Gadis Sebatang Kara

Gadis Sebatang Kara
Chapter 98


__ADS_3

"Kamu tunggu di sini dulu ya Cin!" ucap Andika.


"Kamu mau kemana?" tanya Cinta.


"Mau ke kamar ambil sesuatu!" sahut Andika penuh rahasia.


Andika pergi ke kamarnya, dia mengambil kembali handphone yang belum sempat dia berikan kepada Cinta. Setelah itu kembali ke ruang tamu deng membawa handphone yang masih dalam kotaknya.


"Apaan nih?" tanya Cinta ketika Andika menyodorkan kotak handphone tersebut.


"Handphone buat lo!" sahutnya.


"Hah?" Cinta tampak kaget dengan pemberian Andika.


Dia menolak pemberian Andika, dia tidak ingin terlalu banyak menerima barang dari Andika karen fia tidak mungkin bisa membayarnya kedepannya.


Namun Andika terus memaksanya, dia berkata bahwa ini demi kebaikannya. Dengan Cinta menerima handphone tersebut, Andika lebih mudah untuk menghubunginya.


"Jaga baik-baik ya!" pesan Andika.


...***...


Hari senin berikutnya pagi-pagi sekali Andika menemui Pak Yoga untuk melihat kembali CCTV. Dia datang bersama dengan Cinta.


"Pak tolong cek kembali CCTV yang kemarin. Terutama yang di gudang!" kata Andika kepada Pak Yoga.


Pak Yoga langsung mencarikannya, dan mereka melihat Deni dan teman-temannya tampak sedang menyeret Cinta yang sudah tidak sadarkan diri ke dalam gudang.


Dengan cepat emosi Andika meledak-ledak. Dia meminta izin untuk memberikan pengumuman di lapangan dan memanfaatkan kedudukannya sebagai Ketua OSIS.


Setelah berkata seperti itu, Andika kembali ke kelas dengan emosi. Cinta berusaha untuk menenangkannya namu sangat susah meredam emosi Andika jika sudah meledak-ledak.


'Lihat saja, gue pasti bisa mengeluarkan siswa itu!' batin Andika penuh tekad.


Tepat jam 8 pagi, Pak Yoga mengumumkan ats izin kepala sekolah untuk seluruh siswa berkumpul di lapangan. Para siswa segera berkumpul setelah mendengar pengumuman tersebut, meskipun dalam pikiran mereka penuh tanda tanya.


"Sekolah kembali mengadakan pengumuman, kira-kira masalah apa yang terjadi?" tanya seorang siswa sambil berjalan menuju ke lapangan.


"Gue dengar-dengar kemarin di temukan seorang siswa yang tidak sadarkan diri di dalam gudang!" ucap temannya yang kebetulan lewat di samping Deni.


'Apa Cinta sudah di temukan? Lalu apa mereka tahu siapa pelakunya?' batin Deni yang mulai ketakutan.


Setelah siswa berkumpul, kepala sekolah, Pak Yoga dan Andika berdiri di depan mereka.


"Selamat pagi!" ucap Kepala sekolah sambil memegang Microfon di tangannya.


Para siswa serempak menjawab salam dari kepala sekolah.


"Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa kalian di kumpulkan di lapangan. Kalian akan tahu ketika teman kalian menyampaikan sesuatu!" ucap kepala sekolah, lalu memberikan microfon tersebut kepada Andika.


"Tidak perlu Pak!" ucap Andika dengan raut wajah yang penuh amarah.


Semua siswa di buat bingung oleh ekspresi Andika yang tampak menyeramkan.


"Gue gak perlu basa basi lagi, gue tahu kalian semua tahu nama gue jadi gue gak akan memperkenalkan diri gue lagi!" kata Andika dengan kalimat pembukanya.


"Yang pertama, gue yakin beberapa orang pasti sudah mendengar desas desus tentang pengurungan Cinta di gudang kemarin termasuk pelakunya pasti sudah tahu itu!" kata Andika.


