
"Cinta ke kantin yuk!" ajak Andika yang baru datang ke kelas langsung menghampiri Cinta yang masih mengobrol dengan teman-temannya.
"Gak deh!" tolak Cinta kepada Andika.
"Gue yang traktir!" kata Andika mencoba memancing Cinta.
"Oke deal!" sahut Cinta.
"Guys, gue kantin dulu ya!" pamit Cinta kepada teman-temannya.
"Iya Cin!"
Cinta dan Andika pun melangkahkan kakinya dan pergi ke kantin bersama-sama.
"Sejak kapan Cinta menjadi orang yang tidak sungkan dengan bantuan orang lain? Biasanya kalau satu dari kita yang ingin mentraktirnya dia selalu sungkan dan menolaknya," ucap salah satu temannya.
"Gak tahu juga sih. Tapi gue dengar-dengar rumah mereka berdekatan alias mereka tuh tetanggaan," sahut teman lainnya.
"Kalau di lihat-lihat kayaknya Andika suka deh sama Cinta. Buktinya baru pindah ke kelas kita perhatiannya tertuju pada Cinta terus, bahkan rela bertengkar dengan teman kita,"
Gosip hubungan antara Cinta dan Andika pun mulai bertebaran. Hubungan mereka masih penuh teka-teki, tidak ada seorangpun yang tahu hubungan seperti apa yang mereka miliki.
"Eh kalian kalau gak tahu apa-apa mending diam aja!" ucap Cantika dengan suara tinggi.
Hatinya sudah sangat panas dadi tadi mendengar gosip tentang hubungan Andika dan Cinta.
"Apaan sih ni orang!"
"Iya nih, iri kali. Mending kita pergi dari sini yuk,"
"Yuk!"
Wanita-wanita tadi yang bergosip segera meninggalkan Cantika sendirian di sana, mereka tidak mempedulikannya.
"Arghhh!" Cantika sangat marah, dia menendang sebuah Kursi hingga kursi tersebut terdorong jauh dari kursinya.
Agus, Riski dan juga Bintang menatap Cantika dengan penuh keheranan. Mereka secara bersamaan menggelengkan kepalanya.
"Mau apa kalian?" tantang Cantika.
"Serem amat, kaya mak lampir!" ejek Riski.
__ADS_1
"Dasar kalian sama saja seperti mereka!" ujar Cantika lalu menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan kelas.
"Cewek kalau marah emang serem ya!" ujar Riski.
"Makanya jangan pacaran!" ucap Agus.
"Tapi teman kita satu ini kayaknya gak takut sama yang namanya pacaran," ejek Riski.
"Iya gimana ya, gue juga gak bisa berkata apa-apa!" kata Agus.
"Lagian di suruh samperin malah diam aja, gimana mau bisa dapat cewek kalau kayak gini. Keduluan cowok lain kan jadinya," sindir Agus lagi.
"Tang kalau lo suka sama cewek lo harus kejar dia terus, pepet terus. Kalau lo tetap diam kayak gini yang ada tuh cewek makin jauh dan akhirnya di bawa pergi sama cowok lain. Cewek itu kepingin di kejar Tang, dari sana dia ingin mengetes lo seberapa sayang lo sama dia," ujar Riski menasehati Bintang.
Sedangkan Bintang sedari tadi hanya diam tidak menghiraukan perkataan teman-temannya. Dia tahu apa yang harus di lakukan.
Riski dan Agus saling bertatapan, mereka sudah menyerah dengan kegalauan temannya.
'Gue hanya ingin Cinta merasa nyaman, kalau dia tidak nyaman dengan keberadaan gue, maka gue harus menjauh. Gue gak apa-apa kalau dia tidak membalas cinta gue, tapi paling tidak gue masih bisa melihat senyumannya walaupun itu dar jauh!' batin Bintang.
...*****...
Sedangkan situasi di kantin, tepatnya di meja makan Cinta dan Andika ada beberapa tatapan tajam yang mengarah ke arah Cinta. Cinta sampai merinding ketakutan.
