
Pulang sekolah si kembar , Max dan Alvin menelepon ke orang tua masing- masing dan meminta ijin untuk ke tempat Grandma Gibran atau ke rumah uncle Bima.
Orang tua mereka mengijinkan , dan mereka pergi dengan mobil masing-masing diantar supir.
sekitar hampir 1 jam mereka sampai di rumah grandma Gibran.
Gibran menyambut mereka di depan pintu lalu mengajak mereka untuk makan terlebih dahulu , setelah itu Gibran mengajak mereka ke kamarnya.
Grandma, Grandpa, umi dan uncle sedang berada di taman samping.
" Bagaimana Bim, kamu sudah mengurus semua kepindahan Gibran di sekolah ?" tanya Toni.
" Sudah pah, tadi Bima dan Gibran ke sekolah ." ujar Bima.
" Milla apakah keputusan kamu sudah bulat ?" Tanya Toni, sebenarnya dia tidak ingin Milla pergi.
" iya pah, Milla sudah bicarakan ini dengan Gibran, dan dia setuju." Jawab Milla.
" Baiklah, kamu yang menjalaninya papah tidak bisa memaksakan kehendak papah, papah hanya bisa mendukung dan mendo'akan kamu, papah sebenarnya tidak ingin jauh dari kamu, tapi kalau di sini cuma membuat kamu sedih papah rela jauh asal kamu bahagia. Nanti papah dan mamah akan sering berkunjung ke sana." ujar Toni.
"Terima kasih banyak pah, " ucap Milla.
" papah punya sahsbat di Jogja kamu mau di sana saja, kalau kamu di Bali , Sam akan dengan mudah mencarimu. "
" Iya, Mil kamu jangan ke Bali dulu, lebih baik ke Jogja. Nanti dari bandara kamu langsung naik mobil ke Jogja," ucap Bima.
"Kamu tenang saja sahabat papah punya semacam Kontrakan di sana kamu bisa mengontrak salah satu rumahnya, tempatnya sangat nyaman papah yakin kamu akan betah di sana, bagaimana?" tanya Toni.
" Benar kata papah dan kakak kalau aku ke Bali Sam pasti mudah menemukanku , jadi ikut kata papah saja , aku akan ke jogja,"
" Bagus, akan papah telepon orangnya untuk mempersiapkan segala sesuatu nya agar begitu kau sampai bisa langsung kau tempati ," Toni pergi ke kamar untuk mengambil Handphone nya dan menelepon sepupunya.
" Mamah ingin ikut kamu tapi gak boleh sama papah takut Sam curiga !" keluh Anggun.
" Sabar mah nanti kita ke sana setelah situasi memungkinkan." ucap Bima.
Sementara di kamar Gibran Twins dan Alvin sedang bermain game.
Max sedang berbicara dengan Gibran Sambil duduk di atas kasur.
" Kenapa kau pindah Gib ?" Kata Max .
" Aku ingin membahagiakan umi, di sini hanya membuat umi sedih ," ucap Gibran dengan wajah sendu.
" Apakah abimu akan ikut?" tanya Max.
" Justru abi sumber kesedihan umi !"
" Maaf, bukan maksud aku untuk mengorek lukamu.. Dady bilang padaku kalau aku beruntung memiliki teman sepertimu, walau kadang kau menyebalkan tapi hatimu tulus , dan dady benar . Aku harap kita tetap menjadi sahabat walau kau jauh di sana , tetaplah menghubungiku jangan sampai kita lost contack ..ok !" Ucap Max .
" Ok.. bestfriend ," Gibran tersenyum dan menonjok lengan kiri Max.
__ADS_1
" Bestfriend.." Max membalas dengan menonjok lengan kanan Gibran , lalu mereka tertawa.
" Apa kau juga akan menganggap aku bestfriend ?" Alvin datang menghampiri dan bertanya.
" Tentu saja kalian semua adalah sahabatku yang sudah seperti keluargaku sendiri." jawab Gibran.