Perkataannya tertuju pada Deni yang berdiri di barisan dengan keringat dinginnya.


"Gue tahu dia salah satu fans dari gue! Maka dari itu gue tegaskan untuk mulai hari ini, detik ini grup fans-fans segala macam di bubarkan. Kalau sampai gue nemuin grup yang serupa lagi gue gak akan segan-segan melaporkan kalian kepada kepala sekolah!" kata Andika.


Seluruh siswa mulai ricuh mengeluarkan pendapatnya sendiri. Terutama untuk mereka yang mengidolakan Dewi dan Andika.


"Kalian gak usah ribut di barisan kalian, kalau ada keluhan langsung saja sampaikan!" ucap Andika.


Seketika semua siswa terdiam dan tidak berani berbicara lagi.


"Gue tahu kalian membuat grup dengan satu sekolah untuk mendukung idola kalian atau hal lainnya. Tapi jika keadaanya seperti itu gue bakalan diam dan gak mungkin gue berdiri di sini di depan kalian!"


"Dengan kejadian kemarin gue sangat kecewa sama fans gue. Mereka tidak hanya mengusik kehidupan orang lain tetapi juga sampai mencelakai dsn hampir membunuh!"


"Oke! Gue gak akan kasih dia muka lagi, gue panggil saja namanya. Deni dan teman-temannya silahkan maju. Yang merasa kemarin ikut campur mencelakai Cinta silahkan maju, meskipun kalian menghindar sekarang tapi kami bisa mengecek CCTV!" kata Andika.


Setelah namanya di sebut Deni maju ke depan dengan wajah yang sangat malu. Dia tidak tahu semuanya akan seperti ini dan akan mempermalukan diri sendri di depan teman-teman satu sekolahnya.

__ADS_1


"Ternyata pelakunya cewek. Gak nyangka ya, fans maniak seperti ini memang patut menerima hukuman!"


"Kenapa mereka begitu kejam? Gue sebagai fans-nya Andika dan gabung d grup merasa malu karena satu grup sama dia!"


"Untung saja kemarin kita gak ikut-ikutan!"


Semua murid berbisik dan mengeluarkan pendapat setelah Deni dan beberapa temannya maju ke depan.


"Gue kemarin lihat di CCTV tidak segini jumlahnya. Mana yang lain? Takut maju ke depan? Gue peringatkan sekali lagi, jika kalian berani tidak maju hari ini dan kedepannya terbukti kalian melakukannya, gue pastikan kalian akan di keluarkan dari sekolah ini dan tidak bisa mendaftar di sekolah manapun!" ucap Andika tegas.


"Andika tidak main-main ya, dia begitu melindungi wanita itu"


"Wajar saja, gue dengar-dengar siswa yang bernama Cinta itu pacarnya. Deni dan kawan-kawannya salah menyinggung orang,"


Kembali para siswa ricuh sibuk dengan pendapatnya sendiri.


Setelah sisanya maju ke depan, Andika menyerahkan sisanya kepada kepala sekolah. Sesuai kesepakatan mereka akan di keluarkan dari sekolah.


Setelah selesai dengan pengumuman tersebut, para siswa di bubarkan begitu saja. Andika segera menghampiri Cinta untuk menenangkan dirinya.


"Dik, kamu gk perlu melakukan hal ini," kata Cinta yang merasa tidak enak hati.


"Ini semua karena gue jadi gue harus tanggungjawab!" kata Andika sambil berjalan ke kelas.


"Makasih Dik!" ucap Cinta.


Sesampainya di kelas Cinta duduk di bangkunya, namun anehnya Andika terus mengikutinya.


"Cin, aku masih sangat emosi. aku perlu sandaran!" ucap Andika dengan sikap manjanya.


"Udah sandaran di tembok aja!" kata Cinta yang tidak mengerti dengan kode Andika.


"Aku mau sandaran di bahu lo Cin!" kata Andika lemas.


