Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab Bonus 3


__ADS_3

Max tidak menjawab, ia menjalankan mobilnya. Bukan ke sekolah tapi ke rumah sakit.


Begitu sampai, Max mengambil kursi roda. Ia mengangkat Meta dan memindahkannya ke kursi roda.


Perawat datang dan membantu Max, mendorong kursi roda ke dalam IGD. Max di larang masuk. Sedangkan Dokter memeriksa Meta.


Setelah selesai dokter pun bertanya kepada Meta.


" Sebenarnya apa yang terjadi padamu? Kenapa tubuhmu penuh luka Meta? Apa kau perlu bantuanku? Jika terjadi sesuatu dan kau butuh pertolongan datanglah padaku. Aku akan membantumu sebisaku. Mengapa kau tidak lapor pada polisi Meta?"


" Maaf dokter, tapi saya tidak apa-apa. Terima kasih sudah mengobati saya. Hm..dokter bisakah dokter merahasiakan ini dan tidak mengatakannya pada siapapun termasuk orang yang mengantar saya. "


" Baiklah ..sebagai dokter saya punya kewajiban untuk merahasiakan penyakit pasien saya. Tapi jika ini berlanjut saya tidak akan diam Meta. "


" Iya dok, Terima kasih." Perawat membantu Meta, mendorong kursi roda.


Max menghampiri Meta dan dokter yang menangani Meta.


"Bagaimana keadaanya dok ?"


" Kakinya terkilir , untuk sementara tidak boleh banyak digerakkan selama bbeberapa hari. Kakinya bengkak karena tidak cepat di obati. Yang lainnya luka kecil karena terjatuh sudah diobati. Meta saya harap anda jangan dulu gunakan kaki anda sampai sembuh. " Dokter menjelaskan.


" Iya dok ," Jawab Meta.


" Ini resep untuk Meta. Untuk mengurangi rasa nyeri di kakinya


" Baik dok. Terima kasih."


Max mendorong kursi roda Meta. Ia menuju apotik untuk menebus obat yang di resepkan dokter. Ia juga tidak lupa membelikan Meta kurk.


Setelah selesai ia mendorong kursi roda Meta ke mobil. Ia lalu menggendong Meta dan mendudukkannya di kursi penumpang.


Max lalu masuk dan duduk di kursi supir.


" Pakai sabuk pengaman lo " Meta memakai sabuk pengamannya.


Max menjalankan mobilnya. " Lo gak usah sekolah, pulang aja !" Ucap Max.


" Gak mau. Aku mau sekolah !" Meta menolak.


" Tapi kaki lo sakit !" Max memaksa.


" Aku mau sekolah, titik ! Lagi pula aku ada ulangan. " Bantah Meta.


" Aku akan duduk manis di kelas dan gak akan ke mana-mana jadi kakiku gak banyak di gunakan, kan ada kurk. " Lanjutnya.


" Huh..terserah!" Max akhirnya menyerah.


Max menjalankan mobil ke sekolah, walaupun sudah terlambat .


" Di minum dulu obatnya biar lo gak kesakitan. "


" Iya." Meta lalu mengeluarkan obat yang tadi di tebus Max dan juga air mineralnya. Ia minum obat itu.

__ADS_1


Mobil sudah sampai. Meta lalu berusaha keluar mobil di bantu Max. Meta lalu berdiri memakai kurk yang diberikan Max. Mereka berjalan menuju kelas Meta.


" Hey kalian kenapa terlambat . Ini jam berapa ?" Tanya guru piket.


" Maaf Bu , Tadi kami ke rumah sakit sebentar. Kaki saya terluka. Ini surat keterangan dari dokter kalau ibu tidak percaya." Jawab Meta.


" Kenapa kamu memaksakan diri kalau sakit. Lebih baik kamu istirahat di rumah." Ucap Guru piket.


" Saya ada ulangan Bu " Jawab Meta.


""Ya sudah cepat masuk sana.Ini surat ijin dari saya untuk guru kalian nanti." Guru itu menuliskan sesuatu lalu memberikan kertas pada Meta dan Max.


" Terima kasih Bu ." Ucap Meta dan Max.


" Iya."


Meta dan Max kembali berjalan. Sampai di kelas Meta, Max mengetuk pintu.


Keluarlah Guru yang sedang mengajar. Meta lalu memberikan surat inin dari guru piket. Meta boleh masuk. Max lalu pergi menuju kelasnya.


***


Bel istirahat berbunyi.


" Max ayo istirahat !" Ucap Alvin.


Mereka bertiga pergi ke kantin. Tidak ada yang bertanya kenapa Max terlambat karena mereka sudah mengetahuinya sendiri. Max juga tidak menjelaskan karena sudah yakin kalau mereka tahu.


