Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 52


__ADS_3

Gibran melihat Unclenya yang berjalan pincang .


" Uncle.. " Gibran memanggil Bima.


" Iya.. " Bima nerhenti dan menengok pada Gibran.


" Sini.. duduk dulu Gibran ada yang penting !" ucap Gibran sambil duduk di sofa.


Bima kembali ke Gibran dan duduk di sampingnya.


" Ada apa?" tanya Bima.


" Sebentar uncle tunggu sini ya !" Gibran lalu lari mengambil kotak P3K.


" Kaki uncle pasti sakit, Terima kasih uncle sudah sayang sama umi ," Gibran membersihkan luka Bima ada darah yang sudah mengering. Gibran mengobatinya dengan telaten Bima mengusap puncak kepala Gibran dan tersenyum.


" Itu sudah kewajiban kakak pada adiknya, uncle juga sayang kamu ," ucap Bima.


Gibran sudah selesai mengobatinya dan menempelkan hansaplas .


" Gibran sayang uncle ," Gibran lalu memeluk Bima.


" Ayo kita ke umi nanti umi khawatir !" Bima bangkit dan menarik Gibran ke kamar uminya.


Gibran masuk ke dalam kamar dan mendekati ibunya.


" Maafin Gibran umi, yang udah ninggalin umi sendiri ," Gibran menunduk , umi menarik Gibran untuk duduk di sampingnya, dan memeluk Gibran.


" Gibran gak salah , Gibran gak harus selalu di samping umi, Gibran boleh main, atau mau mengerjakan yang lain umi gak apa-apa tadi itu umi cuma kaget aja perut umi tiba-tiba kram , kamu jangan merasa bersalah ya, maafin umi udah buat kamu khawatir ," Milla mencium pipi Gibran.


Kruk...kruk..


Bima nyengir karana bunyi itu berasal dari perutnya.


" Maaf lapar, belum sarapan !" kata Bima.


" oh..iya sampai lupa ayo kita sarapan , nanti Milla makannya di kamar aja terus kita ke dokter ya ,"


" Enggak mah, Milla mau di ruang tv aja makannya . " Milla tak mau makan di kamar, berasa orang sakit .


" ya udah ayo.. " Bima menggendongnya dan mendudukkan di kursi roda.


Bima mendorong Milla ke ruang tv.


Anggun menyiapkan makanan untuk Milla , Milla makan ditemani Gibran.


Selesai makan mereka kontrol ke dokter kandungan. Nama Dariya Camilla di panggil oleh perawat.


Milla masuk di dorong Bima, Gibran dan yang lain mengikuti dari belakang.

__ADS_1


" Selamat pagi Ibu Milla ," Sapa dokter.


" Srikandi." Ujar Bima.


" Apa sih Bim, ini namanya dr Wina bukan Srikandi." Anggun menegur Bima.


" Pagi dok.." balas Milla pada dokter.


Dokter bertanya pada Milla adakah keluhan , dokter menyuruh Milla agar berbaring untuk di USG.


Sementara Bima terus memperhatikan dr.Wina , dia tidak salah orang .dr Wina mungkin lupa padanya tapi dia tidak akan lupa wajah yang tangguh bagai Srikandi yang bertengkar dengan mantannya.


" Apa? tapi apa tidak masalah dok karena umurnya baru 7 bulan." ucap Toni.


" Tidak pak karena ........."


Bima terlalu asyik melamun sampai dia tidak mendengar penjelasan dokter. Gibran memperhatikan pamannya yang sedang asyik menatap dr Wina.


"Uncle jangan di liatin terus nanti disuntik baru tahu rasa!" bisik Gibran.


Bima langsung menoleh pada Gibran, dia malu karena tertangkap sedang memperhatikan dokter.


"Baiklah dokter bagaimana baiknya saja ." kata Anggun.


" Ok.. Milla, pak,bu saya tunggu ya !" ucap dokter.


" Baik dok, terima kasih." Milla dan rombongan keluar.


" Kapan Mil, kamu akan oprasi ?"


" bisa nunggu nanti habis 7 bulanan gak ?"


" Jangan ! kalau bisa secepatnya, semakin ditunda takutnya semakin parah kasihan babynya." kata papah.


" Iya umi.. betul kata grandpa dan grandma.


" Baiklah , kalian benar kasihan mereka .Milla sudah memutuskan akan oprasi besok sore aja." Milla mengelus perutnya.


" Ok..Nanti sore mamah akan majukan acara tujuh bulanannya sekalian kita mengaji meminta do'a agar Milla dan ke tiga bayinya selamat."


" Mamah akan mencari catering aja atau kakau gak kita borong makanan di rumah makan ," Mamah lalu mengambil telepon dan sibuk menelepon orang-orang.


Gibran mengajak Bima ke kamarnya dia ingin berbicara dengan pamannya


" Uncle bisa Gibran minta tolong carikan rumah yang siap ditempati besok ?" tanya Gibran.


