Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 41


__ADS_3

Sam akhirnya tidak jadi pergi dan kembali masuk.


dia duduk di ruang keluarga . Mengambil Hp nya dan membuka galeri , Sam melihat foto-foto saat dia honeymoon bersama Milla , Foto pernikahan mereka dan ulang tahun Gibran, di foto itu mereka terlihat seperti keluarga bahagia, senyum yang begitu cantik dan lepas, sudah lama Sam tidak melihat senyum Milla yang begitu lepas.


Yang dia lihat beberapa minggu ini hanya senyum sekilas saja. Sam juga baru menyadari Gibran yang tak pernah lagi menegurnya atau mengajak bicara padanya dia hanya bicara jika di tanya.


Benar kata King , bahwa dirinya tidak peka , tidak merasakan perubahan pada Gibran dan Milla. Dirinya terlalu asik menikmati perasaan yang harusnya tak pernah ada , dia baru menyadari apa yang dirasakannya pada Clarissa bukanlah cinta tapi senang bertemu teman lama dan rindu karena lama tak bertemu, dirinya sedang bernostalgia dengan perasaannya, seharusnya dia tidak terlena dan menyakiti orang yang sesungguhnya dia cintai.


Sesuatu memang terasa berharga ketika kita kehilangannya, saat Milla masih di sini dia santai menikmati nostalgianya karena dia masih dapat bertemu Milla tapi ketika Milla pergi Sam menyadari hatinya lebih takut kehilangan Milla di banding dengan Clarissa, dunianya terasa lebih sunyi tanpa Milla dan Gibran.


Kenapa dia tidak menyadari lebih awal perasaannya, sekarang semua sudah terlambat akankah dia bertemu Milla lagi, dia harus ke Indonesia besok hari ini dia harus menyelesaikan pekerjaannya dan mengatur jadwalnya juga bertemu dengan Clarissa untuk menyelesaikan semuanya. Sepertinya dia akan lembur hari ini.


Sam menelepon Paul, untuk memajukan rapat yang penting menjadi hari ini, dan mengatur ulang jadwal karena dia akan ke Indonesia.


Sam pergi ke kamarnya untuk berganti baju, dia akan ke kantor. Sam bercermin, mukanya terlihat sudah lebih baik tidak seperti semalam yang babak belur, walau masih ada terlihat ungu di dekat mata dan bekas luka di ujung bibirnya , dia sudah mengompres dan diberi salep semalam . Setelah rapi berpakaian Sam turun untuk sarapan , dilihatnya di meja makan sudah ada mami dan papi juga King ,Julia, bersama twins.


" Selamat pagi semuanya ," Sam menyapa mereka.


" pagi " mereka menjawabnya dengan muka yang datar tanpa melihatnya.


Sam mengambil roti dan selai coklat dia sedang malas makan nasi. Sam mengunyah rotinya sambil menatap mami papi King dan semuanya mereka mengabaikannya.


" Besok aku akan ke Bali. " kata Sam mencoba untuk memancing mereka berbicara.


" ok.." kata mami.


Melihat respon mereka yang tenang dan biasa aja berarti Milla tidak ada berada di Bali.


" Sam tidak akan kembali sampai menemukan Milla dan Gibran, tak perduli butuh waktu berapa lama!" Sam mengatakannya sambil menatap maminya.


" Kenapa sekarang baru perduli, kemarin - kemarin gak pernah nyari tuh !" ucap mami dengan ketus.

__ADS_1


" Maafkan Sam, Sam salah dan Sam sadar apa yang Sam lakukan itu brengsek, Sam akan memperbaiki semuanya dan berjuang untuk mendapatkan mereka kembali." ujar Sam


" Tak semudah itu Sam, gelas pecah mungkin bisa diperbaiki tapi tetapi tidak sama lagi harus lebih berhati-hati karena gelas itu akan lebih mudah hancur berkeping . Milla dan Gibran mungkin memaafkanmu, tapi mereka pasti akan lebih menjaga jarak denganmu agar hati mereka tidak terluka , mereka akan memiliki krisis kepercayaan padamu, apa kau mengerti Sam ?" tanya papi setelah mengomentari Sam.


" Mereka pasti mengalami trauma dan akan lebih waspada atau parahnya mereka tak ingin lagi dekat denganmu, jadi kau harus berjuang lebih keras Sam untuk itu !" lanjut papi.


" Iya pih, Sam tahu tapi Sam akan berusaha meyakin,kan mereka agar mereka mau bersama Sam kembali !"