"Ini masih di sekolah Dik, atau enggak aku beliin kami minum dulu ya biar lebih tenang!" kata Cinta.


"Boleh deh Cin!" sahut Andika.


Cinta pergi ke kantin untuk membeli minuman buat Andika. Setelah Cinta pergi Andika menatap ke arah Bintang yang sedari tadi memperhatikannya. Andika berdiri dari tempat duduknya, dan menghampiri Andika sambil membungkuk dan berbisik, 'Lo jangan coba-coba memisahkan gue sama Cinta. Apalagi memanfaatkan Dewi'.


Seketika Bintang terkejut dengan perkataan yang di ucapkan oleh Andika. Saat dia ingin menjawab Cinta telah datang dari kantin dan Andika kembali duduk dan berpura-pura lemas agat bisa bersikap manja di depan Cinta.


...***...


"Tante Nadia!" seru Cinta.


"Cinta, kamu akhirnya pulang sekolah!" kata Cinta.


"Tante ngapain ke sini?" tanya Cinta yang masih bersikap sopan.


"Cinta Tante minta maaf atas kasus Ibu Cinta. Tante tidak thu kalau suami Tante bisa melakukan hal itu!" ucap Nadia dengan wajah memelas.


"Tante gak perlu minta maf, ini bukan salahnya Tante Nadia. Lagipula Ibu sama Om Marchel juga sudah mendapatkan ganjarannya masing-masing!" kata Cinta.


"Tante terus merasa bersalah setelah tahu suami Tante yang telah melakukannya!" kata Nadia.


"Tante tidak perlu seperti ini. Semuanya sudah berlalu!" kata Cinta.


"Terimakasih Cinta!" ucap Nadia.


Kring!....


Tiba-tiba Cinta mendapat telepon dari nomor yang tidak di kenal. Dia mengangkat telepon tersebut. Ternyata itu dari Pak Santoso yang menanyakannya kabar Cinta.


"Tante, maaf nih bukan gimana-gimana. Tapi Cinta hari ini harus pergi karena ada urusan," kata Cinta yang tidak tahu harus bicara apa untuk menyuruh Nadia pergi.


"Oh iya, Tante mengerti. Lain kali Tante ke sini lagi mengunjungi Cinta ya!" ucap Nadia.


"Iya Tante. Maaf ya Tante!" kata Cinta.


"Tidak masalah!" kata Nadia.


Setelah itu Nadia pergi sementara Cinta berganti pakaian untuk bekerja kembali.


...***...

__ADS_1


Sesampainya di tempat bekerja, Cinta melihat Cantika sedang makan di rumah makannya. Cantika tampak meliriknya sebentar kemudian seperti tidak peduli. Saat Cinta mendekat, Cantika dengan sengaja menabrak Cinta dan menjerit kesakitan.


"Ahhh! Bayiku!" teriak Cantika.


"Ada apa ini?" tanya Pak Santoso.


Pelanggan yang duduk di sana juga tampak memperhatikan Cantika yang langsung terjatuh di lantai.


"Cinta, kenapa kamu membunuh bayiku?" ucap cantika menuduh Cinta yang tidak tahu apa-apa.


"Bagaimana mungkin? Aku tidak melakukan apa-apa!" sahut Cinta.


"Kamu menabrak ku dengan keras dan sekarang aku mengeluarkan banyak darah!" kata Cantika.


"Panggil ambulance!" ucap seseorang yang langsung menelepon ambulance untuk Cantika.


Beberapa saat kemudian Ambulance datang dan membawa Cantika pergi. Sedangkan seluruh pelanggan sedang bergosip dan menyalahkan Cinta.


"Pak saya tidak tahu spa-apa. Saya baru datang dan dia menabrak saya!" ucap Cinta menjelaskan kepada Pak Santoso.


"Bapak percaya sama kamu, lebih baik kamu susul ke rumah sakit ya!" kata Pak Santoso.


Cinta menelepon Andika untuk mengantarnya ke rumah sakit.


