Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 66


__ADS_3

" Hai.. Gibran , boleh aku duduk di sini ?" Tanya seorang siswi perempuan pada Gibran yanh sedang duduk di kantin menikmati makan siangnya.


Gibran melirik sebentar tapi tidak menjawabnya dia meneruskan makannya.


" Diam berarti boleh !" siswi itu tersenyum dan duduk di samping Gibran. Gibran tidak perduli.


" Kamu suka nasi goreng ya , sama aku juga ." gadis itu terus bicara walau tak dapat tanggapan.


" Kamu tahu aku tuh gak suka naik motor, gak suka makan pinggir jalan iuh jijik banget , kan kotor ya kena debu jalanan, aku takut ketinggian, gak bisa kepanasan kulitku langsung merah gitu.. " gadis ini terus bicara, sementara Gibran asyik makan.


" Iya ." ucap Gibran. Gadis itu merasa senang ditanggapi Gibran dia semakin bersemangat cerita.


" Aku sukanya makanan Western , aku juga suka musik klasik ...."


" Aku suka apa aja terserah kamu ." ucap Gibran.


" Ah..iya aku juga suka semua lagu tapi favorit aku klasik." balas gadis itu.


" Kamu paling suka genre apa Gib ?" tanya gadis itu


" Yang dewasa "


" Ha ..yang dewasa , maksudnya film..astagfirullah aku kira kamu polos."


" hahaha ya gak lah, kamu yang begitu ya !"


" Iya aku masih polos ." gadis itu tersipu malu.


" Kamu kapan ke sini ama yang lain ?" tanya Gibran.


" Ha ke sini ke mana , yang lain siapa?" tanyanya heran.


" Udah , nih baru beres makan sekarang mau sholat, kamu jangan tidur lagi mending olah raga biar sehat !"


" tidur... ?" gadia itu heran sebenarnya Gibran bicara apa


" Ya.. udah , salam buat yang lain aku tunggu kedatangan kalian , aku mau sholat dulu .. bye !"


Gibran bangkit dan pergi tanpa melihat ke arah gadis itu.


" What... dari tadi gue ngomong panjang lebar dia gak dengerin gue, malah asyik teleponan sama orang.. kurang asem untung cakep lo kalau gak udah gue minta papah keluarin lo !" Gadis itu menggerutu sendiri dan melihat ke sekeliling mereka berbisik dan tertawa melihatnya


" Apa lo liat-liat !" sentaknya.


" Hai Gab, lo ke kantin gak ngajak-ngajak !" ucap gadis yang baru datang.


" Ya ampun Sisca lo kaya gak tahu Gaby aja dia kan ngejar pangerannya ." Saut temannya Sisca.


" Lo bener Rachel , jadi gimana pdkt nya sukses?"


" Boro-boro ! masih dingin ." Kedua temannya tertawa.


Gibran bersekolah di SMP swasta terbaik PERSADA. Gibran sudah kelas VIII atau 2 smp. Gibran tidak memiliki teman, bukan karena tak ada yang mau berteman dengannya, tapi Gibran yang menolak berteman dengan mereka karena semuanya hanya modus.


Gibran sudah selesai sholat dan hendak kembali ke kelas .


" Kak Gibran .." seorang gadis manis memanggil dia adalah junior Gibran. Gibran berhenti .


" Ini buat kakak, aku bikin sendiri kuenya.. semoga kakak suka." Gadis itu menyodorkan kuenya sambil tersenyum.


Gibran melihat kue itu dia bingung jika dia ambil untuk menghargai usaha gadis ini , gadis ini akan salah paham .

__ADS_1


Gibran memilih pergi tak ingin memberi harapan, dia tak ingin ada masalah ke depan lebih baik tegas di awal supaya dia bisa berhenti berharap.


" Andai kau ada di sini ," gumam Gibran pelan.


Bel masuk sudah berbunyi, Gibran masuk ke kelas dia duduk bersama seorang kutu buku, mereka jarang bicara.


Teet..


Jam pelajaran berakhir , berarti saatnya pulang. Gibran diantar jemput menggunakan motor matic supaya tidak ada yang modus numpang ikut pulang karena gak dijemput atau sebagainya akhirnya dia minta di jemput pakai motor biasa saja.


Gibran sudah sampai rumahnya , saat ini uminya masih di butik .


" Assalamu'alaikum.. "


" Wa'alaikumsalam , kakaaaaaak... !" Jawab 3G .


" Kak..bawa apa?" Tanya Giska


" Kalian ini dirumahkan banyak makanan , masih aja ngarepin kakak bawa sesuatu !"


" Ya kan suka beda rasanya kalau makanan oleh -oleh dari kakak gitu ." ucap Gilang.


" Nih... minta di siapain ke mba, terus bawa ke sini !"


" Asyik terima kasih kakak !" Giska langsung berlari ke dapur membawa pemberian Gibran.


Gibran pergi ke kamarnya untuk ganti baju .


" Loh kak Gibrannya mana ?" Tanya Giska.


" Lagi ganti baju " jawab Gifar singkat.


