Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab. 88


__ADS_3

Gibran sampai di rumah. Ia langsung menuju kamar Feli. Ia melihat Feli yang sedang makan es krim . Gibran tidak masuk ia hanya mengamati dari depan pintu.


" Fel. Lo kenal sama Kak Salma ?" Tanya Adam.


Feli berpikir. Ia mengingat-ingat apa pernah kenal atau ketemu Kak Salma.


" Kayanya gak deh. Feli baru ketemu pas kejadian itu ."


" Lo tahu kenapa Kak Salma ngelakuin itu?" Sekarang Aston yang bertanya.


" Kan tadi Kak Salma udah bilang mau ngancam Kak Gibran supaya mau jadi pacarnya."


" Kenapa begitu?" tanya Adam.


" Maksudnya ?" Feli tidak mengerti pertanyaan Adam.


" Iya kenapa Salma sampai maksa banget buat jadi pacarnya Kak Gibran dengan cara nyulik lo ?"


" Iya..ya..mungkin karena dia terobsesi sama Kak Gibran. Atau Kak Gibran udah php in Kak Salma lagi. Terus pas Kak Salma nanyain kepastiannya, Kak Gibran nolak . Kak Salma sakit hati dan nyulik Feli. Itu berarti Kak Gibran sama Kak Salma pernah dekat dong."


Gibran terkekeh geleng-geleng kepala mendengar kata-kata Feli.


" Jangan suka berpikir aneh-aneh. " Gibran memukul kepala Adam pelan.


" Kenapa ngasih pikiran buruk ke Feli sih ?" Adam hanya nyengir dan mengelus kepalanya yang dipukul Gibran.


" Kak Gib, Feli mau tanya. Apa selama ini Kak Gibran pernah dekat dengan cewek selain Feli?"


" Iya. Sekarangpun masih dekat ."


Feli mendelik tidak percaya. " Benarkah? Berapa orang Kak ?"


Gibran menghitung dengan jarinya. Feli melotot. Sebanyak itu sampai dihitung dengan jari. Feli pikir hanya satu atau dua.


Gibran menunjukkan jarinya.


" Nih ada 6 cewek yang dekat dengan Kakak."


" Benarkah? Tanya Feli dengan lesu.


" Wah.. Feli ternyata Kak Gibran di kelilingi banyak cewek. Lo harus hati- hati. Nanti Kak Gibran diambil sama mereka.


" Ish..Kak Aston bisa diam gak ? " Marah Feli pada Aston.


" Kakak suka dekat mereka? " lanjutnya pada Gibran.


Gibran mengangguk sambil menahan senyumnya.


" Kakak sayang dengan mereka?" Gibran mengangguk kembali.


Mata Feli sudah berkaca-kaca. " Apa mereka satu sekolah dengan kita?" Gibran menggeleng.


" Kakak ngomong dong! Jangan cuma manggut-manggut sama geleng kepala doang !" Feli kesal pada Gibran. Ia pergi keluar dari kamarnya.


" Kak Gib , beneran lagi deket sama cewek?" Aston juga jadi ingin tahu.


" Iya. Kakak kan dekat sama Giska, Umi, Mommy dan yang lainnya.


" Hehehe..kirain beneran deket sama yang lain." Cengir Aston.

__ADS_1


" Kamu pikir Kakak ini apa?" Aston hanya terkekeh.


" Peace Kak, mending kejar Felinya. " Aston menunjukkan dua jarinya.


Gibran pun keluar mencari Feli. Gibran tahu tempat Favorit Feli. Gazebo di taman. Benar saja, Feli berada di sana.


Gibran duduk di sampingnya.


" Kamu marah sama Kakak ?"


" Gak ."


" Gak marah kok cemberut. Ketus lagi."


" Kamu itu, kaya gak kenal Kakak aja. Kakak gak pernah dekat sama cewek manapun. Kakak itu cuma dekat sama kamu, Umi, Giska, Mamah, momy dan yang lainnya."


" Jadi Kak Gibran bohongin Feli? Jail banget sih."


Gibran terkekeh lalu merangkul Feli.


" Kakak juga gak tahu kenapa para cewek itu bisa terobsesi dengan Kakak padahal Kakak gak pernah senyum ke mereka, atau ngobrol, ya mau bagaimana lagi pesona ketampanan Kakak memang tidak bisa di tolak. "


" Ih..Kak Gibran narsis."


" Biar narsis juga bener, bukan bokis."


" Ya Allah Kak, ini pasti Kakak ketularan Kak Alvin atau Aston."


Gibran tergelak kencang. Feli tersenyum hangat melihat tawa Gibran.


" Kakak , kenapa pulang?"


" Alah ..gombal." Feli menggelitik pinggang Gibran. Mereka tertawa begitu riang.