...***...


"Kenapa bisa sampai seperti ini Sayang?" tanya Rusmadi yang langsung datang ke rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa istrinya keguguran.


"Dok bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Rusmadi kepada dokter yang memeriksa.


"Ini mungkin terjadi karena benturan yang keras tapi kami masih menyelidiki dengan pasti! Bapak mohon bersabar ya!" ucap Dokter tersebut lalu pergi meninggalkan Rusmadi dan Cantika.


"Pak bagaimana keadaan Cantika?" tanya Andika yang datang ke rumah sakit bersama Cinta.


"Bayi kami hilang Den!" ucap Rusmadi dengan sedih.


"Ini semu gara-gara wanita itu!" tunjuk Cantika kepada Cinta yang berdiri di belakang Andika.


"Aku tidak! Aku tidak melakukan spa-apa, kamu menabrak ku itupun benturannya kecil!" kata Cinta membela dirinya dengan tegas.


"Cinta tidak mungkin melakukan itu dengan sengaja!" kat Andika membela Cinta.


"Andika kamu kenapa membelanya? Jelas-jelas dia yang menyebabkan semua ini. Hei wanita j*lang apa kamu tidak puas merebut Andika dariku dan sekarang membvnuh bayiku?" teriak Cantika.


PLAK!


Sebuh tamparan melayang di wajah Cantika.


"Aku tahu kamu sedang sedih karena kehilangan bayi mu. Tapi kamu juga jangan bicara seenaknya. Aku tidak membunuh bayi mu, dan Andika memang sudah menjadi milikku dari awal. Kamu sudah menikah dan suamimu ada di sini, kamu masih berani mengharapkan pria lain?" ucap Cinta dengan tatapan yang tajam yang membuat Cantika ketakutan.


"Permisi mohon maf menggangu. Hasilnya sudah keluar, bisa di pastikan bahwa Nona lah yang meminum obat penggugur kandungan!" Kata Dokter setelah selesai melakukan pemeriksaannya.


"Apa?" Rusmadi terkejut mendengar semua itu.


"Saya tidak menyangka Non akan melakukan segala cara untuk menghilangkan bayi ini. Jika memang menikah dan memiliki anak sama saya begitu membuat Non menderita, saya akan mengurus surat cerai untuk kita!" kata Rusmadi yang sangat kecewa.


Awalnya Rusmadi bertahan dengan Cantika karena bayi dalam perutnya adalah darah dagingnya. Tetapi sekarang semuanya sudah musnah tidak ads lagi yang perlu d pertahankan. Bertahan hanya membuat Cantika dengan mudah menginjakkan harga dirinya.


"Tidak! Jangan lakukan itu! Aku tidak mau menjadi janda!" kata Cantika berteriak.


Namun Rusmadi tak peduli dia melangkah pergi meninggalkan Cantika.


"Kamu terlalu serakah Cantika!" ucap Cinta lalu mengajak Andika pergi dari sana.


"Kenapa semua ini terjadi!" teriak Cantika.


Cantika masih belum bisa menerima semua ini, dia tidak ingin menjadi janda di usia muda.


...***...


Setelah pulang dari sekolah, Bintang di nasehati oleh ibunya untuk tidak mengganggu kehidupan Cinta. Karena kelurganya sudah banyak berhutang salah dengan Cinta. Nadia juga tahu bahwa Bintang menyukai Cinta namun Nadia berpesan agar tidak mengusiknya dan membiarkan Cinta hidup bahagia.


Nasehat tersebut di lakukan oleh Bintang, karena dia merasa yang di katakan Ibunya benar.


Sedangkan Cantika resmi bercerai dengan Rusmadi, orang tuanya sangat malu dan akhirnya mengirimnya ke luar negeri untuk belajar dan menitipkannya kepada pamannya Cantika di sana.

__ADS_1


Dengan begitu hubungan Cinta dan Andika tidak ada yang mengganggunya lagi.


...TAMAT...


__ADS_2