
Hari ini Alvin dan Gibran tidak sekolah, mereka akan pergi ke kantor Jonathan, untuk mengadakan kerja sama dengannya.
Usaha Jonathan bergerak di bidang property juga ada batu bara. Gibran akan menawarkan kerja sama membangun hotel. Alvin datang sebagai tangan kanannya.
Mereka kini sudah sampai di kantor Jonathan yang bernama Nathan Corps yang semula bernama Andromeda Grup. Sekretaris Gibran sudah membuat janji dengan sekretaris Jonathan mengenai pertemuan ini. Gibran dan Alvin mengenakan setelan jas dan dasi, mereka seperti pengusaha muda tidak terlihat kalau mereka masih SMA.
Gibran langsung naik ke lantai di mana Kantor Jonathan berada. Begitu sampai di depan ruangannya, sekretaris Jonathan meminta untuk menunggunya sebentar karena ada tamu di dalam. Mereka menunggu di ruang tunggu.
Pintu terbuka lalu keluar wanita cantik dan sexy, Gibran dan Alvin tersenyum miring. Mereka tahu apa yang sudah di lakukan wanita ini di dalam bersama Jonathan. Rupanya Jonathan bukanlah tipe suami yang setia. Sekretaris Jonathan menyuruh mereka untuk masuk. Gibran dan Alvin disambut hangat oleh Jonathan.
"Selamat datang, silahkan duduk. Ada apa gerangan sampai Tuan Adelard datang ke perusahaan saya?"
"Terima kasih Tuan Jonathan. Sebelumnya kenalkan, saya adalah Muhammad Gibran Adelard dan ini sahabat saya Alvin. Kami datang untuk menawarkan kerja sama yang akan membuat Anda untung besar."
Gibran dan Jonathan membicarakan tentang rencana kerja sama mereka, Jonathan merasa tertarik. Namun, dia mempunyai rencana licik pada Gibran dan Alvin. Jonathan merasa, mereka ini gampang untuk di permainkan, karena mereka masih kecil. Gibran tentu saja mengetahui niatnya, dia hanya tersenyum tipis.
"Semua menurut saya bagus dan menarik, saya suka design nya, tempatnya juga terhitung strategis. Cuma saja menurut saya, ini budgetnya terlalu banyak. Kalau bisa, dalam berbisnis itu modal kecil untung besar." Jonathan tidak setuju dengan budget yang tertera pada proposal itu.
__ADS_1
"Saya rasa itu sesuai, karena harga yang kita tawarkan pada konsumen pun tidaklah murah, semua sudah dalam perhitungan. Kita tidak akan rugi." Gibran menjelaskannya.
"Saya rasa kita juga tetap bisa menghasilkan hotel yang mewah dan berkelas dengan modal kecil. Cukup beli bahan yang murah saja untuk pembangunan, tapi barang yang mewah untuk interior."
"Bagi saya keamanan lebih penting. Mereka yang menginap ingin merasa nyaman dan aman. Jika kita amanah saya yakin banyak yang akan datang untuk menginap. Saya rasa tidak sampai satu tahun kita sudah bisa meraup keuntungan."
"Mereka akan tetap merasa nyaman dan aman, tidak akan berdampak apa pun pada hotel. Barang murah belum tentu berbahaya, kan."
"Saya tidak ingin mengambil resiko, membahayakan nyawa orang lain. Bila Anda setuju kita lanjutkan, bila tidak ... saya akan mengajak perusahaan orang lain." Gibran berubah menjadi sosok yang tegas bila bekerja. Baginya semua harus sempurna tidak boleh ada kesalahan yang beresiko membahayakan orang lain.
"Anda seperti ayah Anda, tegas dan idealis. Saya kagum pada Anda anak muda. Andai anak saya laki-laki seperti Anda, tetapi sayang anak saya perempuan. Bagaiamana kalau kapan-kapan saya kenalkan Anda dengan anak saya. Dia sangat cantik, ceria dan pintar, Anda cocok sekali dengannya."
"Sayang sekali. Baiklah proposal ini saya akan bicarakan dengan staf-staf saya. Akan saya kabari secepatnya."
"Baik, saya akan tunggu. Jangan terlalu lama, saya tunggu sampai besok siang."
"Oke,"
__ADS_1
Gibran dan Alvin pergi dari ruangan Jonathan. "Kamu sudah dengar Ax?" tanya Gibran pada Aston di earphone.
"Sangat jelas. Sekarang aku sedang mengecek semua properti yang dia punya.
Gibran lalu mendekati sekretaris Jonathan dan meminta nomer telepon serta alamat email Jobathan pada sekretarisnya.
Sampai di rumah Gibran langsung mengirim email pada Jonathan, yang isinya iklan tawaran kredit. Begitu email itu dibuka, tanpa disadari Jonathan, Gibran langsung meretasnya, dan masuk ke dalam file-file penting. Untuk meretas ponsel, itu adalah bagian Aston.
Dari semua bukti yang mereka kumpulkan, Gibran merasa sudah cukup untuk melaporkan Jonathan dan istrinya ke kantor polisi.
"Ini sudah lebih dari cukup, kita ke kantor polisi besok," ucap Gibran.
"Ya, bahkan Jonathan bisa terkena pasal lain perihal dia membangun tanpa memperdulikan keselamatan orang lain. Sudah ada beberapa bangunan property nya yang rubuh secara tiba-tiba," ucap Aston.
"Dia juga melakukan pencucian uang dan menggelapkan dana kantor," lanjut Adam.
"Meta dan Aksa pasti senang mendengar ini." Max langsung melipir untuk menelepon Meta.
__ADS_1
...----------------...