" Kak Gil, masa tadi di kelas ada yang coret buku Giska, Giska bales aja Giska coret tas ama bajunya.. !" Giska terkekeh ingat kejadian tadi.


" Gak tahu mungkin nanti kalau nobita dah sma."


" Misi non den ini sop buahnya !"


" Makasih mba ." ucap Gilang dan Giska.


Datang Gibran yang sudah berganti baju , dia duduk di samping Giska.


" Nih.. buat kak Gib, ini kak Gil dan ini kak Gif ." Giska yang membagikan sop buah.


" Bagaimana sekolah kalian, ada yang nakal gak ?"


" Ada kak Gib, tapi tenang aja Giska bisa kok menghandlenya. "


" Percaya kakak sama kamu , rati jail !"


" Aduh.. kayaknya enak ini !" Gifar langsung memakan sop buah itu.


BYUR...


Gifar menyemprotkan sop buah yang audah maauk ke mulutnya.


" Kok sop buah asin. " Gifar melihat yang lain , mereka menikmatinya.


" Ih.. kak Gif jorok !"


" Ini pasti ulah kamu , dasar ratu jail." Gifar tak bisa memarahinya karena dia sayang. Giska adalah pitri yang dimanja di rumah ini.

__ADS_1


Malam hari setelah belajar Gibran mendapat telepon.


" Ketua.. polisi minta tolong untuk membantu mencari orang hilang anak cewek 7 tahun , sudah hilang 1 minggu, Foto dan datanya sudah saya kirim via email. " ucap seseorang di telepon


" Ok.. saya pelajari dulu nanti satu jam saya kabari !!" Gibran menutup telepon dan membuka email. Proposal yang dia kirim ke om Alinski saat itu diterima oleh om Al, dan diserahkan pada Gibran. Di bawah pimpinan Gibran perusahaan jasa bodyguardnya maju pesat dan kadang bekerja sama dengan Tni juga polisi. Seperti sekarang Polisi minta bantuan untuk mencari anak hilang.


Gibran sudah memberikan kasus itu pada anak buahnya.


Malam semakin larut Gibran segera tidur..


...----------------...


Hari ini Gibran diantar naik mobil, seperti biasa ketika dia turun akan menjadi pusat perhatian .


Gibran berjalan dengan santai ke kelasnya . Gibran duduk si bangkunya dan tak leluar lagi .


Bel masuk berbunyi . Jam pelajaran pertama dimulai namun baru setengah jam ada yang mengetuk pintu. Kepala sekolah masul bersama dengan 2 orang murid baru laki-laki . Gibran tak memperhatikan ke depan dia menunduk menuliskan sesuatu , samar dia mendengar suara Max dalam pikirannya,


" Gibran .. aku di sini !" ah mungkin perasaannya saja .


" Nama saya Maxwell " begitu mendengar nama Maxwell di sebut Gibran langsung melihatnya dan tersenyum.


" Wah .. Gibran tersenyum." semua heboh melihatnya karena ini pertama kali Gibran tersenyum.


" Saya Alvin. kami pindahan dari London."


" ya sudah kalian boleh duduk ."


Mereka berjalan ke arah bangku kosong di belakang. Proses *** di lanjutkan .


Waktunya istirahat pertama. Gibran langsung bangun dan bersalam ala lelaki pada Max dan Alvin.


" Wah.. kalian benar-benar membuatku terkejut. bagaimana dengan Twins apa mereka juga di sini ?" tanya Gibran.


" Tentu mereka juga disini dan... " Alvin sengaja tak melanjutkan perkatannya.


" Dan.....?" tanya Gibran.


" Feli juga." Gibran langaung tersenyum lebar, dua bergegas akan pergi.


" Emangnya lo tahu bro di mana dia ?"


" Hah.. tahu kelas X 3 kan ?" Gubran tersenyum melanjutkan langkahnya.


" Aku curiga dia bisa baca pikiranku , Al ?" bisik Max.


" Sudahlah ayo kita susul dia." Mereka menyusul Gibran, walau harus menerobos para cewek yang ingin mengajak mereka berkenalan.


Gibran berjalan diikuti Max dan Al, ketiga cowok bule tampan menjadi perhatian. Mereka berhenti di kelas Feli.


Feli sedang bersama twins dan mereka dikerubuti siswa-siswi yang ingin berkenalan.


" Kak Gibran, ada apa ya kak ke kelas aku ?" Tanya gadis yang kemarin memberi kue.


Mendengar nama Gibran Feli melihat ke arah pintu dia tersenyum dan bangkit mendekati Gibran.


" Kak Gibran , Feli kangen ," Feli memeluk Gibran .


Gadis yang menyapa Gibran tadi terkejut melihat Feli memeluk Gibran.


" Sama kakak juga," Gibran melepaskan pelukannya dan menyapa twins, Gibran mengajak mereka ke kantin.

__ADS_1


Sepanjang jalan Gibran menggandeng tangan Feli. Ini adalah kejadian langka pertama kali seorang Gibran menggandeng perempuan.


__ADS_2