" Jangan memaksa Sam, berusahalah tapi jangan memaksa , yakinkan mereka kau menyesal tapi jangan memaksa mereka untuk tinggal bersamu, biarkan mereka menyembuhkan luka yang kau goreskan, cukup jadi ayah yang baik untuk anak-anakmu mereka akan melihat ketulusanmu dan menyayangimu walau kalian tidak tinggal bersama." nasehat mami.


" Iya kak, tanamkan kepercayaan pada mereka itu yang lebih penting. " ucap King.


Sam merenungkan perkataan mami dan King , mereka benar, karena Milla dan Gibran merasa terkhianati mereka tak akan mudah percaya padanya , tugasnya kini adalah mengembalikan kepercayaan mereka.


"Oh.. iya uncle , Adam lupa kemarin Gibran menitipkan sesuatu untuk uncle, tunggu sebentar !" Adam bangkit dan pergi ke kamarnya.


" Apakah kalian tahu di mana mereka?" tanya Sam


" Tidak, Milla hanya pamit tapi tidak bilang akan pergi ke mana? , mami juga tidak bertanya karena mami pikir percuma, Milla pasti tidak akan memberi tahu dan mami juga malu karena Milla pergi gara-gara anak mami yang brengsek !" jawab mami.


" Tapi baguslah kak jika kau sudah menyadari kesalahanmu , semoga perjuanganmu berhasil ." ucap King .


Adam datang membawa sesuatu.


" Ini uncle maaf semalam Adam lupa dan langsung tidur karena Adam ngantuk sekali ." kata Adam dan memberikan sebuah amplop.


" Terima kasih sayang ," Sam menerima amplop itu.


" Sam harus berangkat sekarang, hari ini Sam akan sibuk sekali, agar semua kerjaan cepat selesai karena besok Sam akan pergi, Sam minta do'a mami. Sam berangkat ." Sam mencium tangan mami dan papinya lalu pergi berangkat ke kantor.


Biasanya ada Milla yang mengantarnya ke depan dan mencium tangannya, ah ..dia jadi rindu pada Milla dan Gibran.

__ADS_1


Sementara itu Milla dan Gibran masih dalam pesawat di perkirakan mereka akan sampai siang hari.


Milla tertidur di kursinya . Gibran sedang mengobrol dengan William .


" Gibran sampai kapan kau akan bersembunyi dari ayahmu sendiri ?" tanya William.


" Aku tidak bersembunyi uncle, aku hanya ingin menyembuhkan luka umi !" kata Gibran.


" Bagaimana jika luka umi sembuh kalau bertemu dengan ayahmu, umi kamu terluka karena mencintai abi kamu , bagaimana jika abi kamu menyesal dan mencintai umi kamu , bukankah itu berarti perasaan umi kamu akan bahagia cintanya terbalas."


" Apakah umi akan mudah percaya setelah di buang demi cinta pertama abi, akan sulit bagi abi untuk meyakinkan umi , bukan saja hatinya yang terluka tapi umi juga kehilangan kepercayaan dirinya, dan merasa rendah diri, umi tidak percaya lagi cinta dia trauma dengan pernikahan , lukanya begitu dalam . Gibran ingin menyembuhkan psikis umi. Jadi Gibran rasa walau umi memaafkan abi , umi tidak ingin lagi menikah dan memilih hidup tanpa pendamping. " Ucap Gibran sambil menatap keluar jendela dengan sendu.


William menatap Gibran. Anak ini begitu menyayangi ibunya dia sangat memahami perasaan ibunya dan begitu menjaganya.


Pikirannya sangat dewasa, mungkin karena keadaan menjadikannya lebih berpikir dewasa dan mandiri , tangguh serta cekatan, kadang juga tingkahnya menyebalkan dan tidak ingat umur sok dewasa. William tersenyum mengingat ketika Gibran mengancamnya.


Sam mungkin bisa mendapat maaf mereka , tapi tidak mudah kembali masuk dalam hidup mereka.


" Uncle yakin ibu kamu akan bahagia dengan kamu dan twins di sisinya, kamu hebat bisa menjaga ibu kamu. Uncle bangga sama kamu!"


...----------...


Sementara Sam sedang berada di kantor dia habis mengadakan rapat dan sebentar lagi dia juga akan rapat, dengan perusahaan lain.


Sam mengabaikan Clarissa yang selalu meneleponnya, Clarissa yang diabaikan merasa jengkel.


Clarissa berniat ingin ke kantor Sam sambil membawakan makan siang.


...***********...


Terima kasih sudah membaca cerita author.

__ADS_1


Terima kasih like, coment serta hadiahnya.


💓 Love you all 💛


__ADS_2