"Lo kenapa Cin? Kok melamun?" tanya Andika yang melihat Cinta mengeluarkan ekspresi wajah yang aneh.
"Lo gak merasa ada puluhan mata yang sedang menatap ke arah kita dengan tatapan yang tajam?"
"Maksud lo cewek-cewek itu?" tanya Andika.
Cinta menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Biarin aja, cuekin aja. Lagipula itu sudah biasa kok. Di sekolah gue dulu udah biasa kok kayak gini, setiap pergi sama pacar juga kayak gini. Bahkan pacar gue pernah di jambak rambutnya sama mereka dan di gebukin," kata Andika dengan santai.
"Terus lo biarin aja gitu?" tanya Cinta.
"Ya mau gue apain?" Andika balik bertanya.
"Ya lo bantuin kek bubarin fans maniak lo itu!" kata Cinta kesal.
"Gue gak peduli sih!" sahut Andika cuek.
__ADS_1
"Lain kali gue gak mau dekat-dekat sama lo, nanti gue digebukin sama fans maniak lo itu, lo malah ngeliatin tanpa bantuin," kata Cinta was-was.
"Ya kalau lo beda lagi, gue pasti melindungi lo dari mereka karena lo adalah wanita yang gue suka!" kata Andika tanpa malu-malu.
"Terus dulu sama pacar lo? Lo gak suka?" tanya Cinta bingung.
"Gak!" sahut Andika singkat.
"Terus ngapain lo pacaran sama dia?" tanya Cinta yang semakin bingung.
"Mereka yang ngejar-ngejar gue, mau gimana lagi. Lagipula gue cuma iseng pacaran sama dia, lagipula gue gabut aja!"
"Parah sih lo!" kata Cinta tidak mengerti lagi dengan pikiran Andika.
"Itu belum seberapa, saat gue pacaran dulu gue seperti gak pacaran. Ya maksudnya dia dekati gue ya gue menghindar. Dia nyamperin gue ke kursi gue tapi gue pergi tinggalin dia dan gue main sama teman-teman gue," kata Andika bercerita tentang masa lalunya di sekolahnya yang lama.
"Terus tuh cewek gak marah sama lo?" tanya Cinta.
"Ya marah, tapi gue juga gak peduli!" sahut Andika.
"Astaga parah banget sih lu jadi cowok! Pasti tuh cewek yang pernah pacaran sama lo merasa menyesal banget pernah pacaran sama orang yang cuek kayak lo!" kata Cinta menebak.
"Ngapain menyesal, yang ada dia beruntung pernah pacaran sama gue karena gue ganteng dan gak semua cewek bisa pacaran sama gue," kata Andika menyombongkan dirinya.
"Dasar aneh! Jangan-jangan lo kayak gitu juga ke gue?"
"Gak lah, kalau sama lo gue serius. Tapi kenapa lo takut kalau gue melakukan hal yang sama ke lo? Lo suka ya sama gue?"
"Ih apaan sih lo!" ujar Cinta dengan perasaan malu yang dengan susah payah dia tahan.
"Ngaku aja! Kalau lo gak suka sama gue gak mungkin lo baper sama cerita masa lalu gue," kata Andika.
"Udah ah gak seru, jangan kayak gitu!" ujar Cinta yang masih belum memberi jawaban kepada Andika.
"Ya udah deh kalau lo belum bisa ngasih tahu gue, tapi satu hal yang harus lo tahu! Cewek yang gue kejar gak akan mudah untuk gue lepaskan!" kata Andika dengan serius.
Cinta terdiam dan menunduk, dia menatap kosong ke arah makanan yang berada di atas meja.
'Gue kenapa ya? Kenapa saat dengar cerita dia gue merasa sakit di dada, dan takut dia melakukan hal yang sama ke gue. Apa gue suka sama Andika,' tanya Cinta pada dirinya sendiri.
Sesi tanya jawab:
__ADS_1
Kalian kalau di cuekin seperti Andika yang cuek sama pacarnya, apa yang kalian lakukan? Tetap bertahan atau pergi dan membalas dendam?
Jawab kolom komentar ya:)