Gibran Si Genius Yang Tersembunyi

Gibran Si Genius Yang Tersembunyi
Bab 37


__ADS_3

Bima dan Gibran duduk di sofa bersama dengan William.


" Gibran kamu tidak sekolah hari ini?" tanya William.


" Iya uncle, saya sudah berniat untuk pindah sekolah, dan saya sudah menyuruh uncle Bima untuk mengurus surat kepindahan saya." ucap Gibran.


" Heh, bocil kapan kamu nyuruh uncle ?" protes Bima.


" Barusan uncle, nanti pulang dari sini kita ke sana !" ucap Gibran dengan wajah datarnya.


" Untung lo ponakan gue, untung gue baik hati dan sabar , mau aja disuruh-suruh ama lo bocah tengil ." gumam Bima dengan pelan tapi ternyata Gibran mendengarnya.


" Karena uncle sayang Gibran, terima kasih uncle ," ucap Gibran masih dengan wajah datarnya.


" Kalian ini membuat saya kangen anak saya, oh iya Gibran bagaimana dengan kerja sama kita, apakah kamu akan mengerjakannya sekarang ?" tanya William.


" Iya uncle itu sebabnya saya ke sini uncle, bisakah saya memakai komputer uncle dan terhubung dengan semua perangkat di kantor ini ?" tanya Gibran.


" Silahkan , gunakan waktumu sebaik mungkin ," William lalu menuju komputer dan dia mengetik sesuatu lalu William bangun dan Gibran yang menggantikan posisi William.


Gibran duduk dan membuka laptop yang dia bawa lalu menghubungkannya pada komputer William.


William dan Bima memperhatikan Gibran memprogram komputernya , dia mengetik dengan cepat menggunakan tangan mungilnya, muncul banyak angka di layar , lalu Gibran beralih mengetik laptopnya dan kemudian kembali ke komputernya. William dan Bima takjub melihatnya.


" Uncle suruh semua karyawanmu mematikan komputer dan semua perangkat aku beri waktu 10 menit , ku rasa itu cukup , jangan dinyalakan sampai aku selesai memasang jebakan !" Kata Gibran sambil terus mengetik.


" How long?" [ berapa lama ? ]


" mungkin hanya sekitar 2 menit, lalu nyalakan lagi tapi jangan ada yang memakainya dulu cukup nyalakan dan refresh , dan aku akan memprogram dari sini untuk memasukkan jebakan iti pada semua komputer di kantormu , jadi tidak ada karyawanmu yang bisa mengakses file penting tanpa ijinmu, jika dia memaksa , maka komputernya akan langsung eror dan memberi alarm padamu , semua pusat kendali ada di komputermu. Cepat uncle beritahu semua karyawanmu !" William memberi tahu pada sekretrisnya untuk menyampaikan pada semua divisi untuk mematikan komputer secepatnya dan diberi waktu 5 menit harus sudah mati semua, dan memberikannya laporan kalau semua sudah mati.


Sekretaris William memberitahu padanya bahwa semua sudah mati. Dan William mengatakan pada Gibran


Gibran langsung beralih ke laptopnya dia memindahkan suatu file ke komputer William hanya butuh beberapa detik File sudah berpindah. Gibran membunyikan jari-jarinya .


" Show time !" [ Saatnya pertunjukkan ] ujar Gibran


Lalu Gibran mulai mengetik dengan cepat.


" uncle tolong garuk punggungku sebelah kanan atas terasa gatal sekali !" pinta Gibran.


Bima menggaruk punggung Gibran.


" makasih uncle." Gibran masih mengetik beberapa file muncul dan terus seperti itu, lalu Gibran beralih ke laptopnya dan Gibran tersenyum.


" Gotcha ," [ kena kau] gumam Gibran.


" Uncle ada yang mencoba menghack komputermu dan mencoba membobol keamanan , rupanya ada karyawanmu yang sedang mencoba bermain, karena itu aku suruh semua mematikan komputernya. Sekarang dia pasti sedang panik aku memberikan virus dan aku sudah dapat data pribadinya ." ucap Gibran kemudian kembali ke komputernya sudah 1 menit berlalu sejak semua komputer di matikan.

__ADS_1


" Dia menakjubkan sekaligus menakutkan !" ucap William.


" Ya , dia iblis kecil !" balas Bima.


" Beruntungnya Sam memiliki anak seperti Gibran, dia pasti bangga padanya." lanjut William.


" No, dia menyia-nyiakannya , dan dia akan menyesal !" timpal Bima.


" Done uncle, Silahkan nyalakan kembali komputernya tapi ingat uncle hanya nyalakan dan refresh jangan lakukan apapun !!" Gibran memperingatkan.


"Ok.. ," William menelepon sekretarisnya dan menginstruksikan seperti arahan Gibran.


Sekretaris melaporkan kembali semua sudah menyala.


Gibran segera melakukan step terakhir.


" Ok.. ayo kita mulai !" Gibran mulai mengetik.


William merasa pegal berdiri diapun beranjak ke sofa dan duduk, Bima mengikuti William.


