Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 11


__ADS_3

Vanessa sedang berada di kamarnya seorang diri, dia meihat foto-foto yang dikirim anak buahnya,


" Jadi gara-gara wanita itu kau putuskan aku, kurang ajar !! dia bahkan sudah punya anak." Vanessa meremas foto itu.


" Aku akan menghancurkanmu , akan ku buat kau menderita dan menangis darah lalu ku buat kau lenyap dari dunia ini..dasar bajingan !!" Gumam Vanessa.


...----------------...


Setelah bertemu dengan Milla Katy memikirkan cara untuk membalas Milla , dia melihat foto Milla dan Sam.


" Hm..dia tampan juga dan kelihatannya dia orang kaya, apa dia pacarnya ya...ah...aku akan coba dekati dia dan rayu dia supaya dia meninggalkan Milla. "


dua hari terlewati setelah pertemuan Katy dan Milla , Katy tidak tahu di mana Milla tinggal Katy mencari di sekitar tempat mereka bertemu.


Dan hari ini adalah hari keberuntungannya. Katy melihat pria itu dengan seorang anak. Lalu dia menghampirinya pada saat yang sama ada aeorang waitres yang lewat membawa makanan dan minuman dan waitres itu akan melewati meja Sam, Katy berjalan cepat sambil berpura-pura memainkan hp.


Saat waitres itu melewati meja Sam Katy menyenggolnya sampai tumpah makanan dan minuman itu mengenai baju Gibran.


PRANG....


" Astagfirullah ..maaf, aduh maaf saya gak sengaja, maaf ya mba, ya ampun ade maaf , bajunya sampai kotor maafin tante ya," kata Katy seraya mengelap baju Gibran dengan tisu serta menampakkan wajah yang terlihat menyesal.


" Iya tante gak papa , abi aku mau ke toilet dulu ,"


" Sebentar di mobil abi ada baju buat kamu, biar abi ambilkan tunggu di sini." Sam langsung berjalan ke luar menuju mobilnya, sementara itu Gibran duduk bersama Katy.


" dek maafin tante ya, nanti baju kotornya kasih tante , biar nanti tante cuci . Tante minta alamatnya aja buat nanti mulangin bajunya." Katy membujuk Gibran agar memberi tahu alamat rumahnya.


" Tidak usah tante gak papa cuma baju aja malah jadi repot bolak-balik." tolak Gibran.


" Gak apa-- apa , tante harus tanggung jawab, jadi harus mau repot..!"


" Nih bajunya sayang, sekarang kamu ganti gih terus kita pulang, umi sudah nelepon."

__ADS_1


" iya ..abi" Gibran berjalan ke toilet


Katy terpesona oleh Sam ternyata dari dekat jauh lebih tampan .


" hm..maafkan saya , saya tidak sengaja tapi anda tenang saja saya akan bertanggung jawab dan mencuci pakaian anak anda atau saya ganti gak apa-apa, saya minta alamatnya aja untuk mengantar bajunya." kata Katy.


" Ah..tidak perlu, bagi saya baju satu tidak masalah tinggal saya buang ganti yang baru, buat saya baju itu sudah bawa sial, anda tidak perlu menggantinya saya masih mampu beli, dan saya tidak pernah memberi alamat pada orang asing." Kata Sam tegas.


Katy merasa Sam adalah tipe pria yang dingin, sepertinya akan susah mendekatinya tapi Katy akan tetap berusaha. Untuk sekarang mungkin lebih baik mundur atau dia akan curiga.


" oh...baiklah saya mengerti mungkin bagi anda segalanya beres dengan uang, tapi buat saya jika salah maka harus minta maaf dan bertanggung jawab atas kesalahannya. Maaf jika niat saya justru membuat anda risih, kalau begitu saya permisi dan ini untuk membeli baju gantinya ..selamat siang." Katy pergi, dia harus mencari cara lain.


"Ayo abi, Gibran sudah selesai, kita pulang," Gibran sudah berganti baju.


"Ayo.."


Mereka pergi dari kafe, menuju restoran Milla . Sampai di sana ternyata parkiran resto penuh jadi Sam parkir di sebrang jalan resto.