" Bagaimana kalau kita namakan persahabatan kita ini pandawa lima?" kata Aston.
" No.. gak usah pake nama -namaan segala !" protes Adam .
" Kenapa nama itu penting sebagai identitas aja !" kekeh Aston.
" Tidak perlu pakai nama yang penting persahabatannya." ucap Alvin.
Semua setuju, Gibran memberikan mereka kenang- kenangan berupa gelang yang dibuatnya sendiri, gelang bertali hitam ada inisial terbuat dari logam bertulis A untuk Adam, AL untuk Alvin, AX untuk Aston, dan M untuk Maxwell untuk Gibran sendiri gelangnya berinisial G, gelang itu dapat dibesarkan atau dikecilkan .
Gibran memakaikan langsung gelang itu pada masing-masing tangan sahabatnya.
Mereka kemudian berfoto berlima dengan berganti-ganti gaya , menggunakan Hp Gibran. Setelah selesai Gibran mengirimkan Foto-foto itu pada mereka.
Hari bertambah sore sahabat Gibran sudah harus pulang karena di telepon keluarganya.
Begitu juga dengan Sam yang sudah waktunya dia pulang,
Sam sedang mengendarai mobilnya dan handphonenya berbunyi dia menyambungkan pada bluetooth mobilnya.
" Hallo Sam, bisakah kau ke apartemen ku sekarang, aku sudah memasak untukmu ?" ternyata Clarissa yang menelepon.
Sam mengganti haluan ke apartemen Clarissa.
Ting..nong...
" Hai Sam, masuklah !" ajak Clarissa , Sam masuk lalu menutup pintu.
" Sini, aku sudah masak banyak untukmu lihat !" Clarissa mengajak Sam ke ruangn makan dan memperlihatkan beberapa macam sajian hidangan.
" Duduk sini Sam ayo kita makan !"
Sam duduk di samping Clarissa dan clarissa mengambilkan makanan untuk Sam. Mereka makan sambil bercanda dan tertawa.
sekitar jam setengah 7 Sam pulang, dan rumah terlihat sepi, di mana semua orang biasanya ada Milla dan Gibran sedang menonton tv di ruang keluarga menunggunya pulang.
Sam naik ke kamarnya, ke mana mami papi juga King"s Family mungkin mereka di kamarnya masing-masing, pikir Sam.
Sam langsung ke kamar mandi begitu sampai di kamarnya rasanya gerah sekali. Ketika Sam ssdang mandi dia bercermin dan melihat tanda ungu di bahunya, dasar Claris, Sam tersenyum , tadi sebelum pulang Clarissa mencegahnya katanya belum memberikan kenang-kenangan ternyata ini kenang-kenangannya. Sam sempat terkejut dan menjauhkan diri , lalu membenarkan satu kancingnya yang Clarissa buka, Sam lalu pamit untuk pulang.
Entahlah kenapa dia selalu merasa takut untuk menyentuh lebih jauh Clarissa , dia tidak ingin menyentuhnya sampai Clarissa resmi menjadi istrinya, tetapi Clarissa sekarang kenapa jadi lebih berani dan selalu memancingnya padahal dulu dia adalah wanita yang kalem , anggun dan baik , karena itu Sam kagum dan jatuh cinta padanya.
Bertahun-tahun tidak pernah bertemu , kini Sam melihat Clarissa yang berbeda, Clarissa yang percaya diri, elegan smart periang dan supel , Sam menyukai Clarissa baik yang dulu maupun yang sekarang.
Sam selesai mandi, dia bergegas keluar dan berpakaian , dia sudah rindu dengan Gibran , Milla dan calon baby kembarnya.
__ADS_1
Setelah rapi berpakaian Sam pergi ke ruang keluarga tapi kosong, lalu Sam mencari ke ruang makan dan kosong juga , Sam ke dapur tapi kosong dan bersih tidak ada jejak bekas orang memasak, lalu Sam ketaman samping .. sepi, pindah lagi ke kolam renang .. hening, Sam berlari ke halaman belakang sunyi senyap, ke mana mereka.
