
Happy reading....
Waktu terus berlalu. Sekarang Gibran, Max dan Alvin sudah kelas 3 dan sebentar lagi mereka akan menjalani ujian akhir.
Ada yang lucu dengan salah satu anggota Geng Angker. Yang dulu menolak gadis secara lantang kini ternyata menjadi bucin. Pasti tahu dong siapa? Ya benar... Maxwell Aitken . Dan kalIan tahu pada siapa dia menjadi bucin. Tebakan kalian benar Metania Andromeda alias Meta . Namanya memang unik.
Bagaimana awal mula mereka bisa jadian dan Seorang Maxwell yang dingin bisa menjadi bucin Meta, cewek keras kepala yang tidak tahu malu. Itu kata Max dulu, sekarang dia akan bilang Meta cewek cantik dan gemesin bikin kangen. Cinta sedasyat itu ya, bisa merubah pandangan seseorang.
Ok..Jadi awal mulanya ceritanya seperti ini.
Flash back.
Meta tidak menyerah setelah 2 minggu yang lalu ia mengatakan akan membuat Max jatuh cinta. Ia selalu mendekati Max. Ke mana Max pergi dia selalu ikut. Max sering mengusirnya. Bahkan dengan kata kasar pun sudah Max coba untuk mengusir Meta.
Tapi Meta keras kepala. Sudah Max bilang dia itu cewek keras kepala dan tidak tahu malu.
Meta tidak perduli. Dia penganut slogan, Cinta harus di perjuangkan, Maju terus pantang mundur. Baginya tidak ada kata menyerah.
" Kak Max .. anterin Meta pulang dong ." Meta menghampiri Max di parkiran. Hari ini semua pulang lebih awal karena guru akan rapat.
" Apa sih...pulang aja sana sendiri !" Max merasa risih selalu di ikuti ade kelasnya ini. Setelah dia tahu kalau Gibran benar-benar sudah punya pacar dan pacarnya juga cantik. Dia selalu mengintilinya . Bahkan dia bilang akan membuat Max jatuh cinta padanya. " Cih..yang benar saja gue gak akan suka sama cewek keras kepala kaya dia bikin pusing aja ." Itu kata Max saat di ledek Alvin.
" Tapi Meta gak ada yang jemput. Please Kak Max yang baik hati. Masa Meta pulang naik angkot."
" Lo kan orang kaya. Orang tua lo ngasih duit banyak. Naik taksi lah." Meta terdiam sekilas wajahnya terlihat sendu. Tapi ia cepat merubah mimik mukanya menjadi ceria.
" Iya sih. Tapi kan sayang uangnya. Meta kan mau beli kuota buat nonton drakor. " Meta menggoyangkan-goyangkan tangan Max.
" Lepas ih... dasar cewek. Drakor di pentengin . Yang penting sekarang gimana cara lo pulang ! Gue gak mau nganter lo." Max melepaskan tangan Meta dan membuka pintu mobilnya.
Gibran dapat melihat isi pikiran Meta. Kasihan sekali gadis ini. Hidupnya begitu pilu. Gibran ingin membantunya tapi ia tidak akan memberi tahu pada Max . Dia tidak ingin Max menerima Meta karena kasihan . Gibran hanya akan membantu Meta membuat Max sadar akan perasaannya yang sebenarnya sudah tumbuh rasa suka. Max hanya tak ingin dipusingkan dengan wanita jadi dia menepis perasaan itu.
Meta menatap sendu mobil Max. Apakah dia benar gadis yang tak di inginkan siapapun, seperti kata tantenya.
" Lo ikut gue aja. Gue anter lo pulang." Ucap Gibran lalu masuk ke dalam mobilnya. Memang tadi Geng Angker naik mobil yang berbeda karena mereka tidak berangkat bersama . Gibran tadi berangkat agak siang karena harus rapat dulu via Zoom.
Twins bingung. Kenapa Gibran menjadi baik dan perduli pada gadis ini. Dulu aja di cuekin.
Mereka saling lirik dan saling bicara lewat telepatinya. "Kak
Gibran kenapa ? " Kata Adam
__ADS_1
" Gak tahu.." balas Aston
"jangan-jangan dia jadi suka sama Meta lagi ." Kata Adam.
" Jangan sampe deh.. Aku akan marah kalau Kak Gib sampe suka sama Meta." Aston melotot pada Adam rahangnya mengeras. wajahnya tampak merah.
" Jangan marah sama gue dong ! Ngomong tuh sama Kak Gib. Berani gak lo ?" Adam memalingkan mukanya dan pergi masuk ke dalam mobil Gibran.
Aston mengambil nafas panjang berusaha menetralkan emosinya. Dia tidak rela jika gadis yang di cintainya di sakiti walau orang itu saudaranya aendiri. Yah Aston memang mencintai Feli. Tapi dia sadar Feli hanya mencintai Gibran dan Gibran juga mencintai Feli. Mereka adalah dua orang yang berarti di hidupnya. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan mereka. Karena itu ia mengubur perasaannya.