Max membeli nasi uduk 2 dan jus alpuket 2 terus air mineral 2.


" Perlu di temani?" Tanya Alvin yang sebenarnya merupakan ledekan.


" Ha..ha..gak lucu !" Max kemudian berlalu pergi.


" Lagi sensi tuh orang." Alvin terkekeh.


" Hei Kak.." Datang Twins bergabung dengan Gibran dan Alvin.


" Ke mana Kak Max ?" Tanya Aston.


" Ke ceweknya." Jawab Alvin.


" Hah..Kak Max punya cewek ?" Tanya Adam.


" Calon ." Jawab Gibran.


" Oh..wah tinggal Kak Alvin dong yang jomblo hahaha." Ledek Aston.


Sementara Max ke kelas Meta. Tapi Meta tidak ada. Max lalu bertanya pada temannya. Dan temannya bilang Meta ke toilet.


Max menyusul Meta ke toilet. Begitu sampai toilet. Ia melihat Meta yang sudah basah dari rambut sampai bajunya.


Max mengepalkan tangannya. Ia melihat mereka yang sedang memarahi Meta ada 3 orang perempuan.

__ADS_1


Max lalu menghampiri mereka.


" Apa yang kalian lakukan?" Suara Max yang lantang mengejutkan mereka.


" Kak Max ." Ucap salah seorang cewek yang membuli Meta.


" Saya tanya apa yang kalian lakukan pada Meta?" Tanya Max.


" Kami tidak melakukan apa-apa ." Jawab satu cewek yang sepertinya ketuanya.


" Oh ya ! Kalian pikir saya percaya ?"


" Bener Kak Max, kami tidak melakukan apa-apa. Dia basah karena keran di kamar mandi rusak. Iya kan Meta?" Jaqab cewek itu lagi.


" I..iya.."


" Saya tahu kalau Meta dan kalian berbohong. Saya tahu ini perbuatan kalian. Saya peringatkan kalian. Tidak boleh ada pembulian di sekolah ini pada siapa pun. Sekali lagi saya melihat kalian melakukan ini saya akan laporkan pada polisi dan kepala sekolah !"


" Ayo Meta, kita pergi !" Max berjongkok di depan Meta.


" Naik.. kakimu masih sakit. Ayo cepat naik dan pegang ini."


Meta mengambil bungkusan kresek . Lalu ia naik di punggung Max. Max bangun dan pergi ke UKS. Ke tiga cewek itu menatap Meta dengan sinis.


Max menelepon Alvin minta di belikan seragam untuk Meta dan baju seragam.untuk dirinya.


" Kak Max maaf. Meta selalu menyusahkan Kak Max. Terima kasih sudah menolong Meta. Karena Kak Max baik, Meta janji gak akan ganggu Kak Max lagi. Pasti Kak Max risih selalu Meta ikutin dan gangguin, maaf ya Kak Max." Ucap Meta.


" Gak perlu lo minta maaf. Dan gak perlu lo berhenti ikutin gue. Lo boleh dan bebas ikutin gue atau gangguin gue." Ucap Max.


" Hah..kenapa? Katanya risih Meta ikutin terus ." Meta bingung.


" Karena gue udah terbiasa dengan adanya lo. Jangan menjauh karena gue pengen selalu di dekat lo." Ucap Max.


" Hah..!" Meta justru bertambah bingung.


" Kamu harus tetap di samping aku sampai kapanpun. Sekarang kamu adalah bagian dari hidup ku. Kamu sudah milikin aku dan hati ku." Lanjut Max.


" Aku..kamu ..hati..?" Meta tidak mengerti.


" Aduh Met..Met..lo kok telmi banget sih. Itu artinya lo udah berhasil membuat Max jatuh cinta ama lo. Lo udah dapat hati Max. Sekarang Max menganggap lo pacarnya." Alvin tiba-tiba datang membawa seragam.


" Benar Kak Max ?" Max mengangguk. Meta langsung tersipu malu.


" Aduh jantung Meta jadi berdebar kencang." Jawab Meta dengan wajah yang merah dan salah tingkah.


" Ganti seragam kamu. Aku tunggu di luar kalau udah panggil aku !" Titah Max.


" Iya Kak. Aduh rasanya aneh dengar Kakak ngomong aku kamu.." Muka Meta memerah. Max lalu keluar membiarkan Meta berganti baju.


" Akhirnya Max lo mengakui perasaan lo. Goob job bro." Ucap Alvin.


" Ya , walaupun gue berusaha menyangkalnya perasaan itu tetap ada dan semakin kuat. Gue gak bisa lagi menyembunyikan perasaan ini. Setelah mengakuinya hati gue sekarang merasa lega dan bahagia." Max tersenyum lebar pada Alvin.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2