
"Cantika, kamu mau ikut minum?" tanya Andika.
"Gak deh. Aku cuma mau nontonin aja," ujar Cantika.
"Ikutlah, orang tua kamu kan belum datang. Aku gak bakalan bilang kok," kata Andika membujuk Cantika agar mau minum.
"Tapi Dik,,,"
"Udah minum dikit aja. Anggap saja aku mohon sama kamu," kata Andika.
Akhirnya Cantika luluh hatinya, dia minum sedikit minuman tersebut karena dia tahu itu tinggi alkohol. Cantika tidak ingin mabuk sebelum memastikan rencananya berjalan dengan lancar.
Beberapa menit kemudian, Andika dan Rusmadi terlihat sudah mabuk. Namun Andika tidak mau menghentikannya, dia ingin terus lanjut minum.
"Udah Dik, kamu udah mabuk. Lebih baik istirahat dulu di kamarku yuk!" ajak Cantika menghentikan Andika.
Cantika membawa Andika ke kamarnya, dia mengabaikan Rusmadi yang tertidur di sofa. Cantika sudah menebak rencananya akan berjalan dengan lancar.
"Dik kamu tidur di sini dulu ya, aku mau beresin minuman tadi," ucap Cantika kepada Andika yang setengah sadar.
"Jangan pergi!" ucap Andika menarik tangan Cantika.
"Dasar, aku pergi sebentar kok gak akan lama. Aku janji!" ucap Cantika.
Cantika pun pergi membereskan minumannya setelah Andika melepas genggamannya. Sesampainya di sofa, Cantika tidak melihat Rusmadi lagi di sofanya dan ada sebuah surat yang di tulis oleh Rusmadi.
'Non, maaf saya mabuk. Saya izin pulang dulu, semoga rencana Non berjalan dengan lancar ya!'
"Dasar sopir gak guna! Tapi gak apa, berdua lebih baik dengan begitu pria tua itu gak melihat tubuhku lagi nantinya," ucap Cantika.
Setelah selesai membereskan minuman yang tadi, Cantika kembali ke kamarnya.
"Harusnya aku langsung bersenang-senang tadi, kenapa aki begitu panik tadi soal ayah dan ibu? Bukankah itu hanya untuk mengelabui Andika mengapa jadi aku yang di kelabui oleh rencana ku sendiri?" ucap Cantika pada dirinya sendiri.
"Andika aku datang!" ucap Cantika ketika melihat Andika tidur terbaring dengan pakaian yang sudah di buka. Yang tersisa hanyalah celananya.
Wajah Cantika memerah melihat tubuh Andika, dia terpesona dengan punggung Andika yang ada di hadapannya.
"Tapi kenapa Andika tidur tengkurap?kalau seperti ini bagaimana aku bisa mengambil foto?" ucap Cantika bingung.
'Semoga Non Cantik tidak mencurigai ku sebelum rencananya berjalan dengan lancar,' batin Rusmadi yang sedikit ketakutan.
Cantika tidak mempedulikannya lagi, dia segera melepas semua pakaiannya dan kemudian memfoto dirinya sendiri.
"Selesai, aku akan mengeditnya nanti agar tak terlihat bahwa aku yang memfotonya sendiri," ucap Cantika.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Cantika mendengar suara mobil ayahnya.
"Baguslah ayah sudah datang. Jadi dengan begini aku tidak perlu susah-susah datang ke ayah," ucap Cantika.
Beberapa saat Cantika mendengar suara langkah kaki menuju kamarnya dan dia sudah tahu kalau itu ayahnya.
"AAAARRRGGGHHHH!" Cantika berteriak dengan keras sehingga membuat ayahnya tergesa-gesa membuka pintu.
"Cantika ada apa?" tanya ayahnya.
Pria di sampingnya juga bangun saat itu, dia terkejut bukan akting melainkan memang benar-benar terkejut.
"Ayah, Andika melakukan itu kepadaku!" ucap Cantika.
"Andika? Bukankah Andika berada di ruang tamu?" tanya ayahnya.
Di waktu yang bersamaan Andika dan Ibunya Cantika datang ke kamarnya dengan raut wajah yang panik.
"A...Andika kenapa kamu...," Cantika dengan cepat melihat wajah pria yang tidur di sampingnya.
"Pak Rusmadi! Kenapa bisa?" tanya Cantika.
Rusmadi bangkit dari tidurnya, dia memohon ampun kepada Cantika katena telah mengkhianatinya. Rusmadi juga memohon ampun kepada kedua orang tua Cantika, dia berlutut di hadapan mereka.
"Saya tidak akan memaafkan kamu Rusmadi. Saya mempercayakan Cantika kepada kamu tetapi kamu malah menidurinya. Kamu saya pecat!" ucap ayahnya Cantika.
Prok! Prok! Prok!
Andika bertepuk tangan setelah Cantika mengetahui kebenarannya. Semua orang yang ada fi sana merasa bingung.
"Cantika kamu pikir rencana mu akan berjalan dengan lancar? Kamu salah Cantika!" ucap Andika.
