Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 31.


__ADS_3

Waktu makan malam tiba , Julia mengetuk kamar Gibran.


Tok.. Tok...


" Milla , Gibran, dipanggil mami ayo kita makan malam !" Teriak Julia dari luar.


Ceklek....


Pintu terbuka, tampaklah Milla dan Gibran .


" Iya Jul,.. ayo kita turun bersama." kata Milla dan Gibran mengikuti dari belakang.


Tiba-tiba Milla merasa pingangnya terasa sakit.


Milla berjalan pelan dan di bantu oleh Gibran.


" Kenapa umi ?" Tanya Gibran Khawatir.


" Tidak apa-apa sayang, umi cuma sedikit kram aja di perut.." ujar Milla sambil tersenyum berusaha menenangkan.


Mereka akhirnya sampai di meja makan semua sudah berkumpul termasuk Samuel.


" Sini sayang, pelan -pelan ." Kata Sam sambil menarik kursi untuk Milla , setelah Milla duduk Sam kembali ke tempatnya.


" Nah, semua sudah kumpul ayo kita mulai makan, Gibran pimpin do'a ya !" Perintah pemimpin keluarga Adelard.


Semua menunduk mendengarkan do'a Gibran sambil mengikuti dalam hati.


" Amiiiiiin " kompak semua setelah Gibran selesai berdo'a.


Samantha lebih dulu melayani pemimpin keluarga, lalu menyiapkan untuk dirinya sendiri setelah itu baru semua mengambil masing-masing, Julia menyiapkan makan untuk King dan anak-anak, Gibran menyiapkan untuk Camilla dan dirinya. Sam mengambil sendiri makanannya.


" Sam kau mau apa biar aku ambilkan ?" ucap Milla.


" Tidak usah sayang, aku bisa mengambilnya sendiri, kau makanlah !" kata Sam lembut. Milla pun mengangguk dan makan.


Semua makan dalam diam Calvin memperhatikan interaksi Gibran dan abinya seperti tidak biasa. Gibran tidak mau menatap abinya dan tidak banyak bicara selain membacakan do'a tadi.


" Sam, bisakah nanti setelah makan kita bicara di ruang kerja papih ?" kata Calvin.


" Iya pih." Sam bertanya dalam hati, ada apa papihnya mengajak bicara di ruang kerja berarti ada hal yang serius.


Suasana makan malam ini terasa berbeda ada aura dingin menyelimuti, semua merasakan perbedaan tapi mereka hanya diam dan terus makan. Si kembar saja yang biasa cerewet tiba-tiba menjadi pendiam mereka memperhatikan Gibran yang terasa mulai menghindar dari mereka.


Makan telah selesai dan Twins ingin mengajak Gibran bermain.


" Kak Gib, kita main di kamar kak Gib ya , boleh kan?"


" Boleh , ayo mi !" Gibran mendekati uminya.

__ADS_1


" pih, mih , semuanya Milla ke kamar dulu ya mau istirahat." Milla pergi bersama Gibra dan si kembar.


" Ayo Sam , kita bicara !" Calvin berjalan lebih dulu , Sam berjalan di bekakangnya.


Calvin membuka pintu dan membiarkan Sam masuk lebih dulu, kemudian Calvin mengunci pintu dan duduk di sofa, di depan Samuel


" Sam.. ada apa antara kalian bertiga ?" tanya Calvin langsung ke intinya.


" Maksudnya ..pi?" tanya Sam tidak mengerti.


" Ada apa antara kamu dan Milla juga Gibran?, kalian seperti menciptakan jarak , jangan bilang gak ada apa-apa karena papi gak akan percaya !" ujar papi .


" Sebenarnya.. Sam juga tidak tahu, Sam juga bingung kenapa mereka seperti menghindar dari Sam. tadi pagi semua baik-baik saja tapi pas Sam pulang kerja Milla menjadi lebih pendiam." Sam memberi jawaban pada Calvin.


" Benarkah kamu tidak tahu apa-apa, atau kamu berharap mereka tidak tahu apa-apa dan berlagak seolah tak terjadi apa- apa, begitu kan ?" Calvin mulai meninggikan suara.