Aston berjalan ke mobil Gibran. Ia alu masuk di kursi belakang.
Meta masih berdiri di luar. Ia bingung apakah ia ikut mobil Gibran atau bagaimana ? Ia tidak mau jadi pelakor. Gibran sudah punya pacar nanti pacarnya marah.
Meta menghampiri mobil Gibran yang sudah menyala. Ia mengetuk jendela kaca depan di mana Gibran duduk. Jendela kaca terbuka
" Maaf Kak Gib, Meta pulang sendiri aja. Terima kasih tawarannya. " Meta tersenyum dan langsung berbalik badan. Ia berjalan ke arah gerbang. Ia akan jalan kaki lagi, seperti biasa.
Gibran menelepon Max. " Max lo gak mau anterin Meta?" Ucap Gibran begitu teleponnya di angkat.
" Ngapain gue anterin dia pulang? Lagian lo kenapa ? tumben nyuruh gue anter dia pulang? Biasanya juga cuek aja.
" Gak kenapa-napa. Tapi lo coba ikutin dia pulang lo bakal tahu jawabannya."
Gibran memutuskan sambungan teleponnya. Ia menyimpan teleponnya di dash board mobil dan melajukan mobilnya ke arah gerbang.
" Aneh !" Ucap Max lalu menyimpan ponselnya di dash board. Tapi Max tidak menjalankan mobilnya . Ia melihat Meta yang berada di seberang sekolahnya sedang berjalan kaki ke arah halte.
" Woy..Kenapa ngeliatin Meta ?" Alvin menepuk pundak Max.
" Gak apa -apa . Gue lagi bingung aja, kenapa Gibran nyuruh gue buat ngikutin Meta? Lagian tumben amat itu anak perduli sama Meta. " Jawab Max
" Iya aneh sih..tapi coba kita ikuti saran Gibran aja. Biar kita tahu jawabannya. Gibran gak mungkin nyuruh sesuatu tanpa alasan." Ucap Alvin.
" Begitu menurut lo." Max menengok ke arah Alvin. Alvin mengangguk.
" Ok ! Kalau begitu ayo kita ikuti Meta." Ucap Max .
Mobil pun di nyalakan. Setelah beberapa menit. Mobil melaju ke arah gerbang.
Max mengikuti arah yang tadi Meta lalui. Max yakin Meta ada di halte. Tapi begitu sampai halte ia tidak melihatnya.
__ADS_1
" Lo yakin si Meta ke sini?" Tanya Alvin.
" Iya.. tadi gue lihat dia jalan ke arah sini. Tapi kok di halte gak ada yah ? Apa dia udah naik angkutan umum ? " Netra Max terus mencari di antara banyaknya siswa di halte.
" Eh Max itu dia !" Alvin melihat Meta yang berjalan gontai di bawah panas terik matahari. Jaraknya lumayan jauh dari halte.
Netra Max mengikuti arah yang di tunjuk Alvin. Dan Max melihat Meta di sana sedang berjalan sambil menutupi atas matanya dengan tangan agar tidak silau.
Kenapa Meta berjalan kaki ? Dia kan bisa naik angkot atau taxi, atau grab . Mobil Max berjalan pelan mendekati Meta. Ia melihat Meta yang hampir menabrak tiang karena berjalan sambil menunduk. Ia juga lihat bagaimana Meta hampir terserempet motor karena jalan yang sempit untuk pejalan kaki.
Max tidak sabar lagi. Ia melajukan mobilnya dan berhenti tepat di samping Meta. Ia lalu membunyikan klakson membuat Meta terkejut.
Meta melihat kesampingnya. Ia semula ingin marah tapi sepertinya ia pernah melihat mobil ini. Pintu belakang mobil terbuka. Klakson berbunyi sekali lagi sebagai tanda Meta untuk bergegas masuk karena mobilnya menghalangi laju kendaraan lain.
Meta segera masuk, nanti dia juga tahu siapa orang di dalam mobil ini.
"Kak Max , Kak Alvin ."
...----------------...
Halo..ketemu lagi . Semoga kalian suka dengan season 2 nya.. Mau berlanjut...?
Maaf mungkin author tidak bisa terlalu sering up karena author juga buat cerita lain. Tapi gimana datangnya ilham aja sih.π.
Author akan lanjut di sini untuk cerita season 2 nya.
Terima kasih sudah membaca cerita author ππππ Kalian luar biasa mendukung Author. Author terharu baca komen kalian.
Terima kasih untuk
β€Like
β€Komen
β€Hadiah
β€Vote
Dukung author terus ya. Cerita ini ada karena kalian ππππππ Terima kasih banyak
Jangan lupa jaga kesehatan
__ADS_1
πππ Love You Allπππ