" Wil.. boleh aku meminta bantuanmu sebagai teman ?" Bima meminta bantuan William.


" Tentu, apa yang bisa kubantu untukmu ?" tanya William.


" Aku ingin meminjam pesawat pribadimu, aku akan menyewanya untuk besok, ke Indonesia mengantar Milla dan Gibran kembali, tapi aku minta rahasiakan kepergian mereka bahkan dari Sam dan keluarganya , Samarkan dengan kepergian bisnismu ke Jakarta." Pinta Bima.


" Nanti akan aku ceritakan tapi apa kau bisa?" Bima memastikan.


" Sure[ tentu] , kebetulan aku ada perlu ke jakarta , niatnya aku akan pergi minggu depan tapi mungkin tak masalah jika dimajukan." Jawab Wiliiam.


" Ok.. terima kasih nanti jam berapa tepatnya berangkat kabari aku !" ujar Bima.


" Ok.. ," Kata William.


" Uncle sudah selesai , sekarang boleh dipakai lagi komputernya." ujar Gibran.


William menelepon kembali sekretarisnya dan memberi tahu bahwa semua sudah boleh di gunakan kembali.


" Tuan William lebih baik anda segera menindak lanjuti karyawan anda yang mencoba mensabotase perusahaan. Aku sudah dapat datanya dan ada di komputermu. Kalau dia mengelak geledah ruangannya dan komputernya seperti yang kubilang aku memberikan virus pada komputernya dan tak akan menyala kalau bukan aku yang menyalakannya. Kau akan temukan jejaknya." kata Gibran.


" Oh..ya kau benar, tunggu sebentar . William memanggil karyawannya yang mencoba mensabotase data perusahaan, dan menyuruh Gibran dan Bima menunggu di ruangan pribadinya.


Sementara Gibran dan Bima menunggu di ruangan lain, Gibran membawa laptopnya.


Setelah semua selesai William mengajak mereka makan siang bersama , tapi karena Gibran harus mengurus kepindahannya mereka menolak ajakan itu.


William senang bekerja sama dengan Gibran dan dia yakin perusahan yang dia bangun akan lebih maju dengan bergabungnya Gibran.

__ADS_1


Bima dan Gibran pamit lalu pergi ke sekolah Gibran.


Di sana mereka bertemu dengan Twins dan Maxwell serta Alvin. Karena saat itu adalah jam makan siang.


Bima ke ruang kepala sekolah sedangkan Gibran dan yang lain pergi ke kantin. Mereka melihat si imut Felicia.


"Kak Gib, tuh Felicia tadi dia nanyain kak Gib, kayaknya dia belum sadar ada kak Gib, di sini."


" Biarin aja, aku titip ini aja , kasihin sama Cia 2 hari dari a


sekarang , " Gibran memberi kotak berwarna coklat pada Max untuk diberikan pada Felicia.


" Cie.. udah punya panggilan khusus ..Cia.. ni ye." ledek.Aston.


" Berisik !" kata Gibran sambil melihat Felicia yang sedang tertawa.


" Ada apa kamu ke sekolah dengan uncle Bima?" tanya Max.


" Aku mau pindah sekolah," jawab Gibran.


"Apa???" Si kembar terkejut.


" Iya, kamu tahu masalahnya twins ." ujar Gibran.


" Tapi aku gak tahu, apa kamu tahu Al ?" tanya Max pada Alvin.


" No, dan kamu gak mau cerita ke kita, aku pikir kita teman dekat !" kata Alvin.


" Maaf, bukan begitu, tapi semua terjadi begitu cepat dan aku juga butuh waktu untuk dapat menghadapi masalahku sekarang , aku sibuk merencanakan apa yang akan aku lakukan sehingga belum sempat memberi tahu kalian, bagaimana kalau nanti pulang sekolah aku tunggu kalian di rumah grandma , mungkin nanti akan menjadi pertemuan terakhir kita !" Gibran memberikan alasan agar Max tidak marah.


" Ok... aku setuju , aku akan ke rumah grandmamu nanti." Max setuju.


" Kami pasti akan ikut," kata si kembar.


" aku juga ." ucap Alvin.


" Baiklah, aku harus pergi uncle Sam sudah menghubungiku.Dia sudah berada di tempat parkir. Aku tunggu kalian di rumah , dah ," Gibran kemudian melihat Felicia dia sedang makan dan bercanda dengan temannya, dia merekam senyum dan cerianya Felicia dalam memorinya, ini terakhir kali dia melihatnya secara nyata mungkin esok dia hanya dapat melihatnya dalam memori saja, setelah merasa puas Gibran kemudian berlalu pergi menuju parkiran . Mereka memutuskan makan siang di rumah dan pulang.


...****************...


Author berterima kasih pada readers semua.


Terima kasih like, coment dan tipsnya juga sudah menjadikan cerita ini favorit.πŸ˜πŸ˜πŸ˜™


Terima kasih saran masukannya membuat author semangat untuk lebih baik lagi. πŸ˜™πŸ˜™


πŸ’“Love you AllπŸ’“

__ADS_1


__ADS_2