain apalagi cowok yang bernama Bintang!" kata Andika.

__ADS_1


"Jadi lo tadi marah karena gue dekat sama Bintang ya?" tanya Cinta.


"Bukan cuma Bintang tapi semua cowok di dunia ini lo gak boleh deketin kecuali gue!" kata Andika.


"Kok gitu sih?"


"Ya karena gue cemburu dan marah!" ucap Andika.


"Tapu kan lo buka pacar gue!"


"Sebentar lagi lo bakalan jadi pacar gue!" kata Andika yakin.


Ketika Andika dan cinta tengah berbincang, Pak Santoso kembali dengan membawa banyak barang yang dia beli. Cinta bergegas membantunya dan membawa masuk ke dapur.


"Ini siapa Cinta? Kok gak pesan makan?" tanya Pak Santoso ketika melihat Andika duduk.


"Dia teman saya Pak!" ucap Cinta.


"Saya Andika temannya Cinta!" ucap Andika tersenyum ramah.


"Ih gitu!" kata Oak Santoso.


Cinta melihat Pak santoso sedang memperhatikan meja yabg berantakan tersebut jadi buru-buru dia menjelaskan kejadian tadi. Setelah mendengar cerita Cinta, Pak santoso sangat mengkhawatirkan keadaan Cinta.


"Cinta gak apa-apa kok Pak!" kata cinta menenangkan Pak Santoso.


"Syukurlah! Kalau terjadi apa-apa pasti Bapak merasa sangat bersalah ninggalin kamu sendirian di sini!" kata Pak Santoso.


"Gak apa-apa kok Pak, teman Cinta yang nolong dan jadinya berantakan belum Cinta beresin. Maaf ya Pak!" ucap Cinta.


"Tidak apa, kita bereskan sekarang setelah ini kita tutup ya!" ucap Pak santoso.


"Loh kok tutup Pak? Kan baru jam setengah 9?" tanya Cinta.


"Tidak apa, kamu pasti syok dan butuh istirahat!" kata Pak Santoso pengertian.


Akhirnya Cinta pun menutup tokonya di bantu oleh Andika dan Pak Santoso. Setelah menutup toko Andika dan Cinta pulang.


"Oh ya Dik,kok lo bisa tahu sih gue kerja di sini?" tanya cinta penasaran.


"Feeling aja sih kalau lo ada di sini!" ucap Andika.


"Masa sih?" tanya Cinta yabg gak percaya.

__ADS_1


"Udah jangan di tanyakan lagi, lo sampai rumah nanti langsung istirahat ya. Pagi-pagi gue jemput, ingat lo hanya boleh boncengan sama gue!" kata Andika mengingatkan Cinta.


"Iya deh!" sahut Cinta.


__ADS_2