Sam memanggil pelayannya datanglah satu pelayan dari rumah belakang yang memang khusus untuk tempat istirahat pelayan.
" Ke mana semua orang kenapa sepi sekali, dan kenapa kalian belum menyiapkan hidangan untuk makan malam?" tanya Sam tegas.
" Maaf tuan, Nyonya Samantha tadi bilang tidak usah memasak makan malam , karena mereka akan makan di luar, kami pikir tuan Sam juga akan makan di luar jadi kami tidak menyiapkan apapun , maaf tuan, akan saya siapkan segera untuk makan malam tuan ." Ujar pelayan itu seraya menunduk.
" Tidak usah aku tidak berselera makan sendiri, pergi ke mana mereka , kenapa tidak memberi tahuku?" tanya Sam .
" Maaf tuan saya tidak tahu, nyonya tidak bilang mau ke mana tuan." kawab pelayan itu.
" Ya..sudah pergi kau sana !" Perintah Sam.
" Baik tuan, permisi !" Pelayan itu pergi.
Sam mengambil Handphonrnya dan menelepon Millla tapi no nya tidak aktif.
Sam mencoba lagi menelepon Gibran sama tidak aktif, Sam mencoba menelepon Maminya dan deringan ketiga baru diangkat
" Hallo Assalamu'alaikum mami, mami di mana sekarang kenapa tak ada yang bilang akan makan di luar dan mengajak aku pergi?" Sam memberondong pertanyaan pada mami.
" Wa"alaikumsalam, kami sekarang lagi makan di restoran, anak-anak sedangg ingin makan di luar !" Jawab Mami.
Oh..baiklah selamat menikmati makan malam , aku akan istirahat di rumah saja." Sam menutup teleponnya. Di pikiran Sam anak-anak itu adalah calon buah hatinya yang berarti Milla sedang ngidam ingin makan di luar, terbersit rasa bersalah di hatinya karena dia terlalu sibuk sampai tidak memperhatikan Milla dan calon buah hatinya yang sedang dalam masa-masa mengidam.
Sam kembali ke kamar dan menutup pintu dia menyalakan lampu, lalu merebahkan dirinya, rumah ini terasa sepi tapi nanti ketika ketiga anaknya lahir rumah ini pasti akan ramai, dia dan Milla pasti akan repot mengurus si kembar tapi itu pasti menyenangkan dia tak sabar menunggu momen itu.
Deg...
Apa itu tadi, dia membayangkan membesarkan anak-anak bersama Milla lalu bagaimana dengan mimpinya bersama Clarissa.
Sam merubah posisi menjadi tidur menyamping dan ingin melihat foto Milla dan Gibran
Deg...
Ke mana foto mereka kenapa kosong , tak ada satupun hanya tinggal fotonya sendiri, dan foto mereka bertiga pun sudah digunting jadi tinggal dia sendiri .
Sam bangkit lalu melihat tempat-tempat fotonya terpajang semua hilang tinggal fotonya sendiri, Sam keluar dan berlari ke ruang keluarga melihat foto pernikahannya dan jantungnya seakan turun ke bawah, fotonya tidak ada hanya ada foto lama keluarganya tak ada Milla ataupun Gibran tak ada jejak mereka di rumah ini.
Sam berlari ke kamar Gibran.
Kosong.....
tak ada apapun di nakas , di dinding , lalu Sam membuka lemari ..bajunya ada , tapi sudah berkurang. Laptop dan komputernya tidak ada .
Sam kalut dia berlari keluar dan ingin mencari mereka tapi kunci mobilnya tidak ada , dia lalu berlari lagi ke kamar menaiki tangga dan mengambil kunci lalu turun lagi menuju mobilnya.
Sam menelepon maminya di mana mereka dan apakah Milla bersama mereka, tapi mami bilang Milla dan Gibran tak bersama mereka , lalu di mana Milla dan Gibran. Kemana Sam harus mencari mereka?.
...****************...
__ADS_1