"Apa maksudmu Andika? Rencana apa?" tanya ayahnya Cantika yang sudah menahan emosinya dari tadi.
"Lebih baik kita biarkan Cantika memakai pakaiannya dengan benar dulu, mari kita tunggu di bawah. Saya akan menjelaskannya di bawah dan Pak Rusmadi menjadi saksi," ucap Andika.
Akhirnya kedua orang tua Cantika menuruti perkataan Andika, mereka pergi ke ruang tamu untuk menunggu Cantika.
Beberapa saat, Cantika dan Rusmadi datang ke ruang tamu. Terlihat raut wajah Cantika yang sangat kesal dan Rusmadi juga sangat ketakutan rencana Andika akan gagal.
'Seharusnya aku tak mempercayai Den Andika, Tuan pasti akan sangat marah setelah ini,' batin Rusmadi menyesali perbuatannya.
"Sekarang siapa yang mau menjelaskan tentang kejadian ini?" tanya Ayahnya Cantika.
"Om Arya jangan emosi dulu, biar saya menjelaskan niat jahat Cantika!" ujar Andika.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi Andika? Kami tidak sempat menjaga Cantika membuat kami tidak mengetahui apapun tentang kejadian hari ini," kata Raya Ibunya Cantika.
"Itulah salah kalian, sibuk bekerja sampai lupa denhan anak. Tapi saya tidak akan membahas itu. Saya akan membongkar niat jahat Cantika kepada kalian, yang perlu kalian tahu saat ini adalah Cantika hamil!" ucap Andika.
"Hamil? Siapa ayah dari anak itu?" tanya Raya terkejut begitupula dengan Arya.
"Cantika, sma siapa kamu berhubungan sampai hamil?" tanya Arya yang tidak mampu menahan emosinya lagi.
Cantika menunduk dan tidak menyahut, dia sangat takut menghadapi ayahnya yang sangat marah.
"Tentu saja dengan Pak Rusmadi!" sahut Andika.
'Bagaimana Andika bisa tahu? Dia tidak hanya mengetahui aku hamil bahkan tahu siapa ayahnya,' batin Cantika terkejut ketika Andika mengetahui semuanya.
"Pak Rusmadi saya persilahkan untuk menjelaskannya dan Om sama Tante jangan memotong pembicaraannya sampai selesai termasuk kamu Cantika!" ujar Andika dengan mimik wajah yang serius.
"Waktu itu Non Cantika pergi ke Bar bersama Den Andika. Non Cantika berusaha untuk menjebak Den Andika namun gagal alhasil sampai rumah Non Cantika mabuk dan mengira saya adalah Andika. Dia menggoda saya hingga saya tak mampu menahannya untuk melakukan itu, tidak ada pilihan lain saya hanya bisa menidurinya. Saya mohon maaf Tuan, Nyonya saya khilaf!" kata Rusmadi merasa bersalah.
"Tapi saya janji saya akan bertanggungjawab kepada non Cantika!" ujar Rusmadi.
"Aku gak mau menikah sama kamu! Aku cuma akan menikah sama pria yang aku cintai!" teriak Cantika tak terima.
"Diam!" bentak Arya kepada Cantika.
"Sudah diputuskan kamu akan menikah dengan Rusmadi," kata Arya.
"Yah, tapi anak kita masih sekolah dan status Rusmadi juga biasa-biasa saja, aku takut,,,"
"Sudah Ma! Ini balasan untuk perbuatannya, dia berkali-kali menjebak Andika dan dia harus menerima konsekuensinya. Lagipula kita bisa mendidiknya melalui ini, aku yakin Rusmadi dapat di percaya!" ujar Arya.
"Tapi dia lebih tua 12 tahun dari anak kita Pa," ucap Raya yang masih belum ikhlas anaknya menikah dengan sopirnya.
"Lalu apa mau mu? Menggugurkannya? Kedepannya kamu mau tidak memiliki cucu dan menanggung malu seumur hidup? Seharusnya dia tahu hal ini akan terjadi jika dia melakukan perbuatan kejinya itu. SEkarang gak ada gunanya baginya untuk menyesali pernyataannya, biarkan dia merasakan sedikit malu untuk bisa berfikir sebelum bertindak!" tanya Arya yang masih di selimuti dengan emosi.
"Kita bisa mencari pria pengganti Pa yang lebih cocok untuk Cantika," ujar Raya.
"Jangan membuat masalah lagi,sudah aku putuskan seperti itu. tiga hari lagi kita akan mengadakan pernikahannya," ujar Arya lalu pergi meninggalkan ruang tamu.
'Aku tak menyangka Om Arya akan menyetujui pernikahan anaknya dengan sopirnya. Aku kira dia akan menyalahkan sepenuhnya kepada Pak Rusmadi!' batin Andika.
"Tante, jadikan ini pelajaran. Mungkin Tante sama Om bisa menyempatkan waktu untuk memberikan Cantika perhatian," kata Andika.
"Baik Andika, maaf sudah merepotkan mu!" ucap Raya.
"Kalau tidak ada hal lain saya pergi dulu!" ucap Andika
__ADS_1