Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 74


__ADS_3

Gibran sedang disuapi bubur oleh Milla. Gibran harus makan yang diberikan oleh rumah sakit .


Yang lain juga sedang makan .


" Umi udah, Gibran udah kenyang ."


" Dikit lagi sayang , 3 sendok lagi ." bujuk umi.


" Gak umi Gibran udah kenyang."


" Ya udah minum dulu. Terus minum obat !"


" Nanti umi , tunggu 10 menit ya minum obatnya ."


" Iya ."


" Adam suruh Alvin baca masa lalu aku , ketika kecelakaan aku lihat orangnya." Gibran melihat pada Adam yang sedang duduk di sofa dan bergumam pelan, seolah berbisik pada Adam.


Adam langsung menatap Gibran begitu namanya dipanggil, dia dapat mendengar perkataan Gibran.


Rupanya kak Gibran tahu kelebihannya .


Adam berbisik pada Alvin. Alvin menatap Gibran . Gibran menganggukkan kepala .


" Alvin melihat ada seorang berjaket merah dan celana hitam memakai topi hitam dan masker . Pintu lift yang Gibran taiki tertutup . Pertama lift turun dengan pelan Gibran memencet semua tombol agar berhenti di tiap lantai tapi Lift tiba-tiba turun ke bawah dengan cepat badannya melayang ke atas terlebih dulu lalu jatuh ke bawah . Gibran berusaha menyeimbangkan badannya dan brugh.. lift terbanting dengan keras membentur lantai basement Gibran ikut terbanting jatuh kebawah, kepalanya dan punggungya terbentur dinding lift dengan keras lalu bokongnya membentur lantai dengan kencang .


" AARGH "


" Ada apa Alvin ?"


" Ah tidak apa-apa mam, Alvin hanya kaget lihat video di hp !"


" Oh.. jangan berisik kalian, kasian Gibran biar dia istirahat. "


Setelah meminum obat Gibran mengantuk , dia pun tertidur.


" Iya, mam ."


Alvin merasakan apa yang dirasakan Gibran saat itu , dia melihat jelas apa yang terjadi di dalam lift ketika peristiwa itu terjadi. Sekarangpun dia masih gemetar .


Alvin memejamkan mata berusaha menenangkan dirinya, dan berkonsentrasi berusaha mengingat detail tentang laki- laki berjaket merah. Dengan wakah tertutup masker sulit dikenali , Alvin berusaha mengingat detail yang lain dari jaket merahnya dan seluruh badannya.


Alvin ingat ! dia melihat ada luka goresan panjang pada leher belakang sebelah kanan ketika lelaki itu menengok pada Gibran .


Alvin menelepon bodyguardnya dan meminta padanya untuk membelikan buku gambar dan pensil serta penghapus.


" Kalian pulang saja , Gibran nya juga sedang tidur."


" Tidak umi , kami di sini aja . Umi istirahatlah di sebelah nanti kalau kak Gibran bangun kita panggil umi. "


" tapi ini sudah malam anak-anak tidurlah."


Anak-anak saling menatap lalu mengangguk.


" Baiklah umi , kami akan tidur." Anak-anak semua pergi ke kamar sebelah.

__ADS_1


Di kamar ada para dady, sedang berdiskusi.


" boys sini kalian tidurlah sudah malam !" perintah King.


" Iya dad."


" Jadi bagaimana selanjutnya Sam ?"


" Entahlah CCTV tidak berfungsi, oh aku lelah sekali , kepalaku pusing aku tidak dapat berpikir. "


" Tidurlah Sam kau belum istirahat sama sekali .Kau bisa drop nanti dan merepotkan Milla kasian dia !"


" Ok..ok.. aku akan tidur sebentar , kalian juga istirahatlah ." Sam ke kamar sebelah untuk menanyakan pakaian ganti dan peralatan mandinya pada Milla.


Milla mempersiapkan kebutuhan mandi Sam dan baju ganti. Semua para istri juga menyiapkan keperluan suami mereka.


Sam tidur dengan Mila di kamar Gibran . Yang lain tidur di kamar sebelah.


Alvin mendapat telepon dari bodyguardnya lalu dia keluar untuk mengambil pesanannya.


Disaat semua sudah tidur Alvin menggambar sesuatu. Ditemani Max yang memegang ponsel sebagai penerangan.


" Kau melihatnya Al pelakunya ?"


" Aku tidak tahu ini pelakunya atau bukan tapi melihat dia tersenyum saat Gibran masuk lift sepertinya iya, Gibran juga bilang dia melihat pelakunya mungkin orang ini yang dimaksud ." mereka berbisik.


" Apa kau juga melihatnya Al, saat lift itu jatuh, saat Gibran terjatuh. Karena itu kau teriak bukan ?" Alvin bergenti menggambar.


" Iya aku melihatnya dengan jelas dan itu adalah sesuatu yang terburuk dan menakutkan yang pernah aku lihat. Aku akan mendapatkan pelakunya dan kucabik-cabik dia aku janji !" Alvin terlihat marah tangannya mengepal.


Sesekali Alvin memejamkan mata untuk mengembalikan memorinya dan melihat lebih detail jangan sampai ada petunjuk yang terlewat.