Di balik jendela kamar dua orang memperhatikan mereka.


" Anak kita sudah besar. Dia sudah menemukan cintanya. Semoga mereka selalu bahagia." Sam memeluk Milla dari belakang.


" Iya..lihat mereka .Begitu serasi." Milla menyandarkan kepalanya di bahu Sam.


" Ke mana 3G ?" Tanya Sam.


" Mereka kan sekolah ."


" Oh iya... lalu kenapa Gibran gak sekolah? "


" Kenapa kamu di sini, gak ke kantor ?" Tanya Milla balik.


" Aku rindu kamu. Lagi pula di kantor sedang tidak ada rapat . Paul bisa mengatasinya. Sebentar aku ke Gibran dulu." Sam melepaskan pelukannya dan pergi ke tempat Gibran .


" Gibran !" Panggil Sam.


" Iya Abi ."


" Kenapa kamu sudah pulang ?"


" Gibran khawatir sama Feli jadi pulang ."


" Memangnya Feli kenapa ?" Sam memperhatikan Feli dari ujung kepala hingga kaki.

__ADS_1


" Tanganmu kenapa Fel kok merah ?" Sam memegang tangan Feli.


" Tadi Feli di culik terus di iket."


" Hah...kamu di culik. Siapa yang berani culik kamu ? Gibran kenapa kamu gak bisa jagain Feli, sampai dia di culik ? Abi malu sama Frederick kita tidak bisa menjaga anaknya."


" Maafin Gibran Bi."


" Bukan salah Kak Gibran Abi." Ujar Feli.


" Iya Abi tapi salah Aston." Aston datang mendekati mereka.


Abi beralih menatap Aston. " Aston yang lalai saat menunggu Feli di toilet. Maafkan Aston Bi."


" Bagaimana kejadiannya? " Tanya Sam.


Aston menceritakan kronologisnya dari mulai kejadian di deoan toilet sampai Feli ditemukan di rooftop. Feli juga menambahkan apa yang dialaminya.


" Maafkan Abi . Ini bukan salah siapa-siapa. Namanya kejahatan selalu mencari celah kesempatan. Pesan Abi, kalian harus saling menjaga jangan beri musuh kesempatan. Kalian semua yang ada di sini adalah tanggung jawab Abi. Abi sudah menganggap kalian semua seperti anak Abi. Seharusnya kalian bilang pada Abi kalau ada kejadian seperti ini. Syukurlah kalian semua baik -baik saja. Syukurlah kamu selamat Feli. " Sam memeluk Feli. Gibran menatap tidak suka pada Abi.


" Abi jangan lama-lama peluk Feli. Liat tuh ada yang marah !" ucap Aston.


Sam melihat ke arah Gibran. " Ya ampun Gib. Abi kan meluk anak sendiri. Masa kamu cemburu sama Abi. " Sam terkekeh dan melepaskan pelukannya.


" Kalian harus sering latihan lagi. Perlengkapi diri kalian dengan senjata dan alat canggih untuk mendeteksi bahaya. Abi akan minta uncle Al untuk melatih kalian lebih keras lagi. "


" Siapa yang menculikmu Feli ?" Tanya Sam.


" Kak Salma, dia terobsesi pada Gibran dan menggunakan Feli untuk mengancam Gibran agar Gibran mau menjadi pacarnya."


" Hah..Benar begitu Gibran ?" Gibran mengangguk.


" Yah.. memang kamu anak Abi. Pesona ketampanannya tidak bisa di tolak."


" Ih..Abi narsis, sama aja kaya Kak Gibran. "


" Loh emang betul. Buktinya kamu nempel terus sama Gibran !" Feli nyengir di bilang seperti itu oleh Abi.


" Terus gimana Salmanya?"


" Sudah ditangani Bi, Ia akan di DO dari sekolah."


" Cuma itu. Gak dilaporkan polisi?"


" Tidak Bi, Tapi keluarga Salma Gibran bikin bangkrut."


" Bagus. "


" Abi ke dalam dulu. Mau pacaran sama Umi." Sam dadah pada Milla yang melihat mereka dari jendela. Ia memberikan sun jauh pada Milla.


Semua melihat ke arah jendela. Ada umi yang tersipu dengan sikap Abi.


" Ih..Abi alay. Bucin ." Ucap Aston terkekeh.


" Biarin alay atau bucin sama pasangan sendiri.Makanya kamu cari pasangan sana biar tahu gimana rasanya ." Ledek Sam. Lalu ia pergi ke kamarnya.


" Aduh.. Apa emang begitu ya Kak Gib, makin tua makin bucin ?" Aston melihat ke arah jendela. Merasa tak ada jawaban Aston beralih menatap Gibran. Apa yang dilihatnya membuatnya menepuk jidat.


" Aduh..kalian sama saja bucin."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2