" Hah..gimana maksudnya?" tanya Bima . Bukannya dia tidak mendengar cuma bingung aja , anak kecil nyuruh nyari rumah yang siap di tempati besok, emang gampang nyari rumah.


" Umi akan melahirkan 3 orang anak , gak mungkin kan tinggal di rumah kecil, kasian adik-adik Gibran gak leluasa bermain , tadinya Gibran baru minggu depan mau nyari rumah eh umi keburu mau lahiran , bahkan keperluan baby aja belum ada ," kata Gibran.

__ADS_1


" Gibran sudah searching di internet ada rumah yang Gibran suka ini alamatnya , kalau Gibran yang menawar rumah itu, yang jual gak bakal percaya nanti Gibran malah di usir di sangka prank." Jawab Gibran.


Bima mengambil alamat itu dan foto rumahnya.


" Kita bagi tugas uncle yang mencari rumah, Gibran yang mencari furniture nya juga perlengkapan bayi .Jangan terlalu menawar itu rumah harus jadi, berapapun akan Gibran bayar Ok uncle .Kabari Gibran secepatnya sekarang uncle pergilah !" Gibran menerangkan kepada Bima. Bima menatap Gibran takjub sampai ternganga.


" Kamu nyuruh uncle ke sana sekarang untuk membeli rumah itu dan harus jadi. Barapapun akan kamu bayar . Uang dari mana kamu ?" tanya Bima.


" Uncle nanti aja nanyanya, sekarang pergi dulu cepat biar bisa cepat selesai, Gibran juga sibuk mau shooping on line dulu buat perlengkapan baby sama rumah baru." Gibran langsung membuka laptopnya .


" Bocah tengil bossy nya kambuh lagi , untung ponakan untung sayang ," Bima segera keluar kamar dan pamit pada orang tuanya .


Anggun menelepon Besan yaitu Samantha , dia bilang mereka harus ke sini sekarang karena besok Milla harus di oprasi Caesar , tentu saja mereka yang di London terkejut. Ini baru jam 2 malam di sana .


Samantha membangunkan Calvin menyuruhnya menyiapkan pesawat sesegera mungkin , mereka harus ke Indonesia sekarang . Lalu dia menyiapkan pakaiannya juga pakaian Calvin.


Calvin yang baru bangun merasa bingung ini ada apa bukankah mereka juga akan ke Indonesia besok kenapa harus sekarang.Calvin lalu tidur lagi.


" Eh papih malah tidur lagi cepetan siapin pesawat 2 jam lagi kita berangkat , ayo cepet." Samantha membangunkan Calvin .


" Milla akan di oprasi caesar besok dia harus melahirkan lebih awal, ayo cepat !" Mendengar itu Calvin langsung bangun


" Benarkah , kenapa baru bilang." Calvin langsung menelepon orang untuk menyiapkan pesawat dalam 2 jam mereka akan berangkat untung pesawat sudah disiapkan untuk besok jadi sudah stanby tinggal menghubungi pilot dan pramugarinya aja. Calvin lalu ke kamar mandi.


Samantaha membangunkan King, si kembar dan Sam.


" mamih ada apa sih , semua orang di bangunin malam-malam Sam masih ngantuk ini?" tanya Sam yang sedang memejamkan mata di sofa ruang keluarga. Semua berkumpul si sana dan masih dengan mata terpejam.


" Heh..bangun-bangun cepat siap-siap 1 jam lagi kita ke bandara kita akan berangkat ke Indonesia . Milla mau melahirkan dan harus dioprasi caesar."


Sam langsung melotot dan berdiri


" Apa mih.. serius kenapa mamih baru bilang , Sam akan menelepon Gibran ,"


" Jangan ditelepon mereka sedang sibuk mempersiapkan acara pengajian untuk mendo'akan Milla lebih baik kalian cepat siap-siap biar kita segera berangkat."Mamih mau mandi dulu." Samantha bergegas ke kamarnya.


Semua orang bubar dan berpencar, mereka bergerak cepat menyiapkan segala sesuatu tak lupa mambawa kado yang sudah disiapkan.


Setelah kehebohan itu satu jam kemudian mereka siap dan pergi ke bandara.


Semoga Milla dan triplets semua sehat dan selamat apalagi ini umur kehamilan Milla baru 7 bulan berarti mereka lahir prematur.


Sam sangat cemas semoga dia bisa mendampingi kelahiran triplets dan menemani Milla lahiran memberi support padanya .Semoga Allah selalu melindungi mereka semua dan semua dimudahkan ..amiiin .


...----------------...


Terimakasih sudah like dan komen juga terima kasih buat tips dan votenya.😗😗


Maaf masih ada yang typo.

__ADS_1


Semoga suka dan terhibur.


Love you All 💗💗


__ADS_2