Gibran turun lebih dulu saat Gibran menutup pintu mobil tiba-tiba terdengar bunyi yang kencang


Jantung Sam berdetak cepat dan langsung berlari ke pinggir jalan , kakinya lemas darahnya seakan langsung turun dari kepala ke kaki tangannya dingin wajahnya pucat dengan susah payah berlari ke arah Gibran yang terbaring di atas aspal dengan kepala yang mengeluarkan darah karena terbentur trotoar dengan keras, dia tidak perduli sekitarnya perhatiannya kini hanya tertuju pada Gibran.


Sam menangis dan memanggil manggil Gibran , ambulance datang rupanya seseorang berinisiatif memanggil ambulance. Gibran di bawa ke RS terdekat. Sampai di IGD Gibran langsung ditangani secara intensif oleh dokter dan perawat.


Sam tidak diperbolehkan masuk. Sam menunggu di lorong dua kemudian duduk, dan menelepon Milla mengatakan Gibran kecelakaan dan berada di RS , Milla histeris , ia lalu ke RS diantar mbok dan supir.


Sam menelepon keluarganya di London , semua merasa terkejut dan sedih, mereka segera bersiap-siap terbang ke Bali.


Gibran harus seger di oprasi mengingat ada gumpalan darah di kepala akibat benturan keras, tulang rusuknya patah satu, bahu tangan kanan patah dan harus di pasang pen . kalau kaki hanya luka baret saja.


Sekarang Sam sedang duduk. di depan ruang oprasi. Terdengar suara kaki berlari .


"Sam..apa yang terjadi, ada apa dengan Gibran ?, katakan Sam ..hiks..hiks..." Milla menangis .

__ADS_1


Sam memeluk Milla berharap semoga dapat saling menguatkan. setelah Milla tenang Sam menceritakan kejadiannya. Dia juga minta maaf pada Milla karena telah lalai menjaga Gibran. Milla mengerti dan ini bukan salah Sam .


2 jam berlalu tapi dokter belum ada yang keluar, mbok pulang untuk mengambil perlengkapan Milla dan Gibran menginap di RS, juga membeli makanan untuk Milla dan Sam.


Akhirnya Sam melihat dokter keluar dari ruangan oprasi .


" Keluarga Gibran." Sam dan Milla bergegas menghampiri dokter.


" Saya dok , bagaimana keadaan anak saya dok ?" Tanya Sam.


" Syukurlah oprasinya lancar, bahunya sudah di pasang pen, luka kepala yang paling parah, kami tim dokter dan petugas kesehatan lain hanya bisa berusaha sebaik mungkin, maaf dengan berat hati saya harus mengatakan kalau anak anda koma dan kritis , unfuk sementara Gibran akan saya tempatkan di ICU jika dia sudah melewati masa kritisnya maka Gibran bisa dipindahkan. "


" Baik dokter terima kasih, saya mohon lakukanlah yang terbaik berapapun biayanya, terima kasih dokter." kata Sam.


Sudah satu hari Gibran berada di ICU dokter menyatakan Gibran sudah melewati masa kritisnya dan boleh dipindahkan ke ruang rawat.


Sam menempatkan Gibran di ruang vvip dan menempatkan dua body guard di depan ruang rawatnya entahlah Sam merasa kecelakaan ini disengaja, dia akan menyelidikinya.


Sam sedang pergi keluar untuk menyelidiki kasus ini, Milla menemani Gibran, ia selalu mengajak Gibran bicara tapi belum ada respon apapun dati Gibran. Tiba-tiba ada seorang perawat masuk, perawat itu melihat Milla yang sedang mengusap rambut Gibran.


" Bagaimana rasanya melihat anak anda seperti ini.?" kata perawat itu.


" Maksud kamu apa, apakah pantas seorang perawat bicara seperti itu pada pasien ?".tanta Milla.


" saya bukan perawat, saya Vanessa orang yang kehilangan tunangannya karena kau rebut, pelakor !!!" kata Vanessa dengan marah.


" Vanessa urusanmu denganku tak ada sangkut pautnha dengan Gibranb, kenapa kau lukai dia?"


"Tentu saja dia berhubungan, karena dia adalah anakmu, kau pasti akan menderita kalau anakmu terluka atau bahkan terbunuh, dan aku ingin melihat penderitaanmu." kata Vanessa.


" Tinggalkan Sam atau ku buat anakmu lebih dari ini." Lalu Vanessa pergi.


Milla menangis dan bersender di sandaran sofa. Apa yang harus dia lakukan , kedua pilhan itu akan membuat Gibran sedih dan tetluka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2