Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Jeni pindah sekolah


__ADS_3

Sampai di rumah mereka langsung mandi, lalu setelah sholat magrib mereka makan malam.


" Meta, bagaimana kakinya sudah enakan ?"


" waduh kenapa om Sam nanyain Kaki aku. Apa aku di suruh pergi ya ? " Batin Meta.


" Alhamdulillah om. Sudah enakan." Jawab Meta.


" Syukurkah. "


" Jangan lupa kontrol ke dokter, nanti biar di antar mereka."


" Iya Om."


" Abi sudah makannya. Ayo umi kita ke dalam ."


" Umi juga sudah makannya. Umi duluan ya ."


" Iya Umi, Abi ."


" Giska juga udah. Kak Meta yuk kita ke kamar Giska !"


" Ayo, 2G mau ikut?"


" Mau, yuk ."


Mereka semua pergi ke kanar Giska. Tinggal Gank Angker ysng berada di meja makan.


" Aku tahu wajah mereka tapi tidak tahu namanya. Aku melihat mobil nya kita bisa mulai dari pemilik mobil itu. Aku hafal no platnya !" Ucap Alvin.


" Aku bantu carikan." kata Aston.


" Max , kenapa kau diam saja ?" Tanya Alvin.


" Aku sedang memikirkan Meta, semoga Kakaknya bisa kita temukan. Hanya dia satu satunya keluarga yang dimiliki Meta. Harapan Meta sangat besar pada kita untuk dapat menemukan kakaknya. Aku takut mengecewakan Meta. " Ucap Max.

__ADS_1


" Semoga, kita bisa menemukannya ." Ucap Gibran.


" Aku ke kamar dulu. Sudah waktunya aku menelepon Feli !" GIibran ke kamarnya.


" Iyaa ..ayo Ax kita mulai cari pemilik mobil itu." Ajak Alvin.


"Ayo.." Ucap Aston.


" Aku ikut ." Ucap Adam dan Max


***


Pagi hari Gank Angker sekolah dengan 3 mobil Gibran bersama Alvin, Adam tentu saja dengan Aston kembarannya. Sedangkan Max sudah pasti dengan kekasihnya Meta.


Begitu mereka sampai parkiran semua memperhatikan mereka. Mereka merasa iri dengan Meta yang bisa dekat Gank Angker .


Datang seorang gadis mendekati mereka.


" Halo kakak sepupu sayang, kita bertemu lagi. " Meta terkejut melihat Jennifer ada di sini.


" Kaget ya.. kagetlah masa enggak !" Jeni terkekeh.


Plak...


Meta menampar Jeni. Ia tidak terima jika Jeni menjelek-jelekkan Max dan sahabat-sahabatnya. Mereka adalah orang baik.


Semua yang ada di sekitar parkiran memperhatikan mereka.


" Jaga ucapan kamu ya ! Aku diam selama ini karena aku merasa berhutang budi pada keluargamu. Tapi sekarang aku tidak akan diam saja kalau kau menghinaku atau orang-orang di sekitarku. Ingat itu ! Dan jangan panggil aku sepupu aku tak sudi punya sepupu sepertimu, tak tahu diri !" Sarkas Meta.


" Kau yang tak tahu diri sudah di tampung keluargaku, tapi tidak tahu balas budi !"


" Di tampung...Hahaha tidak salah ? Kalian yang numpang di rumahku. Rumah yang kau tempati punya orang tuaku, harta yang kalian nikmati punya orang tuaku. Tapi kalian jadikan aku pembantu di rumahku sendiri. Dan kalian membunuh orang tuaku hanya untuk mendapatkan harta mereka. Siapa yang tidak tahu balas budi hah ?" Meta mengatakannya dengan berapi-api.


" Kau..!" Jeni akan menampar Meta tapi tangan Jeni di tahan Max.

__ADS_1


" Berani kamu sentuh dia. Tanganmu akan ku patahkan !" Ancam Max. Jeni menjadi ciut melihat tatapan tajam Max. Ia menurunkan tangannya.


" Lihat saja Meta, akan ku balas tamparan ini huh !" Jeni menatapa Meta tajam dan berbalik badan. Dia berjalan dengan gaya angkuhnya.


" Ayo Met, aku antar Kamu ke kelas ." Max pergi bersama Meta yang masih menggunakan kurk.


Alvin dan yang lainnya masih diparkiran.


" Jadi dia pindah ke sini ." Ucap Adam.


" Sepertinya kita harus extra menjaga Meta. Aku yakin bukan tanpa alasan dia tiba - tiba pindah. " Ucap Alvin..


" Ya sepertinya begitu." timpal Aston.


" Ayo kita ke kelas !" Ajak Gibran.


Mereka pergi dari tempat parkir.


Seseorang mengawasi mereka dari lorong kelas. Seorang siswa yang sedang berdiri di depan pagar lorong.


" Jadi kalian yang sudah membantu Meta." Gumamnya.


Saat Gank Angker berjalan seorang siswa menabrak mereka.


bugh...


" Aduh..maaf gue gak sengaja."


" Gak apa-apa ." Ucap Gibran. Lau dia berlalu pergi melewati cowok itu.


Cowok tadi tersemyum miring.


" Pendekatan pertama berhasil ." Gumamnya dan pergi.


Gibran dan Adam mereka tersenyum mendengar cowok tadi.

__ADS_1


" Kami tahu niatmu." Pikir Adam


...----------------...


__ADS_2