Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
CHAPTER 30


__ADS_3

Keesokan harinya tepatnya hari kedua perlombaan di mulai, terlihat Cinta dan Andika mengobrol layaknya tidak ada masalah apapun diantara keduanya. Teman-teman sekelasnya merasa bingung melihat mereka berdua akrab.


Cantika yang baru saja datang ke kelas pun merasa ada yang aneh dengan penampakan itu.


"Andika, sejak kapan lo akrab sama cewek dekil itu?" tanya Cantika yang masih mencaci Cinta.


"Bukan urusan lo!" sahut Andika cuek.


"Eh cewek dekil! Pasti lo kan yang merayu Andika biar bisa lo deketin," tuduh Cantika kepada Cinta.


"Sorry ya Cantika, jangan samain gue sama lo dong. Gue gak se-genit lo kali!" sahut Cinta dengan santai walaupun ada sedikit emosi di dirinya.


"Apa lo bilang? Gue genit? Ngaca woy! Kalau bukan lo yang merayu Andika mana mungkin Andika mau sama lo!" kata Cantika memancing keributan.


"Cantika udah! Jangan bikin masalah lagi apalagi melibatkan gue!" teriak Andika melerai keributan tersebut.


"Cinta lebih baik kita pergi dari sini, ada makhluk hama di sini gue gak nyaman!" kata Andika lalu menggandeng tangan Cinta tanpa menunggu persetujuan Cinta terlebih dahulu.


"Ih Andika!" Cantika meneriaki Andika dengan raut wajah yang sangat-sangat kesal.


Namun Andika dan Cinta tidak menghiraukannya, mereka melanjutkan langkah kakinya.


"Kasihan amat sih lo, di cuekin sama Andika!" ejek Erna yang sedari tadi melihat kejadian tersebut.


"Senang lo?" balas Cantika dengan wajah kesalnya.


"Biasa aja sih, ngapain juga gue senang lo menderita!" ujar Erna santai lalu meninggalkan Cantika.


...*****...


Perlombaan akan segera di mulai, lomba berikutnya yang akan diadakan yaitu Lomba menggambar dan juga lomba mading.


Sekolah memutuskan untuk melaksanakan perlombaan secara bersamaan untuk mempersingkat waktu.


Setiap peserta lomba sudah berkumpul di tempat yang sudah di umumkan kemarin.


"Eh siapa aja nih yang mau nonton Bintang?" tanya Agus kepada teman-temannya di kelas.


"Gue!" sahut Riski.

__ADS_1


"Gue, Erna, sama Andika ikut!" kata Cinta.


"Widih udah kompak kalian?" kata Agus menggoda Cinta dan Andika.


"Bintang gimana Cin? Masa lo buang gitu aja!" sindir Riski.


"Hush! Mulut lo, untung Bintang gak ada di sini," kata Agus sambil menyenggol bahu Riski yang mulutnya tidak bisa di ajak berkompromi.


"Apaan sih kalian, gue gak ada hubungan apa-apa sama Bintang apalagi Andika. Emang ada yang salah gue berteman sama cowok?" tanya Cinta.


"Ya gak sih, ya udah kalau gitu kita ke tempat Bintang lomba yuk!" ajak Agus mempersingkat perdebatan itu.


"Yuk!" sahut Riski,Erna, Cinta dan juga Andika.


Sesampainya di sana, terlihat Bintang yang sedang memoles-moles ke buku gambar yang disediakan oleh pihak sekolah. Dia mengambil tema pedesaan, di mejanya sudah lengkap berisi krayon, pensil warna dan juga spidol berwarna.


Bintang fokus menggambar untuk mencapai hasil yang maksimal. Sedikit demi sedikit gambarnya telah selesai sebagian, dia menoleh ke samping tepatnya di depan pintu yang sudah di kerumuni oleh para siswa yang salah satunya adalah Cinta.


Cinta melambaikan tangannya kepada Bintang ketika pandangan Bintang tertuju padanya. Bintang membalas lambaian tangannya Cinta dengan sebuah senyuman.


'Kenapa Cinta bisa sama Andika?' tanya Bintang pada dirinya sendiri.


'Aduh, kenapa warna yang ini sih. Masa iya daun warnanya kuning sih,' batin Bintang dengan wajah yang risau.


Bintang melihat jam di tangannya, dan ternyata waktunya sudah tidak cukup jika dia mengulangi gambarannya. Dengan terpaksa Bintang mengakali warna yang salah tersebut, dia menambahkan warna hijau di bagian lainnya pada lukisan daunnya.