" Maksud papi apa, Sam tidak mengerti ?" Sam masih coba mengelak tapi gelagatnya yang gelisah justru membuat Calvin semakin yakin bahwa Sam telah melakukan kesalahan.


" Kamu mau menipu siapa? papi tidak bisa ditipu ! papi kenal kamu , sifat kamu gerak-gerik kamu, papi tahu. Dan sekarang kamu terlihat gelisah itu berarti kamu berbuat suatu kesalahan. Ayo bilang pada papi mungkin papi dapat membantu ?"


Sam tidak punya pilihan lain kemudian dia menceritakan semuanya.


Calvin sangat marah dan langsung menonjok Sam dengan kencang, tapi Sam tidak merasakan sakit sama sekali, padahal di sudut bibirnya ada darah dan Calvin menonjoknya lagi tapi anehnya Sam merasakan sakit bukan pada tubuhnya melainkan hatinya. Sam tidak melawan karena dia tahu dia memang salah dan pantas mendapatkan hikuman ini.


" Kurang ajar kau !, papi tidak pernah mendidikmu seperti itu, tak ada pembenaran untuk apa yang kau lakukan , papi saja kecewa sama kamu, lalu bagaimana Milla ? apa kau pikirkan itu saat kau bersamanya. Dia yang paling tersakiti di sini. Papi serahkan semua pada Milla , jika Milla memutuskan untuk pergi papi tidak akan mencegahnya !!" Ujar Calvin dengan emosi dan mengambil nafas panjang untuk menenangkan hatinya.


Sam, begitu takut dengan perkataan papi, bagaimana jika Milla tahu dan kecewa padanya lalu pergi meninggalkannya sendiri.


Sam berlari ke kamarnya tapi Milla tidak ada,


" No..no.. dia tidak pergi, tidak.. tidak boleh pergi !" Sam bergumam dan berteriak lalu berlari kembali ke kamar Gibran tapi kosong tak ada seorangpun , Sam berlari dan mencari Milla dia mengetuk semua kamar dari kamar si kembar sampai kamar mami dan papinya tapi tak ada Milla dan Gibran. Tak ada yang mau membantunya mencari istri dan anaknya.


Sam berlari ke bawah dan mencari di semua ruangan rumah itu tapi tidak ditemukan Sam berteriak memanggil-manggil Milla dan Gibran.


King menghampiri dan menenangkan Sam tapi Sam terus memanggil Mila , King akhirnya menamparnya dan memanggil Sam, Sam merasakan pipinya panas


" Sam...Sam...Sam.. tenanglah Sam.. " suara King memanggil Sam.


Plak...


Sam merasakan perih di pipinya lalu Sam membuka mata dan dia melihat King di pinggir pintu mobil yang terbuka, Sam melihat sekeliling dia berada di mobil , Sam keluar dan berdiri dia menatap sekeliling yang ternyata ini rumahnya, dan ini juga sudah malam. Sam melihat dirinya madih memakai pakaian dinas .


" Sam, apakah kau sudah sadar, Sam ada apa denganmu bro?" King bertanya melihat Sam seperti orang linglung.


" Milla.. Gibran ..!" Gumam Sam dan berlari ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam dan justru berteriak memanggil Milla dan Gibran.


Semua terkejut mendengar teriakan Sam , dan bertambah terkejut ketika Sam menubruk Milla dan memeluknya erat serta menangis meminta maaf.


Hanya ada Julia dan Camilla di ruangan keluarga, anak-anak sudah tidur, mami papi juga sudah masuk ke kamarnya entah sudah tidur atau belum.

__ADS_1


Julia dan Milla menunggu para suami pulang.


" Sam kau kenapa?" tanya Milla khawatir. Julia menatap King dan bertanya pada King dengan tatapan matanya sedangkan King menahan tawa melihat tatapan Julia yang lucu menurutnya.


" Ajaklah ke kamar Mil... biar dia tenang !" kata Julia.


" Iya bro lo ke kamar gih !, selesaikan di kamar, malu di lihat bodyguard masa bosnya


cengeng ." bujuk King pada Sam dan berhasil. Sam lebih tenang dan merengkuh pundak Milla mengajaknya untuk naik ke kamar mereka.


