
Max kini berada di kamar Gibran. Ia ingin menceritakan tentang kakaknya Meta.
" Gib, dari mana kita mulai mencari kakaknya Meta ?" Tanya Max pada Gibran.
" Kita tunggu Alvin. Biar Alvin mencoba melihat masa lalu dia." Jawab Gibran.
" Halo, ada apa nih ?" Alvin datang ke kamar Gibran.
" Max meminta tolong kita untuk mencari kakaknya Meta. " Kata Gibran.
"Oh..ok, aku tahu. Aku pernah melihatnya sekilas tapi tidak jelas. Bagaimana kalau sekarang kita ketemu Meta saja. Sebentar aku ambil peralatan menggambar dulu." Alvin pergi ke kamarnya.
Lalu mereka pergi ke kamar Meta di rumah utama.
" Kak Gibran.. bantuin Giska bikin prakarya ya..?"
" Ok..nanti ya. Kak Gib mau ketemu Kak Meta dulu ."
" Iya , Kak Meta lagi di dapur. "
" Ok..makasih." Gibran , Max dan Alvin pergi ke dapur.
" Meta bisa kita bicara ?" Ucap Max
" Eh.. iya Kak. " Meta yang sedang duduk sambil meminum coklat terkejut melihat trio ganteng. Kelihatannya dia sedang melamun.
Max duduk di samping Meta, sedangkan Gibran dan Alvin duduk di depan Meta dan Max.
" Meta Kami akan membantumu mencari kakakmu. " Kata Max.
__ADS_1
" Terima kasih Kak, tapi Meta sendiri tidak punya petunjuk apa-apa. Jadi kita akan mulai dari mana ?" Tanggapan Meta.
" Kita akan mulai cari tahu dulu, ada apa sebenarnya dengan masa lalu hingga Kakak kamu pergi. Kita harus mengunjungi Tantemu. "
" Tapi Meta takut !" Max menatap Gibran dan Alvin.
" Tidak perlu takut. Kami akan ikut." Ucap Max.
" Jangan ! Nanti mereka tambah marah dan berpikiran buruk tentangku. " Tolak Meta.
" Jadi bagaimana ?" Tanya Max.
" Aku akan ke sana sendiri. Dan mengambil semua barangku. Kalau kalian ikut aku malah tidak boleh masuk dan pasti di usir ."
" Kamu tidak usah masuk. Kamu cukup pancing mereka keluar dan usahakan bicara selama mungkin. Tanya juga tentang kedua orang tuamu dan kakakmu, pancing mereka sebisa kamu. Bagaimana apa kau bisa?" Gibran memberi tahu.apa yang harus Meta lakukan .4x
" Bisa kak, kalau masalah memancing emosi mereka aku bisa !"
" Tapi kamu gak apa-apa kan. Kamu harus kuat dan sabar kalau mereka marah, demi kakak kamu ."
" Iya ..kak. Kapan kita akan ke sana ?"
Alvin, Gibran dan Max saling menatap.
" Bagaimana kalau besok saja ?" Tanya Meta.
" Anu ..itu..sebenarnya kaki ku sakit bagaimana kalau besok saja ?" lanjut Meta.
" Ok.. besok saja . Sekarang kamu istirahat di kamar aja !" Max langsung menyetujui permintaan Meta.
__ADS_1
Meta mengangguk dan pergi ke kamar di tuntun Max. Sedangkan Gibran dan Alvin bergabung dengan 3G.
...***...
Hari ini Meta tidak sekolah. Kakinya bengkak lagi . Jadi dia tiduran di kamar. Dia sudah minum obat. Semoga ketika Kak Max pulang kakinya sudah sembuh dan dia bisa melanjutkan rencana mereka untuk mencari tahu Kakaknya.
Dia berusaha menggali memori tentang Kakaknya. tapi tidak ada yang di ingatnya.
Alvin sebenarnya tahu tapi yang dia lihat adalah Kakak Meta yang masih kecil.
Meta berharap nanti akan terkuak semua misteri yang terjadi di hidupnya.
Meta melihat jam yang menghiasi dinding kamarnya. Sudah jam 1 siang. Sebentar lagi mereka pulang. Ia lebih baik menunaikan sholat dzuhur lebih dulu.
Meta ke kamar mandi. Pada saat itu pintu kamarnya terbuka terlihat Giska mencari Meta. Ia mendengar suara di kamar mandi. Berati Meta sedang di sana. Giska lalu keluar lagi dan menutup pintu.
" Kak Max, Kak Metanya sedang di kamar mandi. "
" Oh..oke terima kasih cantik. "
" Iya Kak, coklatnya mana ?"
" Ya ampun Gis..cuma manggil aja bayarannya coklat." Kata Adam.
" Iya dong, mana ada yang gratis !"
" Ini coklatnya ." Kata Max.
" Terima kasih Kakak." Giska mengambil coklatnya.
__ADS_1
...----------------...