Sekitar 40 menit gambar itu jadi , Alvin menatap gambar itu memeriksa semua detailnya dan membandingkannya dengan memorinya adakah yang terlewat.


Semua memorinya sudaj dia tuangkan dalam gambar itu, diserahkannya gambar itu pada Max.


" Hm..gambarmu bagus Al, jelas dan seperti nyata ."


Plak... Alvin memukul punggunh Max.


" Awwww...kenapa kau pukul aku !"


" Fokuslah pada gambarnya bukan muji gambar gue."


" Hey.. kalian belum tidur ini sudah malam . sudah jam 12 lewat. " Frederick terbangun.


" Iya dad ." jawab Alvin.


" Apa itu di tangan kalian ? coba dady lihat !" Alvin dan Max saling menatap , lalu Alvin menghampiri dadynua dan memberikan gambar itu.


" Apa ini ?" Fred mengamvil ponselnya dan menyinari gambar itu. Dia menatapnya lama akhirnya dia sadar gambar apa itu.


" Ini gambarmu nak ?" Alvin mengangguk.


" Dari mana kamu tahu , apa kamu lihat ? tapi kamu tidak berada di sana ?"

__ADS_1


" Aku melihatnya dari Gibran , Gibran melihat pria itu sebelum pintu lift tertutup. Dan Gibran memintaku untuk menggambarnya.


" Tapi tidak mungkin gambarnya semendetail ini jika hanya dari keterangan Gibran. Ini seperti seolah-olah kamu berada di sana ."


" Sebenarnya ada rahasia yang dady tidak tahu, aku bisa melihat masa lalu seseorang dan Gibran memi taku untuk melihat masa lalunya ketika dia tetjatuh dari lift , ini yang aku lihat ketika Gibran kecelakaan."


Fred hanya tertegun mendengar uacapan Alvin, ini rahasia besar dan dia tidak tahu.


" Sejak kapan kamu memiliki kemampuan ini ?"


" Sejak aku kecil dady ." Fred memeluk anaknya.


" Maafkan dady yang tidak tahu, mengapa kau tidak bilang pada dady, pasti berat dan membingungkan untukmu ."


" Ya dulunya tapi setelah bertemu mereka ini menyenangkan dan aku bersyukur mempunyai kemampuan ini karena dapat menolong orang-orang yang ku sayangi."


Fred menatap Alvin lama lalu tersenyum dan mencium keningnya.


" Ini akan dady tunjukkan pada bodyguard juga yang lain !"


" Dad, perhatikan ini. Di leher belakang kanan ada goresan luka panjang , juga ini di tangan kanannya Al gak tahu itu apa ?"


" Hm.. kau benar Al ada goresan , walauoun dia memakai masker tapi dengan tanda ini cukup untuk mengenalinya, terima kasih banyak sayang mungkin gambar ini adalah kunci untuk menangkap pelakunya. Sekarang tidurlah, kau juga Max !"


" iya dad." Mereka kembali ke tempat mereka tidur hanya matras yang di gelar di lantai.


Tepat setelah sholat subuh, Sam ke kamar sebelah , Semua sudah bangun .Sam menelepon bodyguardnya untuk membelikan mereka sarapan , juga untuk bodyguard.


Fred mendekati Sam dan memberikan gambar Alvin semalam .


" Apa ini ?" tanya Sam


" Ini adalah kemungkinan pelaku yang merusak lift."


Sam memperhatikan gambar itu, ini memang hotel itu dan benarkah lelaki ini pelakunya.


" Dari mana kau dapatkan gambar ini?"


" Alvin yang menggambarnya atas intruksi Gibran, Gibran melihatnya sebelum kejadian itu."


" Sedetail ini ?"


" Hm..tadinya aku tidak ingin menceritakan ini dan tetap merahasiakannya tapi kau tidak akan puas hanya dengan jawaban yang ku berikan, OK... dengar akubtidak akan mengulanginya dan kuharap kau dapat merahasiakannya ...." Frederick menceritakan semua yang dikatakan Alvin.


" Hm.. kalau begitu ceritanya baru aku percaya dan yakin , kau tahu, aku sebenarnya curiga dan takut pada anak-anak kita geng Angker. Mereka memang menyeramkan, mereka mempunyai karisma dan kemampuan yang tak dapat kau bayangkan . Jika kau macam-macam atau menyakiti mereka hancurlah hidupmu, Seperti itu aura yang kurasakan ketika dekat dengan mereka ."


" Ya..kau benar setiap dari mereka sepertinya mempunyai kemampuan ."


" Kau benar ."


" Kembali ke gambar ini, kau perhatikan ini, goresan luka di belakang leher kanan fokus pada orang dengan ciri ini, mungkin dia berada di sini. Gibran selamat dari kejadian itu ada kemungkinan dia akan berusaha kembali membunuh Gibran !"


" Kau benar nanti setelah sarapan kita akan rapat, sebentar !"


Sam memfoto gambar itu dan melingkari hal-hal yang perlu diperhatikan secara detail. Kemudian dia membagikannya pada semua bodyguard dan detektif yang disewanya .

__ADS_1


Pesanan sarapan datang lalu Sam membagikannya mereka semua makan sarapan lengko sapi.


__ADS_2