King dan Julia juga pergi ke kamar mereka.


Begitu sampai kamar, Sam mengunci pintunya dan menarik Milla lembut untuk duduk di atas kasur.


Sam bersimpuh di hadapan Milla, dan meminta maaf sedangkan Milla bingung minta maaf karena apa.


" Apakah kau menangis dan meminta maaf karena foto itu ?" Tanya Milla.


" Foto, foto yang mana?" yanya Sam.


Milla lalu berdiri dan mengambil hp nya dia mencari foto itu dan menunjukkannya pada Sam. Sam melihatnya dan terkejut Milla mendapatkan ini dari mana kurang ajar, berarti semua memang sudah di seting .


" Apakah foto itu benar Sam?" tanya Milla.


Lebih baik jujur dari pada Milla tahu dari orang lain .Sam ingat mimpi tadi, mimpi yang mengerikan seumur hidupnya yaitu mimipi kehilangan Milla dan anaknya.


" Iya.. foto itu benar jika aku berc***an dengan wanita itu , tapi..


" Siapa wanita itu dan sudah berapa kali kalian melakukannya, apakah kau sudah tidur dengannya ?" Milla memberondong Sam.


" Tidak sayang, aku tidak pernah tidur dengan siapapun kecuali kamu dan Gibran, dan aku berc***an dengannya baru sekali itu. Tapi dia sering mencuri menge*** bi***ku. Aku sudah sering marahi dia tapi dia orangnya nekat. Dia adalah kolegaku dan sahabat saat kuliah dulu."


" Lantas jika dia sudah sering meng****mu dan kau tidak memberi tahuku tidak minta naaf dan tidak merasa bersalah , lalu sekarang kenapa kau menangis dan meminta maaf padaku apakah itu berarti kalian melakukan lebih dari itu hingga kau merasa bersalah ?" tanya Milla yang sebenarnya sedang menahan emosi dan sakit di hatinya.


" Iya, tadi dia tidak hanya mengec*** tapi juga menc***ku tapi aku langsung lepaskan dia dan pergi lalu aku bertemu King dan kita makan bersama."


Milla tertawa kecil.


" Dia menc***mu tapi kau lepaskan dan langsung pergi begitu, kenapa ? bukankah kau juga menikmatinya buktinya setelah kau lepaskan kau tidak memarahinya tapi pergi, karena kau bingung dengan perasaanmu sendiri.Kau tidak bisa marah padanya walau dia sering mengec**mu kau hanya menegurnya karena rasa bersalahmu padaku tapi lama-lama kau terbiasa bukan , sehingga walaupun kau tahu dia orang yang nekat dan tidak mempan kau tegur tapi kau tetap menemuinya karena kau juga menikmati perasaan itu, aku benar kan tuan Sam."


" Katakan apakah dulu kau mencintainya dan sampai sekarang masih ada perasaan itu perasaan yang dulu tidak bisa terjalin , kau sedang clbk ya, cinta lama belum kelar .Baiklah aku beri kau kesempatan untuk meneruskan cintamu yang belum kelar itu, aku tak ingin hidup dalam bayangan mantan tak akan ada habisnya masalah yang berurusan dengan mantan yang masih cinta." Milla menghela nafas , dia tahu mereka menikah karena anak, bukan cinta jadi ketika orang yang Sam cinta datang dia akan ikhlas melepasnya .


" Sam aku memaafkanmu, aku tahu perasaan mencintai tapi tak memiliki itu sakit, karena itu aku ingin kau memiliki cintamu. Ceraikan aku dan menikahlah dengannya maka kau akan bahagia Sam. " Milla mengatakan itu dengan tenang.


" Tidak sayang aku bahagia denganmu sungguh kita juga sudah punya anak dan akan bertambah lagi, jadi kumohon jangan pergi." kata Sam.


Sam tidak mengatakan jika Sam mencintainya tapi Sam hanya bilang bahagia dengannya dan Sam sesungguhnya sedang nengatakan hal- hal yang menjadi keraguannya untuk berpisah dengannya. Oh..Sam aku sungguh akan melepasmu Sam.


...********...

__ADS_1


__ADS_2