'Untung saja belum semuanya yang berwarna kuning. Setidaknya di kenyataan masih ada daun yang berwarna kuning,' kata Bintang yang berhasil mengakali lukisannya.


10 menit pun berlalu dan Bintang sudah selesai melukis. Bintang selesai lebih awal dari teman-teman yang lain. Padahal waktu yang tersisa masih 5 menit.


Bintang sesekali menoleh ke arah Cinta. Dia melihat Cinta yang sedang asik berbicara dengan Andika. Nampak Cinta sedang tertawa bahagia bercanda dengan Andika ditengah kerumunan tersebut. Hingga Andika menoleh ke arah Bintang dan dia berbicara sesuatu kepada Cinta yang membuat Cinta menoleh ke arah Bintang.


Cinta memberikan kode kepada Bintang untuk memperlihatkan hasil lukisannya. Dengan senang hati Bintang memperlihatkan hasil lukisannya kepada Cinta.


"BAGUS!" kata Cinta tanpa suara dan menggerakkan mulutnya lebar-lebar berharap Bintang mengerti dari gerakan mulutnya.


5 menit berlalu, lomba pun berakhir. Seluruh peserta lomba bisa keluar ruangan setelah mengumpul lukisan mereka kepada juri yang akan menilai.


"Bagus banget lukisan lo Tang!" puji Cinta begitu Bintang keluar menghampirinya.

__ADS_1


"Makasi," kata Bintang tersenyum.


"Widihhh! Gimana tadi bro? Grogi gak?" tanya sahabatnya yang bernama Agus.


"Biasa aja," sahut Bintang.


Sambil berjalan, mereka berbincang-bincang dan menanyakan pengalaman Bintang di dalam ruangan.


Namun mereka segera berpisah karena Cinta dan Bintang akan melihat perlombaan Mading. Sedangkan Erna pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.


"Eh cewek lo di rebut sama Andika, lo gak marah?" tanya Riski ketika mereka memisahkan diri dengan Cinta,Erna dan Andika.


"Lo ini mulut gak bisa di jaga ya?" geram Agus kepada satu temannya itu.


"Yah, mau gimana lagi. Cinta udah nolak gue, gue bisa apa?" jawab Bintang pasrah.


"Jadi lo beneran suka sama Cinta Tang?" tanya Agus memastikan.


Bintang menganggukkan kepalanya dengan lemah, tampak wajahnya sangat sedih.


"Kasihan banget sih lo Tang, emang kapan lo nembak Cinta?" tanya Riski.


"Yah pernah gue pertama kali ngajak dia ke pantai dan disana gue gak bisa nahan diri gue buat nyatain suka sama Cinta, alhasil gue di tolak!" kata Bintang memasang senyum palsu diwajahnya.


"Ah lo sih, terlalu terburu-buru. Udah tahu Cinta anak yang polos, makanya pelan-pelan aja Tang," ucap Agus mencoba memberi semangat kepada temannya itu.


"Tapi hati-hati loh Tang nanti direbut Andika. Mending lo pikirin cara deh buat ambil hatinya Cinta sebelum keduluan Andika," pesan Riski.


"Gue juga masih mikir caranya, ini pertama kalinya gue deketin cewek jadi susah buat dapetin hatinya Cinta," keluh Bintang.


"Ya lo sukanya sama cewek polos kayak Cinta, coba lo sukanya sama cewek yang dipuji dikit langsung berbunga-bunga kan gak bakalan susah dapetin hatinya," kata Riski.


"Namanya juga suka Ris, kalau cewek yang lo sebut tadi sih ogah gue ya,"


"Dahlah, masih muda jangan di gunain buat pacaran. Lebih baik nikmati dulu masa-masa sekolah, keseruan sama teman-teman. Pacaran bisa nanti-nanti saat tamat sekolah, tapi kalau udah tamat sekolah gak bisa kalian kumpul sama teman-teman kayak gini!" ujar Agus.


"Ada benarnya juga sih ya!"


^^^'Ingat ya teman-teman, mencari keseruan disekolah lebih baik daripada pacaran. Saat kalian sudah bekerja, kalian pasti akan merindukan masa-masa sekolah. Ambillah kegiatan yang positif di sekolah, dan itu akan menjadi kebanggaan kalian tersendiri nantinya setelah kalian bekerja '^^^

__ADS_1


__ADS_2